Pertandingan dimulai!
Dua murid tersebut bernama Miguel dan Jonathan. Miguel mengeluarkan energi sihir dan mulai menyerang ke arah Chiva.
Lawan bergerak dengan cepat dan menyerang Chiva menggunakan sihir air. Chiva bertahan dari serangan lawan, sementara aku berhadapan dengan Jonathan yang mengeluarkan energi sihir api.
“Api melawan es..., Tentu api akan menang,” ledek si Jonathan.
“Dan es yang mencair akan menjadi air yang memadamkan api...,” balasku sembari menyeringai.
Aku dengan senjata andalanku, yaitu pedang es maju dan mulai menyerangnya. Sembari berlari ke arahnya, aku dengan sihir es membuat sebuah dinding es yang menghalanginya. Aku melompati dinding itu dan mulai bertarung menggunakan pedangku.
Jonathan menggunakan tombak yang telah dialiri sihir api berusaha menangkis seluruh serangan pedang dan sihir yang kulancarkan sekaligus. Jonathan menyemburkan api dari tombaknya, sepertinya dia ingin melelehkan pedangku.
Sayang sekali suhu pada sihir apinya tidak akan bisa melelehkan pedangku. Aku menyerang balik. Namun, Jonathan menggunakan sihir air untuk membuat penghalang. Aku membekukan penghalang itu menjadi es tipis dan menghancurkan penghalang dengan mudah lalu bergerak dengan cepat menuju ke belakang tubuh Jonathan. Jonathan tidak bisa melakukan apapun karena seluruh pergerakannya sudah aku kunci dengan menodongkan ujung mata pedang ke leher belakangnya.
Namun, Miguel berbalik yang awalnya bertarung dengan Chiva. Ia langsung menyerangku dan membuatku terpaksa melepaskan kuncian Jonathan untuk mengelak.
Aku melompat dan mendarat di samping Chiva. Chiva terengah-engah setelah melawan Miguel, sementara Miguel dan Jonathan saling menatap satu sama lain seperti merencanakan sesuatu....
“Chiva.... Angin....”
Miguel dan Jonathan berlari maju bersama-sama. Mereka saling bertukar senjata, yang di mana Jonathan menggunakan pedang milik Miguel sedangkan Miguel menggunakan tombak milik Jonathan. Tepat saat mereka akan mendekati kami. Aku menginstruksikan Chiva untuk menerbangkanku ke atas menggunakan sihir anginnya, sementara aku yang terbang langsung membangun sebuah tembok es yang menghalangi Miguel dan Jonathan.
Jonathan melelehkan tembok es dan berhasil menembus tembok bersama Miguel. Namun, Chiva yang sedari awal sudah berada di balik tembok langsung melakukan serangan balik. Chiva berhasil menumbangkan Miguel dan Jonathan hanya dengan dua serangan bolak-balik.
Bel berdenting. Pertarungan dihentikan dan kami langsung dinyatakan sebagai pemenang dari ujian ini.
Bisa dibilang dalam kualifikasi sekelas memiliki performa yang cukup baik. Bahkan, bisa naik ke tingkat antar kelas.
Pertarungan antar kelas tidak diadakan di lapangan luar, melainkan di lapangan bawah tanah yang sangat luas. Lapangan ini benar-benar bisa menampung seluruh murid di akademi, lapangan ini juga dilengkapi dengan kursi yang berkualitas tinggi untuk seluruh murid dan guru dapat menonton pertarungan ujian yang sedang berlangsung.
Keesokan harinya adalah pertarungan antar kelas sesama elemen. Yang berarti hari ini adalah pertarungan kelas sihir api.
Entah kenapa saat aku menonton pertarungan tersebut merasa agak terganggu.... Bagaimana tidak jika Alissa berada di samping kananku beserta Chiva yang duduk di samping kiri.... Kenapa harus ada dia lagi ya Tuhan! Chiva saja sudah cukup jangan Engkau tambah lagi dengan wanita aneh ini....
Pertarungan yang terjadi saat ini cukup sengit. Bahkan, jenderal militer pun ikut menonton pertarungan ujian.
Tidak banyak yang harus kukatakan pada pertarungan ini. Tetapi, satu hal yang menarik adalah.... Salah satu peserta menggunakan sihir bayangan untuk melakukan perpindahan posisi atau teleportasi.
Yah tidak heran sih, kelas sihir bayangan saja ada. Kecuali sihir es.... Kenapa tidak ada? Apakah sesulit itu mencari pengguna sihir es?
Pertarungan antar kelas sihir api sudah berlangsung hingga hari ke 3 dan hari ini adalah kualifikasi yang akan menentukan siapa yang akan lanjut ke pertarungan antar elemen.
Aku tidak ikut menonton karena sibuk berlatih teknik baru dan memperkuat seranganku untuk pertarungan antar kelas sihir air besok. Aku juga membawa busur yang diberikan oleh raja Ron padaku. Aku ingin tahu apa yang membuat busur itu spesial hingga dapat mengeluarkan aura sihirnya tersendiri.
Aku mengarahkan busurku ke sebuah batu lalu membidik batu tersebut. Panah yang telah terarah dan siap ditembakkan. Aku melepaskan jari yang menahan panah itu, dengan sekejap panah itu langsung meluncur sangat cepat tidak seperti panah biasanya. Pada saat panah itu akan menghantam batu, panah tersebut menghilang. Namun, batu tersebut bolong dan panah yang kutembakkan tertancap di sebuah pohon yang berada di belakang batu.
Ini luar biasa! Busur ini memiliki kemampuan yang bisa menghilangkan anak panah sebelum menyentuh objek dan akan melubangi objek yang telah dilewatinya! Tapi.... Sepertinya busur ini jelas tidak boleh dipakai pada pertandingan, karena salah satu peraturan pertandingan adalah tidak boleh melukai lawan hingga luka berat hingga membunuh mereka.
Aku duduk di kursi sembari meletakkan busur di sisiku. Aku berpikir teknik apa lagi yang harus kuciptakan.... Jika aku menggunakan dua pedang es maka itu akan membuat staminaku terkuras lebih cepat dan tidak dapat bertahan lama dalam pertarungan....
Aku mendapat ide.... Aku sudah mempelajari beberapa teknik dasar sihir air. Maka, jelas saat ini aku harus mempraktikkannya, masa sudah masuk kelas sihir air tapi tidak bisa menggunakan sihir air....
Aku mencoba rumus fisika dasar untuk membuat sebuah serangan sihir air yang berkecepatan tinggi dan memiliki tekanan yang tinggi. Aku berdiri dan mengarahkan jari telunjukku ke arah tembok akademi. Semburan air tekanan tinggi dengan kecepatan tinggi meluncur ke depan dan melubangi tembok batu yang keras. Walau bentuknya kecil karena tekanan yang tinggi tapi semburan air ini jelas sangat berbahaya karena dapat memotong apapun. Aku khawatir jika serangan ini akan melukai lawan dengan luka yang cukup parah, jadi aku mengarahkan lima jari ke depan dan menambah semburan air dari empat jari lainnya. Walau tidak serangannya tidak sekuat satu jari. Namun, tetap saja dengan kecepatan tinggi semburan sihir air ini masih tetap berbahaya....
****
Hari pertandingan antar kelas sihir air telah dimulai. Aku dan Chiva yang berasal dari kelas sihir air Beta mendapat jatah pertama untuk bertanding melawan kelas sihir air Alpha.
Aku dan Chiva memasuki arena pertandingan yang luas dan dikelilingi oleh murid dan guru yang menonton. Lawan juga memasuki arena dan berjalan ke arah kami.
Kami berhenti di garis yang membatasi jarak kami kami. Garis Chiva dan aku menuju ke garis lawan sepertinya berjarak 10 meter.
Kemudian terdengar suara bel berdenting dengan keras menandakan pertarungan telah dimulai...!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Neonnorey
kenapa namanya susah2 sih thorr wkwkwk... tp gkpp sihh jadi tabah keren nih 👍
2023-05-28
1