Chapter 19: Final!

Bel berbunyi keras, pertarungan telah dimulai!

Belum satu detik setelah bel berbunyi, Rovka langsung melaju menggunakan sihir petir dan menyerang ku.

Aku menangkis serangan tebasan pedangnya dengan pedang es milikku. Lalu aku dan Rovka saling tebas menebas, sementara Chiva dikejutkan oleh serangan tiba-tiba dari Zhela. Chiva masih bisa menangkis tebasan pedang api nya Zhela, bahkan bisa membalikkan situasi dan balik menyerang Zhela.

Sedangkan aku masih saling tebas menebas dengan Rovka yang terlihat sangat ingin mengalahkan ku. Memang sialan, baru saja mulai sudah dibuat terpojok.

“Putaran!” Sebuah lingkaran es dengan bagian tajam yang berputar cepat muncul mengelilingi tubuhku, membuat Rovka harus mundur untuk menghindari serangan lingkaran es.

Lingkaran yang berputar mengelilingi ku menghilang, sekarang aku bisa menyerang Rovka. Aku berteleportasi ke hadapan Rovka dengan bekas sihir es yang membeku mengikuti arah teleportasi. Pertarungan kami benar-benar sengit, karena aku dan Rovka saling berteleportasi untuk menghindari tebasan pedang masing-masing.

Kecepatan gerakan petirnya benar-benar sangat cepat, bahkan kurasa teleportasi sihir es ku saja masih kalah cepat dari nya. Saat Rovka lengah aku menendangnya hingga terpental lalu berteleportasi dan menebasnya....

Saat aku menebasnya, Rovka menghilang dan hanya menyisakan kabut hitam.

“Aku di sini bodoh!” Seru Rovka yang suaranya terdengar dari belakang.

Aku berbalik ke balakang tiba-tiba dia muncul di hadapanku dengan sihir petir yang memancar di sekitarnya. Serangannya menghasilkan ledakan besar dan menutupi area pertarungan kami....

Chiva yang mendengar ledakan tersebut langsung terkejut. Namun, saat Chiva ingin menghampiriku Zhela langsung menghalanginya dan pertarungan pun tak terelakkan.

Tapi, memangnya aku akan kalah begitu begitu saja? Tentu saja tidak. Tepat sebelum tebasan pedangnya berhasil melukai ku, aku menciptakan kubah es yang transparan. Terlihat jelas pedang Rovka yang telah dialiri banyak energi sihir petir tidak dapat menembus kubah yang melindungi ku. Dengan kesal Rovka menarik kembali pedangnya dan kembali menebas kubah es ku berkali-kali. Kecepatan tebasannya tidak bisa ku remehkan, gerakannya sangat cepat saat menggunakan sihir petir.

Aku mengeluarkan sebuah bola dan melemparkannya ke tanah. Bola itu langsung meledak dan mengeluar asap putih sangat tebal. Kubah menghilang perlahan, Rovka mengira ini adalah kesempatan bagus lalu ia langsung maju dan menebas bagian dalam asap tebal.

Sayang sekali tebasannya itu hanya tebasan kosong karena aku tidak ada di dalam asap itu. Rovka heran ke mana aku pergi, dia dengan cepat berpindah posisi dan berusaha menemukan di mana aku.

“Aku di sini!” Aku muncul dari atas sambil memegang tombak es dan menyerang ke bawah.

Meluncur dengan cepat dari atas ke bawah dan langsung menyerang Rovka, ledakan es menyebar ke sekitar yang kembali menutupi area dengan asap es yang lebih tebal dari asap biasa sebelumnya, juga area yang terkena asap es langsung membeku menjadi es keras....

Sementara pertarungan Chiva juga sama sengitnya, Chiva kesulitan saat ingin membantuku melawan Rovka karena Zhela selalu memberikan perlawanan keras dan menghalang Chiva untuk bergerak ke arahku.

Chiva terpaksa harus melawan Zhela dan membiarkanku melawan Rovka sendirian. Chiva menciptakan gelombang kejut angin yang menyerang Zhela, lalu Chiva menciptakan gelombang air besar untuk menghalang Zhela dan membuatnya terkepung. Namun Zhela berhasil menghadang gelombang air besar dari Chiva dengan sihir tanah, sekaligus juga melakukan serangan balik kepada Chiva.

Zhela muncul di depan Chiva dan akan langsung menusuknya dengan jarum sihir api. Tepat pada saat itu Chiva langsung mengantisipasi dengan membuat sebuah penghalang yang terbuat dari sihir air, lalu jarum sihir api milik Zhela langsung padam saat melewati penghalang tersebut.

Chiva tertawa terbahak-bahak saat senjata Zhela padam karena penghalang air. “Hahahaha senjatanya padam!” Bisa-bisanya dia ketawa saat sedang bertarung, tapi harus ku akui sifatnya benar-benar menjadi sangat berbeda saat sedang bertarung.

Penghalang air menghilang dan Chiva langsung menarik ancang-ancang untuk menggunakan sihir angin.

“Hati-hati!” Seru Chiva setelah Zhela terhempas hingga ke dinding arena karena gelombang angin Chiva yang sangat kuat.

Ok balik lagi ke kondisi ku. Setelah meluncur ke bawah menyerang Rovka, aku berhasil menangkap Rovka dan mencekik lehernya....

Asap mulai memudar semua penonton terkejut melihatku yang mencekik Rovka di tanah. Rovka membuat sebuah pedang bayangan mencoba untuk menusukku. Namun, sebuah tebasan angin menghilangkan pedang bayangan yang baru tercipta. Itu adalah serangan dari Chiva yang baru saja tiba membantu diriku.

Entah apa yang dipikirkan Chiva, tiba-tiba dia menendang kepala Rovka dengan sangat keras sampai-sampai bunyi tendangannya sangat renyah. Setelah menendang kepala Rovka, Chiva terlihat sangat puas saat Rovka pingsan karena tendangannya.

Zhela baru bangkit dari hempasan angin Chiva, tidak kusangka dibalik sifatnya yang mirip anak perempuan ternyata Chiva bisa menjadi sangat mengerikan seperti ini....

Karena Rovka telah berhasil dieleminasi maka sisa lawan hanya Zhela Festania. Kurasa dia tidak akan semengerikan Rovka yang selalu berpindah tempat saat akan ditebas.

Aku dan Chiva berlari ke arah Zhela sembari Chiva menciptakan gelombang air besar mengarah ke Zhela, aku membekukan gelombang air secara perlahan hingga mendekati Zhela.

Zhela berlari saat dikejar oleh gelombang air besar, lalu melompat tinggi ke belakangku dan akan menusukku menggunakan jarum sihir api nya itu. Aku berbalik dan menangkis jarum api nya dengan pedang es, lalu aku bertarung melawan Zhela. Jelas sekali variasi tebasan pedangku lebih banyak dibandingkan jarumnya yang hanya bisa menusuk saja. Chiva secara tiba-tiba ada di belakang Zhela dan menjebak Zhela di dalam gelembung air.... Padahal Chiva tidak bisa menggunakan sihir teleportasi elemen, kenapa dia bisa tiba-tiba ada di belakang Zhela?

Bel berbunyi dan sudah jelas siapa pemenang dari pertarungan ini.... Benar-benar melelahkan....

...****************...

Setelah pertarungan itu kami langsung pergi ke kantin karena haus dan lapar.... Tapi baru juga kami meneguk satu gelas air, Alissa datang dan menyuruh kami untuk ke ruangannya. Kenapa sih wanita ini tidak bisa memikirkan perasaan orang lain terutama muridnya sendiri, baru juga istirahat malah disuruh ke ruangannya.

Kami bilang kepadanya untuk menunggu sebentar sampai kami selesai makan dan minum, Alissa membalas sambil berjalan pergi bahwa dia akan menunggu kami di ruangannya....

Setelah selesai makan kami pergi ke ruangan Alissa. Mengetuk pintu lalu masuk, kami berdua langsung duduk di dua kursi yang tersedia di depan mejanya.

“Selamat kalian bisa lulus dari ujian pertandingan tersebut dan juga perkembangan kalian sangat pesat, kalian berdua benar-benar tidak membuatku kecewa,” pujinya dengan suara lembut.

“Terima kasih Bu Alissa, ini semua karena Anda!” Ucap Chiva dengan bahagia atas pujian dari Alissa.

“Berdasarkan hasil dari pertarungan, 2 hari lagi acara pemberian peringkat atau pemenang ujian akan digelar di lapangan,” ujar Alissa.

“Jadi kalian harus hadir dalam acara tersebut ya,” lanjut Alissa dengan nada lembutnya.

“Pasti kok, tenang saja kami akan datang,” balasku sambil mengapit kedua tangan.

“Baiklah kalau begitu, ambil ini sebagai hadiah dariku,” Alissa memberikan gelang pada kami, gelang itu terdapat permata berwarna biru es untukku dan berwarna biru kehijauan untuk Chiva.

“O-Oh, terima kasih Bu Alissa...,” ucapku.

“Aku harap gelang itu bisa menjadi kenang-kenangan untuk kalian berdua,” ucapnya dengan lembut.

Seusai pertemuan dengan Alissa kami pun pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat setelah mengalami pertarungan yang melelahkan....

Dua hari kemudian....

Terpopuler

Comments

Neonnorey

Neonnorey

es transparan kek mana tuhh... gk bisa bayangin huhu

2023-06-03

0

Neonnorey

Neonnorey

dia gak sadar taa wkwk

2023-06-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!