Chapter 11: Masalah

Dalam kertas itu tertulis....

“JANGAN MENCOBA UNTUK MENGABAIKAN KAMI ATAU KAMI AKAN MENYEBARKAN BERITA INI PADA SELURUH MURID DI AKADEMI.”

Kali ini mereka benar-benar membuatku naik darah! Aku meremas kertas itu dan membuangnya ke kotak sampah. Aku berjalan ke kelas dengan kesal sambil terus berpikir apakah aku harus mendatangi mereka agar mereka tidak menyebarkan berita ini? Jika aku mendatangi mereka, itu hanya akan menarik perhatian Alissa dan ia pasti akan menjadi lebih marah. Tapi, jika aku membiarkannya saja mereka akan menyebarkan berita ini.... Bangsawan sialan! Kenapa mereka terus-menerus mencari masalah?!

Aku berjalan ke kelas yang masih kosong. Sepertinya datang aku terlalu pagi, sehingga kelas masih kosong.

Singkat cerita saja aku menunggu di dalam kelas sampai murid datang. Sebenarnya aneh kenapa pihak akademi masih menyuruh para murid untuk masuk sekolah setelah kejadian kemarin.

Chiva menjadi orang kedua yang datang ke kelas. Cukup mengejutkan jika dia datang awal begini. Dia berjalan menaiki anak tangga lalu duduk di sampingku.

“Kivasta, kamu tidak pergi ke perpustakaan?” Tanya Chiva.

“Tidak. Memangnya perpustakaan buka di jam segini?” Jawabku.

“Ya juga sih, atau kamu tidak tahu di mana lokasi perpustakaan.”

Tahu saja dia kalau aku tidak tahu di mana perpustakaan. Yah, sebenarnya aku memang ingin pergi ke perpustakaan. Tapi, bagaimana dia bisa tahu kalau aku ingin pergi ke perpustakaan? Apakah dia mengikuti terus? Walau sifatnya yang ceria dan suara cemprengnya seperti anak perempuan, dia benar-benar membuatku heran dan penasaran.

Singkat saja. Semua murid telah hadir dan Alissa pun juga masuk lalu memulai pelajaran.

Sementara Alissa mengajar, aku masih memikirkan perkataan dalam kertas tersebut. Apakah aku harus datang untuk menjaga harga diriku atau membiarkan begitu saja agar tidak terkena sihir Alissa lagi? Baru juga memulai hari sudah diberi cobaan.... Tapi, memangnya apa yang akan mereka lakukan? Menantangku untuk bertarung? Sungguh membuang waktu. Sekalian saja aku bun- jangan, sebaiknya jangan terlalu gegabah. Kenapa aku bisa berpikir seperti itu? Hmmm....

Tidak terasa kalau waktu sudah menjelang siang hari dan seluruh jam pelajaran telah habis, juga para murid sudah keluar dari kelas. Tinggal Chiva yang masih berada di kelas....

Aku menoleh dan bertanya pada Chiva, “Kenapa kamu tidak keluar?”

“Aku menunggumu terlebih dahulu untuk keluar,” jawabnya dengan sok polos dan lugu.

Perasaanku menjadi sangat jijik saat Chiva mengatakan itu, perkataannya bahkan lebih horor dibanding tulisan pada kertas yang kubaca pagi tadi. Apa nih anak punya kelainan?

Aku berdiri dan berjalan meninggalkan kelas, sebelum itu aku mengingatkan Chiva untuk tidak mengikuti. Aku tidak ingin dia terkena masalah.... Yah, kalian pasti tahu apa yang akan kulakukan.

Aku berjalan keluar dari bangunan akademi. Setelah keluar aku lanjut berjalan ke belakang bangunan kelas akademi. Walau memang tidak lama tapi bangunan kelas ini sangat luas dan memang butuh waktu untuk sampai ke belakang. Aku melihat lima murid bangsawan yang sepertinya sudah menunggu kehadiranku.

“Hei itu dia,” tunjuk siswa yang bernama Kylian Aliva di seragamnya.

Mereka yang sedang duduk di batang pohon pun berdiri dan berjalan ke arahku. Aku juga berjalan ke arah mereka seolah tanpa emosi. Tapi, dalam hatiku sangat ingin membu- maksudku mengetahui kenapa mereka melakukan ini....

Aku berhenti tepat di depan Rovka. Kami saling menatap sebelum Rovka berbicara, “Jadi ini peliharaan Bu Alissa? Sungguh hina sekali.... Kau seharusnya tidak ada di sini bocah idiot!” Hina mereka dengan nada tinggi.

Aku hanya terkekeh sedikit sembari menyeringai dan membalas mereka, “Begitu? Aku ada di sini karena sebuah kontrak yang membuktikan bahwa diriku lebih unik dan kuat dibandingkan kalian....”

Sepertinya balasanku tadi benar-benar membuat Rovka menjadi naik darah dan tersinggung. Aku rasa dia akan melakukan sesuatu yang mengancam....

Begitu saja sudah tersinggung, apa yang akan terjadi jika dia menjadi raja selanjutnya dari Setavia? Mungkin banyak orang yang akan menerima siksaan karenanya.

Aku melihat kedua tangan Rovka yang mengeluarkan energi sihir petir. Begitu juga aku yang mulai mengeluarkan energi sihir es dari kedua tanganku, bersiap untuk bertarung jika perlu....

Sementara empat murid lain yang hanya melihat seperti hewan kebingungan juga mempersiapkan sihir mereka untuk bertarung.... Ini akan semakin menarik....

Terpopuler

Comments

Neonnorey

Neonnorey

aku paling sebel klo di ancemm....ini gila sih huhhh 😭

2023-05-28

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!