20. Membunuh Ribuan Zombie

Beberapa menit kemudian Deon sampai di apartemennya. "Deon, nanti malam apa kamu ada acara." Tanya Freya.

"Aku tidak ada acara." Jawab Deon.

"Deon, nanti malam ayo kita menonton film bersama." Freya tersenyum.

"Baiklah. Nanti malam ayo kita menonton film bersama." Deon mengangguk. Freya tersenyum melihat Deon setuju menonton film bersamanya.

"Nanti malam kamu bisa menghubungiku lagi. Aku ingin istirahat." Kata Deon melihat Freya.

"Baik. Nanti malam aku akan menghubungimu jika ingin pergi menonton film." Freya mengangguk. Mendengar jawaban Freya, Deon kemudian berjalan ke arah kamar apartemennya.

Deon masuk ke dalam apartemennya kemudian berbaring di sofa. "Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.

Nama : Deon

Usia : 25 tahun

Ras : Manusia

Class : Necromancer

Level : 40

Health : 40

Strength : 40

Agility : 40

Stamina : 20/40

Mana : 25/145

Poin : 5

"Aku akan menambahkan 5 Poin di Mana." Kata Deon meningkatkan Mananya. "Singg." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.

"Apa anda ingin berpatisipasi di dalam game. Ya/ Tidak." Notifikasi muncul di depan Deon.

"Aku akan mengisi perutku terlebih dulu sebelum berpatisipasi ke dalam game." Kata Deon berjalan ke ruang makan.

Beberapa menit kemudian Deon telah selesai makan. Deon melihat notifikasi berpatisipasi di dalam game kemudian menekan Ya. "Mataku terasa berat." Kata Deon kemudian tertidur di kursi.

Saat membuka matanya Deon melihat dirinya berada di tengah kota yang hancur. "Deon." Deon melihat wanita berkulit putih, berambut pirang yang tidak lain Gabriella memanggil dirinya.

"Gabriella." Kata Deon melihat Gabriella.

"Seperti yang aku harapkan. Aku akan satu team lagi bersamamu." Gabriella tersenyum melihat Deon.

"Quest bertahan hidup. Bunuh semua manusia yang telah terinfeksi. Reward 50 poin." Notifikasi muncul di depan Deon.

"Misi membunuh zombie lagi." Kata Gabriella melihat notifikasi yang muncul di depannya.

"Gwooo." Ekspresi Gabriella menjadi buruk melihat ribuan zombie berjalan ke arahnya dari utara, barat, timur dan selatan.

"Gabriella, sama seperti sebelumnya. Jangan gunakan sihir cahayamu saat aku mensummon prajurit arwahku." Kata Deon melihat Gabriella.

"Baik." Gabriella mengangguk.

"Bangkit." Kata Deon kemudian 14 arwah kalajengking muncul di depannya.

"Bunuh semua zombie yang mendekat." Kata Deon memberi perintah. "Kieeekk." 14 arwah kalajengking kemudian menyerang zombie.

Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat 14 arwah kalejengking sedang membunuh ribuan zombie. "Jumlah zombie yang kita hadapi saat ini. Lebih banyak dari pada jumlah skeleton yang kita hadapi sebelumnya." Kata Gabriella melihat ribuan zombie yang terus datang dari arah utara, barat, timur dan selatan.

"Aku beruntung membangkitkan 14 arwah dari monster peringkat b. Jika arwah yang aku bangkitkan dari monster peringkat c. Semua prajurit arwahku saat ini pasti telah mati." Kata Deon melihat 14 arwah kalajengking yang membunuh ribuan zombie dengan mudah.

1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat 14 arwah kalajengking yang sedang membunuh ribuan zombie. "Kieekk." "Arwah telah kembali kematian abadi." Deon melihat satu kalajengkingnya berhasil di bunuh oleh zombie.

"Deon." Kata Gabriella melihat Deon.

"Apa." Kata Deon melihat Gisella.

"Bolehkah aku minta nomor teleponmu." Tanya Gabriella dengan malu.

"Aku tidak hafal nomor teleponku." Jawab Deon.

"Ahh." Gabriella terkejut mendengar jawaban Deon.

"Sebutkan saja nomor teleponmu. Setelah kita menyelesaikan Quest ini. Aku yang akan menghubungimu." Kata Deon melihat Gabriella.

"Baik." Gabriella tersenyum kemudian memberitahu nomor teleponnya kepada Deon.

Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat 10 arwah kalajengking yang sedang membunuh puluhan zombie. "Jumlah zombie yang muncul semakin berkurang." Kata Gabriella melihat zombie yang datang dari arah utara, barat, timur dan selatan.

"Gabriella." Kata Deon melihat Gabriella.

"Iya." Gabriella melihat Deon.

"Sekarang giliranmu untuk bertarung." Kata Deon melihat Gabriella.

"Baik." Gabriella mengangguk.

"Kembali." Kata Deon kemudian 10 arwah kalajengking menghilang.

Gabriella menunjuk zombie yang berlari ke arahnya dan berkata. "Light shot." "Busshh." Laser cahaya keluar dari jari Gabriella dan menghancurkan beberapa zombie.

"Light shot." Gabriella kemudian mulai menembaki zombie yang berlari ke arahnya.

Beberapa menit kemudian. Deon melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Quest Selesai." "Anda mendapatkan 50 poin."

"Ahhh, akhirnya kita menyelesaikan Quest juga." Gabriella terjatuh di tanah.

"Deon." Kata Gabriella melihat Deon.

"Apa." Kata Deon melihat Gabriella.

"Jangan lupa untuk menghubungiku." Gabriella tersenyum.

"Aku tidak akan lupa." Balas Deon.

"Bagus." Gabriella tersenyum kemudian tertidur di tanah. "Buukk." Deon tiba-tiba terjatuh di tanah dan tertidur.

Saat membuka matanya Deon melihat dirinya sedang berada di ruang makan. "Aku pulang." Deon melihat Clara dan ibunya masuk ke dalam apartemen.

"Kring." Deon melihat Smartphone ibunya berbunyi. "Halo." Ibu Deon menjawab panggilan.

"Apa." Ibu Deon terkejut kemudian tiba-tiba meneteskan air mata.

"Ibu kenapa kamu menangis." Tanya Clara.

"Hiks, hiks. Clara, Deon bibi kalian meninggal." Kata ibu Deon.

"Ahhh." Clara terkejut mendengar kata ibunya.

"Di dalam ingatan Deon. Ibu Deon memiliki adik perempuan. Suami adik perempuan Deon telah meninggal 1 tahun lalu di karenakan penyakit jantung. Dan adik perempuan ibu Deon memiliki seorang anak perempuan yang saat ini berusia 15 tahun sama dengan Clara." Gumam Deon.

"Deon, besok pagi ayo kita pergi ke Yogjakarta." Kata ibu Deon.

"Baik." Deon mengangguk.

London, Inggris. Saat ini Gabriella sedang melihat smartphonenya. "Mengapa Deon tidak menghubungiku." Gabriella cemberut.

"Kring." Gabriella melihat nomor tidak di kenal meneleponnya.

Gabriella menjawab panggilan dan berkata dengan penuh semangat. "Apa kamu Deon."

"Benar, aku Deon." Jawab Deon.

"Deon, aku pikir kamu tidak akan menghubungiku." Gabrilla cemberut.

"Bukankah aku sudah mengatakan akan menghubungimu." Jawab Deon.

"Deon, ayo kita video call." Kata Gabriella.

"Baik." Deon kemudian berpindah panggilan ke video call.

"Halo Deon." Gabriella tersenyum saat melihat Deon.

"Halo Gabriella." Deon tersenyum.

"Deon, aku lupa bertanya. Kamu berasal dari mana." Tanya Gabriella.

"Aku berasal dari Indonesia." Tanya Gabriella.

"Ahh. Indonesia ya. Kalau aku berasal dari Inggris." Kata Gabriella.

"Deon, apa kamu tidak ada rencana untuk ke Inggris." Tanya Gabriella.

"Untuk saat ini, aku tidak ada rencana untuk ke Inggris." Jawab Deon.

"Jika kamu ingin pergi ke Inggris jangan lupa untuk memberitahu aku." Kata Gabriella.

"Tentu, aku akan memberitahumu. Jika aku ingin pergi ke Inggris." Kata Deon. Deon dan Gabriella kemudian mulai mengobrol.

Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang berada di dalam kamarnya. "Benar, aku belum menambahkan poin yang aku peroleh dari menyelesaikan Quest." Kata Deon.

"Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.

Nama : Deon

Usia : 25 tahun

Ras : Manusia

Class : Necromancer

Level : 40

Health : 40

Strength : 40

Agility : 40

Stamina : 30/40

Mana : 50/150

Poin : 50

"Aku akan menambahkan 50 Poin di Mana." Kata Deon meningkatkan Mananya. "Singg." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.

"Tok." "Tok." Freya mengetuk pintu apartemen Deon.

"Clara lihat siapa yang mengetuk pintu." Kata ibu Deon.

"Baik bu." Clara mengangguk kemudian mengetuk pintu.

"Ahh. Kak Freya." Kata Clara melihat Freya. Clara tahu Freya juga penyewa apartemen seperti dirinya.

"Clara apa kakakmu ada di dalam." Freya tersenyum.

"Kak, kamu di cari kak Freya." Kata Clara.

"Masuk kak Freya." Kata Clara.

"Baik." Freya tersenyum kemudian masuk ke dalam apartemen.

"Halo tante." Freya tersenyum kepada ibu Deon.

"Halo." Ibu Deon tersenyum kemudian Freya.

"Kreekk." Deon keluar dari kamarnya. "Deon, ayo kita pergi." Kata Freya melihat Deon.

"Ayo kita pergi." Kata Deon.

"Tante kami pergi." Freya tersenyum kepada Ibu Deon.

"Baik, hati-hati di jalan." Ibu Deon tersenyum.

"Baik tante." Freya tersenyum. Deon dan Freya kemudian keluar dari apartemen.

"Aku tidak menyangka kak Deon dekat dengan kak Freya." Kata Clara.

Terpopuler

Comments

Nazrul

Nazrul

mantap

2023-05-26

1

lihat semua
Episodes
1 1. Transmigrasi Ke Dalam Novel
2 2. Merubah Alur Cerita
3 3. Quest Bertahan Hidup
4 4. Dungeon Break
5 5. Class Necromancer
6 6. Mendaftar Menjadi Hunter
7 7. Melawan Kawanan Serigala
8 8. Menyelamatkan wanita
9 9. Freya
10 10. Skill Baru
11 11. Membunuh Beruang
12 12. Membunuh Lizard Man
13 13. Gisella
14 14. Makan Bersama Freya Dan Agnes
15 15. Skill Baru Bone Armor
16 16. Membunuh Gorila
17 17. Melawan Skeleton
18 18. Menonton Film Bersama Gisella
19 19. Membunuh Kalajengking
20 20. Membunuh Ribuan Zombie
21 21. Kathrina
22 22. Kembali Ke Jakarta
23 23. Membunuh Harimau
24 24. Merawat Kathrina
25 25. Membunuh Laba-Laba
26 26. Membunuh Orc
27 27. Apartemen Baru
28 28. Membunuh Banteng
29 29. Mengevaluasi Ranking Hunter
30 30. Pergi Ke Mall
31 31. Tawaran Ketua Asosiasi
32 32. Membunuh Gajah
33 33. Melawan Patung
34 34. Bersama Gisella
35 35. Membunuh Ular
36 36. Melawan Minotaur
37 37. Pergi Ke Taman Hiburan
38 38. Jessica
39 39. Membunuh Werewolf
40 40. Melawan Griffin
41 41. Belanja Di Mall
42 42. Studio Tatoo
43 43. Bertemu Orang Tua Freya
44 44. Pergi Ke Tempat Karaoke
45 45. Konferensi Pers
46 46. Hadiah Dari Freya
47 47. Membunuh Cerberus
48 48. Menjadi Brand Ambassador
49 49. Bersama Jessica
50 50. Chelsea
51 51. Membunuh Wyvern
52 52. Melawan Dragon
53 53. Membunuh Dragon
54 54. Aurel
55 55. Hamil
56 56. Ulang Tahun Orang Tua Freya
57 57. Bersama Chelsea
58 58. Konflik
59 59. Munculnya Dungeon Rangking S
60 60. Membunuh Titan END
Episodes

Updated 60 Episodes

1
1. Transmigrasi Ke Dalam Novel
2
2. Merubah Alur Cerita
3
3. Quest Bertahan Hidup
4
4. Dungeon Break
5
5. Class Necromancer
6
6. Mendaftar Menjadi Hunter
7
7. Melawan Kawanan Serigala
8
8. Menyelamatkan wanita
9
9. Freya
10
10. Skill Baru
11
11. Membunuh Beruang
12
12. Membunuh Lizard Man
13
13. Gisella
14
14. Makan Bersama Freya Dan Agnes
15
15. Skill Baru Bone Armor
16
16. Membunuh Gorila
17
17. Melawan Skeleton
18
18. Menonton Film Bersama Gisella
19
19. Membunuh Kalajengking
20
20. Membunuh Ribuan Zombie
21
21. Kathrina
22
22. Kembali Ke Jakarta
23
23. Membunuh Harimau
24
24. Merawat Kathrina
25
25. Membunuh Laba-Laba
26
26. Membunuh Orc
27
27. Apartemen Baru
28
28. Membunuh Banteng
29
29. Mengevaluasi Ranking Hunter
30
30. Pergi Ke Mall
31
31. Tawaran Ketua Asosiasi
32
32. Membunuh Gajah
33
33. Melawan Patung
34
34. Bersama Gisella
35
35. Membunuh Ular
36
36. Melawan Minotaur
37
37. Pergi Ke Taman Hiburan
38
38. Jessica
39
39. Membunuh Werewolf
40
40. Melawan Griffin
41
41. Belanja Di Mall
42
42. Studio Tatoo
43
43. Bertemu Orang Tua Freya
44
44. Pergi Ke Tempat Karaoke
45
45. Konferensi Pers
46
46. Hadiah Dari Freya
47
47. Membunuh Cerberus
48
48. Menjadi Brand Ambassador
49
49. Bersama Jessica
50
50. Chelsea
51
51. Membunuh Wyvern
52
52. Melawan Dragon
53
53. Membunuh Dragon
54
54. Aurel
55
55. Hamil
56
56. Ulang Tahun Orang Tua Freya
57
57. Bersama Chelsea
58
58. Konflik
59
59. Munculnya Dungeon Rangking S
60
60. Membunuh Titan END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!