Beberapa menit kemudian Deon sampai di apartemennya. "Deon, nanti malam apa kamu ada acara." Tanya Freya.
"Aku tidak ada acara." Jawab Deon.
"Deon, nanti malam ayo kita menonton film bersama." Freya tersenyum.
"Baiklah. Nanti malam ayo kita menonton film bersama." Deon mengangguk. Freya tersenyum melihat Deon setuju menonton film bersamanya.
"Nanti malam kamu bisa menghubungiku lagi. Aku ingin istirahat." Kata Deon melihat Freya.
"Baik. Nanti malam aku akan menghubungimu jika ingin pergi menonton film." Freya mengangguk. Mendengar jawaban Freya, Deon kemudian berjalan ke arah kamar apartemennya.
Deon masuk ke dalam apartemennya kemudian berbaring di sofa. "Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.
Nama : Deon
Usia : 25 tahun
Ras : Manusia
Class : Necromancer
Level : 40
Health : 40
Strength : 40
Agility : 40
Stamina : 20/40
Mana : 25/145
Poin : 5
"Aku akan menambahkan 5 Poin di Mana." Kata Deon meningkatkan Mananya. "Singg." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.
"Apa anda ingin berpatisipasi di dalam game. Ya/ Tidak." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Aku akan mengisi perutku terlebih dulu sebelum berpatisipasi ke dalam game." Kata Deon berjalan ke ruang makan.
Beberapa menit kemudian Deon telah selesai makan. Deon melihat notifikasi berpatisipasi di dalam game kemudian menekan Ya. "Mataku terasa berat." Kata Deon kemudian tertidur di kursi.
Saat membuka matanya Deon melihat dirinya berada di tengah kota yang hancur. "Deon." Deon melihat wanita berkulit putih, berambut pirang yang tidak lain Gabriella memanggil dirinya.
"Gabriella." Kata Deon melihat Gabriella.
"Seperti yang aku harapkan. Aku akan satu team lagi bersamamu." Gabriella tersenyum melihat Deon.
"Quest bertahan hidup. Bunuh semua manusia yang telah terinfeksi. Reward 50 poin." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Misi membunuh zombie lagi." Kata Gabriella melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Gwooo." Ekspresi Gabriella menjadi buruk melihat ribuan zombie berjalan ke arahnya dari utara, barat, timur dan selatan.
"Gabriella, sama seperti sebelumnya. Jangan gunakan sihir cahayamu saat aku mensummon prajurit arwahku." Kata Deon melihat Gabriella.
"Baik." Gabriella mengangguk.
"Bangkit." Kata Deon kemudian 14 arwah kalajengking muncul di depannya.
"Bunuh semua zombie yang mendekat." Kata Deon memberi perintah. "Kieeekk." 14 arwah kalajengking kemudian menyerang zombie.
Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat 14 arwah kalejengking sedang membunuh ribuan zombie. "Jumlah zombie yang kita hadapi saat ini. Lebih banyak dari pada jumlah skeleton yang kita hadapi sebelumnya." Kata Gabriella melihat ribuan zombie yang terus datang dari arah utara, barat, timur dan selatan.
"Aku beruntung membangkitkan 14 arwah dari monster peringkat b. Jika arwah yang aku bangkitkan dari monster peringkat c. Semua prajurit arwahku saat ini pasti telah mati." Kata Deon melihat 14 arwah kalajengking yang membunuh ribuan zombie dengan mudah.
1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat 14 arwah kalajengking yang sedang membunuh ribuan zombie. "Kieekk." "Arwah telah kembali kematian abadi." Deon melihat satu kalajengkingnya berhasil di bunuh oleh zombie.
"Deon." Kata Gabriella melihat Deon.
"Apa." Kata Deon melihat Gisella.
"Bolehkah aku minta nomor teleponmu." Tanya Gabriella dengan malu.
"Aku tidak hafal nomor teleponku." Jawab Deon.
"Ahh." Gabriella terkejut mendengar jawaban Deon.
"Sebutkan saja nomor teleponmu. Setelah kita menyelesaikan Quest ini. Aku yang akan menghubungimu." Kata Deon melihat Gabriella.
"Baik." Gabriella tersenyum kemudian memberitahu nomor teleponnya kepada Deon.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat 10 arwah kalajengking yang sedang membunuh puluhan zombie. "Jumlah zombie yang muncul semakin berkurang." Kata Gabriella melihat zombie yang datang dari arah utara, barat, timur dan selatan.
"Gabriella." Kata Deon melihat Gabriella.
"Iya." Gabriella melihat Deon.
"Sekarang giliranmu untuk bertarung." Kata Deon melihat Gabriella.
"Baik." Gabriella mengangguk.
"Kembali." Kata Deon kemudian 10 arwah kalajengking menghilang.
Gabriella menunjuk zombie yang berlari ke arahnya dan berkata. "Light shot." "Busshh." Laser cahaya keluar dari jari Gabriella dan menghancurkan beberapa zombie.
"Light shot." Gabriella kemudian mulai menembaki zombie yang berlari ke arahnya.
Beberapa menit kemudian. Deon melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Quest Selesai." "Anda mendapatkan 50 poin."
"Ahhh, akhirnya kita menyelesaikan Quest juga." Gabriella terjatuh di tanah.
"Deon." Kata Gabriella melihat Deon.
"Apa." Kata Deon melihat Gabriella.
"Jangan lupa untuk menghubungiku." Gabriella tersenyum.
"Aku tidak akan lupa." Balas Deon.
"Bagus." Gabriella tersenyum kemudian tertidur di tanah. "Buukk." Deon tiba-tiba terjatuh di tanah dan tertidur.
Saat membuka matanya Deon melihat dirinya sedang berada di ruang makan. "Aku pulang." Deon melihat Clara dan ibunya masuk ke dalam apartemen.
"Kring." Deon melihat Smartphone ibunya berbunyi. "Halo." Ibu Deon menjawab panggilan.
"Apa." Ibu Deon terkejut kemudian tiba-tiba meneteskan air mata.
"Ibu kenapa kamu menangis." Tanya Clara.
"Hiks, hiks. Clara, Deon bibi kalian meninggal." Kata ibu Deon.
"Ahhh." Clara terkejut mendengar kata ibunya.
"Di dalam ingatan Deon. Ibu Deon memiliki adik perempuan. Suami adik perempuan Deon telah meninggal 1 tahun lalu di karenakan penyakit jantung. Dan adik perempuan ibu Deon memiliki seorang anak perempuan yang saat ini berusia 15 tahun sama dengan Clara." Gumam Deon.
"Deon, besok pagi ayo kita pergi ke Yogjakarta." Kata ibu Deon.
"Baik." Deon mengangguk.
London, Inggris. Saat ini Gabriella sedang melihat smartphonenya. "Mengapa Deon tidak menghubungiku." Gabriella cemberut.
"Kring." Gabriella melihat nomor tidak di kenal meneleponnya.
Gabriella menjawab panggilan dan berkata dengan penuh semangat. "Apa kamu Deon."
"Benar, aku Deon." Jawab Deon.
"Deon, aku pikir kamu tidak akan menghubungiku." Gabrilla cemberut.
"Bukankah aku sudah mengatakan akan menghubungimu." Jawab Deon.
"Deon, ayo kita video call." Kata Gabriella.
"Baik." Deon kemudian berpindah panggilan ke video call.
"Halo Deon." Gabriella tersenyum saat melihat Deon.
"Halo Gabriella." Deon tersenyum.
"Deon, aku lupa bertanya. Kamu berasal dari mana." Tanya Gabriella.
"Aku berasal dari Indonesia." Tanya Gabriella.
"Ahh. Indonesia ya. Kalau aku berasal dari Inggris." Kata Gabriella.
"Deon, apa kamu tidak ada rencana untuk ke Inggris." Tanya Gabriella.
"Untuk saat ini, aku tidak ada rencana untuk ke Inggris." Jawab Deon.
"Jika kamu ingin pergi ke Inggris jangan lupa untuk memberitahu aku." Kata Gabriella.
"Tentu, aku akan memberitahumu. Jika aku ingin pergi ke Inggris." Kata Deon. Deon dan Gabriella kemudian mulai mengobrol.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang berada di dalam kamarnya. "Benar, aku belum menambahkan poin yang aku peroleh dari menyelesaikan Quest." Kata Deon.
"Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.
Nama : Deon
Usia : 25 tahun
Ras : Manusia
Class : Necromancer
Level : 40
Health : 40
Strength : 40
Agility : 40
Stamina : 30/40
Mana : 50/150
Poin : 50
"Aku akan menambahkan 50 Poin di Mana." Kata Deon meningkatkan Mananya. "Singg." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.
"Tok." "Tok." Freya mengetuk pintu apartemen Deon.
"Clara lihat siapa yang mengetuk pintu." Kata ibu Deon.
"Baik bu." Clara mengangguk kemudian mengetuk pintu.
"Ahh. Kak Freya." Kata Clara melihat Freya. Clara tahu Freya juga penyewa apartemen seperti dirinya.
"Clara apa kakakmu ada di dalam." Freya tersenyum.
"Kak, kamu di cari kak Freya." Kata Clara.
"Masuk kak Freya." Kata Clara.
"Baik." Freya tersenyum kemudian masuk ke dalam apartemen.
"Halo tante." Freya tersenyum kepada ibu Deon.
"Halo." Ibu Deon tersenyum kemudian Freya.
"Kreekk." Deon keluar dari kamarnya. "Deon, ayo kita pergi." Kata Freya melihat Deon.
"Ayo kita pergi." Kata Deon.
"Tante kami pergi." Freya tersenyum kepada Ibu Deon.
"Baik, hati-hati di jalan." Ibu Deon tersenyum.
"Baik tante." Freya tersenyum. Deon dan Freya kemudian keluar dari apartemen.
"Aku tidak menyangka kak Deon dekat dengan kak Freya." Kata Clara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nazrul
mantap
2023-05-26
1