"Bunuh 4 beruang itu." Kata Deon memberi perintah.
"Rooaarrr." "Ngoookk." 2 arwah beruang hitam dan 4 arwah babi hutan menyerang 4 beruang hitam.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Deon melihat 4 arwah babi hutan miliknya di bunuh oleh 4 beruang.
"Crasshh." "Rooaarrr." 2 arwah beruang hitam membunuh 2 beruang hitam.
"Lightning ball." Teriak Freya kemudian menembakan 4 bola petir ke arah 2 beruang hitam. "Booom." "Rooaarr." 2 beruang hitam terjatuh di tanah setelah terkena bola petir.
"Rooarr." 2 arwah beruang hitam meraung kemudian membunuh 2 beruang hitam yang terbaring di tanah.
"Bangkit." Kata Deon melihat 4 beruang hitam yang mati.
"Wuusshh." 4 Bayangan hitam keluar dari mayat 4 beruang hitam dan membentuk bayangan beruang sebesar 2,5 meter.
"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 6/6." Notifikasi biru muncul di depan Deon.
"Freya ayo masuk ke dalam hutan." Kata Deon melihat Freya.
"Baik." Freya mengangguk. Deon dan Freya kemudian masuk ke dalam hutan.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Freya sedang bertarung melawan beruang hitam. "Bunuh beruang itu." Kata Deon memberi perintah. "Rooaarr." 6 arwah beruang hitam kemudian mencabik-cabik beruang hitam.
"Rooaarrr." Deon melihat beruang merah sebesar 3 meter berlari ke arahnya. "Sepertinya kita berdua akan di traktir makan oleh Zion." Deon tersenyum.
"Freya habiskan seluruh manamu." Kata Deon.
"Baik." Freya mengangguk.
"Lightning ball." Kata Freya kemudian menembakan 10 bola petir ke arah beruang merah. "Boooomm." Ledakan terjadi. "Rooaarr." Beruang merah meraung kemudian terjatuh ke tanah.
"Bunuh beruang itu dengan mematahkan lehernya." Kata Deon memberi perintah. "Roaarr." Arwah beruang meraung kemudian mematahkan leher beruang merah.
"Level Up." "Poin +5." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Sepertinya aku kalah taruhan." Deon melihat Zion datang bersama Gisella.
"Wuussshh." Lubang biru muncul di depan Deon. "Zion, bantu aku membawa mayat beruang ini." Kata Deon berjalan ke arah mayat beruang merah.
"Baik." Zion mengangguk kemudian berjalan ke arah beruang merah yang tergeletak di tanah.
"Apa yang akan kamu lakukan dengan mayat beruang ini." Tanya Zion.
"Aku akan menjual mayat beruang ini." Jawab Deon. Deon dan Zion kemudian membawa mayat beruang merah keluar dungeon.
"Wuuzz." Deon, Zion, Freya dan Gisella keluar dari dungeon.
"Kalian berempat menyelesaikan dungeon tingkat C." Kata pria berpakaian hitam melihat dungeon menghilang setelah Deon, Zion, Freya dan Gisella keluar dari dungeon.
"Benar, kami berempat menyelesaikan dungeon." Balas Deon.
"Apa asosiasi hunter ingin membeli beruang ini." Deon melihat pria berpakaian hitam.
Pria berpakaian hitam memeriksa beruang merah dan berkata. "Aku akan bertanya dulu kepada atasanku."
"Baiklah." Deon mengangguk.
Pria berpakaian hitam kemudian mulai menghubungi seseorang. "Jika kamu menjual beruang ini kepada asosiasi. Kami akan membeli beruang merah ini seharga 15 juta." Kata pria berpakaian hitam.
"15 Juta." Zion terkejut mendengar harga beruang merah.
"Deal, aku akan menjualnya kepada asosiasi hunter." Deon tersenyum.
"Kirim nomor rekeningmu." Kata pria berpakaian hitam.
Deon kemudian mengirimkan nomor rekeningnya. "Aku senang berbisnis dengan asosiasi hunter." Deon tersenyum melihat 15 juta masuk ke rekeningnya.
"Freya kamu ingin makan apa." Tanya Deon.
"Aku ingin makan steak seperti kemarin." Jawab Freya.
Deon kemudian melihat Zion. "Tidak perlu khawatir. Aku akan mentraktir kalian berdua." Kata Zion.
"Bagus." Deon tersenyum.
"Deon, aku ingin mandi terlebih dulu." Kata Freya.
"Kami berdua akan pulang terlebih dulu." Kata Deon melihat Zion.
"Tidak masalah." Jawab Zion.
"Broomm." Deon menghidupkan mesin motor. "Aku akan menghubungimu. Ketika kami berdua akan pergi." Kata Deon melihat Zion.
"Baik." Zion mengangguk.
"Ayo pulang." Kata Freya naik motor. "Brooom." Deon menarik gas dan mengendarai motor.
1 Jam kemudian. Deon sedang berada di apartemen dan telah selesai mandi. "Ting." Deon melihat pesan masuk dari Freya. "Aku sudah selesai mandi. Ayo kita pergi."
Deon kemudian mengetik pesan. "Baik." Setelah mengirim pesan Deon kemudian menghubungi Zion. "Aku akan pergi." Kata Deon.
"Tunggu aku di apartemenmu." Kata Zion.
"Baik." Jawab Deon kemudian mematikan telepon.
Deon keluar dari apartemennya kemudian berjalan ke tempat parkir. "Deon." Freya berjalan ke arah Deon.
"Zion akan ke sini. Jadi kita akan menunggu Zion di sini." Kata Deon melihat Freya.
"Baik." Freya mengangguk.
Beberapa menit kemudian Deon melihat Zion datang bersama Gisella. "Ayo kita pergi." Kata Deon menghidupkan mesin motor.
"Baik." Zion mengangguk.
"Brooom." Deon menarik gas dan mengendarai motor. "Broom." Zion kemudian mengikuti Deon dari belakang.
30 Menit kemudian Deon berhenti di depan restoran. Deon memarkir motornya kemudian masuk ke dalam restoran bersama Freya, Zion dan Gisella.
"Zion, kami pesan 2 steak dan 2 cocktail." Kata Deon melihat Zion.
"Baik." Zion mengangguk.
Deon dan Freya kemudian duduk di kursi kosong.
"Aku sudah memesan makanan." Kata Zion duduk di samping Deon.
Tidak lama kemudian Deon melihat pesanannya datang. "Ayo kita makan." Kata Deon melihat Freya, Zion dan Gisella.
"Baik." Freya dan Zion mengangguk. Deon, Freya, Zion dan Gisella kemudian mulai makan.
Beberapa menit kemudian Deon, Freya, Zion dan Gisella telah selesai makan. "Permisi, ini tagihannya." Pelayan restoran memberikan bill kepada Zion.
"10 Juta." Zion terkejut melihat tagihan makanannya.
Zion melihat Deon dan berbisik secara pelan. "Deon, aku tidak mempunyai uang 10 juta. Bisakah kamu membayar tagihannya terlebih dulu."
"Tidak masalah." Kata Deon kemudian membayar tagihan makanan.
"Aku ingin pergi ke toilet." Kata Deon berjalan ke arah toilet.
"Aku juga ingin pergi ke toilet." Kata Gisella berjalan ke arah toilet.
Saat keluar dari toilet Deon tidak sengaja menabrak Gisella. "Ahhh." Gisella terjatuh.
"Apa kamu baik-baik saja." Deon membantu Gisella berdiri.
"Aku baik-baik saja." Gisella tersenyum.
"Dia cantik, pantas Zion menjadikannya pacarnya." Gumam Deon.
"Deon, apa kamu sudah berteman lama dengan Zion." Tanya Gisella.
"Tidak, pertemananku dengan Zion tidak lebih dari 2 Minggu." Jawab Deon.
"Ahh. Aku pikir kamu dan Zion sudah berteman lama. Karena kamu tidak ragu mengeluarkan uang untuk Zion." Kata Gisella.
"Apa Zion bercerita tentangku padamu." Tanya Deon.
"Benar, sebelum kesini. Zion bercerita bahwa kamu membayar biaya Zion masuk ke dalam dungeon." Jawab Gisella.
"Oohh." Deon terkejut dengan jawaban Gisella. "Baiklah, ayo kita kembali. Zion dan Freya pasti sedang menunggu kita berdua." Kata Deon melihat Gisella.
"Baik." Gisella mengangguk.
"Freya ayo kita pulang." Kata Deon berjalan ke arah Freya.
"Baik." Freya mengangguk.
"Zion, ayo kita pulang juga." Kata Gisella.
"Baik." Zion mengangguk. Deon, Freya, Zion dan Gisella kemudian keluar dari restoran.
30 Menit kemudian Deon telah kembali ke apartemennya. Deon masuk ke dalam kamarnya dan berkata. "Open status window." Status window kemudian muncul di depan Deon.
Nama : Deon
Usia : 25 tahun
Ras : Manusia
Class : Necromancer
Level : 25
Health : 25
Strength : 25
Agility : 25
Stamina : 15/25
Mana : 50/60
Poin : 5
"Aku akan menambahkan 5 Poin di Mana." Kata Deon meningkatkan mananya. "Singg." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.
"Apa anda ingin berpatisipasi ke dalam game. Ya/Tidak."
"Setelah sekian lama, aku mendapat undangan bermain game lagi." Kata Deon melihat notifikasi yang muncul di depannya.
Deon masuk ke dalam kamarnya, kemudian menekan Ya. Setelah menekan Ya, Deon berbaring di kasur dan tertidur.
Saat membuka matanya Deon melihat dirinya berada di dalam hutan bersama 3 orang. "Deon. Aku beruntung bisa satu team bersamamu lagi." Kata wanita berkacamata yang tidak lain Agnes.
"Apa kalian berdua saling kenal." Kata pria berambut coklat melihat Deon dan Agnes.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nazrul
lanjut terus thor 💪💪💪 semangat up ya
2023-05-17
1