Saat membuka matanya Deon melihat dirinya berada di tengah kuburan. "Akhirnya kamu bangun juga." Kata wanita berkulit putih, berambut pirang melihat Deon.
"Apa cuma aku dan kamu yang berpatisipasi di dalam game." Kata Deon melihat wanita berambut pirang.
"Apa kamu melihat orang lain selain kita berdua di tengah kuburan ini." Kata wanita berambut pirang.
"Sepertinya hanya kita berdua yang berpatisipasi di dalam game." Kata Deon melihat sekelilingnya.
"Benar, mengapa kita tidak memperkenalkan diri terlebih dulu. Namaku Deon Classku Necromancer." Deon mengulurkan tangannya.
"Namaku Gabriella Classku Mage." Wanita berambut pirang menjabat tangan Deon.
"Oohh, aku tidak menyangka bertemu hunter rangking S masa depan di dalam permainan." Gumam Deon melihat Gabriella.
"Gabriella, apa kamu tahu mengapa tidak ada website atau postingan social media yang membahas tentang hunter yang mendapatkan undangan berpatisipasi di dalam game." Tanya Deon.
"Aku pernah ingin membagikan ceritaku di dalam game ke dunia luar. Tapi saat aku hendak memposting ceritaku di social media. Aku mendapatkan sebuah notifikasi. Jika aku menyebarkan apa yang terjadi di dalam ke dunia luar. Ingatanku akan terhapus dan aku tidak akan dapat berpatisipasi di dalam game lagi." Kata Gabriella.
"Oohh." Deon terkejut saat mendengar cerita Gabriella.
"Quest bertahan hidup. Bunuh semua skeleton. Reward 40 poin." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Bruaakk." Ekspresi Deon menjadi buruk melihat ratusan skeleton bangkit dari tanah. "Gabriella sihir apa saja yang kamu kuasai." Tanya Deon.
"Aku menguasai sihir cahaya dan penyembuh." Kata Gabriella.
"Sial, sihir cahaya adalah musuh bagi Necromancer. Aku dan dia tidak cocok untuk menjadi satu team." Gumam Deon. Deon tahu kelemahan arwahnya adalah sihir cahaya.
"Gabriella jangan gunakan sihir cahayamu. Prajurit arwahku lemah dengan cahaya." Kata Deon.
"Ehh, lalu bagaimana caranya aku bertarung." Kata Gabriella.
"Biar aku saja yang bertarung. Kamu cukup duduk diam saja." Balas Deon.
"Bangkit." Kata Deon kemudian 10 arwah gorilla muncul di depannya.
"Bunuh semua tengkorak yang mendekat." Kata Deon memberi perintah. "Huuhh." "Huuhh." 10 arwah gorilla memukul dada mereka kemudian mulai menyerang tengkorak. "Kraakk." Tengkorak hancur setelah terkena satu pukulan.
Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat 10 prajurit arwahnya sedang bertarung melawan ratusan tengkorak. "Mereka tidak ada habisnya." Kata Deon melihat puluhan tengkorak yang terus keluar dari tanah.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Deon melihat satu arwahnya berhasil di bunuh tengkorak.
"Bangkit." Kata Deon melihat tengkorak yang hancur di tanah.
"Anda tidak bisa membangkitkan undead yang tidak memiliki jiwa." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Sial, aku tidak bisa membangkitkan tengkorak." Kata Deon melihat tumpukan tulang tengkorak di tanah.
"Apa sekarang aku boleh menggunakan sihir cahayaku." Tanya Gabriella.
"Aku masih memiliki 9 prajurit arwah. Jika semua prajurit arwahku terbunuh. Kamu bisa menggunakan sihir cahayamu." Jawab Deon.
"Baik." Gabriella mengangguk.
1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat 2 prajurit arwahnya sedang bertarung melawan ratusan tengkorak. "Dari 10 arwah yang aku summon. Sekarang hanya tersisa 2 arwah." Kata Deon melihat 2 arwah gorila yang bertarung melawan ratusan tengkorak.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Deon melihat satu arwahnya berhasil di bunuh tengkorak.
"Kembali." Kata Deon kemudian 1 arwah gorilla menghilang.
"Gabriella, sekarang giliranmu untuk bertarung." Kata Deon melihat Gabriella.
"Baik." Gabriella mengangguk kemudian menunjuk tengkorak. "Light shot." "Buusshh." Laser cahaya keluar dari jari Gabriella dan menghancurkan kepala tengkorak.
"Arwahku pasti akan mati jika terkena satu tembakan cahayanya." Kata Deon melihat laser cahaya yang keluar dari jari Gabriella.
"Light shot." Gabriella kemudian mulai menembaki tengkorak yang berjalan ke arahnya.
Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Gabriella sedang bertarung melawan puluhan tengkorak. "Tengkorak ini tidak ada habisnya." Kata Gabriella dengan ekspresi buruk.
"Light shot." Kata Gabriella kemudian menembakan laser cahaya ke arah tengkorak. "Bruaakk." Kepala tengkorak hancur setelah terkena laser cahaya.
"Uuhh." Gabriella tiba-tiba terjatuh ke tanah. "Deon, aku telah menghabiskan semua manaku." Kata Gabriella dengan wajah kelelahan.
"Kamu bisa istirahat, sekarang giliranku untuk membunuh tengkorak-tengkorak ini." Kata Deon menepuk bahu Gabriella.
"Bone Armor." Kata Deon kemudian armor tengkorak menyelimuti tubuhnya. Deon berjalan ke arah tengkorak kemudian meninju kepalanya. "Bruaakk." Kepala tengkorak hancur setelah terkena pukulan Deon.
"Deon, bukankah Classmu Necromancer. Mengapa pukulanmu sangat kuat sampai menghancurkan kepala tengkorak." Tanya Gabriella.
"Aku meningkatkan Strenghtku sampai 35 poin. Jadi wajar jika aku bisa menghancurkan kepala tengkorak yang kekuatannya setara manusia biasa." Jawab Deon kemudian meninju kepala tengkorak. "Bruaakk." Kepala tengkorak hancur setelah terkena pukulan Deon.
Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Deon sedang bertarung melawan tengkorak. "Mati." Deon berteriak kemudian meninju kepala tengkorak. "Bruaakk." Kepala tengkorak hancur. "Aku tidak tahu sudah berapa banyak tengkorak yang aku hancurkan dengan tinjuku." Kata Deon melihat 10 tengkorak yang mengelilingi dirinya dan Gisella.
"Deon, sepertinya Quest akan selesai jika kita membunuh 10 tengkorak ini." Kata Gisella melihat tidak ada lagi tengkorak yang keluar dari tanah.
"Jika begitu aku akan menghancurkan 10 tengkorak ini." Kata Deon kemudian meninju kepala tengkorak. "Bruaakk." Kepala tengkorak hancur.
Tidak lama kemudian Deon telah mengalahkan 10 tengkorak yang tersisa. "Quest Selesai." "Anda mendapatkan 40 poin." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Akhirnya selesai juga." Kata Deon terjatuh di tanah.
"Jika aku tidak memiliki stamina di atas 30 poin. Aku pasti sudah pingsan dari tadi." Kata Deon terengah-engah.
"Deon, Terimakasih. Berkatmu aku bisa menyelesaikan misi." Gabriella tersenyum.
"Tidak perlu berterimakasih. Tanpa bantuanmu aku tidak akan bisa menyelesaikan Quest ini." Kata Deon.
"Tidak, jumlah sekeleton yang kamu bunuh 10x lebih banyak dari jumlah skeleton yang aku bunuh. Jika aku bertarung sendiri. Aku tidak akan bisa mengalahkan ratusan sekeleton. Dan tanpa bantuanku. Kamu pasti bisa menyelesaikan Quest ini seorang diri." Gabriella menggeleng.
"Aku tiba-tiba mengantuk." Kata Gabriella kemudian tertidur di tanah.
"Mataku terasa berat." Kata Deon kemudian memejamkan matanya. Saat membuka matanya Deon melihat dia sedang berbaring di sofa.
"Kamu sudah bangun." Clara melihat Deon.
"Sudah berapa lama aku tertidur." Tanya Deon.
"Hampir 2 jam kamu tertidur." Jawab Clara.
Deon berdiri kemudian masuk ke dalam kamarnya. "Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.
Nama : Deon
Usia : 25 tahun
Ras : Manusia
Class : Necromancer
Level : 35
Health : 40
Strength : 35
Agility : 35
Stamina : 35/35
Mana : 100/100
Poin : 40
"Aku akan menambahkan 40 Poin di Mana." Kata Deon meningkatkan Mananya.
"Singg." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.
London, Inggris. Wanita berambut pirang panjang terbangun dari tidurnya. "Aku lupa meminta nomor telepon Deon." Kata wanita berambut pirang.
"Baiklah, karena aku mendapatkan 40 poin. Aku akan meningkatkan statusku." Wanita berambut pirang tersenyum kemudian meningkatkan statusnya.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang berada di dalam kamarnya. "Kring." Deon melihat smartphonenya berbunyi.
Deon membuka smartphonenya dan melihat Gisella meneleponnya." "Halo." Kata Deon menjawab panggilan.
"Deon, aku sudah siap. Jemput aku di rumah." Kata Gisella.
"Baik." Balas Deon kemudian mematikan panggilan.
"Deon, kamu ingin pergi kemana." Tanya ibu Deon melihat Deon berpakaian rapi.
"Aku akan menonton film bersama teman." Jawab Deon.
"Baiklah, hati-hati di jalan." Kata ibu Deon.
"Baik bu." Deon mengangguk kemudian keluar dari apartemen.
"Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. Deon menarik gas dan mengendari motor.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nazrul
lanjut thor
2023-05-23
1
xenovia putri
.mc.a parah cok, gx ada cewek lgi kah, cewek orang di embat
2023-05-23
1