17. Melawan Skeleton

Saat membuka matanya Deon melihat dirinya berada di tengah kuburan. "Akhirnya kamu bangun juga." Kata wanita berkulit putih, berambut pirang melihat Deon.

"Apa cuma aku dan kamu yang berpatisipasi di dalam game." Kata Deon melihat wanita berambut pirang.

"Apa kamu melihat orang lain selain kita berdua di tengah kuburan ini." Kata wanita berambut pirang.

"Sepertinya hanya kita berdua yang berpatisipasi di dalam game." Kata Deon melihat sekelilingnya.

"Benar, mengapa kita tidak memperkenalkan diri terlebih dulu. Namaku Deon Classku Necromancer." Deon mengulurkan tangannya.

"Namaku Gabriella Classku Mage." Wanita berambut pirang menjabat tangan Deon.

"Oohh, aku tidak menyangka bertemu hunter rangking S masa depan di dalam permainan." Gumam Deon melihat Gabriella.

"Gabriella, apa kamu tahu mengapa tidak ada website atau postingan social media yang membahas tentang hunter yang mendapatkan undangan berpatisipasi di dalam game." Tanya Deon.

"Aku pernah ingin membagikan ceritaku di dalam game ke dunia luar. Tapi saat aku hendak memposting ceritaku di social media. Aku mendapatkan sebuah notifikasi. Jika aku menyebarkan apa yang terjadi di dalam ke dunia luar. Ingatanku akan terhapus dan aku tidak akan dapat berpatisipasi di dalam game lagi." Kata Gabriella.

"Oohh." Deon terkejut saat mendengar cerita Gabriella.

"Quest bertahan hidup. Bunuh semua skeleton. Reward 40 poin." Notifikasi muncul di depan Deon.

"Bruaakk." Ekspresi Deon menjadi buruk melihat ratusan skeleton bangkit dari tanah. "Gabriella sihir apa saja yang kamu kuasai." Tanya Deon.

"Aku menguasai sihir cahaya dan penyembuh." Kata Gabriella.

"Sial, sihir cahaya adalah musuh bagi Necromancer. Aku dan dia tidak cocok untuk menjadi satu team." Gumam Deon. Deon tahu kelemahan arwahnya adalah sihir cahaya.

"Gabriella jangan gunakan sihir cahayamu. Prajurit arwahku lemah dengan cahaya." Kata Deon.

"Ehh, lalu bagaimana caranya aku bertarung." Kata Gabriella.

"Biar aku saja yang bertarung. Kamu cukup duduk diam saja." Balas Deon.

"Bangkit." Kata Deon kemudian 10 arwah gorilla muncul di depannya.

"Bunuh semua tengkorak yang mendekat." Kata Deon memberi perintah. "Huuhh." "Huuhh." 10 arwah gorilla memukul dada mereka kemudian mulai menyerang tengkorak. "Kraakk." Tengkorak hancur setelah terkena satu pukulan.

Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat 10 prajurit arwahnya sedang bertarung melawan ratusan tengkorak. "Mereka tidak ada habisnya." Kata Deon melihat puluhan tengkorak yang terus keluar dari tanah.

"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Deon melihat satu arwahnya berhasil di bunuh tengkorak.

"Bangkit." Kata Deon melihat tengkorak yang hancur di tanah.

"Anda tidak bisa membangkitkan undead yang tidak memiliki jiwa." Notifikasi muncul di depan Deon.

"Sial, aku tidak bisa membangkitkan tengkorak." Kata Deon melihat tumpukan tulang tengkorak di tanah.

"Apa sekarang aku boleh menggunakan sihir cahayaku." Tanya Gabriella.

"Aku masih memiliki 9 prajurit arwah. Jika semua prajurit arwahku terbunuh. Kamu bisa menggunakan sihir cahayamu." Jawab Deon.

"Baik." Gabriella mengangguk.

1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat 2 prajurit arwahnya sedang bertarung melawan ratusan tengkorak. "Dari 10 arwah yang aku summon. Sekarang hanya tersisa 2 arwah." Kata Deon melihat 2 arwah gorila yang bertarung melawan ratusan tengkorak.

"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Deon melihat satu arwahnya berhasil di bunuh tengkorak.

"Kembali." Kata Deon kemudian 1 arwah gorilla menghilang.

"Gabriella, sekarang giliranmu untuk bertarung." Kata Deon melihat Gabriella.

"Baik." Gabriella mengangguk kemudian menunjuk tengkorak. "Light shot." "Buusshh." Laser cahaya keluar dari jari Gabriella dan menghancurkan kepala tengkorak.

"Arwahku pasti akan mati jika terkena satu tembakan cahayanya." Kata Deon melihat laser cahaya yang keluar dari jari Gabriella.

"Light shot." Gabriella kemudian mulai menembaki tengkorak yang berjalan ke arahnya.

Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Gabriella sedang bertarung melawan puluhan tengkorak. "Tengkorak ini tidak ada habisnya." Kata Gabriella dengan ekspresi buruk.

"Light shot." Kata Gabriella kemudian menembakan laser cahaya ke arah tengkorak. "Bruaakk." Kepala tengkorak hancur setelah terkena laser cahaya.

"Uuhh." Gabriella tiba-tiba terjatuh ke tanah. "Deon, aku telah menghabiskan semua manaku." Kata Gabriella dengan wajah kelelahan.

"Kamu bisa istirahat, sekarang giliranku untuk membunuh tengkorak-tengkorak ini." Kata Deon menepuk bahu Gabriella.

"Bone Armor." Kata Deon kemudian armor tengkorak menyelimuti tubuhnya. Deon berjalan ke arah tengkorak kemudian meninju kepalanya. "Bruaakk." Kepala tengkorak hancur setelah terkena pukulan Deon.

"Deon, bukankah Classmu Necromancer. Mengapa pukulanmu sangat kuat sampai menghancurkan kepala tengkorak." Tanya Gabriella.

"Aku meningkatkan Strenghtku sampai 35 poin. Jadi wajar jika aku bisa menghancurkan kepala tengkorak yang kekuatannya setara manusia biasa." Jawab Deon kemudian meninju kepala tengkorak. "Bruaakk." Kepala tengkorak hancur setelah terkena pukulan Deon.

Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Deon sedang bertarung melawan tengkorak. "Mati." Deon berteriak kemudian meninju kepala tengkorak. "Bruaakk." Kepala tengkorak hancur. "Aku tidak tahu sudah berapa banyak tengkorak yang aku hancurkan dengan tinjuku." Kata Deon melihat 10 tengkorak yang mengelilingi dirinya dan Gisella.

"Deon, sepertinya Quest akan selesai jika kita membunuh 10 tengkorak ini." Kata Gisella melihat tidak ada lagi tengkorak yang keluar dari tanah.

"Jika begitu aku akan menghancurkan 10 tengkorak ini." Kata Deon kemudian meninju kepala tengkorak. "Bruaakk." Kepala tengkorak hancur.

Tidak lama kemudian Deon telah mengalahkan 10 tengkorak yang tersisa. "Quest Selesai." "Anda mendapatkan 40 poin." Notifikasi muncul di depan Deon.

"Akhirnya selesai juga." Kata Deon terjatuh di tanah.

"Jika aku tidak memiliki stamina di atas 30 poin. Aku pasti sudah pingsan dari tadi." Kata Deon terengah-engah.

"Deon, Terimakasih. Berkatmu aku bisa menyelesaikan misi." Gabriella tersenyum.

"Tidak perlu berterimakasih. Tanpa bantuanmu aku tidak akan bisa menyelesaikan Quest ini." Kata Deon.

"Tidak, jumlah sekeleton yang kamu bunuh 10x lebih banyak dari jumlah skeleton yang aku bunuh. Jika aku bertarung sendiri. Aku tidak akan bisa mengalahkan ratusan sekeleton. Dan tanpa bantuanku. Kamu pasti bisa menyelesaikan Quest ini seorang diri." Gabriella menggeleng.

"Aku tiba-tiba mengantuk." Kata Gabriella kemudian tertidur di tanah.

"Mataku terasa berat." Kata Deon kemudian memejamkan matanya. Saat membuka matanya Deon melihat dia sedang berbaring di sofa.

"Kamu sudah bangun." Clara melihat Deon.

"Sudah berapa lama aku tertidur." Tanya Deon.

"Hampir 2 jam kamu tertidur." Jawab Clara.

Deon berdiri kemudian masuk ke dalam kamarnya. "Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.

Nama : Deon

Usia : 25 tahun

Ras : Manusia

Class : Necromancer

Level : 35

Health : 40

Strength : 35

Agility : 35

Stamina : 35/35

Mana : 100/100

Poin : 40

"Aku akan menambahkan 40 Poin di Mana." Kata Deon meningkatkan Mananya.

"Singg." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.

London, Inggris. Wanita berambut pirang panjang terbangun dari tidurnya. "Aku lupa meminta nomor telepon Deon." Kata wanita berambut pirang.

"Baiklah, karena aku mendapatkan 40 poin. Aku akan meningkatkan statusku." Wanita berambut pirang tersenyum kemudian meningkatkan statusnya.

Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang berada di dalam kamarnya. "Kring." Deon melihat smartphonenya berbunyi.

Deon membuka smartphonenya dan melihat Gisella meneleponnya." "Halo." Kata Deon menjawab panggilan.

"Deon, aku sudah siap. Jemput aku di rumah." Kata Gisella.

"Baik." Balas Deon kemudian mematikan panggilan.

"Deon, kamu ingin pergi kemana." Tanya ibu Deon melihat Deon berpakaian rapi.

"Aku akan menonton film bersama teman." Jawab Deon.

"Baiklah, hati-hati di jalan." Kata ibu Deon.

"Baik bu." Deon mengangguk kemudian keluar dari apartemen.

"Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. Deon menarik gas dan mengendari motor.

Terpopuler

Comments

Nazrul

Nazrul

lanjut thor

2023-05-23

1

xenovia putri

xenovia putri

.mc.a parah cok, gx ada cewek lgi kah, cewek orang di embat

2023-05-23

1

lihat semua
Episodes
1 1. Transmigrasi Ke Dalam Novel
2 2. Merubah Alur Cerita
3 3. Quest Bertahan Hidup
4 4. Dungeon Break
5 5. Class Necromancer
6 6. Mendaftar Menjadi Hunter
7 7. Melawan Kawanan Serigala
8 8. Menyelamatkan wanita
9 9. Freya
10 10. Skill Baru
11 11. Membunuh Beruang
12 12. Membunuh Lizard Man
13 13. Gisella
14 14. Makan Bersama Freya Dan Agnes
15 15. Skill Baru Bone Armor
16 16. Membunuh Gorila
17 17. Melawan Skeleton
18 18. Menonton Film Bersama Gisella
19 19. Membunuh Kalajengking
20 20. Membunuh Ribuan Zombie
21 21. Kathrina
22 22. Kembali Ke Jakarta
23 23. Membunuh Harimau
24 24. Merawat Kathrina
25 25. Membunuh Laba-Laba
26 26. Membunuh Orc
27 27. Apartemen Baru
28 28. Membunuh Banteng
29 29. Mengevaluasi Ranking Hunter
30 30. Pergi Ke Mall
31 31. Tawaran Ketua Asosiasi
32 32. Membunuh Gajah
33 33. Melawan Patung
34 34. Bersama Gisella
35 35. Membunuh Ular
36 36. Melawan Minotaur
37 37. Pergi Ke Taman Hiburan
38 38. Jessica
39 39. Membunuh Werewolf
40 40. Melawan Griffin
41 41. Belanja Di Mall
42 42. Studio Tatoo
43 43. Bertemu Orang Tua Freya
44 44. Pergi Ke Tempat Karaoke
45 45. Konferensi Pers
46 46. Hadiah Dari Freya
47 47. Membunuh Cerberus
48 48. Menjadi Brand Ambassador
49 49. Bersama Jessica
50 50. Chelsea
51 51. Membunuh Wyvern
52 52. Melawan Dragon
53 53. Membunuh Dragon
54 54. Aurel
55 55. Hamil
56 56. Ulang Tahun Orang Tua Freya
57 57. Bersama Chelsea
58 58. Konflik
59 59. Munculnya Dungeon Rangking S
60 60. Membunuh Titan END
Episodes

Updated 60 Episodes

1
1. Transmigrasi Ke Dalam Novel
2
2. Merubah Alur Cerita
3
3. Quest Bertahan Hidup
4
4. Dungeon Break
5
5. Class Necromancer
6
6. Mendaftar Menjadi Hunter
7
7. Melawan Kawanan Serigala
8
8. Menyelamatkan wanita
9
9. Freya
10
10. Skill Baru
11
11. Membunuh Beruang
12
12. Membunuh Lizard Man
13
13. Gisella
14
14. Makan Bersama Freya Dan Agnes
15
15. Skill Baru Bone Armor
16
16. Membunuh Gorila
17
17. Melawan Skeleton
18
18. Menonton Film Bersama Gisella
19
19. Membunuh Kalajengking
20
20. Membunuh Ribuan Zombie
21
21. Kathrina
22
22. Kembali Ke Jakarta
23
23. Membunuh Harimau
24
24. Merawat Kathrina
25
25. Membunuh Laba-Laba
26
26. Membunuh Orc
27
27. Apartemen Baru
28
28. Membunuh Banteng
29
29. Mengevaluasi Ranking Hunter
30
30. Pergi Ke Mall
31
31. Tawaran Ketua Asosiasi
32
32. Membunuh Gajah
33
33. Melawan Patung
34
34. Bersama Gisella
35
35. Membunuh Ular
36
36. Melawan Minotaur
37
37. Pergi Ke Taman Hiburan
38
38. Jessica
39
39. Membunuh Werewolf
40
40. Melawan Griffin
41
41. Belanja Di Mall
42
42. Studio Tatoo
43
43. Bertemu Orang Tua Freya
44
44. Pergi Ke Tempat Karaoke
45
45. Konferensi Pers
46
46. Hadiah Dari Freya
47
47. Membunuh Cerberus
48
48. Menjadi Brand Ambassador
49
49. Bersama Jessica
50
50. Chelsea
51
51. Membunuh Wyvern
52
52. Melawan Dragon
53
53. Membunuh Dragon
54
54. Aurel
55
55. Hamil
56
56. Ulang Tahun Orang Tua Freya
57
57. Bersama Chelsea
58
58. Konflik
59
59. Munculnya Dungeon Rangking S
60
60. Membunuh Titan END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!