Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Gisella sedang dikelilingi 10 gorila. "Gisella simpan manamu. Biar aku yang membunuh 10 gorila itu." Kata Deon melihat 10 gorila yang mengelilingi dirinya.
"Baik." Gisella mengangguk.
"Bunuh semua gorila itu." Kata Deon memberi perintah. "Rooaarr." 10 prajurit arwah Deon kemudian menyerang 10 gorila. "Huuhh." "Huuhh." Salah satu Gorila menyerang prajurit arwah Deon.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Ceepp." Arwah lizardman menusuk kepala salah satu gorila menggunakan tombak. "Buukk." Gorila terjatuh di tanah dan mati.
"Bangkit." Kata Deon melihat gorila yang telah mati. "Wuusshh." Bayangan hitam keluar dari mayat gorila dan membentukan bayangan gorila sebesar 2 meter.
"Bunuh 9 gorila itu." Deon memberi perintah. "Huuhh." "Huuhh." Arwah gorila memukul dadanya kemudian menyerang 9 gorila.
Tidak lama kemudian Deon melihat prajurit arwahnya berhasil mengalahkan 9 gorila. "Bangkit." Kata Deon kemudian bayangan hitam keluar dari mayat 5 gorila dan membentukan 5 bayangan gorila sebesar 2 meter.
"Rooaarrr." Deon melihat gorila bewarna merah sebesar 3 meter yang melompat ke arahnya. "Gisella serang gorila itu." Kata Deon melihat Gisella.
"Baik." Gisella mengangguk kemudian berkata. "Wind arrow." 10 panah angin muncul di udara kemudian melesat ke arah gorila bewarna merah.
"Rooaarr." Gorila bewarna merah meraung kemudian menghempaskan 10 panah angin yang melesat ke arahnya.
"Ahhh. Dia menghempaskan semua panah anginku." Gisella terkejut.
"Tidak perlu terkejut. Bos dungeon ini setara dengan monster rangking B. Jadi serangan lemahmu tidak akan berefek padanya." Kata Deon.
"Bunuh gorila itu." Kata Deon memberi perintah. "Huuhh." "Huuhh." 10 arwah gorila memukul dada mereka kemudian mulai menyerang gorila.
"Rooaarr." Gorila merah merarung kemudian menyerang 1 arwah gorila. "Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi muncul di depan Deon.
Deon melihat mayat gorila yang belum di bangkitkan dan berkata. "Bangkit." "Wuusshh." Bayangan hitam keluar dari mayat gorila dan membentuk bayangan gorila sebesar 2 meter.
"Bunuh gorila itu." Kata Deon memberi perintah. "Huuhh." "Huuhh." Arwah gorila yang baru saja di bangkitkan kemudian mulai menyerang gorila bewarna merah.
Beberapa menit kemudian Deon melihat prajurit arwahnya berhasil mengalahkan bos gorilla. "Level Up." "Poin +5." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Wuusshh." Deon melihat lubang biru muncul di depannya.
"Bantu aku membawa mayat gorila ini." Kata Deon melihat Gisella baik.
"Baik." Gisella mengangguk. Gisella tahu Deon akan menjual mayat bos gorila.
Deon dan Gisella kemudian membawa mayat gorila keluar dari dungeon. "Wuuzzz." Setelah Deon dan Gisella keluar dari dungeon, Gate kemudian menghilang.
"Kalian berdua menyelesaikan dungeon tingkat C." Kata pria berpakaian hitam melihat Gate yang menghilang setelah Deon dan Gisella keluar dari dungeon.
"Benar, kami berdua menyelesaikan dungeon ini." Jawab Deon.
"Apa asosiasi hunter ingin membeli gorila ini." Kata Deon melihat pria berpakaian hitam
Pria berpakaian hitam memeriksa gorila bewarna merah dan berkata. "Aku akan bertanya dulu kepada atasanku."
"Tidak masalah." Jawab Deon.
Pria berpakaian hitam kemudian mulai menghubungi seseorang. "Asosiasi akan membeli beruang ini seharga 15 juta." Kata pria berpakaian hitam.
"Deal, aku akan menjual mayat gorilla ini kepada Asosiasi." Kata Deon.
"Kirim nomor rekeningmu." Kata pria berpakaian hitam. Deon kemudian mengirimkan nomor rekeningnya kepada pria berpakaian hitam.
Tidak lama kemudian Deon melihat 15 juta masuk ke dalam rekeningnya. "Aku senang berbisnis dengan asosiasi hunter." Deon tersenyum kepada pria berpakaian hitam.
"Gisella kirim nomor rekeningmu. Aku akan mentransfer 7,5 Juta ke rekeningmu." Kata Deon melihat Gisella.
"Baik." Gisella mengangguk kemudian mengirim nomor rekeningnya. Saat ini Gisella membutuhkan untuk membayar hutangnya. "Terimakasih Deon." Gisella berterimakasih melihat 7,5 juta masuk ke dalam rekeningnya.
"Tidak perlu berterimakasih. 7,5 juta itu memang bagianmu." Kata Deon.
"Deon apa kamu lapar." Tanya Gisella.
"Aku sedikit lapar." Jawab Deon.
"Deon, ayo makan di rumahku." Kata Gisella.
"Baiklah, ayo kita makan di rumahmu." Kata Deon berjalan ke arah motor scooternya. Gisella tersenyum saat Deon setuju makan di rumahnya.
"Brooom." Deon dan Gisella kemudian mengendarai motor.
Beberapa menit kemudian Deon sampai di rumah Gisella. "Ayo masuk." Kata Gisella masuk ke dalam rumahnya.
Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam rumahnya. "Dimana ibumu." Tanya Deon melihat Ibu Gisella yang tidak ada di rumah.
"Ibuku sedang bekerja." Jawab Gisella.
"Deon, kamu ingin minum apa." Tanya Gisella.
"Air putih." Jawab Deon. Gisella kemudian memberikan segelas air kepada Deon.
"Deon, aku akan menyiapkan makanan. Jika kamu ingin istirahat, kamu bisa istirahat di kamarku." Kata Gisella melihat Deon.
"Ehh, apa tidak masalah aku istirahat di kamarmu." Deon bingung.
"Tidak masalah, di kamarku juga tidak ada barang berharga." Gisella tersenyum.
"Baiklah, aku akan istirahat di kamarmu." Kata Deon.
"Kamarku yang itu, masuk saja ke dalam kamar. Pintu kamarnya tidak aku kunci." Kata Gisella menunjuk kamarnya.
"Baik." Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar Gisella. Wajah Gisella menjadi merah saat Deon masuk ke dalam kamarnya.
"Meski kamarnya kecil. Tapi kamarnya sangat rapi." Kata Deon berbaring di kasur.
Beberapa menit kemudian Gisella masuk ke dalam kamar dengan membawa makanan. "Apa kita akan makan di dalam kamar." Tanya Deon.
"Benar, kita akan makan di dalam kamar." Gisella mengangguk.
"Kamu jangan salah paham. Ini pertama kali aku makan bersama pria di dalam kamar." Kata Gisella dengan wajah merah.
Deon tersenyum saat mendengar kata Gisella. "Baiklah, ayo kita makan." Kata Deon.
"Baik." Gisella mengangguk. Deon dan Gisella kemudian mulai makan.
"Deon, apa masakanku enak." Tanya Gisella.
"Masakanmu adalah yang terbaik." Deon memuji masakan Gisella. Gisella tersenyum saat Deon memuji masakannya.
Beberapa menit kemudian Deon dan Gisella telah selesai makan. "Deon, apa kamu suka menonton film." Tanya Gisella.
"Aku suka menonton film. Apalagi film Avangers." Jawab Deon.
"Avangers, film apa itu." Tanya Gisella.
"Sial, aku lupa film avangers tidak ada di dunia ini." Gumam Deon.
"Itu adalah film superhero." Jawab Deon.
"Oohh." Gisella mengangguk.
"Deon, apa kamu suka film romance." Tanya Gisella.
"Aku suka." Deon mengangguk.
Mendengar jawaban Deon Gisella berkata. "Deon, nanti malam ayo kita nonton film bersama."
"Baiklah, nanti malam ayo kita menonton film bersama." Deon mengangguk. Gisella tersenyum melihat Deon setuju menonton film bersamanya.
"Gisella, aku pamit pulang." Kata Deon melihat Gisella.
"Aku akan mengantarmu ke depan." Kata Gisella. Gisella kemudian mengantar Deon ke depan rumahnya.
"Deon hati-hati di jalan." Gisella tersenyum. Deon mengangguk kemudian mengendarai motornya.
Beberapa menit kemudian Deon telah kembali ke apartemennya. "Sepertinya Gisella menyukaiku." Gumam Deon.
"Wajar jika Gisella menyukaiku. Wajahku lebih tampan dari pada Zion." Kata Deon melihat wajahnya di cermin.
Deon duduk di sofa dan berkata. "Open status window." Status window kemudian muncul di depan Deon.
Nama : Deon
Usia : 25 tahun
Ras : Manusia
Class : Necromancer
Level : 35
Health : 35
Strength : 35
Agility : 35
Stamina : 30/35
Mana : 100/100
Poin : 5
"Aku akan menambahkan 5 Poin di Health." Kata Deon meningkatkan healthnya. "Singg." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.
"Aku sudah level 30 lebih. Seharusnya aku mendapatkan undangan berpatisipasi." Sebelum selesai berbicara Deon melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Apa anda ingin berpatisipasi ke dalam game. Ya/Tidak."
"Mengapa masih bertanya. Aku akan berpatisipasi ke dalam game." Kata Deon menekan Ya. Deon berbaring di sofa kemudian tertidur.
"Aku pulang." Clara masuk ke dalam apartemen.
"Kak, jika kamu ingin tidur. Tidurlah di kasur." Kata Clara melihat Deon yang tertidur di sofa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nazrul
lanjut thor 💪💪💪
2023-05-21
1