Beberapa menit kemudian Deon sampai di rumah Gisella. Deon turun dari motor kemudian mengetuk pintu rumah Gisella.
"Kreekk." Deon melihat ibu Gisella membuka pintu. "Ahh, Deon. Ayo masuk ke dalam." Ibu Gisella tersenyum.
"Baik tante." Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah.
"Gisella, Deon sudah datang." Kata ibu Gisella.
"Deon, tunggu sebentar." Kata Gisella yang berada di dalam kamarnya.
Tidak lama kemudian Deon melihat Gisella keluar dari kamarnya. "Deon, ayo pergi." Kata Gisella melihat Deon.
"Deon, aku titipkan Gisella kepadamu." Ibu Gisella tersenyum.
"Ibu." Gisella tersipu malu.
"Baik tante. Malam ini aku akan menjaga Gisella." Deon tersenyum.
"Ayo pergi." Gisella tersipu malu dan menarik tangan Deon. Deon kemudian keluar dari rumah bersama Gisella.
"Brooom." Deon menghidupkan motor scooternya. Gisella kemudian menaiki motor Deon.
"Hati-hati di jalan." Kata ibu Gisella.
"Baik tante." Kata Deon kemudian mengendarai motor.
30 Menit kemudian Deon dan Gisella berada di bioskop yang terletak di sebuah mall. "Ingin menonton film apa." Kata seorang kasir wanita melihat Deon dan Gisella.
"Kami berdua ingin menonton film First kiss." Kata Gisella.
"Totalnya 100 ribu kak." Kata kasir wanita.
"Gisella pesan popcorn dan air mineral juga." Kata Deon.
"Aku pesan 2 Popcorn dan 2 botol air mineral."
"Baik, totalnya 300 ribu kak." Kata kasir wanita.
Setelah membayar tiket bioskop. Deon dan Gisella masuk ke dalam studio. Deon dan Gisella kemudian mencari nomor tempat duduk mereka.
"Ini tempat duduk kita." Kata Gisella melihat nomor kursi di tiketnya. Deon dan Gisella kemudian duduk di kursi.
Beberapa menit kemudian Deon melihat film telah di mulai. Deon kemudian melihat Gisella menyentuh tangannya. Deon tersenyum kemudian menggenggam tangan Gisella. Gisella tersipu malu saat Deon menggenggam tangannya.
Deon kemudian melihat adegan berciuman film. "Emmm." Deon melihat Gisella menggenggam tangannya dengan erat.
"Gisella." Kata Deon melihat Gisella.
"Iya." Gisella menatap wajah Gisella.
"Kamu menggengam tanganku terlalu erat." Kata Deon.
"Huuhh." Gisella mendengus kemudian melepas tangan Deon. Deon tersenyum melihat Gisella yang cemberut.
1 Jam kemudian, Deon melihat film telah selesai. "Ayo kita keluar." Kata Deon melihat Gisella.
"Baik." Gisella mengangguk. Deon dan Gisella kemudian keluar dari studio.
"Freya bukankah dia Deon." Kata Agnes melihat Deon dan Gisella keluar dari bioskop bersama.
"Mengapa Deon bersama Gisella kekasih Zion." Gumam Freya melihat Deon dan Gisella yang keluar dari bioskop bersama.
"Deon." Kata Freya berjalan ke arah Deon dan Gisella.
"Freya, Agnes." Deon terkejut saat melihat Freya bersama Agnes.
"Deon, mengapa kamu bersama kekasih Zion." Tanya Freya.
"Maaf, aku sudah bukan kekasih Zion lagi." Jawab Gisella.
"Jadi setelah putus dengan Zion. Kamu mendekati Deon." Kata Freya.
"Benar, aku mendekati Deon. Jadi kamu mau apa." Jawab Gisella.
"Sial, mengapa mereka berdua jadi bertengkar." Gumam Deon.
"Uuuhh." Freya tidak bisa menjawab saat mendengar kata Gisella. Freya tahu hubungannya dengan Deon hanya sebatas teman berburu.
"Kamu bukan kekasih Deon, jadi kamu tidak bisa melarangku untuk mendekati Deon." Kata Gisella.
"Deon, ayo pergi dari sini." Kata Gisella menarik tangan Deon.
"Deon." Kata Gisella melihat Deon.
"Apa." Jawab Deon melihat Gisella.
"Jika kamu di beri pilihan untuk memilih aku atau Freya. Kamu akan memilih siapa." Tanya Gisella.
"Untuk saat ini aku tidak bisa memilih." Jawab Deon.
"Mengapa kamu tidak bisa memilih." Tanya Gisella.
"Jika aku memilih kamu. Apa yang aku dapatkan darimu." Kata Deon melihat Gisella.
"Jika kamu serius memilihku. Kamu boleh meminta apa saja dariku." Kata Gisella tersipu malu.
"Jika aku memintamu untuk tidur denganku. Apa kamu tidak keberatan." Tanya Deon.
"Tidak masalah. Tapi dengan syarat kamu harus menikahiku." Jawab Gisella.
Mendengar jawaban Gisella, Deon menghela nafas. "Aku hanya bercanda. Untuk saat ini aku tidak ada niat untuk menikah." Kata Deon melihat Gisella.
"Baiklah, ayo kita pulang." Kata Deon melihat Gisella.
"Baik." Gisella mengangguk. Deon dan Gisella kemudian keluar dari mall.
"Brooom." Deon menghidupkan motornya. Gisella kemudian menaiki motor Deon. Deon menarik gas dan mengendarai motor.
30 Menit kemudian Deon sampai di rumah Gisella. "Deon, apa kamu marah padaku." Tanya Gisella.
"Tidak, buat apa aku marah padamu." Jawab Deon. Gisella tersenyum saat mendengar Deon tidak marah kepadanya.
"Deon, besok ayo kita berburu bersama lagi." Kata Gisella.
"Mengapa kamu tidak mengevaluasi ulang ranking huntermu terlebih dulu. Jika kamu naik ke ranking C. Kita bisa berburu di dungeon rangking B." Kata Deon.
"Baik, besok aku akan mengevaluasi ulang ranking hunterku." Gisella mengangguk. Gisella tahu jika hunter ranking D seperti dirinya tidak di perbolehkan masuk ke dungeon rangking B. Batas dungeon yang bisa di masuki hunter rangking D, adalah dungeon rangking C.
"Baiklah, aku akan pulang." Kata Deon melihat Gisella.
"Deon." Kata Gisella melihat Deon.
"Apa." Deon melihat Gisella.
Gisella kemudian mencium pipi Deon. "Hati-hati di jalan." Gisella tersenyum.
"Baik, aku akan hati-hati di jalan." Deon tersenyum kemudian menarik gas dan mengendarai motornya.
Melihat Deon telah pergi Gisella masuk ke dalam rumahnya. Gisella masuk ke dalam kamarnya kemudian berbaring di kasur. "Ahhh, aku mencium Deon." Kata Gisella dengan wajah merah.
Beberapa menit kemudian Deon telah kembali ke apartemennya. Deon masuk ke dalam kamarnya kemudian berbaring di kasur. "Hari ini sungguh melelahkan." Kata Deon kemudian memejamkan matanya.
Keesokan harinya. Gisella yang sedang makan bersama ibunya mendengar suara ketukan pintu. "Gisella lihat siapa yang mengetuk pintu." Kata Ibu Gisella.
"Baik bu." Gisella mengangguk kemudian membuka pintu.
"Zion." Gisella terkejut melihat Zion yang berdiri di depannya.
"Gisella ayo kita berburu bersama." Zion tersenyum kepada Gisella.
"Maaf, aku tidak akan berburu bersamamu lagi. Terlebih lagi hari ini aku akan pergi ke markas asosiasi hunter." Kata Gisella kemudian menutup pintu.
"Siapa yang mengetuk pintu." Tanya Ibu Gisella.
"Orang tanya alamat." Jawab Gisella kemudian mengigit daging.
Saat ini Deon yang sedang berbaring di sofa mendengar bel apartemennya berbunyi. "Siapa." Tanya Deon.
"Ini aku Freya." Jawab Freya.
Deon kemudian membuka pintu. "Ada apa." Tanya Deon melihat Freya.
"Apa aku tidak di perbolehkan masuk ke dalam." Tanya Freya.
"Masuklah." Kata Deon melihat Freya.
"Terimakasih." Freya tersenyum kemudian masuk ke dalam apartemen.
"Kamu ingin minum apa." Tanya Deon.
"Air putih saja." Jawab Freya. Deon kemudian mengambilkan Freya segelas air putih.
"Ada apa. Tidak biasanya kamu berkunjung ke apartemenku." Tanya Deon.
"Tidak ada, aku hanya ingin melihatmu." Freya tersenyum.
"Deon, apa kamu menyukai Gisella." Tanya Freya.
"Mengapa kamu bertanya seperti itu." Balas Deon.
"Karena sebelumnya aku tidak pernah melihatmu dekat dengan seorang perempuan." Kata Freya.
"Benar, di dalam ingatan Deon. Sejak kecil Deon tidak pernah dekat dengan seorang perempuan." Gumam Deon di pikirannya.
"Aku tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap Gisella." Deon menggeleng. Freya tersenyum saat mendengar jawaban Deon.
"Deon, hari ini apa kamu akan berburu." Tanya Freya.
"Hari ini aku akan berburu." Balas Deon.
"Deon, ayo kita berburu bersama." Kata Freya.
"Hari ini aku akan pergi ke dungeon rangking B." Jawab Deon.
"Tidak masalah, ayo kita berburu ke dungeon ranking B." Freya tersenyum.
"Apa kamu sudah menjadi hunter rangking C." Tanya Deon.
"Benar, aku sudah menjadi hunter rangking C. Kemarin aku dan sepupuku Agnes pergi ke markas asosiasi hunter untuk mengevaluasi ulang rank kita berdua." Kata Freya menunjukan kartu identias hunternya.
"Baiklah, ayo kita berburu bersama. Ajak juga sepupumu Agnes untuk berburu bersama." Kata Deon.
"Baik." Agnes tersenyum.
Beberapa menit kemudian Deon, Freya dan Agnes berada di tempat parkir. "Agnes kamu bawa motor sendiri. Aku akan pergi bersama Deon." Kata Freya melihat Agnes.
"Iya." Balas Agnes.
"Brooom." Deon menghidupkan motor scooternya. Freya kemudian menaiki motor Deon.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Abbie Jard
sungguh munafik MC nya...
sukanya sesama jenis 🤣🤣
2024-09-16
0
Nazrul
lanjut terus thor
2023-05-24
1
Nazrul
lanjut
2023-05-23
1