"Aku akan membayar biaya masuk kedalam dungeon." Kata Deon melihat pria berpakaian hitam.
"Karena ini adalah dungeon tingkat D. Maka biaya memasuki dungeon adalah 10 Juta untuk 1 orang." Kata pria berpakaian hitam.
"Baiklah, aku akan membayar 20 juta." Kata Deon kemudian mentransfer 20 juta rupiah ke rekening Asosiasi Hunter.
"Aku sudah akan mentransfernya uangnya." Kata Deon menunjukan bukti Transfer.
"Apa kami berdua boleh masuk ke dungeon lagi." Tanya Deon.
"Kalian boleh masuk. Tapi kalian berdua tidak boleh membunuh boss Dungeon." Kata pria berpakaian hitam.
"Aku tahu." Deon mengangguk kemudian masuk kembali ke dalam dungeon. Zion melihat pria berpakaian hitam kemudian masuk ke dalam dungeon.
"Deon, terimakasih sudah membayar biaya masuk ke dungeon." Zion berterimakasih.
"Your Welcome." Deon tersenyum.
"Deon, mengapa kita tidak di perbolehkan membunuh boss dungeon." Tanya Zion.
"Pemerintah mendapatkan uang dari Hunter yang masuk ke dalam dungeon. Jika boss dungeon terbunuh, dungeon akan menghilang. Maka pemerintah tidak akan mendapatkan uang lagi. Jadi pemerintah melarang hunter untuk membunuh boss dungeon." Jawab Deon.
"Pemerintah sungguh buruk. Menjadikan dungeon sebagai ladang bisnis." Kata Zion dengan kesal.
"Baiklah, ayo kita berburu goblin." Kata Deon melihat Zion.
"Baik." Zion mengangguk.
Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Deon dan Zion sedang bertarung melawan goblin. "Mati!!" kata Deon menusuk kepala goblin menggunakan pisau. "Cepp."
"Level up." "Poin + 5." Notifikasi biru muncul di depan Deon.
"Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.
Nama : Deon
Usia : 25 tahun
Ras : Manusia
Class :
Level : 3
Health : 6
Strength : 6
Agility : 6
Stamina : 3/6
Mana : 1
Poin : 5
"Aku akan menambahkan 1 Poin di Health, 1 Poin di Strength, 1 Poin di Agility, 1 Poin di Stamina dan 1 Poin di Mana." Kata Deon mulai menambahkan statusnya.
"Singg!!" Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.
"Apa kamu sudah menambahkan poin." Kata Deon melihat Zion.
"Aku sudah menambahkan poin." Zion mengangguk.
"Jika begitu, ayo kita lanjut berburu." Kata Deon berjalan pergi.
"Baik." Zion mengangguk kemudian mengikuti Deon.
"Waaaa." Deon melihat 8 goblin yang berlari ke arahnya. "Ayo bunuh 8 goblin itu." Kata Deon berlari ke arah 8 goblin.
"Baik." Zion mengangguk kemudian berlari ke arah 8 goblin.
"Ceeepp." Deon menusuk kepala goblin menggunakan pisau. "Setelah meningkatkan Strength dan Agility. Mengalahkan goblin semakin mudah." Kata Deon kemudian menusuk kepala goblin yang hendak menyerangnya. "Ceeppp."
Tidak lama kemudian Deon dan Zion berhasil mengalahkan 8 goblin. "Deon, ayo kita istirahat sebentar." Kata Zion duduk di sebuah batu.
"Baiklah." Balas Deon kemudian duduk di batu.
"Deon Class apa yang ingin kamu ambil." Tanya Zion.
"Aku masih belum memikirkan. Tentang Class apa yang ingin aku ambil." Balas Deon.
"Aku sudah selesai beristirahat. Ayo kita lanjut berburu." Kata Zion berdiri.
"Baiklah, ayo kita lanjut berburu." Kata Deon berdiri.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Zion sedang bertarung melawan goblin. "Mati!!" Kata Deon kemudian menusuk leher goblin menggunakan pisau. "Ceepp." "Level Up." "Poin + 5." Notifikasi biru muncul di depan Deon.
"Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.
Nama : Deon
Usia : 25 tahun
Ras : Manusia
Class :
Level : 9
Health : 11
Strength : 11
Agility : 11
Stamina : 6/11
Mana : 11
Poin : 5
Melihat statusnya Deon berkata. "Di dalam cerita tidak di jelaskan Class apa yang di dapat oleh seorang awakener yang memiliki status rata. Jadi aku akan mencoba untuk meratakan statusku."
Deon kemudian mulai menambahkan 1 Poin di Health, 1 Poin di Strength, 1 Poin di Agility, 1 Poin di Stamina dan 1 Poin di Mana.
"Singg!!" Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.
"Kruukkk." Deon mendengar sebuah suara. "Maaf, itu suara perutku. Aku belum makan sejak pagi." Kata Zion.
"Ayo kita keluar dari dungeon untuk membeli makanan." Kata Deon.
"Baik." Zion mengangguk. Deon dan Zion kemudian keluar dari dungeon.
"Apa kalian berdua sudah selesai berburu." Pria berpakaian hitam melihat Deon dan Zion yang keluar dari dungeon.
"Kami berdua sudah selesai berburu." Deon mengangguk.
"Zion, ambil roti yang kamu mau. Aku akan membayarnya." Kata Deon.
"Terimakasih Deon, Tapi aku akan membeli roti dengan uangku sendiri." Zion menggeleng.
"Benar, aku lupa Clara ingin di belikan es cream." Kata Deon kemudian membeli es cream.
"Deon, aku minta nomor teleponmu." Kata Zion. Deon kemudian memberikan nomor teleponnya kepada Zion.
"Baiklah, aku akan pulang." Kata Zion.
"Aku juga akan pulang." Kata Deon. Deon dan Zion kemudian keluar dari supermarket.
"Deon, jika kamu mempunyai masalah hubungi aku. Aku pasti akan membantumu." Kata Zion naik ke sepeda motornya.
"Baik, jika aku mempunyai masalah. Aku akan menghubungimu." Deon tersenyum. Zion mengangguk kemudian mengendarai sepeda motornya.
"Bagus, alur cerita telah berubah. Aku tidak di pukuli oleh Zion. Dan justru aku menjadi temannya." Deon tersenyum kemudian berjalan ke arah apartemennya.
Beberapa menit kemudian Deon kembali ke apartemennya. "Kak, mengapa kamu sangat lama." Clara melihat Deon yang baru saja kembali.
"Tadi aku bertemu dengan temanku. Kemudian aku mengobrol dengannya." Balas Deon.
"Apa kamu membelikanku es cream." Tanya Clara.
"Aku membelikanmu es cream kesukaanmu." Kata Deon memberikan es cream kepada Clara.
"Terimakasih kak." Clara tersenyum saat menerima es cream dari Deon.
"Benar kak, aku dengar ada dungeon yang muncul di supermarket dekat apartemen kita." Kata Clara membuka bungkus es cream.
"Benar, dungeon tingkat D muncul di supermarket dekat apartemen kita." Balas Deon.
"Itu bagus, jika dungeon yang muncul di supermarket hanya dungeon tingkat D." Kata Clara menjilati es cream.
Deon masuk ke dalam kamarnya dan berbaring di kasur. "Apa anda tertarik untuk berpatisipasi ke dalam game. Ya/Tidak." Notifikasi biru muncul di depan Deon.
"Huuhh." Deon bingung melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Di dalam novel tidak di ceritakan bahwa Zion mendapatkan notifikasi seperti ini." Kata Deon.
Deon terdiam beberapa detik kemudian berkata. "Tidak ada salahnya berpatisipasi ke dalam game." Deon kemudian menekan Ya.
"Aku tiba-tiba mengantuk." Kata Deon kemudian tertidur di kasurnya.
"Apa ini." "Ada di mana aku sekarang." Saat membuka mata Deon terkejut melihat dirinya berada di dalam ruangan bersama 4 orang.
"Jangan bingung, saat ini kita berada di dalam permainan." Kata seorang pria berusia 40an berambut hitam pendek.
"Permainan apa yang kamu maksud." Tanya wanita berusia 20an dengan kulit putih berambut hitam pendek yang memakai kacamata.
"Bukankah sebelumnya kalian mendapatkan notifikasi tentang ajakan berpatisipasi ke dalam game." Kata pria berusia 40an berambut hitam pendek.
"Benar, sebelumnya aku mendapatkan notifikasi tentang berpatisipasi ke dalam game." Kata pria botak berkulit coklat.
"Ayo kita mengenalkan diri terlebih dulu. Namaku adalah Andrew." Kata pria berusia 40an berambut hitam pendek.
"Namaku Agnes." Kata wanita berkacamata.
"Namaku Henry." Kata pria botak berkulit coklat. Andrew, Agnes dan Henry kemudian melihat ke arah Deon.
"Kalian bisa memanggilku Deon." Kata Deon bersandar di dinding.
"Apa kalian bertiga adalah seorang hunter." Tanya Andrew.
"Aku masih belum mendaftar menjadi seorang Hunter. Karena aku belum memiliki Class." Kata wanita berkacamata.
"Aku juga sama dengannya. Aku belum memiliki Class. Jadi aku belum menjadi seorang hunter." Kata pria botak berkulit coklat.
"Aku sama seperti kalian berdua." Kata Deon melihat wanita berkacamata dan pria botak berkulit coklat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Tidak Jr.
status mulu
2025-01-13
0
TeryKing
bbgsd Pemerintahan ni rakus kli sma uang
2023-11-16
0
Shadow
semangat
2023-06-02
1