Deon melihat arwah Avin dan berkata. "Terimakasih sudah membantuku membunuh kawanan serigala. Sekarang kamu boleh beristirahat dengan tenang." Arwah Avin melihat Deon kemudian menghilang.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Bangkit." Kata Deon melihat mayat serigala. "Wuusshh." 2 Bayangan hitam keluar dari mayat serigala dan membentuk serigala sebesar 150 cm.
"Bunuh semua serigala yang masih hidup." Deon memberi perintah. "Auuu." 2 arwah serigala melolong kemudian membunuh serigala yang masih hidup.
"Quest Selesai." "Anda mendapatkan 20 poin." Notifikasi biru muncul di depan Deon.
"Deon terimakasih." Agnes tersenyum melihat notifikasi yang muncul di depannya. Deon mengangguk kemudian tertidur di tanah.
Saat membuka matanya Deon melihat dia berada di dalam kamarnya. "Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.
Nama : Deon
Usia : 25 tahun
Ras : Manusia
Class : Necromancer
Level : 12
Health : 15
Strength : 15
Agility : 15
Stamina : 15/15
Mana : 25/25
Poin : 20
"Tidak buruk, kali ini aku mendapatkan 20 poin." Deon tersenyum melihat 20 poin yang belum dia gunakan.
"Aku akan menambahkan 15 Poin di Mana, 2 Poin di Health, 1 Poin di Strength, 1 Poin di Agility dan 1 Poin di Stamina."
"Singg." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.
Deon mengambil smartphonenya kemudian membuka google. "Aneh, tidak ada situs website yang membahasa tentang undangan berpatisipasi dalam game." Deon terkejut.
"Aku harus berpikir positif. Mungkin hanya beberapa orang yang di undang berpatisipasi dalam game. Dan orang-orang itu tidak bisa membuat website." Kata Deon.
Saat ini di sebuah ruangan, beberapa orang sedang berkumpul. "Presiden, akhir-akhir ini jumlah dungeon yang muncul di setiap kota semakin meningkat." Kata pria paruh baya berpakaian hitam.
"Jika dalam satu hari, ada 1 dungeon yang muncul di setiap kota. Sekarang ada 5 sampai 10 dungeon yang muncul di setiap kota." Kata pria paruh baya berpakain hitam.
"Presiden, sepertinya kita harus menghapus aturan tentang dilarangnya membunuh boss dungeon." Kata wanita paruh baya berpakaian merah.
"Saya setuju dengan pendapat Maharani presiden." Kata pria paruh baya berambut putih.
"Jika begitu, kita akan menghapus aturan dilarangnya membunuh boss dungeon." Kata pria paruh baya berbadan kurus.
"Presiden, bagaimana dengan biaya memasuki dungeon. Apa kita perlu mengurangi biaya masuk ke dungeon." Kata pria paruh baya berpakaian hitam.
"Jika kita mengurangi biaya masuk ke dungeon. Itu akan menguntungkan para hunter." Kata wanita paruh baya berkacamata.
"Mulyani, apa kamu tahu jika 90% hunter di negara kita membenci pemerintah." Kata pria paruh baya berpakaian hitam.
"Karena sekarang ada 5 sampai 10 dungeon yang muncul di setiap kota. Aku yakin para hunter tidak akan masuk ke dungeon yang muncul di dekat gedung pemerintah. Dan apa kamu akan bertanggung jawab jika dungeon break sampai terjadi." Kata pria paruh baya berpakaian hitam. Wanita paruh baya berkacamata terdiam mendengar kata pria paruh baya berpakaian hitam.
"Presiden, bagaimana dengan mengurangi 50% biaya memasuki dungeon." Kata wanita tua berpakaian merah.
"Saya setuju dengan pendapat Ibu Mega, Presiden." Kata pria paruh baya berambut putih.
"Baiklah, kita akan mengurangi 50% biaya memasuki dungeon. Tapi jika dalam 7 hari masih banyak dungeon yang belum terselesaikan. Dan dungeon yang muncul semakin meningkat. Kita akan menggratiskan masuk ke dungeon." Kata pria paruh baya berbadan kurus.
"Baik presiden." Jawab semua orang di dalam ruangan.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang menonton telivisi. "Aku pulang." Deon melihat Clara dan ibunya masuk ke dalam apartemen. "Deon, apa kamu tidak bekerja." Tanya ibu Deon.
"Aku berhenti bekerja." Jawab Deon.
"Mengapa kamu berhenti bekerja." Ibu Deon bingung.
Deon kemudian memberikan kartu identitas hunternya kepada ibunya. "Nama Deon, Hunter Rangking D, Class Necromancer." "Deon, kamu menjadi hunter." Ibu Deon terkejut.
"Benar, aku menjadi hunter." Deon mengangguk.
"Mengapa kamu menjadi Hunter. Bukankah kamu tahu hunter adalah pekerjaan yang berbahaya. Setiap hari pasti ada hunter yang meninggal saat masuk ke dalam dungeon." Kata ibu Deon.
"Deon mendapatkan Class yang bagus. Jadi ibu tidak perlu khawatir dengan keselamatanku." Kata Deon. Ibu Deon tersenyum kecut saat mendengar jawaban Deon.
Keesokan harinya Deon sedang berdiri di apartemennya. "Di dalam cerita, hari ini pemerintah mengurangi biaya memasuki dungeon sebesar 50%. Dan para hunter di perbolehkan untuk membunuh boss dungeon." Kata Deon melihat langit.
"Karena saat ini aku kekurangan uang. Aku akan menunggu pemerintah menggratiskan masuk ke dalam dungeon." Kata Deon kemudian masuk ke dalam apartemennya.
7 Hari kemudian. Deon sedang membaca berita di google. "Karena jumlah dungeon yang muncul tiap hari semakin meningkat. Pemerintah menggratiskan para hunter masuk ke dalam dungeon." Kata Deon membaca berita.
"Karena masuk kedalam dungeon sudah gratis. Sekarang waktunya berburu monster kembali." Deon tersenyum kemudian keluar dari apartemennya. Deon membuka aplikasi khusus para hunter kemudian mencari lokasi dungeon di dekat apartemennya.
"500 Meter dari sini ada dungeon tingkat C." Kata Deon melihat smartphonenya. Deon menaiki motor scooternya kemudian pergi menuju lokasi dungeon tingkat C.
Beberapa menit kemudian Deon tiba di lokasi dungeon tingkat C. Deon memarkir motornya kemudian berjalan ke arah dungeon yang di jaga anggota asosiasi hunter.
"Aku ingin masuk ke dalam dungeon." Kata Deon melihat wanita berkulit putih, berambut hitam panjang.
"Tunjukan kartu identitas huntermu." Kata wanita berambut hitam panjang berpakaian hitam. Deon kemudian menunjukan kartu identitas hunternya.
"Kamu adalah hunter Rangking D. Sementara ini dungeon tingkat C. Kamu akan mati jika masuk ke dalam dungeon." Kata wanita berpakain hitam mengembalikan kartu identitas hunter Deon.
"Classku adalah Necromancer. Aku tidak akan mati jika bertarung dengan monster rangking C." Kata Deon.
"Baiklah, aku sudah memperingatimu. Jika kamu mati, itu bukan tanggung jawabku." Kata wanita berpakaian hitam.
"Terimakasih sudah mengkhawatirkan diriku. Tapi aku tidak akan mati dan akan keluar dari dungeon hidup-hidup." Deon tersenyum kemudian masuk ke dalam dungeon.
Saat masuk ke dalam dungeon. Deon melihat dirinya berada di tengah hutan. "Kyaaaa." Deon mendengar suara teriakan.
"Sepertinya ada hunter selain diriku yang masuk ke dungeon ini." Kata Deon kemudian berlari ke arah suara teriakan.
Deon melihat seorang wanita berkulit putih, berambut abu-abu sedang di kelilingi babi hutan sebesar 160 cm.
"Bangkit." Kata Deon kemudian 2 arwah serigala muncul di depannya. "Bunuh 4 babi hutan itu." Kata Deon memberi perintah.
"Auuuu." 2 arwah serigala melolong kemudian menyerang 2 babi hutan. "Crasshh." "Crasshh." 2 arwah serigala membunuh 2 babi hutan.
"Ngoook." "Ngookk." 2 babi hutan marah kemudian menyerang 2 arwah serigala.
"Buukk." "Buukk." 2 Arwah serigala menghilang setelah terkena hantaman babi hutan.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Bangkit." Kata Deon melihat 2 babi hutan yang mati di bunuh 2 arwah serigala. "Wuusshh." Bayangan hitam keluar dari mayat babi hutan dan membentuk bayangan babi hutan sebesar 160 cm.
"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 2/4." Notifikasi biru muncul di depan Deon.
"Bunuh 2 babi hutan itu." Kata Deon memberi perintah.
"Ngookk." 2 arwah babi hutan kemudian menyerang 2 babi hutan. "Buukk." "Buukk." 2 babi hutan kemudian mati setelah terkena serangan 2 arwah babi hutan.
"Apa kamu baik-baik saja." Kata Deon berjalan ke arah wanita berkulit putih, berambut abu-abu.
"Aku baik-baik saja. Terimakasih sudah menyelamatkanku." Wanita berambut abu-abu berterimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
TeryKing
megawati
2023-11-16
0
Nazrul
mantap thor
2023-05-16
1