"Avin, Alex. Karena kalian berdua adalah swordsman dan spearman. Kalian berdua yang bertarung di garis depan. Aku dan Agnes akan mensupport kalian berdua dari belakang." Kata Deon.
"Kamu siapa berani memberiku perintah." Alex mengarahkan tombaknya kepada Deon. Avin dan Agnes terkejut melihat Alex mengarahkan tombaknya kepada Deon.
"Summon arwah." Kata Deon kemudian 2 arwah muncul di depannya.
"Bunuh dia." Kata Deon memberi perintah.
"Waaaa." 2 arwah berlari ke arah Alex. "Ceepp." Alex menusuk kepala arwah goblin dengan tombaknya.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi biru muncul di depan Deon.
"Ceeppp." "Ahhhh." Alex berteriak saat perutnya di tusuk oleh prajurit arwah milik Deon. Deon mengambil pisau yang di jatuhkan oleh arwah goblin yang telah mati, kemudian melempar pisau ke arah Alex. "Ceepp." Pisau menancap di tangan Alex.
"Ahhh." Alex berteriak dan menjatuhkan tombaknya.
"Aku paling tidak suka dengan seseorang yang mengarahkan senjatanya kepadaku." Kata Deon mengambil tombak kemudian menusuk jantung Alex. "Ceepp."
"Uuuhh." Alex batuk darah saat jantungnya di tusuk oleh Deon. "Buukk." Alex jatuh di tanah kemudian mati.
"Seperti yang aku duga. Deon adalah pria yang berbahaya." Agnes ketakutan saat melihat Deon membunuh Alex.
"Deon, apa perlu kamu sampai membunuhnya." Kata Avin.
"Dia tidak ingin bekerja sama. Jadi aku membunuhnya." Balas Deon.
"Avin, kamu akan bekerja sama atau tidak." Deon melihat Avin.
"Aku akan bekerja sama." Avin mengangguk.
"Baiklah, bertarunglah di garis depan. Aku dan Agnes akan mensupportmu dari belakang." Kata Deon.
"Baik." Avin mengangguk.
"Agnes, sihir apa saja yang kamu bisa." Tanya Deon.
"Aku hanya bisa sihir fire ball." Jawab Agnes.
"Tunjukan sihirmu padaku." Kata Deon.
"Fire ball." Kata Agnes kemudian bola api sebesar bola bisbol muncul di tangan Agnes.
"Berapa kali kamu bisa mengeluarkan Fire ball." Tanya Deon.
"Karena manaku 25 poin. Aku bisa mengeluarkan fire ball 25 kali." Jawab Agnes.
"Tembakan bola api ke arah 8 serigala merah itu." Kata Deon melihat 8 serigala yang semakin mendekat ke arahnya.
"Baik." Agnes mengangguk kemudian menembakan bola api ke arah 8 serigala merah.
"Wuusshh." Bola api mengenai tubuh serigala merah. "Auuuu." Serigala merah melolong saat bola api membakar bulu di badannya. "Grrrrr." 8 serigala merah berhenti bergerak.
"Sepertinya mereka takut dengan api." Kata Avin.
"Avin, serang 8 serigala itu. Agnes akan mensupportmu dari belakang." Kata Deon.
Avin melihat Agnes kemudian berlari ke arah 8 goblin. "Crasshh." Avin menebas tubuh serigala yang badannya terbakar bola api. "Grrrr." 7 serigala melesat ke arah Avin.
"Agnes, sekarang keluarkan sihir bola api milikmu." Teriak Deon.
"Fire ball." Teriak Agnes kemudian menembakan bola api ke arah 7 serigala. "Wuusshh." "Auuu." Serigala merah melolong saat bola api membakar ekornya.
"Bunuh serigala yang ekornya terbakar." Kata Deon memberi perintah kepada arwah goblin. "Waaaa." Arwah goblin berlari ke arah serigala. "Crasshh." Serigala mencakar kepala arwah goblin.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi."
"Seperti yang aku duga, monster tingkat D tidak akan bisa menang melawan monster tingkat C." Kata Deon melihat notifikasi biru yang muncul di depannya.
Deon melihat mayat Alex dan berkata. "Bangkit." "Wuusshh." Bayangan hitam keluar dari mayat Alex dan membentuk bayangan hitam setinggi 170 cm.
"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 1/2." Notifikasi biru muncul di depan Deon.
"Bunuh 7 serigala itu." Kata Deon memberi perintah dan melemparkan tombak kepada arwah Alex.
Arwah Alex menangkap tombak kemudian berlari ke arah 7 serigala. "Kamu bisa membangkitkan orang mati." Agnes terkejut dengan yang di lihatnya.
"Sepertinya kamu tidak tahu tentang Class Necromancer." Kata Deon. Agnes tersenyum kecut saat mendengar kata Deon.
"Ceeepp." Arwah Alex menusuk kepala serigala merah yang ekornya terbakar.
"Bangkit." Kata Deon melihat serigala merah yang di bunuh prajurit arwahnya. "Wuusshh." Bayangan hitam keluar dari mayat serigala merah dan membentuk serigala sebesar 150 cm.
"Bunuh 6 serigala itu." Kata Deon memberi perintah. "Auuu." Arwah serigala melolong kemudian menyerang 6 serigala.
Beberapa menit kemudian. Deon, Agnes dan Avin berhasil mengalahkan 8 serigala merah. "Apa kita berhasil menyelesaikan misi." Kata Avin mengusap keringat di dahinya.
"Belum." Kata Deon melihat 12 serigala merah yang muncul dari berbagai arah dan mengelilingi dirinya.
"Sial, jumlah mereka semakin banyak." Avin mengutuk melihat 12 serigala merah yang mengelilingi dirinya.
"Avin, serang serigala yang muncul dari selatan. Agnes serang serigala yang muncul dari timur. Aku akan menyerang serigala yang muncul dari utara dan barat." Kata Deon melihat Avin dan Agnes.
"Baik." Avin dan Agnes mengangguk. Mereka tahu harus bekerjama sama untuk mengalahkan serigala merah.
"Bunuh mereka semua." Kata Deon memberi perintah. Arwah Alex dan arwah serigala berlari ke arah 6 serigala.
Melihat prajurit arwah Deon mulai menyerang serigala. Avin kemudian berlari ke arah 3 serigala.
"Fire ball." Agnes menembakan bola api ke arah 3 serigala. "Wuusshh." "Auuuu." Serigala api berteriak saat bola api membakar wajahnya.
"Ceepp." Arwah Alex menusuk kepala serigala menggunakan tombak. "Auuu." 2 serigala melolong kemudian menyerang arwah Alex. "Crasshh." "Crasshh."
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi biru muncul di depan Deon.
"Bangkit." Kata Deon melihat serigala merah yang baru saja di bunuh arwah prajuritnya. "Wuusshh." Bayangan hitam keluar dari mayat serigala merah dan membentuk serigala sebesar 150 cm.
"Bunuh 2 serigala itu." Kata Deon memberi perintah. "Auuu." Arwah serigala melolong kemudian menyerang 2 serigala.
"Crasshh." "Ahhhh." Avin berteriak saat serigala merah mencakar punggungnya.
"Mati." Avin berteriak kemudian menyerang serigala merah. "Crasshh." Avin menebas tubuh serigala.
"Deon, para serigala semakin mendekat." Kata Agnes dengan gugup melihat 2 serigala merah yang semakin dekat ke arahnya.
"Agnes, jika kamu tidak ingin mati. Maka jangan ragu untuk menghabiskan manamu." Kata Deon dengan serius.
"Baik." Agnes mengigit bibirnya kemudian menembakan 2 fire ball ke arah 2 serigala merah.
"Wuuusshh." "Auuu." Serigala melolong saat tubuhnya terbakar. "Grrrr." Serigala melesat ke arah Agnes.
"Deon tolong aku." Teriak Agnes ketakutan. Deon berdiri di depan Agnes kemudian menendang serigala. "Buukk." Serigala terlempar sejauh 2 meter.
"Crasshh." "Ahhh." Avin berteriak saat serigala merah mengigit lehernya. "Deon, Agnes. Aku tidak ingin mati." Kata Avin melihat Deon dan Agnes. "Buuukkk." Avin jatuh di tanah dan mati.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Deon melihat 2 arwah serigalanya telah mati.
"Deon, apa kita juga akan mati." Agnes ketakutan melihat 4 serigala merah yang mengelilingi dirinya dan Deon.
"Kita tidak akan mati disini." Balas Deon kemudian melihat mayat Avin dan serigala yang terbunuh. "Bangkit."
"Wuusshh." Bayangan hitam keluar dari mayat Avin dan serigala merah.
"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 2/2." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Bunuh 4 serigala itu." Kata Deon memberi perintah.
Arwah Avin dan arwah serigala berlari ke arah 4 serigala. "Crassshh." Arwah Avin menebas tubuh serigala merah.
"Grrrr." Arwah serigala mengigit leher serigala merah. "Auuu." 2 serigala melolong kemudian menyerang arwah serigala. "Crasshh." "Crasshh."
"Arwah telah kembali ke kematian abadi."
Arwah Avin berlari ke arah 2 serigala kemudian mengayunkan pedangnya. "Crasshh." "Crasshh." 2 serigala mati terkena tebasan arwah Avin.
"Apa kita menang." Tanya Agnes dengan gugup.
"Kita masih belum menang, masih ada serigala yang masih hidup." Kata Deon melihat serigala merah yang terbaring di tanah dengan wajah hangus terbakar.
"Agnes." Kata Deon melihat Agnes.
"Iya." Agnes melihat Deon.
"Apa tujuanmu mengikuti game ini." Tanya Deon.
"Tujuanku mengikuti game ini, karena aku ingin bertambah kuat." Jawab Agnes.
"Dia tidak ada di dalam cerita, Jadi seharusnya dia mati dalam game." Gumam Deon melihat Agnes.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nazrul
mantap lanjut terus thor.. tetap semangat up ya 💪💪💪💪
2023-05-14
1