"Waaaa." 6 prajurit arwah kemudian menyerang manusia kadal yang melemparkan tombak ke arah Deon. "Ceepp." "Ceeepp." Prajurit arwah Deon membunuh manusia kadal.
"Quest Selesai." "Anda mendapatkan 30 poin." Melihat notifikasi yang muncul di depannya, Deon kemudian bersandar di bawah pohon dan memejamkan matanya.
Saat membuka matanya Deon melihat dia berada di dalam kamarnya. "Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.
Nama : Deon
Usia : 25 tahun
Ras : Manusia
Class : Necromancer
Level : 25
Health : 25
Strength : 25
Agility : 25
Stamina : 10/25
Mana : 30/65
Poin : 30
"Aku akan menambahkan 5 Poin di Health dan 25 Poin di Mana." Kata Deon meningkatkan statusnya.
"Singg." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.
Yogyakarta, Indonesia. Wanita berkulit putih, berambut hitam pendek sedang tertidur di kamarnya. "Kring." Wanita berambut hitam pendek mendengar smartphonenya berbunyi.
Wanita berambut hitam pendek memakai kacamatanya kemudian menjawab panggilan. "Halo."
"Agnes, apa kamu jadi ke Jakarta." Kata penelpon.
"Besok pagi aku akan ke Jakarta." Jawab Agnes.
"Baiklah, aku akan menunggumu." Kata penelpon.
"Oke." Jawab Agnes kemudian mematikan panggilan.
Keesokan harinya Deon sedang berada di dalam apartemennya. "Ting." Deon melihat sebuah pesan masuk.
"Deon hari ini aku tidak akan berburu." Deon membaca pesan dari Freya.
"Oke." Deon membalas pesan Freya.
"Ting." Deon melihat Freya membalas pesannya. "Nanti malam ayo makan bersama."
"Baik." Deon membalas pesan Freya.
Deon keluar dari apartemennya kemudian berjalan ke arah supermarket. Saat masuk ke dalam supermarket Deon melihat wanita berkulit putih, berambut hitam panjang yang dia kenal. "Gisella." Kata Deon memanggil Gisella.
"Ahh, Deon." Gisella terkejut saat melihat Deon.
"Kamu sedang membeli apa." Tanya Deon.
"Aku sedang membeli bahan makanan." Jawab Gisella.
"Hari ini apa kamu akan berburu bersama Zion." Tanya Deon.
"Tidak, hari ini aku tidak akan berburu bersama Zion." Gisella menggeleng.
"Mengapa kamu tidak pergi berburu." Tanya Deon.
"Aku dan Zion bertengkar." Jawab Gisella.
"Di dalam cerita, Gisella dan Zion bertengkar. Karena Gisella cemburu Zion dekat dengan wanita lain." Gumam Deon.
"Apa kamu ingin berburu denganku." Tanya Deon.
Gisella terdiam beberapa detik dan berkata. "Baik, ayo kita berburu bersama."
"Bagus, 1 Jam dari sekarang. Kita akan bertemu di supermarket ini." Kata Deon.
"Baik." Gisella mengangguk. Deon kemudian mulai berbelanja.
1 Jam kemudian Deon sedang berada di depan supermarket. "Deon." Deon melihat Gisella datang dengan mengendarai motor.
"Ikuti aku, 1000 meter dari sini ada dungeon tingkat D." Kata Deon menaiki motornya.
"Baik." Gisella mengangguk.
"Broomm." Deon menarik gas dan mengendarai motor. Gisella kemudian mengikuti Deon dari belakang.
Beberapa menit kemudian Deon dan Gisella tiba di lokasi dungeon tingkat D. Deon dan Gisella kemudian berjalan ke arah dungeon yang di jaga pria berpakaian hitam.
Deon dan Gisella menunjukan kartu identitas hunter mereka kepada pria berpakaian hitam. "Kalian berdua bisa masuk." Kata pria berpakaian hitam melihat Deon dan Gisella.
"Baik." Deon dan Gisella kemudian masuk ke dalam dungeon.
Saat masuk ke dalam dungeon. Deon melihat dirinya berada di dalam hutan. "Waaa." Deon melihat 2 goblin muncul dari balik pohon dan berlari ke arahnya dan Gisella. "Aku ingin lihat, seberapa kuat diriku sekarang. Jika aku bertarung dengan tangan kosong." Kata Deon berlari ke arah Goblin.
"Buukk." Deon memukul wajah goblin. "Waaa." Goblin terlempar sejauh 2 meter dan menghantam pohon.
"Wind arrow." Kata Gisella kemudian menembakan panah angin ke arah goblin yang akan menyerang Deon dari belakang. "Buusshh." Panah angin menembus kepala goblin.
Deon berjalan ke arah goblin yang terbarang di tanah kemudian mencengkram lehernya. "Waaa." Goblin berteriak saat lehernya di cengkram Deon. "Kraakk." Deon mematahkan leher goblin.
"Dengan kekuatanku sekarang. Aku yakin bisa mengalahkan puluhan goblin tanpa membangkitkan mayat hidup." Kata Deon melemparkan mayat goblin.
"Ayo masuk ke dalam hutan." Kata Deon melihat Gisella.
"Baik." Gisella mengangguk.
1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Gisella sedang bertarung melawan boss goblin. "Wind Arrow." Kata Gisella kemudian menembakan panah angin ke arah bos goblin. "Ting." Bos goblin menangkis panah angin dengan pedangnya.
"Bangkit." Kata Deon kemudian 6 arwah lizard man muncul di depannya. "Bunuh goblin itu." Deon memberi perintah.
"Waaa." 6 arwah lizard man kemudian menyerang bos goblin. "Ceeppp." "Ceeepp." "Waaaa." 6 arwah lizard man menusuk tubuh goblin menggunakan tombak.
"Level Up." "Poin +5." Notifikasi muncul di depan Deon.
Deon melihat mayat bos goblin dan berkata. "Bangkit." "Wuusshh." Bayangan keluar dari tubuh mayat goblin dan membentuk goblin setinggi 150 cm.
"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon7/9." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Wuusshh." Deon melihat lubang biru yang muncul di depannya. "Ayo kita keluar." Kata Deon melihat Gisella.
"Baik." Gisella mengangguk.
Deon dan Gisella kemudian keluar dari dungeon. "Wuusshh." Gate menghilang setelah Deon dan Gisella keluar dari dungeon.
"Kruukk." Perut Deon berbunyi. "Gisella ayo kita cari makan." Kata Deon melihat Gisella.
"Deon mengapa tidak pergi ke rumahku. Di rumahku banyak makanan." Kata Gisella.
"Apa tidak masalah jika aku pergi ke rumahmu." Tanya Deon.
"Tidak masalah." Jawab Gisella.
"Baiklah, ayo kita pergi ke rumahmu." Kata Deon.
"Baik." Gisella mengangguk. Deon dan Gisella kemudian mengendarai motor.
Beberapa menit kemudian Deon yang sedang mengendarai motor melihat Gisella tiba-tiba berhenti. "Ini rumahku." Kata Gisella memarkir motornya. Deon kemudian memarkir motornya di samping motor Gisella.
"Ayo masuk." Kata Gisella melihat Deon.
"Baik." Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah.
"Ibu aku pulang." Kata Gisella masuk ke dalam rumah.
"Ohh Gisella, kamu sudah pulang." Kata Wanita paruh baya berambut putih.
"Sayangku apa kamu terluka, saat berburu monster." Tanya wanita paruh baya memegang bahu Gisella.
"Aku tidak terluka sama sekali bu." Gisella tersenyum.
"Gisella apa dia Zion yang sering kamu ceritakan pada ibu." Tanya wanita paruh baya melihat Deon.
"Bukan bu, Dia adalah Deon. Tadi Gisella berburu monster bersama Deon." Kata Gisella.
"Halo tante." Deon tersenyum kepada wanita paruh baya.
"Terimakasih sudah mau berburu monster bersama Gisella." Kata wanita paruh baya.
"Haha, aku juga senang berburu bersama Gisella tante." Deon tersenyum.
"Silakan masuk. Kami hidup sangat sederhana. Tapi aku akan mencoba untuk membuatkanmu makanan yang enak." Kata wanita paruh baya.
"Terimakasih tante." Deon tersenyum.
"Gisella bantu ibu menyiapkan makanannya." Kata ibu Gisella.
"Baik bu." Gisella mengangguk.
"Jika kamu lelah, kamu bisa berbaring di sofa. Aku akan membantu ibu menyiapkan makanan." Kata Gisella melihat Deon.
"Oke." Kata Deon kemudian duduk di sofa.
Beberapa menit kemudian Deon melihat Gisella berjalan ke arahnya. "Deon, makanannya sudah siap. Ayo ke ruang makan." Kata Gisella.
"Baik." Kata Deon kemudian berjalan ke ruang makan.
"Silakan di nikmati makanannya Deon. Maaf kami hanya bisa membuatkanmu Telur, Mie, dan Sayuran." Kata ibu Gisella.
"Tidak masalah Tante. Aku juga sangat menyukai telur dan mie." Deon tersenyum kemudian mulai makan.
"Bagaimana rasa telurnya Deon." Tanya ibu Gisella.
"Telurnya enak." Jawab Deon.
"Gisella yang membuat telur itu." Ibu Gisella tersenyum.
"Gisella ayo kita makan juga." Kata ibu Gisella.
"Baik bu." Gisella mengangguk. Gisella dan ibunya kemudian mulai makan.
Beberapa menit kemudian Deon, Gisella dan ibu Gisella telah selesai makan. "Doorrr." "Dooorr." Deon melihat seseorang memukul pintu.
"Gisella buka pintunya. Aku tahu kamu ada di rumah." Teriak seorang pria.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nazrul
lanjut terus thor
2023-05-19
1