Keesokan harinya. "Clara bangunkan kakakmu." Kata Ibu Deon.
"Baik bu." Clara mengangguk kemudian mengentuk pintu kamar Deon.
"Bangun kak, sekarang sudah jam 6 pagi." Kata Clara.
"Iya, aku sudah bangun." Teriak Deon dari dalam kamarnya.
Tidak lama kemudian Deon keluar dari kamarnya. "Makanlah dulu. Setelah makan antar adikmu ke sekolah." Kata ibu Deon.
"Baik bu." Deon mengangguk kemudian berjalan ke dapur.
Beberapa menit kemudian, Deon telah selesai makan. "Clara ayo pergi." Kata Deon keluar dari apartemen.
"Bu, Clara pergi." Clara mencium pipi ibunya.
"Baik, hati-hati di jalan." Ibu Deon tersenyum.
"Baik bu." Clara tersenyum kemudian keluar dari apartemen.
"Brooom." Deon menghidupkan motor scooternya. "Ayo naik." Kata Deon melihat Clara.
"Emmm." Clara mengangguk kemudian menaiki motor.
"Brooomm." Deon menarik gas dan mengendarai motor.
Beberapa menit kemudian, Deon berhenti di depan sebuah sekolah. "Pulang sekolah aku akan naik taxi online seperti biasanya." Kata Clara.
"Baiklah." Kata Deon menarik gas dan mengendarai motor.
Beberapa menit kemudian Deon telah kembali ke apartemennya. "Deon, apa kamu tidak berangkat kerja." Kata ibu Deon.
"Sebentar lagi aku akan berangkat kerja." Jawab Deon masuk ke dalam kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Deon telah selesai mandi dan mengganti pakaian. "Aku berangkat." Kata Deon mencium pipi ibunya.
"Hati-hati di jalan." Ibu Deon tersenyum. Deon mengangguk kemudian keluar dari apartemennya.
30 Menit kemudian, Deon turun dari motornya kemudian berjalan masuk ke dalam gedung. "Deon mengapa kamu terlambat." Kata pria paruh baya yang menggunakan jaz hitam.
"Aku ingin mengundurkan diri." Kata Deon.
"Mengapa kamu tiba-tiba ingin mengundurkan diri." Tanya pria paruh baya.
"Aku ingin menjadi hunter." Kata Deon.
"Hunter adalah pekerjaan yang mempertaruhkan nyawa. Setiap hari pasti ada hunter yang mati saat masuk ke dalam dungeon. Apa kamu serius ingin menjadi hunter." Tanya pria paruh baya.
"Aku serius." Jawab Deon.
"Jika kamu serius ingin mengundurkan diri, dan menjadi seorang hunter. Buatlah surat pengunduran diri." Kata pria paruh baya.
Deon kemudian memberikan amplop coklat kepada pria paruh baya. "Aku pergi." Kata Deon kemudian keluar dari gedung.
Deon duduk di atas motornya dan berkata. "Di dalam cerita jika semua monster di dalam dungeon tidak di di bunuh dalam waktu 30 hari. Semua monster akan keluar dari dungeon. Dan situasi itu di sebut Dungeon break." Kata Deon.
"Besok akan terjadi Dungeon Break di Pegunungan Semeru Jawa Timur. Zion yang kebetulan berada di pegunungan Semeru, membunuh semua monster yang keluar dari dungeon." Kata Deon. Deon mengambil smartphonenya kemudian menghubungi Zion.
Saat ini Zion yang sedang mengendarai motor mendengar smartphonenya berbunyi. "Kringg." Zion berhenti di tepi jalan kemudian menjawab panggilan. "Halo."
"Zion, ada dimana kamu sekarang." Tanya Deon.
"Sekarang aku ada di jalan." Jawab Zion.
"Apa kamu ingin pergi ke Jawa Timur." Tanya Deon.
"Bagaimana kamu bisa tahu, bahwa aku ingin pergi ke Jawa Timur." Zion terkejut.
"Aku hanya asal menebak." Balas Deon.
"Deon, apa kamu mempunyai masalah. Jika kamu membutuhkan bantuanku. Aku akan kembali ke Jakarta." Kata Zion.
"Tidak perlu, aku tidak mempunyai masalah." Kata Deon.
"Deon." Seorang wanita berkulit putih, berambut hitam pendek berjalan ke arah Deon.
"Zion, aku akan matikan teleponnya." Kata Deon kemudian mematikan telepon.
Deon melihat wanita berambut hitam pendek dan bergumam. "Di ingatan Deon, wanita berambut pendek ini adalah Vanesa rekan kerja Deon."
"Ada apa." Kata Deon melihat wanita berambut pendek.
"Deon, aku dengar dari ketua kamu mengundurkan diri." Kata wanita berambut pendek.
"Benar, aku mengundurkan diri." Deon mengangguk.
"Mengapa kamu mengundurkan diri." Tanya wanita berambut pendek.
"Aku ingin menjadi hunter." Jawab Deon.
"Ahhh." Wanita berambut pendek terkejut mendengar jawaban Deon.
"Deon, hunter adalah perkerjaan yang berbahaya. Setiap hari pasti ada hunter yang mati saat masuk ke dalam dungeon. Aku mohon batalkan niatmu untuk menjadi hunter." Kata wanita berambut pendek memegang tangan Deon.
"Sepertinya wanita ini menyukai Deon." Gumam Deon melihat wanita berambut pendek yang memegang tangannya.
"Deon memiliki wajah yang tampan, jadi wajar jika wanita ini menyukai Deon." Gumam Deon.
"Tidak, aku sudah memutuskan untuk menjadi hunter." Jawab Deon. Wanita berambut pendek mengigit bibirnya saat mendengar jawaban Deon.
"Jika tidak ada yang ingin kamu katakan lagi, maka aku akan pergi." Kata Deon melepaskan tangan wanita.
Melihat wanita berambut pendek diam. Deon kemudian menghidupkan mesin motor. "Karena cerita tidak berubah, aku akan pergi ke pegunungan Semeru." Gumam Deon kemudian mengendarai motor.
12 Jam kemudian. Deon yang sedang mengendarai motor mendengar smartphonenya berbunyi. "Kringg." Deon berhenti di tepi jalan kemudian menjawab panggilan. "Ada apa bu."
"Deon, mengapa kamu masih belum pulang." Tanya ibu Deon.
"Malam ini Deon menginap di rumah teman. Jadi Deon tidak pulang ke rumah." Jawab Deon berbohong.
"Baiklah, jangan tidur terlalu malam. Karena besok kamu bekerja." Kata ibu Deon.
"Baik bu." Jawab Deon kemudian mematikan telepon. Deon menaruh smartphone di sakunya kemudian melanjutkan perjalanan.
6 Jam kemudian. Deon berhenti di depan sebuah penginapan. "Akhirnya aku tiba juga di pegunungan Semeru." Kata Deon kemudian memarkir motornya ke tempat parkir penginapan. Deon turun dari motornya dan berjalan ke arah resepsionist penginapan.
"Apa ada kamar kosong, aku ingin menginap satu malam." Kata Deon melihat resepsionis penginapan.
"Ada, biaya menginap satu malam adalah 300 ribu." Kata resepsionis.
Deon kemudian memberikan 300 ribu kepada petugas resepsionis.
"Kamar anda ada di lantai 2." Kata resepsionis memberikan kunci kamar kepada Deon.
Deon mengangguk kemudian naik ke lantai 2. Deon membuka pintu, kemudian masuk ke dalam kamar. "Hari ini sungguh melelahkan." Kata Deon berbaring di kasur. Deon memejamkan matanya dan tidak lama kemudian tertidur.
Keesokan harinya, Deon keluar dari kamarnya. "Deon. Mengapa kamu ada disini." Zion terkejut saat melihat Deon.
"Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini Zion." Deon tersenyum.
"Aku disini karena ingin mendaki gunung." Kata Deon.
"Kamu sendiri, mengapa ada disini." Tanya Deon.
"Aku sama denganmu. Aku ingin mendaki gunung." Jawab Zion.
"Karena kamu ingin mendaki juga. Ayo kita pergi bersama." Kata Deon.
"Baik, ayo kita mendaki bersama." Zion mengangguk. Deon dan Zion meninggalkan penginapan dan mulai mendaki gunung.
"Tolong." Deon dan Zion melihat seorang wanita yang berlari ke arah mereka.
"Goblin." Zion terkejut melihat dua goblin setinggi 100 cm yang mengejar wanita.
"Zion, ayo kita bunuh goblin itu." Kata Deon berlari ke arah goblin.
"Baik." Zion mengangguk kemudian berlari ke arah goblin.
"Mati." Kata Deon memutar kepala goblin. "Kraakk." Goblin mati dengan leher patah.
"Ceeppp." Zion merebut pisau goblin, kemudian menusuk kepala goblin menggunakan pisau.
"Zion, sepertinya dungeon break terjadi di pegunungan ini." Kata Deon.
"Benar, dungeon break terjadi di pegunungan ini." Zion mengangguk.
"Zion, ayo kita bunuh semua goblin yang keluar dari dungeon." Kata Deon.
"Baik. Ayo kita bunuh semua goblin yang keluar dari dungeon." Zion mengangguk. Deon dan Zion kemudian mulai mendaki gunung.
"Waaaaa." Deon melihat 4 goblin muncul dari balik pohon. "Ayo bunuh 4 goblin itu." Kata Deon berlari ke arah 4 goblin.
"Baik." Zion mengangguk kemudian berlari ke arah 4 goblin.
"Kraakk." "Kraaakk." Deon mematahkan leher dua goblin.
"Ceepp." "Ceepp." Zion menusuk kepala 2 goblin menggunakan pisau.
"Ayo lanjut mendaki." Kata Deon melihat Zion.
"Baik." Zion mengangguk.
Tidak lama setelah berjalan, Deon dan Zion melihat seorang pria yang tergeletak di tanah dengan tubuh penuh luka tusukan.
"Para goblin itu sudah membunuh manusia." Zion mencengkram tinjunya saat melihat mayat pria.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Riss.
Crazy up Thor
2023-05-10
1
Nazrul
mantap lanjut terus
2023-05-10
1