"Deon, apa kamu membutuhkan bantuanku. Untuk mengalahkan mereka semua." Tanya Zion.
"Mengapa kamu masih bertanya. Bantu aku membunuh mereka semua." Jawab Deon.
"Oke." Zion tersenyum kemudian menyerang goblin yang berada di dekatnya.
Beberapa menit kemudian Deon dan Zion berhasil mengalahkan semua goblin. "Level Up." "Poin +5." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Wuusshh." Deon melihat dungeon menghilang.
"Sepertinya kita telah membunuh semua monster yang keluar dari dungeon." Kata Zion melihat Dungeon menghilang. Zion tahu dungeon akan menghilang jika semua monster telah terbunuh.
"Apa kalian berdua yang memberitahu kepada kami. Bahwa dungeon break terjadi di pegunungan ini." Deon dan Zion melihat pria berpakaian hitam berjalan ke arah mereka.
"Aku tidak menyadarai kedatangan mereka." Gumam Deon melihat 5 pria berpakaian hitam.
"Benar, aku yang menghubungi asosiasi hunter." Kata Zion.
"Bisakah kalian berdua ikut dengan kami ke asosiasi hunter. Aku ingin bertanya-tanya kepada kalian berdua." Kata pria berkacamata.
"Tidak maslah, kami akan ikut dengan kalian ke asosiasi hunter." Jawab Deon. Deon dan Zion kemudian pergi bersama 5 pria berpakaian hitam.
Beberapa jam kemudian. Deon dan Zion sedang berada di markas Asosiasi Hunter yang terletak di Malang, Jawa Timur. "Siapa nama kalian berdua." Tanya pria berkacamata.
"Namaku Deon." Jawab Deon.
"Namaku Zion." Jawab Zion.
"Bisakah aku melihat kartu identitas kalian." Tanya pria berkacamata. Deon dan Zion kemudian menunjukan kartu identitas mereka.
"Bisakah aku melihat kartu identitas hunter kalian." Tanya pria berkacamata.
"Kami berdua belum mendaftar menjadi hunter." Jawab Deon.
"Benar, baru kemarin kami awakener." Kata Zion.
"Dia tidak berbohong." Kata wanita berambut hitam yang berdiri di belakang Deon dan Zion.
"Level berapa kalian berdua sekarang." Tanya pria berkacamata.
"Aku level 12." Jawab Zion.
"Aku juga level 12." Kata Deon.
"Mereka tidak berbohong." Kata wanita berambut hitam.
"Oohh, aku tidak menyangka kalian berdua sangat cepat naik level." Kata wanita berambut hitam.
"Kami level up sangat cepat, karena membunuh semua goblin yang keluar dari dungeon break." Kata Deon.
"Dia berkata jujur." Kata wanita berambut hitam.
"Pertanyaan terakhir, apa kalian membunuh manusia saat berada di pegunungan." Pria berkacamata melihat Deon dan Zion.
"Kami tidak membunuh manusia." Jawab Deon dan Zion bersamaan.
"Mereka tidak berbohong." Kata wanita berambut hitam.
"Bagus, kalian berdua boleh pergi." Kata pria berkacamata.
"Karena kami sudah ada disini. Kami ingin mendaftar sebagai hunter." Kata Deon.
"Alice, antar mereka berdua ke ruang pendaftaran." Kata pria berkacamata.
"Ikuti aku." Kata wanita berambut hitam. Deon dan Zion kemudian mengikuti wanita berambut hitam.
"Masuklah ke dalam satu persatu." Kata wanita berambut hitam melihat Deon dan Zion.
"Zion, aku masuk dulu." kata Deon masuk ke dalam ruangan.
"Baik." Zion mengangguk.
"Aku ingin melihat kartu identias anda." Wanita berambut pendek melihat Deon yang masuk ke dalam ruangan. Deon kemudian memberikan kartu identitas miliknya.
"Tolong letakan tangan anda di kristal hitam." Kata wanita berambut pendek.
"Baik." Deon kemudian menyentuh kristal hitam. "Titttt." Wanita berambut pendek melihat angka 80 muncul di monitor.
"Apa class anda." Tanya wanita berambut pendek.
"Classku Necromancer." Jawab Deon.
"Bisakah aku melihat kemampuan anda." Kata wanita berambut pendek.
"Tidak masalah." Kata Deon.
"Bangkit." Kata Deon kemudian arwah goblin muncul di depannya.
"Berapa banyak arwah yang bisa anda panggil." Tanya wanita berambut pendek.
"Aku hanya bisa memanggil 2 arwah." Jawab Deon.
"Biaya pembuatan kartu identitas hunter adalah 1 Juta rupiah." Kata wanita berambut pendek. Deon kemudian memberikan uang 1 juta rupiah kepada wanita berambut pendek.
"Kirim file foto yang ingin kamu gunakan sebagai foto kartu identitas huntermu." Kata wanita berambut pendek. Deon kemudian mengirim foto kepada wanita berambut pendek.
"Duduklah, aku akan membuat kartu identitas huntermu." Kata wanita berambut pendek.
"Baik." Deon mengangguk kemudian duduk di kursi.
Tidak lama kemudian Deon melihat kartu identitas hunternya telah selesai di buat. "Terimakasih." Deon melihat wanita berambut pendek kemudian keluar dari ruangan.
"Deon, rangking apa yang kamu dapat." Tanya Zion.
"Mengapa kamu masih bertanya. Tentu saja aku mendapat rangking D. Karena baru kemarin aku awakener." Balas Deon menunjukan kartu identitas hunternya.
"Nama Deon, Rangking D, Class Necromancer." Zion membaca kartu identitas hunter Deon.
"Giliran selanjutnya." Kata wanita berambut pendek.
"Deon, aku masuk dulu." Kata Zion masuk ke dalam ruangan. Melihat Zion masuk ke dalam ruangan, Deon kemudian duduk di kursi.
Beberapa menit kemudian Deon melihat Zion keluar dari ruangan. "Deon, sekarang aku sudah resmi menjadi seorang Hunter." Zion tersenyum dan menunjukan kartu identitasnya.
"Bagus." Deon tersenyum.
"Deon, kapan kamu aku akan kembali Jakarta." Tanya Zion.
"Aku akan kembali ke Jakarta hari ini." jawab Deon.
"Apa kamu tidak lelah." Tanya Zion.
"Tidak." Deon menggeleng.
"Karena kamu kembali ke Jakarta hari ini. Aku juga akan kembali ke Jakarta hari ini." Kata Zion.
"Sebelum kita kembali ke Jakarta, ayo kita isi perut kita terlebih dulu." Kata Deon.
"Baik." Zion mengangguk. Deon dan Zion kemudian keluar dari markas asosiasi hunter.
18 Jam kemudian. Deon telah kembali ke Jakarta. Deon memarkir motornya kemudian masuk ke dalam apartemennya. "Sepertinya ibu telah kembali bekerja." Kata Deon melihat tidak ada siapapun di apartemennya.
Deon masuk ke dalam kamarnya kemudian berbaring di kasur. "Akhirnya aku bisa bersantai."
"Apa anda ingin berpatisipasi ke dalam game. Ya/Tidak." Notifikasi biru muncul di depan Deon.
"Jika aku menekan Ya. Aku pasti akan di transfer ke tempat lain seperti kemarin." Kata Deon melihat notifikasi di depannya.
"Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.
Nama : Deon
Usia : 25 tahun
Ras : Manusia
Class : Necromancer
Level : 12
Health : 14
Strength : 14
Agility : 14
Stamina : 13/14
Mana : 24/24
Poin : 5
"Jika aku menambahkan 5 poin pada mana. Tetap saja aku hanya bisa mengendalikan 2 arwah." Kata Deon melihat statusnya.
"Aku akan menambahkan 1 poin pada Health, 1 Poin pada Strength, 1 Poin pada Agility, 1 Poin pada Stamina dan 1 Poin pada Mana." Kata Deon menambahkan statusnya.
"Singg." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.
"Di game kali ini. Aku berharap mendapatkan anggota tim yang berguna." Kata Deon kemudian menekan Ya. Setelah menekan Ya, Deon kemudian tertidur di kasur.
Saat membuka matanya Deon melihat dirinya berada di dalam hutan bersama 3 orang. "Ahhh, kamu." Wanita berkacamata terkejut saat melihat Deon.
"Aku tidak menyangka kita bertemu lagi." Kata Deon melihat wanita berambut pendek yang memakai kacamata.
"Apa kalian berdua saling kenal." Kata pria berkulit putih berambut hitam pendek melihat Deon dan wanita berkacamata.
"Benar, kami berdua saling kenal." Kata Deon.
"Ayo kita memperkenalkan diri terlebih dulu. Namaku Avin, classku adalah Swordsman." Kata pria berambut hitam pendek.
"Namaku Agnes, Classku Mage." Kata wanita berambut hitam pendek yang memakai kacamata.
"Namaku Deon, Classku Necromancer." Kata Deon.
Deon, Agnes dan Avin kemudian melihat pria berambut punk yang memiliki tatoo di tangannya.
"Namaku Alex, Classku Spear Man." Kata pria berambut punk yang memiliki tatoo di tangannya.
"Ggrrrr." Deon melihat 8 serigala merah di kejauhan yang mendekat ke arahnya.
"Quest bertahan hidup. Bunuh semua red wolf. Reward 20 poin." Notifikasi biru muncul di depan Deon.
"Singg." Deon melihat sebuah pedang dan tombak muncul di depan Avin dan Alex.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nazrul
mantap
2023-05-14
1
Miracle Dream
Thor, jadwal updatenya kapan sih?
2023-05-11
2