"Benar, kami berdua saling kenal. Di game pertama dan kedua. Kami berdua selalu bersama." Jawab Agnes.
"Kami berdua juga di team yang sama saat game kedua." Pria berambut coklat tersenyum.
"Mengapa kita tidak memperkenalkan diri terlebih dulu. Namaku Doni Classku Archer." Kata pria berambut coklat.
"Namaku Agnes, Classku Mage." Kata Agnes.
"Namaku Jason Classku Assasin." Kata pria yang menggunakan masker hitam.
"Namaku Deon, Classku Necromancer." Kata Deon.
"Necromancer." Pria berambut coklat terkejut mendengar Class Deon.
"Deon, berapa banyak arwah yang bisa kamu panggil." Tanya pria berambut coklat.
"Aku bisa memanggil 6 arwah." Jawab Deon.
"Oohh, sepertinya kamu tidak fokus meningkatkan manamu." Kata Pria berambut coklat.
"Quest bertahan hidup. Bunuh semua lizard man. Reward 30 poin." Notifikasi biru muncul di depan Deon.
"Singg." Busur dan panah muncul di depan pria berambut coklat. Sementara sebuah dagger muncul di depan pria yang menggunakan masker hitam.
"Wuusshh." "Wuusshh." "Menghindar." Deon berteriak melihat 2 tombak yang melesat ke arahnya.
"Ahhh." Agnes berteriak dan menghindari tombak yang melesat ke arahnya.
"Ceeeppp." "Uuuhh." Deon melihat tombak menancap di dada pria berambut coklat yang sedang mengambil busur.
"Doni." Pria bermasker hitam berteriak melihat pria berambut coklat yang terbaring di tanah dengan tombak menancap di dadanya.
"Jason, jangan mati dan selesaikanlah game ini." Kata pria berambut coklat kemudian mati.
"Bangkit." Kata Deon melihat 10 manusia kadal bewarna hijau setinggi 2 meter yang berjalan ke arahnya. "Rooaarr." 6 arwah beruang setinggi 2,5 meter muncul di depan Deon.
"Aku akan membunuh kalian semua." Teriak pria bermasker hitam kemudian berlari ke arah 10 manusia kadal.
"Shadow." Kata pria bermasker hitam kemudian tubuhnya menjadi dua. "Wuusshh." Pria bermasker hitam menghindari serangan manusia kadal kemudian menusuk leher manusia kadal menggunakan dagger. "Crasshh."
"Fire ball." Agnes berteriak kemudian menembakan 9 bola api sebesar bola basket ke arah 9 manusia kadal. "Wuusshh." "Waaaa." Manusia kadal berteriak saat tubuh mereka terbakar.
"Bunuh semua manusia kadal itu." Kata Deon memberi perintah. "Roooaarr." 6 arwah beruang meraung kemudian menyerang 9 manusia kadal. "Crashh." "Crasshh." 6 arwah beruang mencakar dan mengigit manusia kadal.
Tidak lama kemudian Deon melihat semua manusia kadal telah terbunuh. "Aneh. Mengapa tidak ada manusia kadal yang datang lagi. Biasanya setelah kita membunuh semua monster. Akan ada monster yang datang lagi." Kata Agnes.
"Ayo kita pergi dari sini." Kata Deon berjalan pergi.
"Baik." Agnes mengangguk kemudian mengikuti Deon. Pria bermasker hitam melihat mayat pria berambut coklat kemudian berjalan mengikuti Deon.
Tidak lama setelah berjalan. Deon melihat sebuah desa yang di huni manusia kadal. "Di desa ini mungkin ada 50 lebih manusia kadal." Kata Deon melihat manusia kadal yang berinteraksi.
"Wuusshh." Deon melihat pria bermasker hitam yang melesat ke arah manusia kadal.
"Mati." Kata pria bermasker hitam kemudian menebas leher manusia kadal. "Crasshh." "Waaaa." Manusia kadal berteriak melihat temannya di bunuh oleh pria bermasker hitam.
"Bodoh. Mengapa dia tiba-tiba menyerang." Deon mengutuk.
"Agnes bakar desa ini." Kata Deon melihat Agnes.
"Baik." Agnes mengangguk. "Fire ball." Kata Agnes kemudian menembakan bola api ke arah rumah yang di huni manusia kadal.
"Waaaa." Manusia kadal panik saat tempat tinggal mereka terbakar.
"Sial, mereka kemari." Deon mengutuk melihat puluhan manusia kadal berlari ke arahnya.
"Bunuh semua manusia kadal itu." Kata Deon memberi perintah. "Rooaarrr." 6 arwah beruang kemudian berlari ke arah puluhan manusia kadal.
"Agnes, ayo pergi dari sini." Kata Deon melihat Agnes.
"Baik." Agnes mengangguk.
Deon dan Agnes kemudian berlari menjauh dari desa. "Arwah telah kembali ke kematian abadi." Deon melihat 6 arwahnya telah mati.
"Wuusshh." "Wuusshh." Deon melihat pisau terbang ke arahnya dan Agnes. "Menghindar." Deon berteriak dan mendorong Agnes.
"Ahhh." Agnes terjatuh di tanah.
"Bajingan, apa yang kamu lakukan." Deon berteriak melihat pria bermasker hitam.
"Seharusnya aku yang bertanya kepada kalian berdua. Mengapa kalian berdua melarikan diri dan meninggalkanku sendiri." Kata pria bermasker hitam melihat Deon dan Agnes.
"Itu karena kamu bodoh. Menyerang markas musuh tanpa rencana." Kata Deon melihat Agnes.
"Deon, aku tidak bisa menggerakan kakiku." Kata Agnes melihat Deon. Deon melihat luka gores di kaki Agnes.
"Aku melumuri pisau dengan racun. Jadi sebentar lagi kamu akan mati." Kata pria bermasker hitam melihat Agnes.
Badan Agnes gemetar saat mendengar kata pria bermasker hitam. "Deon, aku tidak ingin mati." Agnes menangis.
Deon melihat mayat 10 lizard man yang terbunuh dan berkata. "Bangkit." "Wuusshh." 6 Bayangan hitam keluar dari mayat 6 manusia kadal dan membentuk bayangan manusia kadal sebesar 2 meter.
"Bunuh dia." Kata Deon menunjuk pria bermasker hitam. "Waaaa." 6 arwah lizard man kemudian menyerang pria bermasker hitam.
"Apa kamu berpikir bisa mengalahkanku. Hanya dengan mengandalkan 6 arwah manusia kadal ini." Kata pria bermasker hitam kemudian menebas arwah manusia kadal.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi muncul di depan Deon.
Deon melihat mayat pria berambut coklat dan berkata. "Bangkit." "Wuusshh." Arwah keluar dari tubuh pria berambut coklat dan membentuk bayangan pria setinggi 170 cm.
"Bajingan, beraninya kamu membuat temanku menjadi prajurit arwahmu." Pria bermasker hitam mengutuk.
"Bunuh dia." Deon memberi perintah. "Wuusshh." Arwah pria kemudian memanah pria bermasker hitam. "Ceeppp." "Ahhhh." Pria bermasker hitam berteriak saat bahunya terkena anak panah.
"Cepppp." Arwah manusia kadal menusuk dada pria bermasker hitam.
"Bajingan." Pria bermasker hitam mengutuk kemudian terjatuh di tanah dan mati.
Deon berjalan ke arah mayat pria bermasker hitam kemudian menggeledah tubuhnya. "Aku tidak menemukan apapun di tubuhnya." Kata Deon.
"Deon, apakah aku akan mati." Kata Agnes dengan wajah pucat.
"Bertahanlah. Jika kita menyelesaikan misi. Aku percaya kamu akan baik-baik saja." Kata Deon.
"Tunggulah disini, aku akan membunuh semua manusia kadal." Kata Deon berjalan ke arah desa manusia kadal.
"Deon." Agnes berkata dengan lemah melihat Deon meninggalkan dirinya.
Tidak lama kemudian Deon melihat desa manusia kadal yang terbakar. "Bunuh semua manusia kadal." Kata Deon memberi perintah.
"Waaaa." Prajurit arwah Deon berlari menuju manusia kadal yang berada di desa.
Tidak lama setelah Deon pergi, seekor manusia kadal muncul dari balik pohon dan berjalan ke arah Agnes. "Deon tolong aku." Agnes berteriak ketakutan melihat manusia kadal yang berjalan ke arahnya.
"Waaaa." Manusia kadal berteriak kemudian menusuk dada Agnes dengan tombak. "Uuuhhh." Agnes muntah darah kemudian meninggal.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon berada di desa lizard man yang hangus terbakar. "Semua lizardman di desa ini sudah terbunuh. Mengapa misi belum selesai." Gumam Deon.
Deon terdiam beberapa detik dan berkata. "Mungkin ada Lizardman yang berada di luar desa." Deon kemudian berjalan ke lokasi Agnes berada.
Saat tiba di lokasi Agnes. Deon terkejut melihat Agnes yang telah meninggal dengan luka tusuk di dadanya. "Tebakanku benar. Ada lizard man yang berada di luar desa." Kata Deon kemudian menutup mata Agnes.
"Benar, mengapa aku tidak mencoba skill baruku." Gumam Deon.
Deon memegang kepala Agnes dan berkata. "Aktifkan skill Confession of the dead." Deon kemudian mengingat ingatan Agnes dalam waktu 24 Jam terakhir.
"Deon tolong aku." Deon melihat Agnes berteriak ketakutan saat manusia kadal berjalan ke arahnya.
"Waaaa." Deon melihat manusia kadal berteriak kemudian menusuk dada Agnes dengan tombak.
Deon melihat lizard man muncul dari balik pohon dan melemparkan tombak ke arahnya. "Bangkit." Kata Deon kemudian 6 prajurit arwah muncul di belakangnya. "Ting." Prajurit arwah menangkis tombak.
"Bunuh manusia kadal itu." Kata Deon memberi perintah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Shadow
kirain jadi haremnya hue
2023-06-03
1
Nazrul
mantap lanjut terus
2023-05-18
1