"Uwoooo." "Gwwooo." 4 zombie menghancurkan pintu dan masuk ke dalam ruangan. "Ahhh, zombie." Wanita berkacamata berteriak melihat zombie yang masuk ke dalam ruangan.
"Quest bertahan hidup. Bunuh manusia yang telah terinfeksi. Reward 10 Poin" Notifikasi biru muncul di depan Deon.
"Sepertinya kita mendapatkan misi untuk bertahan hidup." Kata Deon melihat notifikasi biru di depannya.
"Karena kalian bertiga adalah awakener. Seharusnya kalian bisa mengalahkan zombie-zombie ini dengan mudah." Kata Deon melihat wanita berkacamata, pria botak berkulit coklat dan pria berusia 40an.
Mendengar kata Deon, Pria berusia 40an dan pria botak berkulit coklat saling melihat. "Baik, ayo kita kalahkan zombie-zombie itu." Kata pria berusia 40an.
"Bagus." Deon mengangguk.
Deon mengambil sebuah tongkat kayu di lantai kemudian berjalan ke arah zombie. "Mati." "Buuukk." "Gwooo." "Buuukk." Deon memukul kepala dua zombie dengan tongkat kayu.
Melihat Deon bertarung melawan zombie, pria berusia 40an dan pria berkulit coklat kemudian ikut bertarung melawan zombie.
"Uuuhh." Pria berusia 40an terkena gigitan zombie di tangannya.
"Dia di gigit zombie." Wanita berkacamata berteriak melihat pria berusia 40an di gigit zombie.
"Ini hanya sebuah gigitan biasa. Aku pasti akan baik-baik saja." Kata pria berusia 40an.
"Kalian berdua menjauhlah darinya." Kata Deon melihat pria berkulit coklat dan wanita berkacamata. Pria berkulit coklat dan wanita berkacamata kemudian menjauh dari pria berusia 40an.
"Uugghhh." Pria berusia 40an terjatuh di lantai dan mulai kejang-kejang.
Deon berjalan ke arah pria berusia 40an kemudian memukul kepalanya menggunakan kayu. "Buuukk." "Buuukk."
"Ahhhhh." Wanita berkacamata berteriak melihat Deon membunuh pria berusia 40an.
"Dia sudah terinfeksi. Lebih baik aku membunuhnya sebelum berubah menjadi zombie." Kata Deon melihat wanita berkacamata dan pria botak berkulit coklat.
"Gwooo." 6 zombie masuk ke dalam ruangan. "Jika kalian berdua tidak ingin mati. Bantu aku mengalahkan 6 zombie itu." Kata Deon melihat wanita berkacamata dan pria botak berkulit coklat.
"Baik." Wanita berkacamata dan pria botak mengangguk.
"Gwwooo." "Buuukk." "Kraakkk." Deon memukul kepala zombie menggunakan tongkat kayu. Deon membuang tongkat kayu yang patah kemudian menendang zombie. "Buuukk." Zombie terjatuh ke lantai.
"Ahhhh." Pria botak berkulit coklat berteriak saat kakinya di gigit oleh zombie.
"Sial." Deon mengutuk melihat pria berkulit coklat yang kakinya di gigit zombie. Deon berjalan ke arah pria berkulit coklat kemudian memutar kepalanya. "Kraakkk." Pria botak berkulit coklat mati dengan leher patah.
"Kamu jangan sampai tergigit." Kata Deon melihat wanita berkacamata yang menangis.
"Baik." Wanita berkacamata mengangguk dengan menangis.
Deon mengambil tongkat kayu di lantai, kemudian memukul zombie yang mendekat ke arahnya. "Buukk." "Buuukk."
"Aku tidak boleh mati disini." Gumam Deon memukuli zombie yang mendekat ke arahnya.
Beberapa menit kemudian Deon duduk di lantai dengan terengah-engah. "Quest Selesai." "Anda mendapatkan 10 Poin."
"Akhirnya selesai juga." Deon tersenyum melihat notifikasi biru yang muncul di depannya.
"Aku tiba-tiba mengantuk." Kata Deon kemudian tertidur di lantai.
Saat membuka matanya Deon melihat dirinya berada di dalam kamarnya. "Open status Window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.
Nama : Deon
Usia : 25 tahun
Ras : Manusia
Class :
Level : 9
Health : 12
Strength : 12
Agility : 12
Stamina : 11/12
Mana : 12
Poin : 10
"Aku mendapatkan 10 poin." Kata Deon melihat 10 poin yang belum dia gunakan.
"Aku akan menambahkan 2 Poin di Health, 2 Poin di Strength, 2 Poin di Agility, 2 Poin di Stamina dan 2 Poin di Mana."
"Singg!!" Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.
"Benar, aku lupa bertanya wanita berkacamata itu tinggal di mana." Kata Deon.
Yogyakarta, Indonesia. Wanita berkacamata terbangun dari tidurnya. "Aku selamat." Kata wanita berkacamata mengusap keringat di dahinya.
"Pria itu menyeramkan." Kata wanita berkacamata mengingat Deon yang membunuh pria berusia 40an dan pria botak berkulit coklat.
"Tapi jika bukan karena dirinya, aku pasti tidak akan selamat." Kata wanita berkacamata.
Jakarta, Indonesia. "Ibu pulang." Seorang wanita berusia 50an berkulit putih, berambut hitam panjang masuk ke dalam apartemen.
"Ibu." Clara memeluk wanita berusia 50an.
"Apa kakakmu kerja." Tanya wanita berusia 50an.
"Tidak, kakak ada di kamarnya." Clara menggeleng.
"Kak Deon, ibu telah pulang." Clara berteriak.
Deon kemudian keluar dari kamarnya. "Oohh, ibu sudah pulang." Kata Deon melihat wanita berusia 50an. Deon tahu ibunya adalah seorang reporter dan sering pergi ke luar kota.
"Deon, apa kamu tidak rindu dengan ibu." Kata wanita berusia 50an.
Deon menghela nafas dan memeluk ibunya. "Deon rindu dengan ibu." Wanita berusia 50an tersenyum saat Deon memeluknya.
"Apa kalian sudah makan." Tanya wanita berusia 50an.
"Kami belum makan bu." Jawab Clara.
"Jika begitu, ayo kita pergi cari makan." Wanita berusia 50an tersenyum.
"Baik." Clara tersenyum. Deon, Clara dan ibu Deon keluar dari apartemen.
"Deon, kamu yang menyetir." Ibu Deon memberikan kunci mobil kepada Deon.
"Baik bu." Kata Deon kemudian masuk ke dalam mobil Suv. Clara dan ibu Deon kemudian masuk ke dalam mobil. "Broomm." Deon kemudian menjalankan mobil.
"Clara kamu ingin makan apa." Tanya ibu Deon.
"Aku ingin makan seafood bu." Kata Clara.
"Kalau kamu Deon." Tanya ibu Deon.
"Kepiting." Kata Deon fokus mengemudikan mobil.
"Baik, jika begitu kita akan makan seafood." Ibu Deon tersenyum.
30 Menit kemudian Deon berhenti di depan sebuah restoran. Deon, Clara dan ibunya turun dari mobil, kemudian masuk ke dalam restoran. "Selamat datang, ada yang bisa saya bantu." Kata pelayan restoran menyambut Deon, Clara dan ibu Deon.
"Clara apa yang ingin kamu makan." Kata ibu Deon memberikan menu makanan kepada Clara.
"Aku pesan, 1 Porsi cumi-cumi, gurita dan lobster." Kata Clara.
"Aku pesan 1 kepiting jumbo dan salmon." Kata Deon.
"Aku pesan salmon dan lobster." Kata ibu Deon.
"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Pelayan restoran tersenyum kemudian berjalan ke dapur.
"Deon, kapan kamu akan mencari pasangan." Kata ibu Deon. "Di usiamu sekarang, dulu ibu sudah menikah dengan ayahmu." Kata Ibu Deon.
"Ibu tidak perlu khawatir, Deon akan mencari pasangan secepatnya." Balas Deon.
Tidak lama kemudian Deon melihat pesanan makanannya datang. "Baiklah, ayo kita makan." Kata ibu Deon.
"Baik bu." Jawab Deon dan Clara bersamaan. Deon, Clara dan ibu Deon kemudian mulai makan.
30 Menit kemudian Deon, Clara dan Ibu Deon telah selesai makan. "Ibu akan membayar makanannya, kalian tunggulah di mobil." Kata Ibu Deon.
"Baik bu." Clara mengangguk. Deon dan Clara keluar dari restoran kemudian masuk ke dalam mobil.
Tidak lama kemudian Deon melihat ibunya masuk ke dalam mobil. "Deon, nanti berhenti di supermarket dekat apartemen kita." Kata Ibu Deon.
"Baik bu." Jawab Deon kemudian menyalakan mesin mobil.
30 Menit kemudian Deon berhenti di depan supermarket. "Deon, kamu ingin beli apa." Tanya ibu Deon.
"Belikan aku rokok." Kata Deon.
"Jika kamu ingin beli rokok. Belilah dengan uangmu sendiri." Kata Ibu Deon keluar dari mobil.
"Bu tunggu aku." Clara keluar dari mobil dan mengejar ibunya.
Beberapa menit kemudian, Deon melihat Clara dan ibunya masuk ke dalam mobil. "Ayo pulang." Kata Ibu Deon.
"Baik." Deon kemudian mengemudikan mobil.
Deon kemudian memarkir mobilnya di tempat parkiran apartemen. "Deon, bantu ibu membawa barang belanjaan." Kata Ibu Deon turun dari mobil.
"Baik bu." Deon keluar dari mobil kemudian membawa barang belanjaan. Deon, Clara dan Ibu Deon kemudian masuk ke dalam apartemen.
"Ibu sangat capek." Kata ibu Deon duduk di kursi.
"Apa ibu ingin aku pijat." Kata Clara.
"Boleh." Jawab ibu Deon. Clara kemudian memijat Pundak ibunya.
"Clara aku ingin di pijat juga." Kata Deon.
"Boleh, tapi 1 Menit 1 Juta." Kata Clara.
"Tidak jadi." Kata Deon kemudian masuk ke dalam kamarnya.
"Hari ini sungguh melelahkan." Kata Deon berbaring di kasurnya. Deon memejamkan matanya dan tidak lama kemudian tertidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Akun Terhapus
lanjut lagi
2023-05-08
1
Nazrul
mantap lanjut terus thor 💪💪💪 semangat up ya
2023-05-08
1