"Indihoyy apa abang? " tanya Ara polos.
Bryan dan Brian saling pandang mendengar perkataan Ara. "Bukan apa-apa dek, kamu tidur aja yaa, nanti besok telat bangunnya kan mau sekolah. " Brian mengalihkan pembicaraan.
"Indehoy apa abanggg? Ara gak mau tidur kalau belum tau artinya.. " ucap Ara ngegas.
"Olahraga malam. " sahut Bryan asal yang penting adeknya itu tau dan tidur segera.
"Ayah olahraga malam-malam? Pantes gak pakai baju tadi.. " Ara mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti. Bryan dan Brian bernafas lega.
"Sekarang tidur yaa, " pinta Bryan lembut.
Ara mengangguk lucu, "iya abang.. " sahut Ara lalu dia mendekati kasurnya dan merebahkan diri disana.
"Mau abang temani tidur hm? " tanya Bryan.
"Ck, " decak Brian saat mendengar ucapan Bryan.
Ara menggeleng lucu, "gak, Ara udah besar jadi Ara tidur sendiri aja.. " sahutnya yang membuat Bryan terkekeh.
"Masih bocil kamu dek.. " ledek Brian.
"No no no, Ara sudah besarr.. " ucap Ara.
"Kecil."
"Besar, "
"Kecil, "
"Besarrrr abangggg.. " teriak Ara kesal sambil melotot kan matanya, bukannya takut Brian malah terbahak melihat wajah menggemaskan adeknya itu ketika marah..
"Hahaha, iya iya besarr. " Brian terbahak lalu keluar kamar Ara.
Ara cemberut karena dirinya ditertawakan, "abang Ian nyebelin.. " gerutunya.
Bryan hanya terkekeh lalu mendekati Ara yang sedang rebahan itu.
Cup
"Good night princess, " Bryan mengecup kening Ara.
"Malam abangg, " sahut Ara sambil memejamkan matanya, Bryan menarik selimut untuk adek nya itu, lalu dia pergi keluar.
***
"Sayang wake up, " Radella menepuk-nepuk pelan pipi chubby Ara.
"Enggh, " lenguh Ara malah makin masuk ke dalam selimut dan meringkuk seperti bayi.
Radella terkekeh melihat itu, "sayang bangun, gak mau sekolah hm? " tanya Radella.
"Ara masih ngantuk Bunda, "sahut Ara dengan suara serak khas bangun tidur.
"Harus bangun sayang, kan mau sekolah.. Sini ayoo Bunda mandiin.. " Radella menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Ara.
Ara membuka matanya perlahan saat menerima sinar matahari pagi, "bunda mandiin? " tanya Ara lucu.
"Iya, kenapa? Ara gak mau? " tanya Radella.
Ara menggeleng, "Ara mauuu.. " semangat Ara, "ayoo bundaa.. " Ara berdiri dan menarik pelan Bunda menuju kamar mandi.
Radella geleng-geleng kepala melihat putrinya seperti anak kecil, beruntung wajah anaknya itu memang seperti baby jadi orang-orang bukannya ilfil tapi malah gemes dengan tingkah childish Ara.
Radella memandikan Ara, sungguh manja dan polos putrinya ini, putri nya tidak malu-malu jika melepaskan semua pakaian nya didepan sang Bunda.
"Ara dengerin Bunda yaa, Ara boleh lepas semua baju gini hanya didepan Bunda aja yaa. " Radella tidak ingin nanti putrinya seenak hati melepaskan baju didepan orang-orang.
Ara mengerjap polo, "why Bunda? " tanya Ara.
"Ara udah besar sayang, jadi tidak boleh lepas baju sembarangan yaa. "
Ara melihat dirinya yang sudah telanjang itu, "ini besar, " tunjuk Ara polos pada dada nya.
Radella terkekeh, "iya besar jadi jangan lepas baju sembarangan yaa apalagi didepan laki-laki. " nasihat Radella.
"Kenapa ini membesar Bunda? " Ara menanyakan kenapa dada bisa membesar pada ibu nya.
"Karena perempuan nanti akan menyusui anaknya sayang. "
"Menyusui anak? " Ara memiringkan kepalanya lucu.
Radella mengangguk, "nanti kalau Ara sudah menikah, Ara akan punya adek bayi dan adek bayi itu hanya minum disini.. " tunjuk Radella pada dada Ara.
"Kalau belum menikah tidak boleh punya adek bayi? " tanya nya polos.
Radella mengangguk, "iya, kalau mau punya adek bayi harus menikah dulu.. " ucapnya.
"Menikah seperti apa Bunda? " tanya Ara lagi.
"Menikah itu saat pasangan laki-laki dan perempuan sedang menghadap penghulu dengan menggunakan gaun pengantin. "
Ara menganggukkan kepala nya tanda mengerti. Selesai memandikan Ara, Radella membantu Ara berpakaian dan mengeringkan rambut yang basah.
"Ayam wake up, Ayam gak boleh malas-malasan lohh, " setelah selesai bersiap Ara menghampiri kucingnya itu dan membangun ka nya.
Radella geleng-geleng kepala melihat putrinya itu lalu dia turun kebawah lebih dulu karena ingin menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya.
Ara masih membangunkan peliharaan nya itu, namun si peliharaan sepertinya enggan untuk bangun karena kesal Ara menarik ekor nya.
Meongggg
Si kucing bersuara keras saat dengan tidak berperasaan nya si majikan nya itu menarik ekor nya. Kucing itu lantas mencakar tangan mungil yang sudah berani menarik ekor nya.
"Aarrggh, " erang Ara kesakitan karena cakaran si kucing. Ara melihat pergelangan nya yang berdarah karena cakaran si kucing.
"Hikss ayam jahat, Ara gak like.. " Ara berlari keluar kamar sambil menangis.
****
"Bundaa, ayahhh hiksss.. " Ara menangis sambil berlari menuju ruang makan.
Radella, Bima, dan dou B terkejut melihat si bungsu menangis, reflek mereka semua berdiri dan melihat kearah Ara yang mendekati Bima.
"Ayahh look, ayam cakar Ara hikss. " adu Ara sambil memperlihatkan pergelangan tangannya yang terkena cakaran kucing.
Bima jelas panik melihat darah keluar dari pergelangan putrinya, "kita kerumah sakit, "paniknya tanpa meneliti luka itu.
Melihat Bima yang panik semua ikut panik, Radella bergegas mengambil dan kotak p3k untuk bentuan pertama sebelum kerumah sakit. padahal mereka belum melihat dengan jelas seperti apa luka yang Ara dapat.
"Ayahh hikss.. " isak Ara.
"Sabar sayang. "
"Coba Bunda obati dulu agar tidak keluar terus darahnya. " ucap Radella yang sudah memegang kotak p3k dan mendekati Ara.
Bryan dan Brian ikut mendekat kearah Ara untuk melihat luka Ara, setelah melihat dengan jelas luka di pergelangan Ara membuat Brian memutar bola matanya malas. Sedangkan Bryan hanya geleng-geleng kepala.
Radella yang melihat cakaran kecil yang didapat putrinya hanya terkekeh, suaminya itu terlalu menyayangi Ara sehingga panik sebelum melihat seperti apa luka yang didapat Ara. Radella mulai membersihkan darah yang keluar lalu mengobati nya setelah diobati Radella menutupi luka cakaran itu dengan plester luka. Bima menghela nafas lega melihat pergelangan putrinya sudah diobati lebih dulu.
"Sudah jangan nangis lagi yahh," kekeh Radella.
"Luka gitu doang nangis elahh, " cibir Brian.
Ara Mencebikkan bibirnya lucu, "sakit tau.. "
"Masih sakit hm? " tanya Bima lembut.
"Masih nyut nyut.. " sahut aralucu.
Cup
Bima mencium pergelangan Ara yang terkena cakaran kucing itu, "udah gak apa-apa, nyut nyut nya cuma sebentar kok. " Bima mengelus rambut panjang putrinya.
"Sekarang sarapan sayang, nanti telat sekolahnya. " ucap Radella sambil menyerahkan nasi goreng ke Ara.
"Hu'um, " Ara duduk di kursi dan mulai memakan nasi goreng nya.
"Ara sekolah ayah yang anterin, kalian duluan aja. " ucap Bima kepada kedua anak kembarnya.
"Gue naik motor, " ucap Brian lalu menyalimi ayah dan bunda nya dan terakhir mengecup kening Ara yang sedang makan itu. "Gue duluan, bye.. " pamit Brian lalu dia keluar lebih dulu dari Bryan.
"Kamu naik motor juga? " tanya Bima pada Bryan.
"Ayah jemput Ara? " tanya Bryan kalau Bima jemput Ara maka dia akan pergi kesekolah menggunakan motor juga tapi kalau Bima tidak bisa jemput dia akan menggunakan mobil. Bryan tidak ingin adeknya panas-panasan menaiki motor.
"Ayah akan jemput Ara. " sahut Bima.
"Kalau begitu Bryan menggunakan motor juga.. " ucap Bryan lalu menyalimi kedua orang tuanya.
Cup
"Abang tunggu disekolah dek. " ujar Bryan setelah mengecup singkat pipi chubby Ara.
Ara mengangguk lucu, "hu'um, papayy abangg.. " Ara melambaikan tangan mungilnya kearah Bryan yang sudah berjalan keluar.
Ara melanjutkan makannya setelah selesai Ara berpamitan kesekolah kepada bunda nya.
***
Ditengah perjalanan menuju sekolah BIHS mobil yang dikendarai Bima tiba-tiba mogok.
"Ayah why? " tanya Ara saat mobil ayahnya berhenti tiba-tiba.
"Sepertinya mobilnya mogok, " sahut Bima.
"Mogok? " tanya Ara bingung.
"Mobilnya gak bisa hidup sayang. " sahut Bima.
"Terus Ara gimana sekolahnya? " tanya Ara bingung.
Bima menghela nafas lalu tersenyum kearah putrinya, "kamu sekolah menggunakan taksi aja yaa.. " ucap Bima.
Ara menggeleng kuat, "Ara takut, nanti Ara diculik. " ucapnya polos.
Bima terdiam, benar yang dikatakan putrinya, putrinya itu polos dan lugu sangat mudah untuk orang-orang menculiknya. "Ayah yang akan temani kamu naik taksi.. " ucap Bima.
"Oke, " sahut Ara lalu mereka keluar mobil. Bima menggenggam tangan mungil putrinya sambil melihat lihat jalan untuk mencari taksi. Saat hendak melambaikan tangan untuk menghentikan taksi tiba-tiba ada mobil yang berhenti didepan Bima dan Ara.
Bima mengernyit bingung melihat mobil sport berhenti didepan nya, orang yang berada dimobil itu keluar dan seketika Ara tersenyum melihat siapa yang keluar itu.
"Abanggg, " sapa Ara lucu dan yang dipanggil abang itu tersenyum manis kearah Ara.
"Pagi om, kenapa mobil nya om? " tanya seorang pria tampan yang baru keluar dari mobil itu. Ara cemberut karena sapaannya tidak dibalas oleh pria tersebut.
Bima tersenyum melihat pria didepannya itu, "Pagi, mobil om mogok dan om mau mencari taksi untuk mengantarkan Ara sekolah. " sahut Bima.
"Biar Ara bersama aku aja om. " ujar pria itu.
"Apakah tidak merepotkan? " tanya Bima.
Pria tersebut terkekeh, "kan kami menuju sekolah yang sama Om. " sahutnya.
Bima menepuk jidatnya, "ohh iya ya, yaudah Om titip Ara yah," pinta nya.
"Baik om,,, ayo Ara kita berangkat. " ajak pria itu.
"Hu'um, " Ara mengangguk lucu, "ayah Ara tinggal yaa, Ara mau sekolah biar Ara pinter. " pamit Ara lucu.
Cup
Bima terkekeh lalu mengecup pipi chubby Ara, "hati-hati dan belajar yang rajin sayang. "
Ara mengangguk lucu, "om kami berangkat dulu. " pamit pria itu dan diangguki oleh Bima. Pria itu membukakan pintu mobil untuk Ara setelah Ara masuk dia berjalan kearah pintu kemudi.
"Papayy ayahhh.. " Ara melambaikan tangan nya kearah Bima dan dibalas lambaian tangan juga.
***
Didalam mobil Ara terus berceloteh kepada di pria yang memberikan tumpanga kepadanya.
"Abang, Ara beli HP kemarin. " Ara memperlihatkan ponsel barunya kepada si pria. Pria tersebut melihat kearah ponsel Ara, bukannya melihat kearah ponsel tapi pria tersebut melihat kearah pergelangan Ara yang menggunakan plester luka.
"Ini kenapa? " tunjuk pria itu kepada luka Ara.
"Luka." sahut Ara.
"Luka kenapa? "
Ara Mencebikkan bibirnya kala mengingat perbuatan ayamnya ehh kucingnya. "Ayam cakar Ara huhu.. " ucapnya lucu.
Pria itu sangat gemes dengan gadis disampingnya ini, "kamu gangguin ayamnya yang makanya sampai dicakar gitu? " tanyanya.
"Gak, Ara cuma bangunin aja kok.. "
"Gimana cara Ara bangunin nya? "
Ara memiringkan kepalanya, "Ara tarik ekornya.. " sahutnya polos.
Pria itu hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ucapan polos dari Ara, "lain kali jangan gitu ya bangunin nya, nanti dicakar lagi lohh. " nasihatnya.
"Hu'um" Ara mengangguk lucu dan pria itu mengacak gemes rambut Ara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Bzaa
paling Bagas 😉, ato kl engga lima
2023-06-13
0
Shai'er
abang Lima gak tuh 🤔
2023-06-10
0
Shai'er
hadeuh🤦♀️🤦♀️🤦♀️
2023-06-10
0