Mobil Bima memasuki parkiran sekolah elite yang ternama di kota Bandung. BIHS(Bhetany International High School) yang pemilik nya asli Jakarta.
Ara menatap bangunan yang indah dan luas itu dengan mulut yang terbuka karena kagum akan keindahan sekolah tersebut.
"Tutup mulutnya princess, " Bima terkekeh melihat wajah menggemaskan sang putri.
"Ayah lihat, sekolahnya sangat bagus. " ucap Ara senangg.
"Didalam lebih bagus sayang, ayo kita turun dan temui kepala sekolahnya. " ajak Bima dan Ara bergegas membuka pintu mobil. Dia begitu senang dan bersemangat karena ini untuk pertama kali nya dia Bersekolah.
Murid-murid yang masih diparkiran menatap mobil yang belum pernah mereka liat sebelumnya masuk parkiran sekolah mereka, mereka penasaran siapa yang berada di dalam mobil itu. Ara keluar dari mobil dengan riang dan melompat-lompat kecil sehingga membuat pipi chubby nya bergoyang.
Para murid terpekik histeris melihat bocil yang menggemaskan ada disekolah mereka.
"Woyyy lahh ada bocil disekolah kita. "
"Gemes banget astagaa... "
"Ehh pengin ngarungin tu bocil, "
"Dek sisi dekk,"
"Pipi nya mau tumpah anjirrr. "
"Tubuhnya pendek berisi, uhh gemes bangett... "
"Degem, "
Begitulah pekikan murid-murid yang melihat Ara sedang melompat-lompat kecil itu.
"Ayah lihat, mereka liatin Ara terus, Ara jelek? " tanya Ara saat menyadari murid-murid BIHS itu sedang menatapnya gemes.
Bima terkekeh, "Ara cantik dan lucu maka dari itu orang-orang liatin Ara. " ujar Bima yang mendengar pujian atas putrinya itu.
"Ara cantik seperti bunda hihi, " Ara terkikik dan membuat para murid kembali histeris.
"Senyum nya wehhh. "
"Meleleh hati abang dekkkk, "
"Huaaa pengin punya degem seperti nya."
"Anjirrr perlu dideketin ini. "
Bima hanya tersenyum kecil mendengar pekikan murid-murid BIHS yang mengagumi putrinya itu. Bima menggenggam tangan mungil putrinya dan berjalan melalui murid-murid yang masih menatap gemes Ara. Di Koridor sekolah Bryan dan Brian menghampiri ayah dan adek mereka itu.
"Ayah, " panggil Brian.
"Abangg-abang kembar, " sapa Ara senang, Bima hanya melirik sekilas ssaja pada putra kembar nya itu.
Saat ini mereka berempat sudah didepan ruangan kepala sekolah.
Tok tok tok
Bima mengetuk pintu dan terdengar suara yang menyuruh mereka masuk. Bima masuk dengan Ara, saat Bryan dan Brian hendak ikut masuk Bima segera mencegah dan menyuruh mereka berdua menunggu di luar saja. Bryan dan Brian hanya menghela nafas pasrah.
"Permisi Pak Tono, " ucap Bima kepada kepala sekolah BHIS itu.
Pak Tono berdiri menyambut tamunya itu, "silakan duduk Pak Bima, " mereka bertiga pun duduk disofa yang berada di ruangan kepala sekolah tersebut.
"Seperti yang saya katakan ditelpon tadi malam, putri bungsu saya akan bersekolah disini. " ucap Bima to the point.
"Ah iya Pak Bima, Putri anda akan masuk kelas X IPA2, "ujar Pak Tono dan Bima mengangguk.
"Ara belajar yang rajin ya sayang, kalau mau ke kantin tunggu abang jemput aja yaa, " ucap Bima pada putri nya itu.
"Why tunggu abang? " tanya Ara.
"Karena kamu masih baru disini sayang, jadi perlu ditemani abang. " sahut Bima dan Ara menganggukkan kepalanya.
"Mari saya antar kekelas, " ajak pak Tono.
"Yeayy, ayo pak. " antusias Ara dan membuat pak Tono gemes.
Pak Tono berdiri dan berjalan diikuti oleh Bima yang sedang menggenggam tangan mungil Ara. Mereka keluar.Bryan dan Brian masih stay didepan pintu menunggu adek bungsu mereka keluar.
"Kalian nanti mau ke kantin jemput Ara, jangan biarkan dia pergi sendiri. " ujar Bima kepada anak-anak kembar nya itu.
"Siap ayahh. " sahut mereka bersamaan.
"Kalian pergilah ke kelas, ayah akan mengantarkan Ara ke kelasnya dulu. " titah Bima.
"Helehh anak kesayangan aja masuk diantar sampe kelas, lahh kami dulu sampai parkiran sekolah aja. " cibir Brian merasa iri. Bima mengabaikan cibiran dari anak keduanya itu dan terus berjalan mengikuti pak Tono.
"Ck, ayah pilih kasih. " decak Brian saat ayahnya mengabaikan nya.
"Dia adek kita, tidak perlu merasa iri. " ujar Bryan lalu pergi meninggalkan Brian yang masih menggerutu itu.
***
"Ayah ikut ke kelas? " tanya Ara saat ayahnya juga mengikuti pak Tono.
"Iya princess, ini pertama Ara sekolah SMA jadi ayah harus nganterin sampe kelas dong. " sahut Bima mengacak rambut Ara gemes.
"Ihh ayahh, rambut Ara berantakan, dan Ara gak cantik kek Bunda lagi.. " cemberut Ara karena rambutnya berantakan.
Pak Tono yang mendengar protesan Ara terkekeh kecil, 'murid satu ini sangat menggemaskan, 'batin pak Tono.
"Ara selalu cantik sayang. " Bima terkekeh melihat bibir anaknya yang maju beberapa centi itu.
"Ayah gak tipu-tipu kan? "
"Ayah serius princess, " gemes sekali Bima dengan anak bontot nya ini, dulu jangankan mengantar anaknya sekolah dirumah saja Ara/Bella selalu dikamar dan jarang bertemu dengannya jadi dia bersyukur karena sekarang anaknya tidak pendiam lagi bahkan anaknya ini sangat manja dan Bima menyukai itu.
"Nah ini kelas kamu, " ucap pak Tono pada Ara saat meraka sudah berada didepan kelas X IPA2.
Ara mendongak dan melihat papan yang bertuliskan kelas X IPA2 diatas pintu lalu dia tersenyum cerah.
"Terimakasih pak.... Ayahh Ara mau belajar sama teman-teman hihi, " Ara berucap sambil cekikikan senang.
Pak Tono dan Bima gemes dengan Ara.
"Mari masuk Ara. " titah pak Tono dan Ara berpamitan pada sang ayah.
"Ayah Ara masuk ya,, " pamit Ara.
"Belajar yang rajin sayang, pulang nanti kamu bersama abang yah, ayah ada kerjaan. " ucap Bima.
Cup
Ara mengangguk lalu mengecup pipi sang ayah. "Papayy ayahh. " Ara melambai lalu masuk kedalam kelas. Bima hanya tersenyum dengan sikap childish anaknya itu.
*
Suasana kelas X IPA2 hening karena guru yang mengajar sudah masuk kelas.
"Permisi bu Sari, " ucap pak Tono.
Bu Sari yang sedang menjelaskan materi itu terhenti dan menatap pak kepala sekolah.
"Eh iya Pak, ada apa? " tanya bu Sari ramah.
"Ini bu ada murid baru yang akan masuk kelas ini. " tunjuk pak Tono pada Ara yang sedang menampilkan senyum manisnya.
"Manis euyyy senyumnya. "
"Gemess banget sihh. "
"Pipi nya wehhh. "
"Astaga ada bocil masuk kelas kita. "
Kelas yang awalnya hening mendadak ramai seperti pasar malam saat melihat Ara didepan mereka.
"Ah iya Pak, " ujar bu Sari.
"Kalau begitu saya permisi kembali dulu Bu. " pamit pak Tono lalu berjalan keluar, sebelum keluar pak Tono menyorot tajam menatap para murid kelas X ipa2 itu.
"Perkenalkan dirimu dulu ya, " titah bu Sari pada Ara.
Ara menggangguk lucu, "haii teman-teman perkenalkan nama panjang Ara... " ucapan Ara terhenti karena dia tidak tau nama panjang Bella. "Arawind ehhh bukan, Ara apa yahh.. " Ara mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari mungilnyaa itu, dia nampak berpikir.
Mereka yang melihat Ara lupa dengan namanya sendiri jadi terkekeh, sangat menggemaskan pikir mereka semua.
"Lupa nama panjang dek? "
"Gak apa-apa belum tau nama panjangnya sekarang, mungkin mau ijab kabul nanti baru tau nama panjang nya. "
"Gemesin."
"Bocil IPA2, "
"Lucu banget sih astaga. "
Bu Sari ikut terkekeh, "yasudah kalau Ara belum hapal nama panjangnya tidak apa-apa, kamu silakan duduk disebelah Susi ya. " titah bu Sari.
Ara mengerjap polos lalu mengangguk lucu, "Susi yang mana ibu guru? " tanya Ara.
"Gue, " Susi melambaikan tangannya dan Ara menoleh kearah murid yang melambaikan tangan nya itu.
"Duduklah, " titah bu Sari dan Ara mengangguk lalu dia berjalan kearah Susi.
"Sini cil, " Susi membenarkan kursi disamping nya untuk diduduki oleh bocil itu.
Ara tersenyum lalu duduk di samping Susi. "Terimakasih, " ucap Ara.
Susi gemes dengan Ara yang tembem itu, "sama-sama bocil.. " Susi mencubit pelan pipi chubby Ara.
"Ishh Susi kaya abang Brian deh suka cubit pipi dan panggil Ara bocil, padahalkan Ara sudah besar. " cemberut Ara dan semua yang melihat itu tertawa gemess
"Lo emang bocil Ra, "
"Iya bocil. "
Murid-murid kelas x itu menyebut Ara dengan sebutan bocil. Bu Sari hanya geleng-geleng kepala.
"Sudah mari kita lanjutkan pelajarannya, " ujar bu Sari dan mereka semua kembali mendengar kan penjelasan materi dari bu Sari.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
De Ryanti
Ara anak SMA apa paud sie
2024-01-07
2
Umiie'ne Naza
tiba nyA kok kaya bocah idiot Ya, terlalu polos banget,
2023-08-06
1
hani chaq
ada ya anak dah sma tapi kelakuan kaya anak sd
2023-06-13
2