belajar menggunakan hp

"Gas, " panggil Bram kepada putra sulungnya itu.

Bagas dan Bram sedang makan malam , "apa? " tanya Bagas.

"Kamu masih ingat Bella anaknya om Bima? " tanya Bram.

Deg

Bagas terkejut mendengar ucapan sang daddy, "i-ingat, kenapa Dad? " tanya Bagas berusaha tenang.

"Dia berubah, " ucap Bram.

"Berubah gimana maksudnya dad ? " tanya Bagas.

"Dulu kan dia culun dan pendiam, sekarang dia tidak culun lagi walau masih suka nunduk kalau liat Daddy.. " jelas Bram, entah apa tujuan nya curhat ke Bagas dia pun tidak tau tapi dia ingin mengatakan bahwa jika dia melihat anak sahabatnya itu seakan melihat putrinya yang telah tiada.

'Jelas nunduk karena Ara masih takut sama Daddy. 'Batin Bagas.

"Terus? Cuma penampilan yang berubah? " tanya Bagas.

Bram menggeleng, "bukan cuma penampilan tapi aura nya agak berubah juga, soalnyaaaa... " Bram menghalau pikirannya tentang Bella, mungkin ini akibat dia merindukan putrinya maka dari itu waktu dia melihat Bella yang seumuran putrinya dia seakan melihat putrinya didiri Bella, tanpa dia tahu bahwa Ara lah yang berada di raga Bella.

"Apa Dad? Cerita aja.. " desak Bagas, dia ingin tahu apakah Daddy nya itu merasakan aura dari Ara.

"Saat daddy lihat penampilan nya yang sekarang tiba-tiba daddy teringat Ara, dan seakan daddy melihat Ara di diri Bella.. " lirih Bram, dia kembali sedih karena rindu dan rasa bersalah ada diri nya.

"Serindu itu Daddy sama Ara sehingga daddy melihat aura seperti Ara di diri Bella? " tanya Bagas, padahal dalam hati dia senang karena Daddy nya benar-benar menyesal karena telah menyia-nyiakan Ara waktu dikehidupan Ara dulu.

"Hem, daddy sangat rindu jika waktu bisa diputar kembali daddy akan menyayangi Ara dan membuat Mommy tenang.. " air mata jatuh dipipi Bram, lagi dan lagi dia menangis saat permintaan terakhir mending istrinya tidak pernah dia lakukan.

Bagas menghela nafas melihat daddy nya menangis, "sudahlah Dad, ini semua sudah terjadi dan anggap aja Bella anak Daddy sendiri itung-itung menebus kesalahan Daddy pada Ara.. " saran Bagas tanpa berniat memberi tahu yang sebenarnya, bukannya Bagas ingin melihat daddy nya bersedih tapi dia menjaga rahasia Ara terlebih dahulu karena Ara sekarang sedang bahagia bersama keluarga barunya.

Bram menatap putra sulung nya itu lekat, "kenapa harus menganggap Bella anak Daddy? " tanya Bram bingung.

"Kan kata daddy melihat Bella seperti melihat Ara, jadi tidak salahnya menganggap Bella sebagai anak daddy sendiri, mungkin itu akan membuat hati daddy sedikit lebih tenang dari kesedihan. " jelas Bagas, 'dekk semoga setelah ini kamu bisa merasakan kasih sayang Daddy yang sebenarnya, daddy akan menyayangi mu walaupun kamu berada ditubuh orang, hanya ini cara untuk membuat Ara tidak takut lagi pada Daddy, 'batin Bagas, dia tahu Ara takut pada daddy nya jadi dia menyarankan sang daddy untuk menganggap Bella seperti anaknya sendiri, dan siapa tahu dari kelembutan Bram membuat Ara tidak takut lagi.

Bram memikirkan ucapan Bagas yang benar adanya, mungkin dengan menganggap Bella sebagai anaknya dia akan merasa sedikit tenang mengingat dia melihat Bella dengan aura Ara. "Benar, daddy nanti akan berkunjung kerumah Bima.. " tekad nya.

Bagas tersenyum, "iya dad, " ucapnya.

***

"Nahh ini whatsapp dekk, " ucap Brian memberi tahu tentang aplikasi-aplikasi yang perlu dipelajari oleh Ara.

Setelah makan malam selesai ketiga anak dari pasangan Bima dan Radella itu izin ke kamar si bungsu untuk ngajarin si bungsu menggunakan ponsel, Bima memperingati kedua anak kembar nya untuk mengajarkan Ara yang baik-baik saja.

"Whatsapp? " bingung Ara, saat ini Ara sedang duduk dipangkuan Bryan dan Brian berada disamping nya untuk mengajar kan nya cara menggunakan ponsel.

"Whatsapp ini untuk mengirim pesan dan menelpon orang dek, " jelas Brian.

Ara mengangguk mengerti, "gimana cara telpon dan kirim pesan? " tanya Ara.

"Nahh seperti ini, ini kan ada gambar seperti pesan kan? Pencet ini lalu cari nama yang ingin adek hubungi lalu pencet ini, setelah masuk di room chat nya kamu bisa ketik apa saja yang ingin kamu beritahu pesannya, " dengan hati-hati Brian menjelaskan agar adeknya itu paham. "Terus kalau mau telpon pencet gambar ini.. " tunjuk Brian pada gambar yang seperti telpon rumahan itu dilayar ponsel Ara.

"Ara mau kirim pesan ke Susi, " seru Ara.

"Susi? Emang kamu udah punya nomornya? " tanya Brian.

Ara menatap polos Brian,"nomor? "Bingung Ara.

"Ck, kalau gak ada nomor telpon nya mana bisa kita mengirim pesan padanya.. " decak Brian, sedangkan Bryan hanya terkekeh melihat kepolosan adeknya. Bryan hanya memantau cara Brian mengajari Ara menggunakan ponsel maka dari itu dia diam saja namun sesekali mengecup pipi chubby Ara.

"Kemana kita cari nomor telpon Susi? " tanya Ara polos.

"Minta ke Susi langsung dong dekk.. " jelas Brian.

Ara menganggukkan kepalanya, "ayo abang pergii.. " ajak Ara pada Bryan.

"Heh mau kemana? Kan belajar menggunakan ponsel nya masih berlanjut dan belum selesai. " tanya Brian.

Ara menatap bingung pada Brian, "iya inikan masih belajar, kata abang tadi kalau mau kirim pesan ke Susi kita meminta langsung ke Susi, nahh sekarang Ara mau ajak bang Iyan kerumah Susi untuk meminta nomornya, " jelas Ara dengan polosnya membuat Bryan lagi-lagi terkekeh.

Brian membuang nafas kesal, "ini malam dekk, bisa besok mintanya, astagaaa.."capekk juga ngajarin orang polos ternyata, sedari tadi Brian mengajar kan beberapa cara menggunakan ponsel dan ada-ada saja kelakuan Ara yang membuat Bryan terkekeh tapi tidak untuk Brian, dia malah kesal dengan kelakuan Ara.

"Why? Ara kan mau kirim pesan sekarang, emang bisa kirim pesan nya sekarang dan minta nomer telpon nya besok? " tanya Ara dengan polosnya.

Ahh kesabaran Brian setipis tisu ingin rasanya dia memindahkan adeknya ini ke planet lain. "Bryan gue nyerah, lo aja yang ajarin Ara.. " hah akhirnya Brian menyerah guysss xixi.

"Dek dengerin abang ya, ini sudah malam dan waktunya tidur kalau mau meminta nomor ponsel Susi besok aja disekolah yaa, dan malam nya kamu bisa kirim pesan ke Susi. " jelas Bryan lembut dan langsung diangguki oleh Ara.

Brian melongo melihat adeknya tidak cerewet ke Bryan, sedangkan ke dirinya adeknya itu sungguh cerewet. Yaaa bedalah Brian, kamu kan ngajarin Ara gak ada lembut-lembutnya jadi Ara cerewet nahh kalau Bryan ucapannya aja lembut membuat Ara langsung mengerti xixi.

Drrt drrrt drrrt

Terdengar suara ponsel berdering dan Ara segera mengecek ponsel nya.

"Ck, HP abang yang bunyi cil.. " decak Brian lalu dia berjalan kearah balkon kamar Ara untuk menerima telpon.

"Kok HP Ara gak bunyii, " cemberut Ara.

Bryan terkekeh, "belum ada yang tau nomor telpon kamu dek, jadi tidak ada yang hubungin kamu.. " kekeh Bryan sambil menarik hidung Ara lucu.

"Abang punya nomor telpon Ara? " tanya Ara.

"Punya dongg,,,,liat kontak Ara nomor siapa-siapa aja yang Ara punya. " titah Bryan dan Ara segera mengecek kontak yang ada diponsel baru nya.

"Ayah, Bunda, abang Bryan, abang Brian... " ucap Ara menyebutkan nama-nama kontak yang di ponsel nya. "Cara nelpon gimana tadi bang? " tanya Ara sambil menyodorkan ponsel nya dan Bryan kembali menjelaskan apa yang Brian ajarkan kepada Ara dengan pelan dan lembut sehingga Ara langsung mengerti.

***

Dikamar bawah dikediaman Arshana sepasang suami istri sedang berciuman panas dan sepertinya akan bercocok tanam karena mereka berciuman sambil melepaskan pakaian masing-masing.

"Ahhh mass.. " desahh Radella saat Bima mencumbu nya dengan lembut dan penuh gairah.

Bima tersenyum disaat usianya yang udah mendekati kepala lima tapi dia masih bisa memuaskan istri nya itu.

"Perlukah kita membuat kan adek untuk Ara? " tanya Bima menatap Radella teduh.

Plakk

Radella menggeplak lengan kekar sang suami, "tiga anak cukup mas, aku gak mau nambah lagi.. " ucapnya.

Bima terkekeh, "bercanda sayang... " ucap Bima lalu kembali mencumbu Radella.

Saat mereka akan melakukan penyatuan tiba-tiba ponsel Bima berdering.

Drrrt drrrt drrrt

Bima menggeram karena disaat akan menikmati surga dunia ada yang mengganggunya. Tanpa melihat siapa yang menelpon Bima langsung mematikan ponselnya.

Bima kembali memposisikan pusakanya pada inti tubuh Radella dan memasukkan secara perlahan, saat pusaka Bima sudah masuk setengah tiba-tiba ponsel Radella yang berbunyi.

Drrrt drrrt drrrt

Radella melihat kearah sang suami yang berada di atas. "Sepertinya penting mas, " ujarnya lalu mengambil ponselnya dinakas.

Alis Radella terangkat saat melihat siapa yang memanggilnya dengan panggilan video.

"Siapa? " tanya Bima sambil menyentakkan pusakanya masuk kedalam.

"Ahhh, " karena terkejut tangan Radella tidak sengaja mengangkat panggilan video dari putri bungsunya itu, dan sialnya Ara mendengar ******* Radella yang di seberang telpon itu.

"Bundaaaa kenapaaa? Bunda kesakitan? Ara turun kebawah yaaaa. " khawatir Ara saat mendengar bundanya mendesah.

Bima yang hendak menggerakkan pinggul nya tidak jadi karena mendengar suara putrinya diseberang telpon.

"Ara yang telpon? " tanya Bima dan Radella hanya mengangguk jika dia bersuara takut Ara akan mengira dia kesakitan karena bicara setengah mendesah.

Bima mendesah pelan hendak dicabut nanti akan membuat nya tersiksa jadi dia diamkan saja dan memberikan kode tanpa suara kepada Radella untuk mematikan ponselnya.

"Bunda kenapa diam? Dimana ayah? Ara tadi dengar suara ayah, bundaa Ara mah liat ayahh.. " cerewet Ara.

Radella tidak menjawab dia hanya diam dengan wajah yang seakan menahan sesuatu. Bima mengambil alih telpon tersebut sejenak Bima dapat melihat wajah serius putrinya ketika bertanya.

"Astagaaa bocil.. " terdengar suara Brian di seberang telpon.

Tut tut tut

Telpon dimatikan dari Ara yang Bima yakini Brian lah yang mematikan ponsel itu. Bima menggeram karena anak-anak kembarnya tidak becus mengawasi Ara yang sedang bermain ponsel.

***

Brian yang berada di balkon kamar Ara kerena menerima telpon dari temannya seketika mematikan telpon itu secara sepihak karena mendengar suara Ara menyebutkan bunda, bunda dan ayahh.

Karena penasaran Brian melirik kedalam dan terlihat Ara sedang memandang ponsel sambil bersuara.

"Dimana Bryan? " bingung Brian saat tidak melihat kembarannya itu disisi Ara. Brian masuk kedalam dan mendekati Ara.

Brian heran karena Ara berhenti berceloteh dan Ara mendekatkan wajahnya ke ponsel untuk memastikan penglihatan nya, Brian yang penasaran ikut melihat kearah ponsel Ara yang terlihat Bima seperti merangkak karena terlihat langit-langit kamar orang tuanya itu dan lebih membuat Brian terkejut adalah ayahnya itu tidak menggunakan baju.

"Astagaaa bocil.. " Brian merebut ponsel Ara lalu mematikan panggilan video tersebut. Brian meneguk ludah kasar, dapat dipastikan besok dia dan kembarannya akan kena semprot yang ayah karena sudah lalai mengawasi Ara.

"Ishhh abang kok dimatikan, Ara kan pengin nanya kenapa ayah gak pake baju, kan dinginn.. " kesal Ara, beruntung dia tidak curiga bahwa ayahnya itu memakan bunda nya.

"Kenapa telpon bunda? " tanya Brian.

Ara memiringkan kepalanya, "emang tidak boleh telpon bunda? " Ara malah balik bertanya.

"Kalau malam tidak boleh menelpon bunda atau pun ayah, " ujar Brian.

"Why? " tanya nya polos.

"Kamu tidak perlu tau Cil, itu urusan orang dewasa.. " ucap Brian.

Ara menganggukkan kepalanya lucu, "Ara gak akan telpon ayah dan bunda lagi malam-malam. " ucapnya yang membuat Brian sedikit khawatir dengan ucapannya sendiri. Adeknya itu polos apakah ucapannya tadi akan dipahami oleh sang adek? Seperti nya tidak maka dari itu dia sedikit khawatir.

"Bryan mana? " tanya Brian mencoba menghalau pikiran khawatir nya.

"Abang kedapur, haus katanya. " sahut Ara.

Ceklekk

"Dekk udah malam, tidurr yahh.. " baru saja membuka pintu kamar Bryan langsung menyuruh Ara tidur.

Ara dan Brian menoleh kearah Bryan yang baru masuk dengan tatapan berbeda-beda, kalau Ara menatap Bryan dengan pandangan polos sedangkan Brian menatap Bryan dengan pandangan tajam.

Terpopuler

Comments

Shai'er

Shai'er

pandang pandangan 🤭🤭🤭

2023-06-10

0

Shai'er

Shai'er

buahahaha🤣🤣🤣

2023-06-10

0

Shai'er

Shai'er

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2023-06-10

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!