minggu wekend

"AYAMMM ARAAA MANAA.. " pagi-pagi Ara sudah heboh berterik mencari ayamnya ehh kucing maksudnya.

Hari ini minggu yang artinya sekolah libur, setelah penyambutan kepala sekolah hari itu Ara tidak melihat Bagas lagi dan Ara pun hanya diam tanpa berniat menemui Bagas keruangan nya, Ara sadar kalau wajahnya sudah berubah dan kemungkinan abangnya itu tidak akan mengenalnya.

Jam 8 Ara baru bangun tidur dan segera mandi lalu dia berniat akan memandikan peliharaan nya itu tapi setelah ditelusuri seluruh kamar ayamnya tidak terlihat maka dari itu dia berteriak menggoncang rumahh.

Bima, Radella, dan duo B yang sedang santai diruang tamu setelah sarapan, mereka terkejut mendengar teriakan Ara yang melengking itu. Bima segera dan berjalan menaiki anak tangga untuk melihat putrinya itu, sedangkan Radella dan dou B hanya menghela nafas. Selalu saja begitu, pikir mereka... Yaaa Ara selalu berteriak jika tidak melihat ayamnya itu membuat Radella dan dou B sudah terbiasa. Sedangkan Bima baru pulang kemarin karena dia keluar kota beberapa hari untuk urusan pekerjaan selama beberapa hari ini, jadi dia tidak tau kebiasaan putrinya yang suka berteriak itu.

Bima memasuki kamar putri nya dengan raut wajah khawatir, "ada apa sayang? " tanya Bima saat melihat putrinya itu terngkurep dan melihat kearah kolong ranjang.

Ara yang mendengar suara ayahnya itu segera bangun dan memeluk tubuh ayah nya erat, "ayah kapan pulang, Ara rindu tau. " Ara mencebikkan bibirnya pertanda dia kesal karena ayah nya pergi lama, padahal hanya beberapa hari saja. Melihat ayahnya datang kekamar pagi ini membuat Ara senang dan melupakan peliharaan nya itu, dia ingin bermanja dengan ayah nya karena jarang dia bisa bermanja.

Bima terkekeh mendengar kalimat 'rindu' dari putrinya, dulu waktu Ara pendiam dia tidak pernah mendengar kata 'rindu' dari putrinya, entahlah padahal dia menyayangi anaknya itu walaupun culun, tapi Arabella mengganggap orang-orang termasuk keluarga nya sendiri tidak menyukai dirinya yang culun maka dari itu Arabella acuh dan diam saja.

"Ayah kerja sayang, " Bima mengusap lembut rambut Ara.

Ara ngedusel didada bidang sang ayah, "orang dewasa selalu bekerja lama, Ara gak suka jadi dewasa dan Ara gak mau bekerja. " cemberut Ara.

Bima lagi-lagi terkekeh, "Ara tetaplah jadi putri kecil ayah, Ara tidak perlu bekerja karena ayah yang akan bekerja dan memberi Ara uang yang banyak, " ucapnya dengan sayang, dia suka putrinya yang manja dan bergantung pada nya, dia berjanji akan membuat Ara selalu senang. Walaupun putrinya sudah besar dan sudah kelas X SMA itu tidak masalah jika putrinya seperti anak-anak yang manja, itu menggemaskan. Bima berpikir kalau anaknya seperti anak-anak yang manja maka Ara akan lama untuk menikah dan dia bisa puas bersama putrinya itu.

"Ayah akan beri Ara uang yang banyak? " tanya Ara menatap ayahnya itu dengan sayang.

"Hm, ayah akan beri uang yang banyak untuk Ara. " gemes Bima lalu mengecup pipi chubby Ara.

Ara berbinar lalu dia mengeratkan pelukan nya pada Bima, "sayang ayah banyak-banyak.. " seru Ara dan membuat Bima tertawa kecil.

"Ayah juga syang sama kamu princess, "

Ara ngedusel didada bidang sang ayah mencari kenyamanan dari pria yang sekarang menjadi orang tuanya ini, dikehidupan nya dulu Ara suka dibentak dan dimarahi oleh ayah kandungnya sendiri sehingga membuat keadaan psikis nya terganggu sedikit maka dari itu sikapnya seperti anak-anak sekarang ini, Ara perlu kasih sayang dari orang tuanya dan orang-orang terdekatnya jadi dia manja dan hiperaktif.

"Ayah kita beli jajan ayoo, " ajak Ara yang tiba-tiba ingin keluar rumah.

"Kamu belum sarapan sayang, kita turun dan kamu sarapan dulu baru beli jajan sama abang yaa.. " tawar Bima, bukannya dia tidak ingin mengantarkan putrinya untuk keluar tapi dia sedang lelah karena dia baru pulang dari luar kota tengah malam.

"Ayah capekk? Huhu kasian ayah lelah cari uang buat Ara, " Ara paham dengan keadaan ayahnya yang sedang lelah itu jadi dia tidak akan memaksakan Ayahnya untuk mengantar nya keluar, lagian dia punya abang kembar yang selalu bersama nya.

Bima terkekeh, "ayah harus cari uang bnyak buat Ara jajan banyak. " ucapnya.

"Ara mau jajan banyak-banyak hihi, "

Uhh sungguh putrinya ini sungguh menggemaskan, pikir Bima.

"Sekarang kita turun yahh, kamu harus sarapan sebelum pergi. " ajak Bima.

"Gendong, kaki Ara lelah berjalan sedari tadi karena mencari ayam huhu. " Ara menggerak-gerakkan kaki mungilnya untuk memberi tahu pada ayahnya itu kalau kakinya sudah lelah berjalan, padahal berjalan cuma sekitar kamar, niat cari peliharaan gak sih, masa carinya cuma dikamar? Batin si ayam ehh kucing maksudnya xixixi.

Bima melihat kaki mungil putri nya itu lantas tertawa kecil, Bima menggendong Ara ala koala dan Ara menyenderkan kepalanya dibahu sang ayah. Mereka pun turun ke bawah.

"Bundaaaa... " panggil Ara saat mereka sudah sampai diruang tamu.

Radella menoleh saat mendengar suara putri kecilnya itu. "Baru bangun hm? " tanya Radella lalu mencium putrinya itu.

"No, Ara sudah lama bangun tadi Ara mencari ayam karena ayam tidak ada dikamar Ara. " adu Ara lucu dan mereka yang mendengar hanya tersenyum gemes.

"Kuc- ehh ayam kamu sedang di dapur cari mkan.. Kamu kok sebagai majikannya tidak memperhatikan nya sama sekali sihh. " cibir Brian.

Ara menoleh kearah Brian yang berbicara pada nya tapi mata Brian melihat kearah ponsel. "Abang bicara sama siapa? " tanya Ara polos.

"Kamu lah, " sahut Brian tapi matanya masih fukos ke ponsel karena dia sedang bermain game.

"Abang tipu-tipu Ara yaaa, kalau bicara dengan Ara itu liat Ara dong bukan liat HP. " ucap Ara dan membuat yang lain (kecuali Brian) terkekeh.

Brian yang mendengar kalimat sang adek lantas berhenti bermain game dan dia melihat kearah sang adek kecilnya itu.

"Apa? " tanya Ara polos saat Brian sedang melihat nya dengan kesal.

"Kamu tau rasanya dimarahi? " kesal Brian, entah kenapa dia ingin memarahi adek polosnya itu. Bukan marah betulan Brian hanya bercanda karena adeknya itu tidak pernah dimarahi sedari kecil.

"Tau, " sahut Ara polos.

Mereka yang mendengar itu agak terkejut karena mereka semua merasa tidak pernah memarahi si bungsu kecil itu. Atau si bungsu itu sering dimarahi waktu sekolah SMP sehingga itulah penyebab dia pendiam? Mereka bertanya-tanya.

"Siapa yang berani marahin adek abang hmm, " tanya Bryan lembut.

"Daddy." sahut Ara.

"Daddy? " gumam mereka semua. Daddy siapa yang dimaksud oleh bungsu mereka itu.

"Ara lapar huhuu.. " rengek Ara yang tiba-tiba meresa lapar itu. Radella lantas berdiri dan akan menyiapkan sarapan untuk putri kecilnya itu walaupun pikirannya masih bertanya-tanya tentang kalimat putrinya itu.

"Bunda siapin ya, kamu duduk gih ke meja makan. " titah Radella.

"Hu'um." Ara berjalan menuju meja makan dan meninggal kan Bima serta dou B yang masih bingung dan bertanya-tanya tentang kalimat Ara tadi.

Setelah sarapan Ara siap dia segera memakan sarapannya dengan lahap dan lucu membuat mereka yang melihat itu tertawa gemes dan seketika melupakan kalimat Ara tadi.

"Perut Ara besar hihi, " Ara cekikikan melihat perutnya yang agak sedikit besar itu karena terlalu banyak makan.

Yang lain terkekeh, selalu saja begitu setiap selesai sarapan atau makan, Ara selalu terkikik melihat perutnya yang besar.

'Melihat perut besar karena kenyang aja gitu respon nya gimana kalau liat perut besar karena hamil? Argghh pasti sangat menggemaskan responnya.. 'Batin Brian yang ikut terkikik melihat adeknya itu. Jika Brian mengatakan perkataan nya tadi dengan bersuara maka dapat dipastikan dia akan mendapat tatapan tajam dari ayah dan saudara kembar nya itu. Bima dan Bryan termasuk orang yang overprotective ke Ara, dia juga sebenarnya protective tapi dia overdosis seperti ayah dan saudara kembar nya itu. Jika nanti ada yang menyukai Ara maka dapat dipastikan akan sulit mendapat restu dari Bima dan Bryan.

Ara menghampiri keluarga nya diruang tamu dengan berlari kecil. "Jangan laki-lari princes. " tegur Bima dan Bryan berbarengan.

Ara hanya mengangguk lucu dan berhenti berlari karena kakinya sudah sampai diruang tamu. "Abangg Ara mau beli jajan.. " serunya bara Bryan dan Brian.

"Cil perut masih besar gitu masih mau jajan? " heran Brian yang melihat adeknya itu selalu bisa memuat makanan walau perutnya udah berisi.

"Perut Ara masih lapar.. " sahut Ara polos.

"Liat sekali lagi tu perut, dan adek bilang masih laper? Yaudah makan nasi lagi, " sewot Brian, heran deh Brian ini mudah sekali kesal xixi..

"Ara udah kenyang kalau makan nasi, Ara itu lapar karena belum makan jajanan.. "Sahutnya.

Brian ternganga mendengar kalimat kurang jelas menurut nya, masa iya perut perempuan gitu? Kenyang makan nasi tapi masih lapar kalau belum makan jajanan? Gitukan maksud Ara?.

Sedangkan Radella, Bima dan Bryan terkekeh mendengar kalimat si bungsu kecil mereka itu.

Tok tok tok

Disaat Brian ingin mengeluarkan kata-kata mutiara nya tiba-tiba terdengar pintu diketuk.

"Ara mau buka, " ucap Ara lalu hendak beranjak pergi tapi pergelangan nya dicekal oleh Bryan.

"Biar Brian yang buka, " ucap Bryan lalu mendudukkan Ara diatas pangkuannya.

"Ck, " Brian berdecak mendengar perkataan saudara kembar nya itu tapi dia tetap berjalan kearah pintu.

Ceklek

Terlihatlah teman-teman nya diluar. "Ngapain? " tanya Brian malas melihat wajah teman-teman nya itu.

"Mau bertamu lah. " sahut Juna.

"Tumben, " ucap Brian, teman-teman nya itu jarang mau bertamu ke rumahnya karena mereka sering berkumpul di markas mereka tapi hari ini entah kenapa teman-teman nya itu malah bertamu kerumah nya.

"Kangen degem, " sahut Lian tanpa beban dan mendapat tatapan tajam dari Brian dan Lima.

"Kalau cuma mau nemuin adek gue lebih pada kalian pulang, " usir Brian tanpa perasaan. Kan sifat protective Brian muncul xixi.

"Gak asikk lo bro. " protes Hendra dan di angguki oleh Juna dan Lian.

"Siapa? " tanya Radella yang berjalan menghampiri putra keduanya itu karena lama berdiri di depan pintu.

"Pagi Tante.. " sapa mereka sopan.

"Ehh kalian, kenapa gak masuk.. Brian ajak teman-teman nya masuk. " ucap Radella dan membuat teman-teman Brian itu tersenyum mengejek kearah Brian.

Brian berdecak melihat itu, "masuk." ketusnya lalu berjalan masuk kedalam dan diikuti oleh teman-teman nya.

"Hai dedekkk.. " sapa Lian pada Ara yang sedang ngedusel didada Bryan.

Ara mengangkat kepala nya dan melihat siapa yang menyapa nya tadi. "Hai abang-abang.. " Ara tersenyum manis.

"Huhh pagi manis melihat senyum dedek gemes, " ucap Juna yang terpesona melihat senyum manis Ara.

"Manis banget astagaa... " ucap Lian.

"Pipinya gemoyy, " ucap Hendra.

Dou B dan Lima berdecak melihat teman-teman nya itu mengagumi gadis kecil mereka, hah? Gadis kecil mereka? Lima? Emang Ara punya Lima? Xixi.. Kan Lima sudah mengklaim bahwa Ara itu miliknya jadi wajar dia mengakui Ara itu adalah gadisnya.

Sedangkan Bima terkekeh melihat teman-teman putra kembarnya itu. Tak lama Radella datang membawa minuman dan cemilan untuk teman-teman putra kembaranya itu. Setelah memberikan itu Radella mengajak suaminya untuk istirahat di kamar karena dia tahu suaminya itu masih lelah setelah perjalanan bisnis.

"Ara mau jajanan kan? Ini Cemilannya dimakan. " ujar Bryan.

Ara yang tadi membenamkan wajahnya didada Bryan otomatis mengintip kecil cemilan yang ada dimeja ruang tamu itu.

"Ara mau ciki-ciki dan coklat bukan itu, " Ara kembali membenamkan wajahnya.

"Masih mau keluar buat beli jajan hm? " tanya Bryan dan di angguki oleh Ara, "nanti ya saat teman-teman abang pulang, gak baik lohh ada tamu tapi kita malah keluar. " jelas Bryan dan Ara lagi-lagi hanya mengangguk.

Meonggg

Terdengar suara kucing dan Ara yang mendengar itu segera berdiri dari pangkuan Bryan dan mencari-cari peliharaanya itu.

"Ayammmm... " panggil Ara saat melihat kucing nya itu didekat tangga lalu dia berlari menghampiri kucing itu.

"Masih ayam aja namanya haha. " tawa Lian.

Juna dan Hendra yang tertawa tanpa berkomentar.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

senangnya dikelilingi orang2 tersayang

2023-06-13

1

Shai'er

Shai'er

🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2023-06-10

0

Shai'er

Shai'er

waduh😱😱😱

2023-06-10

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!