Di sebuah cafe ada Bima yang sedang menunggu teman lama untuk bernostalgia sekaligus ingin membicarakan tentang pekerjaan.
"Maaf lama Bim, " ucap seseorang yang baru datang itu.
Bima mendongak lalu tersenyum kearah teman lama nya itu, "ah tidak masalah Bram, silakan duduk.. " ujar Bima lalu menyuruh temannya itu duduk.
Yaa Bram, ada yang ingat kan siapa itu Bram? Ayah dari Arawinwa Bethany yang sekarang Arawinwa ada ditubuh Arabella. Bram dan Bima berteman tapi mereka jarang bertemu karena Bram tinggal dijakarta dan bukan dibandung.
"Apa kabarmu Bim? " tanya Bram kepada teman lama sekaligus teman kerja nya itu.
"Baik, dan kamu? Seperti nya kamu terlihat tidak baik-baik saja. " Bima dapat melihat raut wajah Bram yang terlihat lesu dari biasanya.
"Kamu selalu bisa menebak raut wajahku, " Bram terkekeh kecil.
"Ada apa? " tanya Bima yang ingin tahu apa penyebab temannya itu bersedih.
"Aku kehilangan putri kecilku Bim, " lirih Bram, dia benar-benar menyesal karena tidak pernah menyayangi anaknya itu_Arawinda, setelah kematian Arawinda Bram hanya bisa menyesali kesalahan nya ditambah lagi Bagas yang marah dan tidak mau bicara dengannya selama berhari-hari sungguh itu membuat Bram semakin bersalah.
"Putri? Kamu punya putri Bram? Kenapa aku tidak pernah tau? " heran Bima, Bram tidak pernah mempublikasikan Arawinda karena dia membenci anaknya itu, bahkan teman nya pun tidak ada yang tau bahwa seorang Bram mempunyai putri.
Bram menghela nafas kasar lalu dia menceritakan dari istrinya yang meninggal setelah melahirkan Ara ke dunia, dia juga menceritakan bagaimana perlakuannya terhadap putrinya itu sampai waktu dia membentak dan meminta mati kepada putrinya itu..
Bima terkejut mendengar cerita temannya itu dan tidak menyangka seorang Bram yang terkenal baik tapi dia malah jahat dengan putri kandungnya sendiri.
"Kamu ayah yang buruk, " hanya itu kalimat yang ada di pikiran Bima.
"Ya aku tau, aku menyesal Bim... Aku dihantui dengan rasa bersalah terhadap mendiang istri dan putriku, padahal sebelum melahirkan putriku itu istriku sempat berpesan sayangi dia dan jangan membuatnya bersedih.. Tapi aku malah membuatnya bersedih setiap saat Bim, dulu putriku suka buat masalah hanya untuk menarik perhatian ku tapi aku malah membentak nya dan kemarin aku tidak sadar berucap saat aku meminta nya untuk mati.. Setelah kepergian putriku aku begitu hancur Bima, jika waktu bisa diputar aku ingin putriku kembali dan aku berjanji akan menyayangi nya.. " Bram menangis saat menceritakan nya dan Bima dapat melihat sorot penyesalan diwajah Bram.
"Sudahlah jangan bersedih, putrimu sudah tenang dan sudah bersama istrimu diatas sana, mau menangis kencang pun kamu tidak akan bisa mengembalikan keadaan Bram. " Bima berusaha menenangkan teman nya itu. Bima paham dengan perasaan Bram.
"Aku pindah kesini karena aku sudah tidak tahan berada dijakarta dengan bayang-bayang putriku. " lirih Bram.
"Pindah dengan putramu? " tanya Bima.
"Iya, seperti nya dia akan menjadi kepala sekolah di BIHS. "
"Terus pak Tono? "
"Pak Tono mau pensiun dan ingin kembali kekampung maka dari itu Bagas yang akan menggantikan nya. "
"Bagas tidak bekerja di kantor? "
"Dia juga bekerja dikantor, tapi sebelum kantor pusat dipindah disini maka dia akan fukos menjadi kepala sekolah dulu. "
"Kantor pusat mau dipindah? Maka dari itu kamu meminta ku untuk merancang desain bangunan perusahaan? "
"Iya, aku mau kamu merancang nya sama seperti perusahaan dan bangunan-bangunan yang lainnya. Aku suka kamu yang ngasih harga murah, " Bram terkekeh kecil.
Bima ikut terkekeh, "karena kamu temanku, lagian juga kamu membiarkan anak-anak ku sekolah di BIHS tanpa bayaran sama sekali. "
"Itu karena kamu temanku juga, kita sama-sama saling bantu. " keduanya lantas tertawa.
"Oh iya bagaimana keadaan keluarga mu Bim? Lama tidak berjumpa dengan si kembar dan si pendiam, " tanya Bram.
"Istri dan anak-anakku baik, tapi putri ku sekarang berubah, dia menjadi ceria dan manja.. Sangat menggemaskan!! " Bima menceritakan dengan wajah senangnya, sungguh dia sangat senang dengan perubahan putrinya itu.
Bram tersenyum getir saat Bima menceritakan tentang putrinya dia menjadi mengingat Arawinda putri yang dia sia-sia kan.
"Wahh aku menjadi penasaran dan ingin melihat putrimu Bim, "
"Datanglah kerumah, putriku sungguh menggemaskan dan aku yakin kamu menyukainya nanti. "
"Lain waktu aku akan bertamu kerumahmu, untuk sekarang aku harus mengurus perusahaan dan kepindahan dulu. "
"Semoga lancar ya. "
Keduanya lantas berbincang tentang keluarga dan kerjaan sambil makan.
***
Bel istirahat sudah berbunyi dan para murid BIHS berhamburan menuju kantin untuk mengisi perut mereka.
Ara tidak bergerak dari duduknya dia masih setia duduk untuk menunggu abang-abang kembar nya menjemput.
"Lo gak mau ke kantin cil? " tanya Susi yang melihat Ara hanya diam saja.
"Ara ke kantin kok, " sahur Ara.
"Terus kenapa masih duduk? Ayo kita ke kantin sekarang gue udah laper ini. " ajak Susi.
"Susi duluan aja, Ara mau nungguin abang, kata ayah gak boleh ke kantin sendiri, Ara harus sama abang. "
"Yaelah cil, lo gak sendirian ada gue yang temenin lo. "
"Ara udah janji Susi, Ara gak boleh ingkar. " Ara memasang wajah kesalnya dan itu membuat Susi ingin mencubit keras pipi chubby Ara itu.
Saat hendak menyentuh pipi Ara tiba-tiba ada seseorang yang berdeham dibalik pintu kelas X itu. Ara menoleh kearah pintu lalu dia tersenyum lebar saat melihat abang-abangnya sudah datang menjemputnya untuk makan.
"Abanggg, " Ara berlari menghampiri abang-abangnya.
"Hati-hati princess, " peringat Bryan, dia takut adek kecilnya itu akan kesandung meja atau kursi dan membuat adeknya terjatuh.
Ara hanya nyengir lalu dia merengek, "abang lihat perut Ara? Huhu perut Ara kecil dan ingin segera makan. " ucapnya lucu dan Bryan terkekeh gemes.
"Maaf ya, abang tadi ada ulangan harian dan lama deh keluarnya. " Bryan mengusap lembut kepala Ara.
Ara mengerjap polos menatap Brian yang sedari tadi cemberut dan tidak berbicara, "why abang Ian?" tanya Ara pada Brian.
"Kepo lo cil. " sewot Brian.
Ara cemberut, "ishh Ara gak like abang Ian. " rajuk Ara.
Bryan kembali terkekeh melihat adek kecilnya meraju, "udah ya jangan hiraukan dia, kita ke kantin yah, kata lapar kan?" ajak Bryan.
Susi yang sedari tadi melihat interaksi Ara dengan kedua most wanted nya BIHS hanya melongo tidak percaya bahwa Ara adalah adek dari laki-laki tampan di BIHS itu. Ya salah Ara sih tidak mengingat nama lengkapnya jadi orang-orang tidak tau bahwa dia keturunan Arshana yang berpengaruh di BIHS itu.
Ara menggangguk semangat mendengar ajakan sang abang lalu dia menoleh kebelakang lebih tepatnya kearah Susi yang masih diam memperhatikan interaksi kakak dan adek itu.
"Susi ayo ke kantin. " ajak Ara kepada Susi.
Susi tersadar dari lamunannya, "ah iya Cil, ayoo.. " Susi tersenyum kaku pada Bryan dan Brian... Uhh dia sungguh gugup berhadapan dengan most wanted sekolah ini.
Bryan hanya diam dan dia menggenggam tangan mungil adek kecilnya lalu berjalan terlebih dahulu dan Susi mengikuti dari belakang.
Sedang Brian dia masih cemberut melihat nilainya dikertas putih yang ada di tangannya tersebut. Dia berjalan kearah kantin dengan mata yang tertuju dikertas itu hingga tiba-tiba dia menabrak seseorang.
Dugg
"Ehh maaf ya, " Brian langsung meminta maaf kepada seseorang yang ditabrak itu.
Susi yang kena tabrak itu hanya mengangguk kaku, "tidak masalah kak, " ucap Susi.
Saat ini mereka sudah sampai dimeja yang biasanya para most wanted atau lebih tepatnya Bryan dan teman-temannya duduk.
"Woahhh ini adek lo bro? " tanya salah satu teman Bryan yang sudah duduk manis dikursi.
"Hm, " deham Bryan.
"Abang sick? " tanya Ara yang mendengar deheman Bryan.
"No princess, duduklah.. " ucap Bryan lembut lalu mendudukan adek kecilnya itu.
"Susi sini, " Ara menyuruh Susi untuk duduk disebelah kiri nya karena disebelah kanan nya Bryan yang duduk.
Brian masih berdiri dengan memandangj kertas putih itu, Bryan yang kesal lalu merebut kertas itu. "Pesan nasi goreng buat adek dan temannya, " titah Bryan pada Brian.
Brian kesal tapi dia tetap membelikan adeknya itu makanan. Ara penasaran dengan kertas yang membuat abang nya itu cemberut lalu dia mengambil nya dari tangan Bryan.
"Woahh nilai abang Ian kecil hihi... " Ara terikik lucu saat melihat nilai ulangan harian Brian yang rendah.
Teman-teman Bryan terpekik karena Ara yang gemesin.
"Ooo astaga adek lo gemesin banget sumpah. "
"Pengin bawa pulang boleh? "
"Ututu lucu banget sih. "
Bryan hanya memutar bola matanya malas mendengar pekikan teman-teman nya, cuma satu teman Bryan yang diam karena sikap nya 11 12 dengannya yaitu dingin dan cuek.
"Abang Iyan, mereka siapa? " tang Ara menunjuk semua teman-teman abangnya.
"Teman-teman abang, " sahut Bryan lembut.
"Bisa lembut dan hangat juga lo ke cewe yahh, " ledek salah satu teman Bryan lagi dan Bryan hanya mengacuhkan nya saja.
"Kenalan dek. " ajak teman Bryan yang lainnya pada Ara.
"Hu'um, I'm Ara.. " ucap Ara.
"Cuma Ara namanya? " tanya nya.
Ara menggeleng lucu, "Ara lupa nama panjang Ara, " sedih Ara.
Mereka yang ada dimeja itu seketika tertawa gemes karena ucapan Ara. Bryan sendiri ikut tertawa kecil lalu mengecup pipi chubby sang adek.
"Arabella Arshana, " ucap Bryan memberi tahu teman-teman nya.
"Kenalin nama abang Alian Putra, " ucap Lian.
"Nama abang Hendra Setiawan. "
"Kalau abang Junaidi Ahmad dipanggil sayang, " ucap Juna genit dan dapat geplakan dari Lian.
Ara mengangguk saja lalu matanya melihat kearah teman abang nya yang duduk didepan nya ini, "ini? " tunjuk Ara pada laki-laki dingin tersebut.
"Panglima Dirgantara, Lima. " ucap Lima dengan wajah datarnya.
"Abang Lima, " ucap Ara lalu mengeluarkan telapak tangan mungilnya dan menampilkan lima jari nya.
Semua terkekeh kecuali Lima yang memperhatikan Ara sedari tadi, 'lucu.. 'Batin Lima
Brian datang bersama ibu-ibu kantin untuk membawa makanan. Ara bertepuk tangan kecil karena makanannya sudah sampai, dia segera memakan dengan lahap dan lucu membuat yang lain gemes dengan cara makan Ara yang seperti anak kecil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Bzaa
Alhamdulillah Ara udah menemukan kebahagiaan nya
2023-06-13
0
Shai'er
ciee ciee ciee
2023-06-09
0
Shai'er
lha...... keren namanya, bang 😍😍😍
2023-06-09
0