"Daddy." lirih Ara pelan saat melihat siapa yang ada didepan nya ini.
Ara menunduk takut, takut jika sang daddy belum menerima nya sehingga dia memilih untuk diam dan tidak menyapa daddy nya itu.
"Jangan panggil Bella lagi, putriku tidak menyukai panggilan itu lagi. " jelas Bima tanpa curiga kenapa putrinya itu tiba-tiba menunduk dan diam.
"Oh benarkah? Terus dipanggil apa? " tanya Bram tersenyum kearah Ara yang sekarang sudah tidak culun lagi dan mengingat kan nya pada putrinya yang sudah meninggal.
"Ara, " ucap Bima.
Degg
"A-ara? " Bram semakin teringat akan putrinya saat sahabat nya menyebutkan nama 'Ara'.
"Kamu kenapa? " tanya Bima saat melihat wajah Bram yang tiba-tiba berubah teduh.
"Ah tidak apa-apa, oh yaa kalian kesini baru sampai atau sudah lama? " tanya Bram mencoba mengalihkan pembicaraan karena dia tidak ingin membahas tentang putrinya dan akan membuat nya kembali merasa bersalah.
"Kami baru datang, " bukan Bima yang menyahut tapi Radella.
Bram hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangan nya dari Ara, jujur dia merasa melihat putrinya di tubuh Ara. Bram ingin berbicara dengan Ara tapi melihat Ara yang seperti nya takut padanya dan terus menunduk Bram urungkan niatnya itu.
"Kamu baru sampai juga? Sendiri aja? " tanya Bima pada Bram.
"Iya aku baru sampai dan ingin ke restoran mall ini untuk bertemu klien, " sahut Bram.
"Ohh yasudah, semoga lancar urusanmu. " ucap Bima.
"Iyaa semoga saja, kalau begitu aku duluan, Ara om pamit!! " Bram pamit kepada Ara dan Ara masih diam menunduk.
'Daddy, Ara rindu Ara pengin peluk daddy, tapi Ara takut daddy tidak suka dan memarahi Ara lagi. 'Lirih Ara dalam batin sambil melirik singkat kepergian Bram.
"Mas ayoo, " ajak Radella pada suaminya yang masih setia melihat kepergian Bram.
"Ah ayoo, " Bima kembali menggenggam tangan mungil Ara dan membawa Ara ke lantai tiga, Ara kembali ceria dan melupakan rasa sedih nya yang baru saja dia bertemu daddy nya itu.
Saat baru tiba dilantai tiga Ara melihat penjual es krim, "bunda look, Ara mau itu.. " seru Ara menunjuk orang penjual es krim.
Radella dan Bima mengikuti arah tunjuk Ara lalu tersenyum, "Ara mau hm? "Tanya Bima lembut.
Ara mengangguk lucu, " Ara mau, Ara mau.. Mau banyak-banyak ayahhh.. "Girang nya dan membuat sepasang suami istri itu terkekeh gemes.
"Jangan banyak-banyak yahh nanti gigi nya sakit, " ucap Radella dan membuat Ara cemberut lucu.
"Satu aja yaa princess, " Bima mengelus lembut rambut Ara.
"Dua." ujar Ara sambil menampilkan telapak tangan mungilnya dengan jari yang dia yang membentuk tiga.
Bima terkekeh melihat jari mungil itu salah, "itu tiga princess. "
"Hu'um dua. " Ara mengubah jari mungilnya menjadi dua.
"Satu atau tidak sama sekali. " sela Radella, dia masih ingat bahwa Ara tidak bisa memakan yang manis terlalu banyak karena gigi nya sangat mudah sakit. Tapi apakah masih berlaku sekarang? Kan Ara yang sudah berbeda.
Ara cemberut mendengar ucapan bunda nya, interaksi antara orang tua dan anaknya itu tak luput dari pandangan pengunjung mall, mereka dibuat gemes oleh si anak_Ara apalagi kalau Ara sedang menyun alias cemberut para pengunjung mall terpekik gemes.
"Gemes bangett.. "
"Ahh pengin yang kaya bocil itu makk.. "
"Andai putriku sepertinya, "
"Lihatlah wajah cemberut itu, sungguh lucu. "
Begitulah yang terdengar ditelinga Radella dan Bima, Radella sebenarnya ingin terkekeh melihat wajah cemberut putrinya tapi dia harus tahan agar putrinya ini tidak membeli banyak es krim.
"Satu bundaa.. " cicit Ara pelan, padahal dia mau banyak-banyak.
Radella tersenyum, "kalau satu boleh, ayo kita beliin.. " ajak Radella lalu menarik pelan Ara.
"Jangan cemberut princess, gak apa-apa cuma beli satu nantikan sehabis beli es krim kamu beli HP.. " Bisik Bima lembut.
Ara seketika berbinar, ahh dia lupa bahwa tujuan mereka ke mall untuk membeli HP untuknya, Ara tidak sabar ingin HP baru.
"Paman, Ara mau mau es krim rasa jambu yaaa.. " pesan Ara setelah mereka sampai di penjual es krim. Si penjual tersebut mengambil kann es krim yang rasa jambu lalu memberikan nya pada Ara.
"Yeayyy Ara suka es krim, " senang Ara saat menerima es krim tersebut. Si penjual es krim terkekeh gemes. Bima membayar es krim tersebut lalu mereka berjalan menuju 'Apple Store'.
"Berikan ponsel keluaran terbaru. " pinta Bima kepada pegawai toko saat mereka baru sampai.
"Ini tuan, " ucap pegawai tersebut lalu menyerahkan ponsel keluaran terbaru.
"Kamu suka? " tanya Bima pada Ara.
Ara melihat ponsel berwarna putih tersebut, "Ara mau warna biru ayahh.. "Pinta Ara.
"Maaf nona, ponsel keluaran terbaru tidak ada yang berwarna biru. " jelas pegawai tersebut.
Ara cemberut, "tapi-tapi Ara mau warna biru.. "
Pegawai tersebut gemes melihat Ara yang cemberut.
"Pakein softcase berwarna biru.. "Ucap Radella dan pegawai tersebut segera mengambilkan softcase iPhone berwarna biru lalu mengeluarkan ponsel tersebut didalam kotaknya dan memasangkan softcase tersebut.
"yeayyy biru, "senang Ara dan membuat pengunjung serta pegawai Apple Store melihat kearah Ara. Mereka semua dibuat gemes oleh tingkah Ara.
Bima dan Radella terkekeh, " ini.. "Bima menyerah kan black card pada pegawai tersebut untuk membayar.
Setelah membayar mereka keluar dan pulang kerumah tidak mampir kemana-mana lagi karena memang hari sudah mulai gelap.
****
"Apakah itu semua dapat dipercaya tuan muda? " tanya seorang pria setengah baya pada tuan muda nya.
Tuan muda tersebut menatap sengit pada anak buahnya, "kau menganggap gadisku pembual? " sinis nya.
Pria setengah baya tersebut terlihat gelagapan, "t-tidak t-tuan muda, tapi apakah dapat dipercaya bahwa didunia jaman sekarang bisa ber transmigrasi? "
"Bisa, jika yang di-Atas berkehendak. " ucap tuan muda itu.
"Menurut cerita novel yang saya baca mengenai transmigrasi si pemeran yang memilih mati karena tidak sanggup hidup sehingga masuklah roh lain untuk menggantikan nya, tapi saya bingung kenapa gadis tuan memilih mati padahal dia mendapatkan keluarga yang sayang padanya. "Jelas pria tersebut, padahal dia masih kurang percaya akan transmigrasi karena menurut nya itu hanya ada dicerita fiksi saja tapi sekarang? Dia sendiri yang mendengar percakapan antara Ara dan Bagas saat di ruangan kepala sekolah itu.
Tuan muda tersebut menghela nafas mendengar perkataan anak buahnya, " ini semua salahku karena terlambat menyuruh kamu untuk mengawasi gadisku, jika saja aku menyuruhmu mengawasi dan menjaga gadisku sejak SMP mungkin sekarang dia tidak akan pergi, waktu SMP dia sering dibully sehingga mentalnya sedikit terganggu hingga sekarang dia memilih pergi dari raganya dan roh nya digantikan oleh orang lain. "Lirih nya.
"Jangan menyalahkan diri sendiri tuan muda, ohh apakah anda masih mencintai gadis itu setelah tau semua ini? " tanya pria itu.
"Walaupun rohnya sudah digantikan orang lain, aku akan tetap mencintainya.. Tetap awasi dan jaga gadisku jangan sampai kejadian pembullyan saat SMP terulang apalgi sekarang gadisku terlalu polos dan lugu. " titahnya dan diangguki oleh anak buahnya.
"Baik tuan muda. Tapi kenapa sampai sekarang anda belum mengungkapkan perasaan anda? " tanya pria itu.
"Dia baru kelas X SMA, dia masih kecil ditambah dia begitu polos, dia tidak akan paham tentang cinta yang ku ungkapkan. "
"Tidak salahnya mengatakan perasaan anda tuan muda, bukankah gadis anda mengatakan sering berdebar jika didekat anda? Itu berarti gadis anda juga memiliki perasaan terhadap anda. "
Tuan muda tersebut tersenyum saat mengingat gadisnya yang mengatakan dia berdebar jika di dekatnya, "sebentar lagi aku akan mengatakan perasaanku terhadapnya. " ucapnya tersenyum lebar.
'My little girl, ' batin tuan muda tersebut.
***
"Abang-abangg kembarrr Ara kembaliii.. "Teriak Ara saat sudah sampai rumah. Ara berlari memasuki rumahnya.
"Sayang jangan berlari, " Lagi-lagi Radella menegur putrinya itu.
Bima terkekeh melihat semangat putrinya itu untuk menemui abang-abangnya, "dia sangat bersemangat sayang, "bisik Bima pada istrinya itu.
Radella ikut terkekeh, " aku tidak menyangka putri kita jauh berbeda dari yang dulu, ini sulit dipercaya.. "Ungkap Radella, sebenarnya dia merasa heran akan perubahan putrinya.
"Memang sulit dipercaya tapi itulah yang sebenarnya terjadi.. "Sahut Bima.
Ara masih berlarian mencari keberadaan abang-abang kembarnya karena di lantai bawah tidak terlihat sekarang dia berlari untuk ke lantai atas.
"Abangg Ian, " Ara memasuki kamar Brian dan memanggil nama abangnya itu, tapi tidak ada sahutan atau tanda-tanda kehidupan dikamar Brian lalu Ara keluar dan beralih kekamar Bryan.
"Abang Iyann.. " panggil Ara dan Bryan yang sedang berada di balkon kamarnya menoleh saat mendengar suara adeknya itu.
Bryan merentang kan kedua tangannya saat Ara berlari ke arah nya.
Hap
Bryan menangkap Ara dalam gendongan koalanya, "udah pulang hm? " Bryan mencium pipi chubby Ara.
Ara mengangguk lucu sambil mengeratkan pelukan nya pada leher Bryan, "abang Ian mana? " tanya Ara.
"Brian sedang keluar. " ucap Bryan lalu dia berjalan keluar untuk menemui orang tuanya.
"Kemana? " tanya Ara.
"Jalan sama pacarnya mungkin, " sahut Bryan asal padahal dia tidak tahu apakah kembaran nya punya pacar atau tidak.
Ara memiringkan kepalanya lucu, "pacar apa? " tanya nya polos.
Bryan terkekeh, "kamu masih kecil belum saat nya kamu mengetahui apa itu pacar. " Bryan menarik hidung Ara gemes dan Ara hanya bisa terkikik lucu.
Bryan sampai dilantai bawah dengan Ara yang masih berada dalam gendongannya.
"Ayahhh, " panggil Ara lalu dia merosot kan diri dari gendongan Bryan.
Bryan dan Bima hanya terkekeh melihat Ara yang turun dari gendongan seperti anak kecil.
"Mana? " Ara menengadahkan telapak tangan mungilnya kepada sang ayah saat dia sudah berada di depan ayahnya.
"Apa? " ujar Bima pura-pura tidak mengerti.
Ara Mencebikkan bibirnya lucu, "HP baru Ara. "
Bima terkekeh lalu menyerah kan ponsel itu pada Ara.
"Abang lookk, HP Ara berwarna biru terlihat cantik kan? " Ara memamerkan ponselnya kepada Bryan.
Bryan tersenyum lalu mengelus lembut rambut adeknya itu, "iya cantik seperti kamu.. " ucapnya.
"Ara cantik hihi, " Ara terkikik lucu.
"Bisa gunain nya hm? " tanya Bryan.
Ara menggeleng, "tidak abang. " lirihnya.
"Nanti abang yang ajarin yaa, " ucap Bryan.
Ara mengangguk semangat, "terimakasih abang, sayang abang banyak-banyak.. " ucapnya lucu.
Bryan dan Bima hanya bisa terkekeh dan terkekeh dengan tingkah lucu Ara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Bzaa
iya lima, cari solusinya
2023-06-13
0
Shai'er
lha......
2023-06-10
0
Shai'er
kok bisa tau, abang Lima 🤔🤔🤔
2023-06-10
0