pindah jiwa

"Enggh, airrr!! " lenguh seorang gadis meminta air karena merasa haus.

"Bella, kamu sudah sadar sayang? " tanya seorang perempuan.

'Bella? 'Batin gadis tersebut, dia bingung kenapa namanya berubah.

Gadis tersebut membuka mata perlahan dan menatap perempuan cantik yang berada di depannya ini, Kira-kira perempuan tersebut berusia 37,masih muda dan terlihat sangat cantik dimatanya.

Perempuan tersebut memberikan air kepada diri nya dan dia segera meminum hingga tandas.

"Ahh perut Ara kembung karena minum air banyk. " gumamnya lalu menepuk-nepuk pelan perutnya. Ya gadis yang baru sadar dan meminta air itu adalah Arawinda Bethany.

Perempuan tersebut terkekeh mendengar kalimat sang putri.

"Kamu baik sayang? " tanya perempuan itu.

"Ara baik, " ujarnya dengan tersenyum manis.

Saat perempuan itu hendak menyahut tiba-tiba pintu rumah sakit dibuka oleh seseorang, terlihat ada tiga pria datang.

Ara bingung melihat itu lalu bertanya kepada perempuan yang ada disamping nya itu.

"Mereka siapa? " tanya Ara.

Perempuan tersebut mengernyit, "mereka ayah dan abang kembar kamu sayang, Bella lupa? " tanya perempuan itu.

'Ayah? Abang kembar? Wajah Daddy berubah? Abang juga berubah dan jadi dua? Woahh! 'Batin Ara heboh.

"Terus tante cantik ini siapa? " tanya Ara polos.

"Bella lupa sama bunda? Ini bunda sayang, ibu kamu? " ucap perempuan itu.

"Panggil dokter Bryan, " titah laki-laki yang terlihat seperti berumur 40 tahun itu kepada sang putra tertua. Bryan yang diperintahkan sang ayah segera memanggil dokter.

Pengenalan

Bima Arshana dan Radella Arshana sepasang kekasih yang memeliki tiga orang anak, anak pertama dan kedua kembar yang bernama Bryan Arshana dan Brian Arshana lalu anak ketiga bernama Arabella Arshana yang sekarang tubuhnya ditempati oleh Arawinda Bethany gadis yang baru saja meninggal karena tertabrak mobil.

Arabella Arshana sama seperti Arawinda Bethany yang polos dan lugu, bahkan tubuh mereka sama-sama pendek tapi menggemaskan, pipi chubby, mata bulat, bibir tipis. Uhh sangat menggemaskan. Tapi perbedaan Arabella dan Arawinda adalah sikap, kalau Arawinda pecicilan dan hiperaktif maka Arabella sebaliknya dia gadis yang pendiam dan penampilan nya pun cupu. Walaupun cupu kedua orang tua dan abang-abang nya begitu menyayangi Arabella, uhh sungguh beruntung nasib Arabella dari pada Arawinda.

Back to topict

Bryan datang bersama seorang dokter laki-laki, "tolong periksa putri saya. " ucap Bima dingin, dia sebenarnya agak aneh karena putrinya itu tidak mengenali keluarganya.

Ara hanya mengerjab polos saat dokter itu memeriksa dirinya. "Ara sakit? " tanya Ara polos.

"Eh dodol, kalau diperiksa ya sakit. " gemes Brian dengan penuturan adeknya itu.

"Ara bukan dodol. " ralat Ara.

Radella bingung dengan perubahan nama panggilan putrinya itu. "Bella, " panggil Radella.

"No Bella, i'm Ara. " sargahnya.

" akibat jatuh dari tangga dan membuat kepalanya membentur lantai dengan keras,itu mengakibatkan dia kehilangan ingatannya. "Jelas dokter tersebut dan mereka kecuali Ara mengangguk. Tidak masalah kalau hanya kehilangan ingatan pikir mereka semua kecuali Ara.

"Bella dengar... "

"No Bella, i'm Ara. "

"Oke Ara dengar ya, ini Bunda dan disebelah Bunda Ayah Ara. Dan disana abang kembar kamu namanya Bryan dan Brian dan nama kamu Arabella." jelas Radella agar putrinya itu tahu siapa mereka.

'Hu'um apakah Ara terlahir kembali? Woahh Ara punya ayah dan ibu bahkan dua abang yang mirip. 'Ara terkikik serata membatin.

"Wajah abang mirip hihi, " ucapan polos Ara membuat mereka gemes.

"Kan kembar dek, " gemes Brian.

"Ara gak punya kembaran? " tanya Ara polos.

"Gak punya princes, " sahut Bryan, dia sungguh gemes dengan adek kecilnya ini walaupun merasa aneh dengan perubahan sang adek.

"Kapan putri saya bisa pulang? " tanya Bima kepada sang dokter.

"Sore ini sudah bisa pulang tuan, saya permisi keluar. " ucap dokter tersebut lalu keluar.

"Ayah, " panggil Ara dan Bima menoleh kepada sang putri.

"Yes princes? "

Ara senang karena respon ayahnya yang lembut, Ara merentangkan tangannya dan membuat Bima bingung.

"Mau apa hm? " tanya Bima lembut.

Ara cemberut apakah ayahnya yang sekarang sama seperti ayahnya yang dulu? Ayah yang tidak menyukai putrinya.

"Peluk, " cicitnya pelan sambil menunduk.

Bima tersenyum walaupun merasa aneh dengan sikap putrinya ini, Bima memeluk Ara dengan sayang. Ara yang mendapat pelukan itu senang bukan main, ini pertama kalinya dia mendapatkan pelukan hangat dari seorang ayah.

"Bella sekarang manja yahh, " ucap Brian yang melihat perubahan adek nya.

"No Bella, sekarang panggil Ara oke. " sahut Ara disela dekapannya pada sang ayah.

"Bocil ngatur. "

"Ayah, abang gak mau panggil Ara dengan sebutan Ara. " cemberut Ara dan membuat mereka terkekeh gemes.

"Bang panggil adeknya degan sebutan Ara aja. " ucap Bima.

"Iya Ara, " sahut Brian.

"Yeayyy." girang Ara dan Lagi-lagi membuat mereka gemes.

Bryan Arshana sikapnya sama seperti sang ayah yang dingin dan cuek tapi hangat kepada keluarga nya apalgi kepada adek perempuan nya itu.

Brian Arshana sikapnya berbanding terbalik dengan Bryan, Brian banyak omong dan pecicilan tapi dia juga sangat menyayangi adek perempuan nya itu.

****

Sore hari Ara sudah berada dikediaman Arshana, rumah elit yang berlantai dua, walaupun rumahnya tidak sebesar rumahnya dikehidupan dia sebelumnya tapi Ara bersyukur karena mempunyai keluarga lengkap dan sangat menyayangi dirinya. Ara tidak tau bahwa dia ber transmigrasi dia hanya mengira bahwa dia terlahir kembali tapi terlahir nya langsung gede.

Ara sedang menatap dirinya didepan cermin yang ada dikamarnya. Dia menelisik penampilan nya yang membuat dia kesal.

"Iyuhhh Ara gak suka pake kacamata. "Ara melepaskan kacamata yang terpasang di wajahnya itu. Dia merombak penampilannya agar terlihat seperti dirinya yang dikehidupan sebelum nya itu.

"Badan Ara tetap pendek dan pipi Ara juga bulat sama seperti dulu. " gumamnya.

Ara mengedarkan pandangan nya menatap seluruh isi walk in closet miliknya. Ara mencari pakaian yang cocok untuk dirinya. Dapat dilihat pakaian yang ada di walk in closet itu terlihat kuno, Ara kembali mengedarkan pandangan nya dan matanya tertuju pada baju kudok yang sepertinya sangat pas ditubuhnya. Ara mengambil baju tersebut dan memakainya lalu berjalan menuju cermin besar dan dia gerai rambutnya yang panjangnya.

"Perfect." gumamnya saat melihat penampilan nya, baju kudok yang pas ditubuhnya walau pun kaki nya hanya tertutup bagian paha atas saja dan rambut yang digerai.

Ara berlari keluar untuk mencari keberadaan sang ayah. Uhh Ara sungguh menginginkan kasih sayang seorang ayah.

"Ayahhhh... " Ara sedikit berlari menuruni anak tangga. Mereka yang berada diruang tamu menoleh mendengar suara Ara.

Semua memandang Ara gemes karena penampilan nya yang sekarang tidak culun lagi bahkan sekarang terkesan seperti bocil yang menggemaskan.

"Jangan lari sayang, nanti jatuh lagi.." peringkat Radella kepada putrinya itu, dia takut kejadian kemarin terulang lagi dan membuat putrinya tidak akan mengingat mereka lagi.

Ara hanya nyengir kuda menampilkan gigi rapi dan putihnya. Tapi Ara tidak mendengarkan dia masih berlari dan menghampiri sang ayah yang sedang duduk disofa itu untuk menonton televisi. Ara duduk dipangkuan sang ayah dan memeluk ayahnya dengan manja.

"Ayah lihat, Ara cantik seperti bunda kan hihi. " Ara terkikik.

Bima menatap putrinya itu dengan sayang, "princess ayah selalu cantik. " ucap Bima lalu mengecup kening Ara.

"Bunda, Ara cantik hihi. " ucapnya lagi kepada sang Bunda.

Mereka semua gemes dengan perubahan si bungsu, sangat berubah dan manja tapi mereka senang karena dengan itu putri mereka tidak memandam sesuatu lagi. Mungkin sikap pendiam si bungsu akibat ada sesuatu yang dipendam nya tapi si bungsu hanya diam. Bryan dan Brian tau adek mereka sering dibully disekolah tapi adek mereka itu selalu diam dan tidak mau mengatakan apapun kepada mereka berdua. Karena adek mereka masih SMP dan tidak satu sekolah dengan mereka jadi mereka tidak bisa menjaga adek mereka itu. Tapi sekarang adek mereka akan masuk SMA dan akan satu sekolah dengan mereka. Berarti mereka bisa menjaga adek mereka itu walaupun hanya setahun saja.

"Ara jelek, " jahil Brian dan perutnya langsung kena sikut Bryan.

Ara cemberut lalu menenggelamkan wajahnya didada bidang sang ayah. Bima merasa dada nya basah dan dia mengapit wajah sang putri. Bima melihat putrinya menangis.

"Princess kenapa hm? " tanya Bima lembut.

"Ara jelek hikss, " tangis Ara dan Bima kembali menyenderkan kepala sang putri didada bidangnya.

"Princess ayah cantik sama seperti bunda, abang Brian yang jelek sayang. " Bima mengelus-ngelus rambut putrinya lembut.

Brian melotot mendengar kalimat sang ayah, tidak biasanya ayahnya berkata seperti itu tapi tak urung dia begitu gemes dngan sikap manja sang adek.

'Bocil gue makin gemes kalau lagi gak culun gini euyy. 'Batin Brian.

'Sangat menggemaskan. 'Batin Bryan.

Radella yang baru datang dari dapur untuk mengambil puding rasa jambu krystal kesukaan putrinya itu mengernyit heran saat melihat wajah sang putri basah.

"Sayang kamu kenapa, " tanya Radella setelah meletakkan puding itu dimeja.

Ara melirik kearah meja dan melihat apa yang barusan bunda nya itu bawa. Seketika wajahnya berbinar saat melihat puding dengan rasa yang sangat dia sukai, yaa kesukaan Arawinda dan Arabella sama yaitu jambu krystal.

"Woahh puding, Ara suka banyak-banyak. " girangnya lalu turun dari pangkuan sang ayah.

Mereka yang tadi melihat Ara menangis tiba-tiba melongo dengan perubahan mod Ara yang begitu cepat. Mereka tau bahwa Ara menyukai buah jambu krystal tapi biasanya dia tidak sesenang ini.

Ara memakan puding itu dengan lahap tanpa menawarkan nya pada mereka yang sedang menatap Ara gemes.

"Hati-hati makannya princess, " ucap Bryan.

"Heh bocil, abang kok gak ditawarin. " Brian yang melihat Ara memakan puding dengan lahap menjadi ingin memakan juga.

"Ghakk, inhii phunyha Ara. " mulut Ara penuh dengan puding sehingga membuat pipi chubby nya semakin bulat dan mereka gemes ingin menggigit pipi chubby itu.

"Ditelan dulu sayang baru bicara. " peringat sang bunda dan Ara hanya mengangguk.

"Kenapa Ara tadi menangis mas? " tanya Radella pada suaminya itu.

"Biasalah." sahut Bima dan Radella langsung mengerti, siapa lagi yang suka jahil dirumah ini selain Brian. Radella menoleh dan menatap tajam anak keduanya itu.

Yang ditatap hanya nyengir, "cuma bercanda bun. " Brian cengengesan.

Ara hanya acuh dengan pembicaraan abang dan bundanya itu, dia masih memakan puding dengan lahap tanpa menawari abang dan orang tuanya.

"Ayah liat perut Ara besar dan ingin meletus. " Ara menghadap ayahnya dan menepuk-nepuk pelan perut nya yang sedikit kembung karena kekenyangan setelah memakan puding itu habis tak bersisa.

Mereka terkekeh gemes dengan aduan Ara kepada sang ayah.

Terpopuler

Comments

Lina Wati

Lina Wati

umur 16 thn kok tingkah y kaya umur 3 thn🤔🤔🤔

2023-08-15

0

Ymmers

Ymmers

37 th? waah paru baya itu ..

2023-06-13

0

Bzaa

Bzaa

selamat bel... udah py ayah yg ganteng dan baik

2023-06-13

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!