“Pergi kalian!” ucap Juna sembari berteriak dan mengerang.
Pria paruh baya yang mengenakan peci putih itu pun mendekati Juna, ustadz itu mulai membacakan ayat-ayat suci serta ayat kursi.
Seketika Juna semakin meronta dan berusaha melepaskan diri namun karena ikatan itu cukup kuat Juna tidak lagi bisa berkutik.
“Aku tidak akan memaafkan kalian semua!” pekik Juna.
“Juna sadar Nak, ini mama,” ucap mama sembari menangis.
Aku melihat makhluk wanita yang merangkak itu mulai sedikit menjauh dari Juna, saat itu tiba-tiba Danar datang di susul olej Jesy.
Mereka berdua langsung masuk ke dalam kamar Juna.
Jesy pun kaget melihat sosok apa yang menempel pada Juna.
“Gila serem banget!” ucapnya kaget.
Danar mendekat lalu mengambil boneka jelangkung itu.
“Kamu pergi atau aku musnahkan kamu bersama boneka ini!” ancam Danar.
“Jangan! Jangan!” ucap Juna.
Sementara itu ustadz yang ada di samping Danar terus melantunkan doa, terlihat Juna mulai menunjukkan reaksi.
Juna meronta kepanasan sembari berteriak histeris dan hal itu membuat Birma dan yang lainnya kaget.
Bola mata Juna hampir semuanya menjadi berwarna putih, tangannya kaku dan seperti melipat ke belakang.
“Juna! Kamu kenapa Nak? Juna,” ucap mama yang langsung menghampiri Juna.
Aku melihat dengan mataku, jika makhluk itu berusaha menarik sesuatu dari tubuh Juna.
Aku pun langsung mendorong makhluk itu dengan sekuat tenaga hingga ia menjauh dari tubuh Juna.
Seketika Juna tak sadarkan diri, om Mirwan dan Birma langsung mengangkat tubuh Juna yang masih berada di lantai menuju tempat tidur.
“Alhamdulillah,” ucap ustadz itu.
“Ini berkat kalian semua jin itu berhasil pergi,” ucapnya sembari menatap ke arahku.
“Pak ustadz bisa lihat saya?” tanyaku.
Ustadz itu hanya mengangguk pelan sembari menatapku dan melempar senyum kecil.
Sedangkan Danar dan Jesy mencoba memusnahkan media dari makhluk itu yaitu boneka jelangkung.
“Apa ini langsung kita musnahkan?” tanya Jesy.
“Biar aku yang mengembalikannya,” ucap Danar.
Terdengar Danar tengah membaca doa dan di tengah lantunan doa itu Danar mengucapkan sesuatu.
“Wahai kamu penghuni alam gaib, aku kembalikan kamu ke tempat asalmu. Jangan kembali karena kami menolahmu!” ucap Danar sembari membakar boneka itu di depan rumah.
Aku melihat dengan jelas gumpalan asap hitam keluar dari boneka tersebut, asap itu melayang ke atas dengan pelan lalu menghilang.
Aku merasa makhluk itu sangat marah kepada kami semua khususnya terhadapku.
Aku pun kembali ke kamar Juna, aku melihat gumpalan seperti asap hitam perlahan keluar dari tubuh Juna.
‘Apakah sudah selesai?” batinku.
“Belum!” terdengar suara menggelegar di samping kupingku.
Ada sesuatu seperti lubang hitam menarikku paksa untuk masuk ke sebuah tempat yang sangat gelap bahkan aku tidak bisa melihat apapun.
“Aku diaman?” ucapku.
“Gelap, aku gak bisa lihat apapun!” ucapku lagi.
“Danar? Jesy?” panggilku.
“Katrine?” ucapku memanggil kakakku.
Saat berada di tempat gelap itu aku mendengar seseorang memanggil namaku, ada banyak suara.
Suara-suara itu menyerupai mama, Katrine dan Juna hal itu membuatku bingung, apakah aku harus diam atau mengikuti sumber suara itu.
“Elin ... Elin,” ucap suara itu yang menyerupai suara wanita yang melahirkanku.
“Mama? Apa itu mama? Mama dimana?” ucapku sembari berjalan tanpa tahu arah karena semuanya gelap.
Perlahan aku berjalan menuju sumber suara, semakin lama suara itu semakin dekat, itu berarti aku hampir sampai.
“Elin ayo sini Nak,” ucao suara itu lagi.
“Elin jangan!” terdengar suara teriakan dan aku sangat mengenal suara itu.
“Katrine, kamu dimana?” tanyaku.
“Mundur! Menjauh dari tempat itu!”
“Katrine aku gak bisa lihat apa-apa, semua gelap.”
Tiba-tiba aku merasakan tanganku di tarik oleh seseorang, perlahan tempat itu menjadi terang dan semakin terang.
Rupanya itu adalah Katrine, dengan cepat ia menarikku ke suatu tempat.
“Katrine,” ucapku senang.
“Hampir saja,” ucapnya.
“Kenapa memangnya? Aku tadi dengar suara mama manggil aku,” ucapku.
“Jangan pernah terkecoh dengan suara-suara itu, kalau kamu sampai mendatangi sumber suara itu maka kamu tidak bisa kembali.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
Aiko_azZahwa
ap benar y,
katanya kalu memiliki anak dn meninggal belum baligh,
bisa menjadi penolong orang tua ato saudara..
ap seperti katherin ini,yg sllu menolong Elin...?
2023-06-12
1