Sudah cukup lama aku berada di tempat ini, rasanya aku ingin sekali datang untuk sekedar menjenguk Juna dan mama.
Aku pun memutuskan untuk ke rumah om Mirwan. Saat aku berada di sana rumah itu tampak sepi.
Aku berkeliling rumah itu sebentar, aku juga masuk ke dalam kamar Juna tapi Juna tidak berada di kamar itu.
Hingga terdengar suara orang membuka pintu, dengan cepat aku menuju pintu. Terlihat Birma baru saja datang dengan membawa koper besarnya.
“Sepi banget,” ucap Birma sembari membawa semua barang-barangnya masuk.
Aku tidak melihatnya cukup lama, sekarang kak Birma terlihat lebih dewasa tubuhnya pun sedikit berisi.
Birma duduk di sofa dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.
“Halo Pa, papa dimana?” tanya Birma di balik telepon.
Aku tidak bisa mendengar apa yang om Mirwan ucapkan.
“Ya sudah Birma juga mau ke sana,” ucapnya lalu menutup telepon.
Birma memasukkan kopernya ke dalam kamar lalu keluar dan masuk ke dalam mobil, aku pun mengikutinya.
Mobil melaju menuju sebuah jalan yang sangat familier bagiku, di tengah perjalanan Birma menghentikan mobilnya di depan toko bunga.
Ia membeli serangkaian bunga aster dan mawar putih lalu ia kembali masuk ke dalam mobil.
Aku mencium aroma bunga itu sangat harum, aneh biasanya aku tidak menyukai bunga seperti itu entah kenapa aku merasa sangat tertarik dengan wanginya.
Birma pun berhenti di depan kompleks pemakaman. Ternyata ia ingin mengunjungiku aku merasa terharu.
Aku terus mengikutinya, hingga sampai di makamku di sana sudah banyak bunga-bunga bertaburan di atasnya.
‘Apa ada yang baru mengunjungi makamku? Tapi kenapa aku bisa gak tahu?’ batinku.
Birma memanjatkan doa untukku, saat ia memanjatkan doanya dengan begitu tulus entah kenapa aku merasa sangat tenang, damai dan hawa di sekitarku menjadi sejuk.
Terlihat Birma meletakkan bunga-bunga itu di atas pusaraku, aromanya sangat wangi bahkan aku tak henti-hentinya menghirup aroma itu.
Birma mengusap lembut nisan bertuliskan namaku itu.
“Elin, maaf aku baru saja bisa berkunjung ke sini. Oh iya aku baru saja lulus dan mendapatkan nilai terbaik. Kalau kamu bisa dengar ucapanku ini kamu pasti akan senang.”
“Harusnya aku tidak pergi hari itu, kalau saja aku menunda keberangkatanku itu aku pasti akan melindungimu.”
“Tidur yang tenang ya adikku yang cantik dan cerewet, aku akan selalu mendoakanmu dan tidak akan pernah melupakan kamu,” sambung Birma sembari mengusap lembut bingkai foto yang ada di samping nisanku.
“Beginikah rasanya mendapatkan doa yang tulus, rasanya sejuk dan membuat hatiku tenang,” ucapku.
“Aku pulang dulu ya Elin, semoga kamu mendapatkan tempat yang terbaik,” ucap Birma.
Aku merasa sangat terharu, biasanya aku hanya menerima tangisan yang menyayat hatiku, perasaan tidak rela dan sebagainya dari orang-orang yang aku sayangi hal itu malah membuat hatiku semakin sakit.
Aku seperti diterpa badai dan hujan yang sangat deras ketika mereka menangisi kepergianku.
Namun tidak dengan hal yang di lakukan Birma, aku merasakan di hatinya yang mengikhlaskanku pergi serta ketulusan dari doanya membuatku seperti mendapat hembusan angin segar dan sejuk.
Aku menitikkan air mata bukan karena sedih, tapi karena terharu dengan apa yang di lakukan Birma untukku.
“Sayangnya aku sudah mati duluan, kalau tidak aku akan melakukan hal yang sama pada kedua orang tuaku. Tapi apa boleh buat, aku malah mati duluan dan sekarang gentayangan jadi hantu,” ucapku terkekeh.
Aku mengikuti Birma hingga ia kembali ke rumah, saat sampai terlihat mereka semua berkumpul.
Aku hanya bisa merasakan kehangatan keluarga itu dari kejauhan, aku senang mereka sehat dan baik-baik saja terutama adik tercintaku Juna.
Juna tidak terlihat main game lagi sekarang, dia semakin tinggi dan gagah. Aku yakin pasti ada banyak wanita yang mengincarnya.
“Oh iya Juna, katanya teman kamu mau datang mana dia?” tanya mama.
“Paling bentar lagi Ma,” sahut Juna.
“Temen? Cewek apa cowok nih tumben,” ucap om Mirwan.
“Cewek, tapi jangan salah sangka kami cuma teman,” sahut Juna.
“Temen apa temen nih?” ledek Birma.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
Aiko_azZahwa
memang bner y kata org2,
klu kita menangisi s2org yg sdh tiada,kasihan arwahny.bisa tersakiti & jlanny gelap,,,
tp ketika kita bljar ikhlas & tulus mendoa kn,mka arwah trsebut bisa bahagia,& jlanny terang untuk bisa kembali ke alam yg lbh abadi...
2023-06-12
0