“Katrine,” ucapku dengan wajah semringah.
“Elin ini waktu yang tepat untuk mengeluarkan kamu dari tempat ini,” ucap Katrine.
Tiba-tiba seorang wanita dengan rambut sebahu mengenakan baju kaos hitam muncul dari belakang Katrine.
“Kamu Jesy kan?” tanyaku.
“Elin, dia akan membawamu kembali dan keluar dari tempat ini.”
“Ayo cepetan waktu kita gak banyak, portalku hanya bisa terbuka sebentar,” ucap Jesy.
Aku pun bergegas mengikuti Jesy dari belakang, tidak lupa aku berpamitan dengan sosok wanita yang duduk di atas pohon itu.
Aku berusaha mengimbangi langkah Jesy, hingga terlihat sebuah cahaya berwarna putih aku dan Jesy lari masuk ke dalam cahaya itu, begitu pula dengan Katrine.
Kami pun masuk ke dalamnya, kaki berjalan perlahan hingga tiba-tiba cahaya itu menghilang dan kami pun berada di sebuah rumah.
“Untung aja kita cepat kalo enggak bisa terjebak di sana aku,” ucap Jesy.
“Terima kasih karena sudah mau menolongku,” ucapku kepada Jesy.
“Ini kali pertama aku menolong dan di beri ucapan terima kasih sama hantu,” ucap Jesy.
Mendengar hal itu aku pun tertawa kecil karena ini pertama kalinya juga aku berterima kasih sebagai hantu.
“Gimana Juna?” tanyaku.
“Dia lagi di rumah sakit, dia koma,” sahut Jesy dengan wajah murung.
“Apa? Koma?” pekikku kaget.
“Iya, semenjak kejadian itu Juna gak sadarkan diri dan udah lebih dari dua minggu Juna di rawat,” sahutnya.
“Katrine apa kamu tahu tentang ini?” tanyaku.
Katrine hanya diam dan menatapku dengan datar, aku tidak mengerti apa yang di pikirkan Katrine.
“Elin kita tidak bisa mengurusi masalah manusia, kita sudah berbeda alam,” ucapnya.
“Katrine kamu kok gitu, dia kan adikmu juga!” sahutku.
“Maaf Elin aku tidak bisa ikut campur lebih dalam lagi, ini di luar batas kemampuanku. Dunia kita sekarang berbeda mau sampai kapan kita mengurusi urusan manusia.”
Aku sedikit kecewa dengan apa yang di ucapkan Katrine, dia seperti berubah entah apa yang membuatnya seperti ini.
“Elin, kamu harus ikhlas dan melupakan masalah ini. Jangan terlibat terlalu jauh,” sambung Katrine.
Aku hanya diam ketika Katrine mengucapkan hal itu.
“Tunggu, jadi kalian ini sodaraan?” tanya Jesy.
“Iya, Katrine ini kakakku. Tapi dia sudah meninggal sebelum kami berdua lahir.”
Tidah lama ponsel Jesy berdering, rupanya itu telepon dari Birma, Jesy menyalakan speaker teleponnya agar aku bisa mendengar apa yang Birma ucapkan.
“Halo ada apa Birma?” tanya Jesy.
“Jes! Juna sekarat Jes!” pekik Birma dalam telepon.
“Hah? Ya udah aku ke sana sekarang.”
Jesy bergegas memasang helm dan menaiki motornya dan menuju rumah sakit, aku mengikuti Jesy hingga sampai rumah sakit.
Saat berada di depan rumah sakit aku sedikit syok karena sangat banyak arwah di sana, mereka berseriweran dengan berbagai macam wujud dan keadaan.
Ada yang hanya wajahnya saja yang pucat dan ada yang anggota tubuhnya tidak lengkap serta yang paling menarik perhatianku adalah seorang wanita dengan penuh darah di bajunya dan lehernya hampir putus.
Sosok wanita itu berjalan, dengan kepala yang seakan menjuntai dari lehernya, sesekali ia memegangi leher dengan kedua tangannya lalu berjalan di lorong rumah sakit.
Aku bahkan bisa melihat bagian daging dan tulang yang ada di lehernya.
Wajahnya rusak dengan sebagian kulit kepalanya menghilang, aku sama sekali tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya saat wanita itu meregang nyawa, aku yang sebagai arwah saja merasa ngilu melihatnya.
Aku terus mengikuti Jesy, semakin masuk ke bagian dalam semakin banyak makhluk yang rupanya mengerikan, hingga kami memasuki sebuah lorong, di sana ada Birma, Danar, mama dan juga om Mirwan.
Mama menangis sesenggukan sembari menatap sebuah pintu.
Di sana rupanya Juna di tangani, aku pun masuk ke dalam ruangan itu. Terlihat para perawat dan juga Dokter berusaha untuk menyelamatkan Juna.
“Juna kamu gak bileh nyerah kamu harus tetap hidup Jun!” ucapku.
Tiba-tiba Katrine masuk ke dalam ruangan itu, “Kita harus menjemputnya!”
“Memangnya Juna ada dimana?” tanyaku.
“Kita harus kembali ke tempat itu dan mencarinya, entah kenapa aku merasa dia berada di sana,” ucap Katrine.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
jenny
aduh, lagi tegang²nya membaca... digantung nih sama author. .
lanjut
2023-04-27
0