Sosok Wanita Cantik

Beberapa menit aku mencoba melihat ke bagian tempat yang gelap itu perlahan aku melihat ada sesuatu yang bergerak.

Lama kelamaan terlihat sosok yg sangat besar tingginya seperti pohon kelapa, tubuhnya hitam legam dengan mata yang merah menyala.

Seketika aku mendengar suara erangan yang menggelegar hingga membuatku syok.

Tekanan energinya sangat kuat hingga membuatku tak mampu menggerakkan tubuhku, bahkan hampir semua energiku seperti di serap olehnya.

“Apa itu yang kamu maksud?” tanyaku.

Seketika sosok pocong itu terdiam dan perlahan menjauh dariku, dari kejauhan hanya terlihat seperti biasa cahaya putih dari  yang redup lalu kemudian menghilang seperti kepulan asap tipis yang tertiup angin.

Kepulan asap tipis itu menjauh dari tempatku berada, sosok hitam itu berusaha meraihku dengan tangannya yang besar dan kuku yang panjang.

Namun, sosok itu tidak bisa mendekatiku. Aku berpikir jika tempat ini adalah satu-satunya tempat aman dan aku tidak boleh sekali pun melangkahkan kaki keluar dari tempat ini.

Aku sendiri masih belum mengerti kenapa mereka yang berada di tempat gelap itu tidak bisa masuk tapi aku bersyukur akan hal itu.

Hingga aku mendengar suara tawa seorang wanita, rupanya di tempat itu bukan hanya aku saja.

Wanita itu cekikikan tertawa, seakan menertawakan makhluk besar itu yang tidak bisa masuk ke tempat ini.

Aku melihat wanita mengenakan pakaian putih namun sangat bersih, rambutnya terurai panjang dengan paras yang cantik namun pucat, bahkan jika di bandingkan wanita itu adalah sosok hantu yang paling manusiawi wujudnya layaknya seperti Katrine.

“Kamu siapa?” tanyaku.

“Aku penghuni tempat ini,” sahutnya.

“Hanya kamu? Atau ada yang lain?” tanyaku.

“Ada banyak tapi tempat kita berbeda dengan mereka,” sahutnya.

“Berbeda? Maksudnya?”

“Ya berbeda karena saat mati mereka sudah masuk ke alam ini, beda dengan kita yang harus berusaha untuk mencapai tempat ini,” sahutnya.

“Berusaha seperti apa?”

“Ikhlas, melupakan semua dendam dan urusan kita yang belum selesai di dunia. Tapi tempat ini tidak se terang tempat mereka yang lain. Kalau di ibaratkan seperti rumah kita baru di depan pagarnya saja belum masuk ke halamannya.”

Ucapan sosok ini membuatku cukup bingung karena aku juga tidak tahu akan di tarik oleh Katrine ke tempat ini.

“Kamu mati kenapa?” tanya wanita itu ke padaku.

“Di bunuh,” sahutku.

“Kenapa?” tanyanya lagi.

“Karena dia menginginkanku, tapi dia bukan manusia,” sahutku.

“Oh ... Sama seperti pocong itu. Aku sering bicara sama dia tapi dia kadang takut ketahuan pemiliknya,” sahutnya.

“Pemilik? Apa sosok yang besar tadi?” tanyaku.

“Itu hanya penjaga, pemiliknya lebih mengerikan bahkan dia bisa masuk ke sini walau cuma beberapa detik.”

Aku baru tahu jika di dunia gaib ada yang seperti ini, bahkan jika aku di izinkan aku ingin rasanya menjelajah ke seluruh dunia gaib.

“Lalu di mana tuanmu?” tanya wanita itu.

Aku menggelengkan kepalaku, “Pemilikku bukan siapa-siapa, gak ada yang berhak memilikiku kecuali penciptaku sendiri,” sahutku dengan tegas.

Wanita itu tersenyum kecil dan melayang lembut seperti bunga dandelion yang tertiup angin ke arahku.

Semakin dekat dia semakin terlihat sangat cantik, hingga membuatku penasaran dengan masa lalu kehiduapnnya di dunia.

“Kalau kamu kenapa?” tanyaku.

“Aku di bunuh oleh adikku sendiri hanya karena uang,” sahutnya.

Aku seketika terdiam mendengar pernyataannya tersebut.

“Gak usah kaget. Dunia itu keras, jangankan orang lain saudara sendiri pun bisa kadi musuh bahkan menghilangkan nyawamu,” ucapnya.

“Awalnya aku dendam, aku menghantuinya setiap malam di penjara bahkan mencelakainnya aku sangat marah kepadanya. Aku bahkan bisa menangis sepanjang hari karena menyesali kenapa aku harus mati dengan cepat aku merasa tidak rela dan bahkan berteriak ketapa penciptaku sendiri,” sambungnya.

“Lalu kenapa kamu bisa berada di tempat ini?”

“Suatu hari saat adikku keluar dari penjara dia menyesali perbuatannya, dia bertaubat dan menangis di atas kuburanku meminta maaf dengan sangat tulus bahkan mengirimkanku doa dari hatinya yang sangat tulus. Dan kamu tahu apa yang terjadi? Semua dendamku langsung hilang seperti tertiup angin, aku menangis bukan karena sedih melainkan terharu. Sejak saat itu aku mengikhlaskannya dan bisa memasuki alam ini walaupun belum bisa bergabung dengan mereka yang ada di sana,” ucapnya sembari menunjuk ke arah sebuah tempat yang penuh dengan cahaya.

Aku bahkan tidak bisa melihat bentuk tempat yang wanita itu tunjuk  seperti apa karena sangat menyilaukan. Tapi di sekitarnya terlihat sangat nyaman dan damai.

“Tapi sepertinya kamu hanya sebentar di sini,” ucapnya.

“Gimana kamu bisa tahu?”

“Aku hanya menebak.”

Wanita itu kembali melayang naik ke atas pohon dan duduk di salah satu dahan dengan dedaunan yang cukup rimbun. Dia mengayun-ayunkan kakinya sembari terus melihat ke tempat yang dia tunjuk tadi.

“Apa kamu ingin masuk ke sana?” tanyaku.

“Tentu, siapa yang gak ingin berada di tempat terbaik dan dekat dengan Tuhan yang menciptakannya,” sahutnya.

“Tapi ini belum saatnya aku berada di sana, aku harus menebus semua rasa dendam yang pernah muncul di hatiku dulu,” Sambungnya lagi.

“Apakah jika berada di dalam sana kita akan tenang?” tanyaku.

“Tentu, hingga hari akhir itu tiba dan kita semua akan berkumpul di suatu tempat yang sama untuk menentukan kemana kita akan pergi selanjutnya,” ucapnya.

Sebenarnya aku ingin bertanya satu hal padanya tapi aku takut dia tidak mau menjawabnya, tapi aku mencoba berani untuk menanyakannya.

“Apakah para arwah akan selamanya berada di dunia?” tanyaku.

“Tergantung pilihan mereka, ada yang memilih untuk tetap tinggal hanya sekedar menunggu saudara atau pasangannya berpulang dan bersama-sama pergi ke alamnya, ada juga yang tidak ingin pergi dan lebih memilih gentayangan di dunia tapi itu semua atas izin sang pencipta,” sahutnya.

“Tapi semua pilihan pasti ada konsekuensinya.”

Berbincang dengannya membuatku tidak merasa takut dan sendirian di tempat ini, aku tidak menyangka  bisa bertemu orang sepertinya.

Urusanku belum selesai, dan aku harus menyelesaikannya dengan segera agar aku juga bisa tenang berada di alam yang seharusnya, terlepas kemana aku akan pergi selanjutnya.

Aku hanya ingin melihat Juna terbebas dari kutukan keluarga yang mengerikan ini. Aku punya firasat buruk jika Juna akan menjadi korban berikutnya dari makhluk itu.

Beberapa bulan lalu aku merasa sendirian namun kali ini aku punya Danar dan Jesy  yang mau dan bisa mendengarku.

Aku pun memilih duduk di bawah pohon rindang sembari menunggu Katrine kembali ke sini. Walaupun tidak seindah alam dimana Katrine berada namun ini cukup bagiku untuk berdiam sejenak.

Mungkin suatu saat nanti aku harus belajar ikhlas seperti yang dilakukan wanita itu. Aku juga tidak ingin gentayangan seperti ini di tambah lagi dengan wujud mengerikan.

Aku ingin menjadi sosok Elin yang seperti dulu jika Tuhan mengizinkannya.

Terpopuler

Comments

jenny

jenny

apakah Elin akan reinkarnasi

2023-04-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!