Bermuka Dua

“Jun ... Apa kamu bisa lihat aku?” ucapku beberapa kali.

Namun Juna masih saja gelagapan mencari keberadaanku. Aku merasa sangat sedih karena rasanya aku seperti membebani mental Juna.

Aku pun memilih untuk pergi meninggalkan rumah itu dan kembali ke tempat pertama kali aku berada yaitu rumah tua itu.

Tubuhku melayang cukup pelan namun anehnya dalam waktu sekejap tiba-tiba aku sudah berada di samping kolam renang.

Saat itu aku merasakan kedinginan yang teramat sangat dingin, sekujur tubuhku tiba-tiba basah.

Aku pun duduk di kursi yang ada di dekat kolam renang, saat aku duduk aku melihat ada dua orang di pojok kolam tengah memandang ke arahku.

Mereka adalah makhluk yang pernah mencelakaiku dan Juna.

Mereka hanya diam dan tidak juga mendekat, tapi ada satu hal yang aneh. Katrine, aku tidak pernah melihatnya lagi.

Malam ini terasa sangat panjang, aku terus menerus duduk sendirian di tempat itu hingga matahari mulai memancarkan sinarnya.

Aku masuk ke dalam rumah itu, dan pada saat itu aku melihat sebuah mobil berhenti di halaman rumah.

‘Siapa?’ batinku.

Seseorang keluar dari mobil, seseorang yang sangat aku kenal keluar dari mobil itu dan membuka pintu.

“Mas kita mau ngapain ke rumah ini?” 

Melihat dua orang itu aku merasa sangat marah rasanya ingin aku hantui mereka sampai mati.

Mereka adalah papa dan sahabat karibku dulu yaitu Sinta.

“Ada hal yang ingin aku cari tahu.”

“Mas rumah ini serem aku takut!” eluh Sinta.

“Mas kenapa aku harus ikut juga?” tanya Sinta.

Karena aku sudah terlanjur marah, aku menjatuhkan vas bunga yang ada di meja ruang tamu.

Prang!

Spontan Sinta kaget dan langsung memeluk pria yang seharusnya menjadi orang tuanya itu.

Sinta berteriak dan itu membuatku sangat terganggu, aku kembali menjatuhkan benda yang ada di atas meja hingga terpental jauh.

Hal itu membuat papaku seperti mengurungkan niatnya dan menarik Sinta ke luar.

Mereka berdua pergi dan langsung masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan tempat ini.

Aku tertawa terbahak melihat Sinta begitu ketakutan, bahkan aku ingin sekali menghantuinya malam ini. 

Aku mulai berpindah tempat, dari rumah itu ke sebuah mobil yang di tumpangi Sinta. Aku duduk di kursi belakang sambil terus menatapnya tajam.

“Mas sudah aku bilang untuk apa ke sana lagi!” ucap Sinta.

“Aku ingin menyudahi semua ini! Aku sudah terpukul dengan kematian Elin. Dua putriku meninggalkan aku akibat kebodohan orang tuaku,” ucapnya.

Aku merasakan kesedihan mendalam di hati papa, entah kenapa aku bisa merasakannya.

“Tapi Mereka sudah meninggal apa lagi yang harus di permasalahkan? Apa mereka bisa bangkit lagi? Enggak kan?” ucap Sinta.

“Lagian Mas, kalau Elin gak ada kan kita bisa bersama,” ucap Sinta sambil bersandar di bahu pria yang aku hormati itu.

Tiba-tiba mobil papa menepi dan diam sejenak.

“Loh kok berhenti?” tanya Sinta.

“Keluar.”

“Ma-maksud Mas apa?” tanya Sinta.

“Keluar sekarang juga!” bentak papa kepada Sinta.

“Mas apa salah aku?”

“Aku yang salah! Semua ini salahku. Seandainya aku tahu kamu berteman dengan anakku aku mungkin tidak akan mendekatimu. Dan kamu dengan gampangnya memanfaatkan kematian anakku.”

Aku melihat papa mengeluarkan seluruh uang yang ada di dompetnya dan memberikannya kepada Sinta.

“Ambil ini dan jangan lagi kamu datang di hadapanku lagi. Sekarang kamu keluar!” 

Sambil menangis Sinta keluar dari mobil itu, aku pun mengikutinya. Mobil papa langsung melaju ketika Sinta keluar dari mobil.

Aku melihat Sinta mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang, orang itu adalah Juna.

“Jun,” ucapnya sembari terisak.

“Jun aku boleh minta tolong jemput aku gak aku mohon,” ucapnya sembari menangis tersedu.

Aku tidak bisa mendengar apa yang Juna ucapkan tapi sepertinya Juna akan menjemput Sinta.

Telepon pun di tutup Sinta memasukkan kembali ponselnya, ia bahkan sempat menghitung uang yang papaku berikan kepadanya.

Aku tidak menyangka jika orang yang aku pikir sahabat terbaik itu ternyata bermuka dua.

Terpopuler

Comments

Aiko_azZahwa

Aiko_azZahwa

Dasarrrrr Ular,,,

2023-06-12

0

Anita

Anita

ternyata Sinta selingkuhan Papanya Elin, pantas saat Elin meninggal dia kayaknya lebih dekat dengan Sinta bukan dengan istrinya

2023-04-07

0

Desy Rs Azuz

Desy Rs Azuz

Hmm ternyata ada konspirasi ya

2023-04-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!