Makhluk Yang Mengikuti Juna

Keesokan harinya aku mengikuti Danar untuk mendatangi Juna, namun di sana hanya ada Birma karena Juna sedang keluar.

“Ada apa nih tumben,” ucap Birma.

“Gak aku cuma mau ngomong aja sama Juna,” ucap Danar.

“Orangnya baru aja keluar, biasalah dia jalan sama temennya.”

“Tapi kayaknya serius banget, memang ada apa sih?” tanya Birma lagi.

Danar terdiam sejenak dan menoleh ke arahku yang ada di sampingnya.

“Kemarin saat Juna marah sama aku, sebenarnya aku melihat ada Elin di sampingnya. Tapi karena aku tidak ingin Juna larut dalam kesedihannya makanya aku bilang kaya gitu kemarin,” tutur Danar.

“Iya aku paham, bahkan aku kaget kenapa bisa arwah Elin gentayangan,” sahut Birma.

“Jadi kamu tahu?”

Birma menganggukkan kepalanya, “Iya. Kalau bukan karena Jesy aku gak bakalan tahu.”

“Jesy siapa?”

“Dia temennya Juna,” sahutku.

Danar pun menganggukan kepalanya.

“Jesy teman mabarnya Juna,” sahut Birma.

“Iya udah tahu, Elin yang kasih tahu aku tadi.”

“Elin ada di sini? Dimana?”

“Elin duduk di sampingku,” sahut Danar.

Danar dan Birma masih terus mengobrol membahas berbagai hal hingga terdengar suara pintu mobil.

Rumpanya itu adalah mama dan papa baruku om Mirwan.

Mereka berdua masuk ke dalam rumah lalu duduk di samping Birma.

“Ada Danar rupanya, lama banget kamu gak kelihatan,” ucap mama.

“Iya tante, saya sibuk mengurus usaha papa yang ada di luar kota dan kemarin baru pulang,” tutur Danar.

“Wah udah jadi pengusaha kamu sekarang Danar,” ucap Birma.

“Gak lah aku cuma ngurusin aja.”

“Oh iya Juna mana?” tanya mama pada Birma.

“Biasa pergi sama temennya Ma,” sahut Birma.

Mama pun berpamitan untuk masuk ke dalam kamarnya sedangkan om Mirwan kembali pergi karena masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan di kantornya.

Aku pun menyuruh Danar untuk memberi tahu Birma jika Juna tadi malam main jelangkung di kamarnya.

“Bir, ada yang ingin aku beri tahu ini masalah Juna,” ucap Danar.

“Apa itu?”

“Aku dapat informasi ini juga dari Elin, kalau Juna tadi malam main jelangkung dan berusaha memanggil arwah Elin.”

“Hah yang benar aja dia udah gak waras apa!” pekik Birma.

“Ssstttt! Jangan keras-keras nanti kalau tante Dania tahu gimana,” ucap Danar.

“Ya maaf habis aku kaget aja. Terus boneka jelangkungnya di simpan dimana?” tanya Birma.

Danar menatap lagi ke arahku. 

“Di kamar dalam lemari,” sahutku.

“Ada di kamarnya di simpan dalam lemari.”

Birma mendnegus, ia beranjak dan naik ke atas untuk menuju kamar Juna di susul oleh Danar.

Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar Juna, saat itu Danar langsung menghela nafasnya.

“Kenapa dia bisa sebodoh ini,” ucap Danar.

Birma membuka satu per satu lemari kamar namun tidak menemukan apa pun, sedangkan Danar merasakan ada energi negatif yang besar di dalam kamar Juna.

“Birma aku merasa gak kamar Juna ini rasanya gak enak, pengap dan rasanya sesak,” ucap Danar.

“Ya aku merasakannya, dan entah kenapa kamarnya hawanya sedikit panas,” sahut Danar.

“Berarti Elin terperangkap di boneka itu?” tanya Birma.

Danar menggeleng, “Bukan.”

“Maksudnya?”

“Itu bukan Elin, bahkan bisa jadi itu adalah jin jahat, karena aura negatifnya masih sangat terasa,” tutur Danar.

“Terus kita harus gimana?” tanya Birma.

“Kita harus singkirkan boneka jelangkung itu.”

“Apa jangan-jangan boneka itu dia bawa kemana-mana,” ucap Birma.

Aku pun mencoba mencari keberadaan Juna dan aku menemukannya, saat itu Juna tengah berada di sebuah taman yang ada di pusat kota.

Aku dapat melihat dengan jelas dalam tas Juna ada boneka itu dan makhluk itu merangkak di belakang Juna mengikutinya kemana pun Juna pergi.

“Kamu! Jangan dekati saudaraku!” bentakku pada makhluk itu.

Terlihat makhluk itu seperti marah kepadaku, dia bahkan menyerangku dan berusaha mencekikku lalu menusukkan kuku runcingnya itu ke mataku.

Aku tidak bisa menahannya karena energi dia lebih besar dari pada energiku bahkan makhluk itu dengan mudah melemparku.

Mahluk itu mendatangiku lagi dan berusaha memakan ku. Aku yang tidak menyangka jika ia bisa memakan makhluk lain itu pun langsung berteriak histeris.

Hingga sepasang tangan menarikku pergi menjauh.

“Katrine,” ucapku.

“Kamu jangan mendekatinya dia berbahaya,” ucap Katrine.

“Ini dimana?” 

Aku tiba-tiba saja berada di suatu tempat, seperti sebuah taman penuh dnegan rerumputan hijau sejauh mata memandang.

“Ini rumahku,” ucapnya.

“Apa orang yang meninggal dengan tenang akan memiliki rumah sedamai ini?” tanyaku.

Katrine menggelengkan kepalanya, “ Tidak juga, yang aku tahu semua tergantung dari amal perbuatan kita,” sahutnya.

“Kamu aman di sini, mereka tidak bisa menembus atau bahkan menerobos masuk karena tempat ini berbeda.”

“Jadi tidak semua makhluk bisa dengan bebas keluar masuk tempat makhluk lain?”

“Sepertinya begitu,” sahut Katrine singkat.

“Lalu aku?” tanyaku.

“Entah, aku hanya spontan menarikmu ke sini dan ternyata bisa.”

Aku terdiam sejenak, aku akhirnya bisa menikmati udara segar karena selama ini aku hanya bisa merasakan dingin dan juga sesak.

Aku jadi berpikir dunia seperti apa kelak yang akan aku dapatkan apakah dunia yang seperti dimiliki kakakku ini atau malah sebaliknya entahlah.

Dulu aku sangat takut akan terjatuh, terluka bahkan kematian. Tapi saat ini rasanya aku ingin cepat-cepat menyelesaikan masalah ku dan tidur dengan tenang di alamku.

Rasanya tersiksa juga berada di dunia dengan kondisi gentayangan seperti ini, aku sedikit iri dengan Katrine dia bisa mendapatkan tempat terbaik.

Mungkin karena Katrine meninggal saat masih kecil.

Terpopuler

Comments

Aiko_azZahwa

Aiko_azZahwa

dari part ini q bisa ambil plajaran,,
apa yg kita lakukan d dunia ini,it adaah bekal yg bakal kita bawa kelak d akhirat.
smg kita sllu bisa menjalankn sgla perintahNya & menjauhi smua LaranganNya,
agar kelak kita dpet tempat terbaik di sisiNya...🤲🤲🤲

2023-06-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!