sosok hantu misterius

Kedua pria itu lari tunggang langgang, tapi anehnya sosok menyeramkan itu terus mengejar mereka berdua.

Dan kemudian hilang saat melewati kebun pisang dan sumur tua, kedua hansip itu akhirnya sampai di masjid dan segera masuk ketakutan.

Di sisi lain takmir masjid pun hanya heran melihat dua hansip itu tertelungkup di dalam masjid, dia tak membangunkan karena berada di area teras dalam.

Sedang di rumah Azam dan Melati, keduanya sedang beristirahat saat terdengar suara seseorang berjalan di pelataran rumah.

Srek... srek.. srek...

Suara itu begitu nyaring, tentu saja Azam terbangun tapi tak pantas keluar untuk melihatnya karena dia tau jika itu bukan suara manusia.

Melati terbangun dan melihat suaminya sudah bangkit ingin pergi, "mas mau kemana," tanya melati sambil menutupi tubuhnya yang masih polos.

"Aku ingin keluar sebentar, sepertinya ada yang tidak beres," jawab Azam.

Tapi Melati takut, jadi dia menahan suaminya itu, jangan lakukan itu mas, aku tak ingin kamu meninggalkan diriku.

Azam hanya bisa menghela nafas,dia pun mengangguk dan melepaskan sarung yang dia pakai.

Melati memalingkan wajahnya dari suaminya itu yang ternyata tak mengenakan apapun.

"Kenapa malu, kamu sudah melihat dan bahkan merasakannya,apa masih kurang, mau lagi sayang, dia siap loh," kata Azam tertawa melihat istrinya yang masuk kedalam selimut.

Tentu saja, Azam ikut masuk ke dalam selimut dan lagi-lagi mengulangi apa yang mereka lakukan.

Keesokan harinya, Yeni terbangun dengan tubuh yang bugar, dan d

hari ini ada ujian untuk mengambil nilai.

Dia sudah berangkat di antar oleh pak Solihin, "pak nanti pulangnya Yeni gimana?"

"Bareng teman mu ya, karena bapak sibuk ada urusan dengan orang-orang juragan Hariyono yang akan menyewa rumah Mbah mu, kamuntau lumayan sekali juragan mau mengunakan rumah kosong itu untuk melatih para Tarang taruna, jadi maaf ya nduk," kata pak Solihin.

"Iya pak, nanti aku akan nebeng anak-anak saja," jawab Yeni yang merasa takut.

Dia tak mengira jika juragan Hariyono sudah memegang kendali atas ayahnya.

"Hei Yeni, ayo masuk kelas kenapa bengong," panggil teman-teman gadis itu.

Akhirnya dia memutuskan untuk masuk sekolah dan memilih untuk tidak fokus pada pria itu

Karena dia harus fokus untuk ujiannya dan tak boleh kehilangan beasiswa miliknya.

Sedang di pasar para warga heboh karena putra pak Tejo belum pulang padahal sudah hampir seminggu.

"Mas Azam sudah dengar belum, itu putra pak Tejo hilang loh," kata Bu Menik.

"Bu setahuku putra pak Tejo ini sudah cukup besar untuk di bilang hilang, mungkin lagi ke rumah temannya tapi gak pulang, positif thinking saja," kata Azam yang memang jarang memikirkan hal aneh.

"Bukan seperti itu, masak iya main sudah seminggu tak pulang kan aneh," kata Bu menik lagi.

"Iya juga ya, seliar-liarnya anak, pasti akan pulang jika uangnya habis, apa tak ada petunjuk apapun?"

"Tidak ada,bahkan semua tempat tongkrongan dan rumah temannya tak ada yang tau tuh bocah kemana," kata Bu Menik.

Sedang Melati yang fokus menjaga kasir hanya tau sekilas-kilas saja, dan Azam juga akan membantu pria itu karena pak Tejo yang termasuk orang yang cukup membantu yusron selama ini.

Pak Tejo masih mencari keberadaan Putranya yang tiba-tiba hilang entah kemana, padahal Edo bukan pemuda yang bisa main hingga jahit dari rumah.

Dari kejauhan ada sosok yang memperhatikan pak Tejo, tapi sosok itu tak bisa melakukan apapun karena tubuhnya tak bisa menyentuh sosok pria sepuh itu.

Yeni di sekolah sudah selesai menyelesaikan semua ujian yang di berikan, kini mereka sedang santai di kantin sekolah.

Mereka sedang membahas apa yang akan di lakukan, "eh nanti aku Bebeng pulang dong," kata Yeni pada kedua temannya.

"Ya.. aku tadi di antarkan kekasih ku, kenapa tidak minta jemput kekasih ku saja, biasanya juga gitu kan," kata Niken.

"Dia sibuk, tapi ya nanti coba aku hubungi lagi siapa tau dia mau jemput," kata Yeni.

Ternyata sebuah pesan masuk, itu adalah pesan dari pak Solihin yang memberitahu pada Yeni untuk hati-hati di rumah.

Karena kedua orang tuanya sedang sibuk karena harus melayat ke rumah saudara dan kemungkinan akan pulang malam.

Makin kesal Yeni mengetahui hal itu, akhirnya dia mendapatkan tumpangan dari Vita tapi hanya sampai gapura desa.

Sesampainya di gapura desa, Yeni pulang dengan berjalan kaki karena dia tak bisa menghubungi siapa pun.

Tiba-tiba sebuah mobil panther berhenti di sampingnya, dia tak tau itu mobil siapa.

Tapi Yeni kaget saat melihat sosok pria yang turun dari mobil itu, "juragan Hariyono, ada apa?"

"Aku ingin menjemput mu tapi kamu sudah pulang, ya sudah sekarang masuk aku akan mengajak mu ke suatu tempat," kata pria itu.

"Tapi aku harus pulang, orang tua ku sudah menunggu," kata Yeni yang berusaha menolak.

"Kamu kira aku bodoh, mereka sedang berada di luar kota dan tadi meminjam mobil ku untuk melayat, jadi kamu sendirian di rumah, mau ikut atau aku melakukan andaman ku," kata pria itu.

Yeni pun tak bisa menolak dan langsung masuk kedalam mobil pria itu.

Dan mobil itu ternyata di bawa ke liar desa, dan mobil itu menuju ke sebuah hutan yang entah berada di mana karena begitu rapat dengan pohon karet dan jati.

Mobil pun masuk ke area yang mulai jalan tanah, Yeni makin ketakutan saat mobil itu berhenti begitu saja di sana.

"Mau apa kita di sini, aku ingin pulang..." lirih gadis itu mulai menangis.

Ternyata pria itu memiliki fantasi liat, dia pun turun dan menarik Yeni dan langsung melakukan pemaksaan pada gadis muda itu.

Bahkan dia tak memberikan ampun dan yang membuatnya semakin hilang akal adalah suara yang di keluarkan gadis itu.

Bahkan mereka tak melakukannya sekali atau dua kali tapi beberapa kali hingga langit berubah jadi malam.

"Turun lah, dan ingat oleskan obat itu pada milik mu, jika tidak kamu mengerti kan,"

Yeni hanya bisa mengangguk, dia tdk mengira kegiatannya yang tergoda oleh kekasihnya.

Kini membuatnya menjadi pelayan dari pria yang lebih pantas di panggil ayah oleh dirinya.

Bagaimana tidak mereka terpaut usia dua puluh dua tahun, dan Yeni tak bisa menolak atau melakukan apapun.

Sedang Azam masih bingung memikirkan bagaimana Edo bisa hilang.

Karena pemuda itu tentu bukan pemuda bodoh terlebih Edo itu sangat menyayangi keluarganya.

"Mas Azam kenapa melamun," kata pak Tejo yang melihat pria itu diam.

"Tidak pak, saya hanya tak percaya saja, bagaimana pemuda sebaik itu bisa hilang," kata Azam yang terhenti karena melihat sosok arwah dengan kepala retak dan mata hilang satu

Yang lebih mencengangkan adalah, sosok itu basah kuyup dengan air yang bercampur darah.

"Pak Tejo apa Edo sebelum hilang mengenakan kaos merah ada lambang negara Belgia, dan celana jeans pendek selutut?" tanya Azam memastikan.

"Iya mas, kenapa bisa tau?" tanya pak Tejo yang membuat Azam sedih karena sosok hantu yang muncul itu adalah arwah Edo.

Terpopuler

Comments

yhuenita

yhuenita

lah q kira itu agung apha dy edo yg mninggal

2023-04-14

0

Apriyanti

Apriyanti

jgn² juragan Hariyono yg bunuh Edo
lanjut thor

2023-04-14

0

Sumawita

Sumawita

pasti Edo di bunuh juragan hartoyo

2023-04-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!