salah sasaran

Juragan Hariyono benar-benar merasa kesakitan, bahkan kini dia muntah paku di depan semua orang

"Astagfirullah juragan, tolong istighfar," kata pak RT.

Azam hanya bisa istighfar begitu pun yang lain, "tolong ambilkan daun kelor,"

"Untuk apa pak imam," tanya pak Joko.

"Sudah ikuti saja, kok kamu tanya Mulu sih," kesal pak imam.

Pria itu mengambil air garam dan menerima daun kelor untuk kemudian di pukulan ke tubuh juragan Hariyono.

Setelah itu pria dewasa itu pingsan, dan Azam hanya melihatnya saja, dia pun mencari istrinya dan mengajak pulang,

"Mas tadi ada apa, aku dengar ada yang muntah darah," tanya melati.

"Tadi itu, setelah sholat ada yang ingin menyerang kita, tapi untunglah ada seseorang yang melindungi kita, dan dia membuat kita selamat ya, sudah kita pulang dulu ya," ajak Azam yang memang harus mulai bekerja serius untuk kehidupan mereka.

Azam sekarang memilih berjualan sembako di pasar, berkat bekerja di yayasan sambil mengurus Melati.

Sekarang mereka berdua memiliki kios meski tak besar tapi Alhamdulillah memiliki banyak Langganan.

Sedang di rumah juragan Hariyono,Bu Lasmi kaget karena putranya itu di antar dengan tubuh lemas dan baju berlumuran darah.

"Ini kenapa pak?" tanya Bu Lasmi.

"Kami juga tadi tak tau Bu, tiba-tiba juragan muntah darah dan seperti ini," kata pak Dikin yang mengantar bersama pak Tejo.

Bu Lasmi mengerti jika semua ini terjadi karena dia ternyata salah sasaran.

Dia merasa bodoh tapi juga bersyukur karena tadi dia tak sampai berniat membunuh pria itu.

Jika tidak maka sekarang juragan Hariyono sudah tewas karena ilmu hitam yang dia praktekkan.

Tak berhenti di sana, Bu Lasmi akan mencoba lagi untuk membuat pria yang mirip yusron itu mati.

Sedang Azam dan Melati sudah ada di pasar dan langsung di serbu oleh para pelanggan mereka.

Tadi mereka juga sempat sarapan berdua sebelum banyak pembeli, Azam bertindak sebagai orang yang mengambilkan begitupun dengan Melati.

tapi tentu Melati juga bertugas di kasir karena bagi Azam, semua uang harus di pegang istri bukan suami.

"Kita tutup dek, sudah dhuhur," kata Azam.

"iya mas," jawab Melati yang juga selesai melakukan pembukuan.

Keduanya sudah menutup toko, dan saat mereka akan pergi, Azam sengaja mengucapkan sesuatu dari hatinya.

"Titip toko ya, ya setidaknya aku punya sesosok yang bisa di percaya," batin Azam.

Benar saja, ada sesosok penampakan yang lebih tepatnya sosok yang mengikuti azan dari yayasan.

"Mas, perlahan semua orang pasti akan tau jika istri mu adalah aku, nanti pasti mereka akan menghina mu karena menikahi wanita kotor seperti ku," kata Melati di atas motor.

Akhirnya Azam mengenggam tangan istrinya yang memegang baju di depan perutnya.

"Insyaallah tidak akan dek, aku suamimu, kamu tanggung jawab ku, jangan pernah mengatakan itu, kita yang menikah, ini rumah tangga kita dan tidak ada orang yang berhak mencampuri rumah tangga kita, bahkan Allah saja menyukai seorang pembuat maksiat yang berobat bersungguh-sungguh, dari para orang ahli ibadah uang sombong dan suka memakan daging saudaranya sendiri, jadi kamu itu sempurna untuk ku, karena aku juga bukan orang yang tidak pernah berbuat dosa, jadi kita harus saling mendukung, apapun kondisinya, kita bersama ya sayang," kata Azam yang tanpa sadar memanggil Melati sayang.

"Iya mas," jawab Melati malu-malu.

Bagaimana tidak, panggilan sayang akhirnya dia dengar dari mulut suaminya sendiri dengan begitu lembut.

Sesampainya di rumah, melati mulai menata belanjaannya, dan dia mulai masak telur ceplok dan sambal request dari suaminya.

Tak lupa wanita itu juga memasak nasi untuk mereka makan, setelah semuanya selesai Melati meletakkan dua piring di meja.

Tapi saat Azam datang, dia menaruh piring satu lagi ke tempat rak, dan dia mengambil nasi hanya dengan satu piring.

"Loh mas, kenapa di kembalikan," tanya Melati.

"Aku ingin makan berdua dengan mu, sudah mulai sekarang kita makan sepiring berdua," kata Azam yang duduk berdekatan dengan istrinya.

Akhirnya keduanya makan dan setelah selesai, Azam yang mencuci piring.

Bahkan mereka mencuci baju juga berdua, beruntung tempat sumur ada di dalam dapur jadi mereka bebas mencuci sambil bercanda.

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki di belakang rumah, Azam pun bangkit dan melihatnya.

Ternyata itu adalah Agung yang datang membawa batu bata, tapi Azam tak takut dia mengambil bongkotan bambu berukuran besar untuk menakuti pria itu.

"Mau apa kemari, mau membunuh ku,kamu salah jika datang sekarang karena arwah tak bisa di bunuh, tapi bisa membunuh mu," suara Azam menakuti pria itu hingga Lari terbirit-birit.

"Setan!!"

Azam melemparkan bongkotan itu kembali, "kenapa pria itu tak mati saja, sialan,"

Dia kembali ke dalam rumah dan melihat sosok istrinya yang mencuci baju dengan pakaian yang sudah basah dan membentuk tubuhnya.

"Ya Allah, keindahan apa yang di ciptakan di depan ku ini, seorang wanita yang begitu cantik..." puji Azam.

"Hentikan mas, ini tolong di jemur sudah selesai, aku tidak bisa keluar karena baju ku basah," kata melati yang malu.

"Aku tak gombal loh,ini beneran, tapi perintah anda adalah tugas saya," kata Azam yang langsung menata semua di teras belakang.

Ya rumah mereka ini bergaya tempo dulu, ada teras di depan dan belakang rumah.

Kalau teras di belakang rumah ini untuk menyimpan kayu, dan perabotan yang sudah tak terpakai atau pakan ternak jika punya.

Tapi karena mereka tak punya tebak jadi di jadikan tempat jemur baju dan tak langsung kena hujan.

Tapi karena sangat panas, jadilah Azam menjemurnya di tempat yang panas agar cepat kering.

Melati memilih mandi, tanpa di duga Azam masuk kedalam kamar mandi karena sudah tak tahan.

"Mas kenapa masuk," kata melati kaget.

"Maaf, mas kebelet pipis, tapi tak usah malu kita sudah suami istri,"

"Tapi hubungan kita tak sejauh itu mas," kata Melati yang masih merasa canggung.

Azam selesai dan malah membuka bajunya dan mulai mandi, "sekarang kita akan sejauh mungkin, sekarang tolong bantu aku membersihkan punggung ku ya," kata Azam.

Melati mendekat, dia dulu juga sering seperti ini dengan yusron, tapi ini berbeda, punggung Azam lebih Koko dan lebar di banding yusron.

Dan lagi di punggung Azam ada sebuah tanda tompel berwarna hitam.

Setelah mandi berdua, keduanya pun duduk sambil menikmati tayangan televisi, ya tadi mereka hanya benar-benar mandi tanpa melakukan apapun.

Sedang sosok Agung yang tadi ketakutan, masih lari hingga ke jalan raya.

Kemudian dia berjalan linglung, tapi tiba-tiba sesuatu seperti mendorong pria gila itu ke depan truk yang sedang lewat.

Brak...

Tubuh Agung di hantam truk hingga terpental dan kepalanya dan tubuhnya menghantam pinggiran cor sungai dan kemudian jatuh kedalam sungai itu.

Sopir truk langsung lari karena dia tak mau tanggung jawab, lagi pula tak ada saksi mata yang melihat semua itu.

Juragan Hariyono pun perlahan sudah merasa baik kepalanya tak pusing lagi

Sedang Bu Lasmi meminta tolong beberapa anak buah juragan Hariyono untuk mencari agung yang tadi lari dari rumah.

"Ada apa Bu, kenapa ibu sepanik itu?"

"Kamu sudah mendingan ya le, ini loh adik mu tadi lari dari rumah, ibu minta tolong anak buah mu untuk mencarinya, tapi belum ada kabar dari tadi," kata Bu Lasmi

"Tenang Bu, mungkin dia ke tempat rumah kosong yang dulu sering jadi markasnya, biar Hariyono periksa dulu ya," kata juragan Hariyono.

Akhirnya dia pun pergi mencari adiknya Agung, ya juragan Hariyono ini sekarang seperti boneka yang di atur Bu Lasmi.

Dia seperti melupakan apa yang telah di lakukan wanita itu dan agung sebelumnya, bahkan sekarang pria itu benar-benar berubah menjadi orang lain.

Dia sampai di tempat itu, tapi saat di rumah kosong itu,dia malah melihat dua orang muda-mudi sedang berciuman dengan duduk beralaskan tikar.

"Kenapa kalian berbuat mesum di sini," kata juragan Hariyono yang langsung membuat pemuda itu lari secepat kilat.

Karena dia tau jika yang memergoki dia ini bukan orang yang sembarangan.

"Wah lihatlah, kekasih mu meninggalkan mu begitu saja, eh tunggu dulu, bukankah kamu putri pak Solihin, siapa namamu .. emm... ya Yeni, kenapa kamu berbuat mesum di sini dan sudah sejauh apa, jawab!"

"Maaf juragan, aku dan kekasih ku itu sering ke sini dan kami hanya sebatas berciuman dan minum susu," jawab gadis itu menangis ketakutan

Tiba-tiba ponsel gadis itu berbunyi, tentu saja juragan Hariyono ini penasaran jadi melihat ternyata itu pria tadi.

"Jawablah dan bilang kalian putus, atau aku akan membuat bapak mu malu," kata juragan Hariyono.

Ya dia tergoda dengan sosok Yeni yang masih muda belia, bahkan gadis muda itu memiliki tubuh yang sangat aduhai.

"kenapa kamu meninggal aku, aku jadi pulang sendiri, sadar Edo gak bertanggung jawab," marah Yeni di depan juragan Hariyono.

"Maaf, kamu tau dia itu juragan Hariyono, pria paling di segani di desa, dan bapak ku bekerja dengan dia jadi aku tak mau membuat bapak ku kena masalah,"

"Sudahlah dasar kamu pengecut, kita putus saja," kata Yeni yang langsung mematikan telponnya.

Juragan Hariyono meminta ponsel gadis itu dan langsung mencabut kartu sim card di dalamnya.

"Sekarang, aku punya rahasia mu, dan tadi aku juga sudah memvideokan kalian, jadi sekarang apapun yang aku katakan kamu harus menurut, mengerti..." kata juragan Hariyono.

"Iya juragan, tapi boleh saya pulang," kata Yeni ketakutan.

Juragan Hariyono mengetikan SIM cards miliknya yang jarang terpakai pada gadis itu, "ingat jika aku menelpon mu, kamu harus segera datang, jika tidak kamu bisa melihat ayah mu yang terkenal sebagai pak RW yang teladan itu malu," terang juragan Hariyono yang di angguki oleh gadis muda itu.

Terpopuler

Comments

Sumawita

Sumawita

semoga ada org yg bisa, menolong juragan itu

2023-04-12

0

Apriyanti

Apriyanti

lanjut thor

2023-04-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!