Pocong yusron hanya melihat sosok genderuwo itu dengan dingin, "aku tak ada urusan dengan mu,"
"Tapi aku tak suka ada yang mengganggu wilayah ku," kata sosok genderuwo yang ingin melawan pocong yusron.
Karena dia sadar jika kekuatannya tak akan mampu menandingi sosok besar itu, pocong yusron pun pergi.
Dia melayang di atas jalanan kampung sambil menangis, semua warga desa sudah ketakutan.
Pocong yusron sampai di depan sebuah rumah, ternyata itu adalah rumah juragan Hariyono.
Para orang yang di minta berjaga malah ketiduran, juragan Hariyono sedang melakukan pembukuan di dalam rumah.
Mau bagaimana pun dia tidak ada yang membantu untuk menyelesaikan semua itu.
Tok... tok... tok...
"Siapa?" lirih juragan Hariyono yang berada pintu rumahnya di ketuk.
Dia ingat jika para orang yang menjaga rumahnya bisa masuk karena pintu tak di kunci.
"Juragan...." lirih suara yang di kenali oleh juragan Hariyono
"Yusron... mau apa kesini?" tanya juragan Hariyono yang takut untuk membuka pintu jadi hanya berani bertanya di balik pintu rumahnya.
"Sakit, leherku dan kaki ku," kata sosok Yusron ini.
"Pergi yang tenang, aku sudah mengantar istrimu berobat, tenanglah di alam sana," kata juragan Hariyono.
"Mati... mati... mati..." suara itu yang menghilang dari pendengaran juragan Hariyono.
Merasa aman juragan Hariyono pun membuka pintu, bersiap terkejutnya dia tiba-tiba pocong Yusron sudah ada di depan matanya.
"Mati...." tercium bau busuk, anyir dan bau tak sedap yang keluar dari sosok itu.
dia pun terduduk karena kaget, kemudian sosok pocong yusron yang perlahan menghilang
"Ya Allah... sebenarnya ini kenapa, dia orang baik tapi kenapa malah jadi seperti ini," kata juragan Hariyono.
Keempat pria itu masih di basecamp mereka untuk membagi uang dan perhiasan.
Dan untuk barang elektronik juga sudah di bawa oleh pengepul dan akan di jual ke tempat yang jauh.
Mereka pun membawa hasil rampokan tadi mereka pun pulang, Andi yang memang tak percaya dengan hantu.
pemuda itu sedang mengendarai sepeda motornya,saat tiba-tiba terasa berat, "sialan kenapa nih motor," gumamnya.
Dia pun memberhentikan motornya dan melihat kebelakang tak ada apapun.
Karena sosok pocong yusron berpindah ke depan motor, "motor mu bagus Andi, punya siapa?"
"Ya punya ku lah, memang kau pikir punya siapa?" jawab Andi yang melihat ke depan.
betapa terkejutnya dia melihat sosok pocong sedang menyeringai lebar sambil menunjukkan mulut penuh darah dan wajah busuk penuh belatung
"kamu lupa aku pemilik motor ini," suara serak pocong Yusron.
"Kau sudah mati bangsat," kata Andi yang langsung menarik gas motornya dan menabrak sosok pocong yusron.
Tapi tiba-tiba sepeda motornya itu terasa berat hingga tak bisa lagi dia kendalikan.
Tiba-tiba Andi kaget melihat kaki pocong itu berdiri di stang motor dan karena takut dia melompat dari motor.
Benar saja motor itu m
berjalan lurus ke depan Tania terkendali menabrak pohon asam Jawa yang berukuran besar hingga terbakar.
Melihat itu angin lari meninggalkan motor curiannya itu, dan memilih pusing agar tak di ganggu oleh pocong Yusron.
Dia tak menyangka jika spa yang di bicarakan oleh teman-temannya itu semuanya benar, yusron berubah jadi hantu gentayangan.
Kini sosok pocong itu pindah ke rumah warga desa, dia pun datang setiap malam untuk meminta tolong.
Bahkan di rumah Bu Lasmi, pocong Yusron menemani Agung beristirahat dengan nyenyak.
"Mati..."lirih pocong yusron
itu membuat agung terbangun karena bau anyir dan dia kaget saat melihat sosok pocong yang begitu mengerikan ada di sampingnya.
Agung ingin menendang pocong itu, tapi tanpa terduga, pocong itu bangkit dan membenturkan kepalanya.
Dan membuat Agung kesakitan dan pingsan, pocong Yusron itu pun masuk kedalam diri Agung.
"Aku akan mengunakan tubuh mu sesuka hatiku, ha-ha-ha," gumam Agung yang sudah kerasukan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
Farida Yanti Zaenal
laajutt
2024-06-17
0
Apriyanti
lanjut thor
2023-04-05
0
Sumawita
Jadi ngeri
2023-04-05
0