mulai gila

Agung yang kerasukan mulai seperti orang gila, dia berlarian pukul tiga dini hari tanpa mengenakan pakaian sehelai pun.

dia bahkan bermain dengan kotoran sapi di salah satu kandang milik warga yang membuat sapi-sapi itu ketakutan.

pemilik sapi yang mengetahui ada yang tak beres bergegas menghampiri kandang sapi miliknya dan terkejut melihat ada sosok pria yang sedang mandi kotoran.

"siapa itu!!"

"ha-ha-ha," suara Agung yang hanya tertawa saja.

setelah itu dia menari di bawah lampu jalan sambil menakuti orang-orang yang lewat.

bahkan ada seorang penjual sayur yang akan ke pasar di buat kaget hingga masuk sungai.

warga yang tau itu siapa, langsung bergegas ke rumah juragan Hariyono untuk memberitahu pria itu jika adiknya sudah mulai gila.

"juragan! juragan!" teriak beberapa warga yang panik karena agung bertingkah makin parah.

"ada doa, kenapa ribut?" bentak penjaga rumah.

"hei tenanglah, ada apa pak sukun?" tanya juragan Hariyono yang sepertinya sudah bangun karena pria itu mengenakan baju Koko dan sarung.

"itu juragan, tolong mas Agung seperti orang stres, lari-larian ke seluruh desa dengan telanjang dan kotor," kata pria itu.

"apa, dpa dia gila," kata juragan Hariyono yang langsung bergegas pergi bersama para bapak-bapak itu

tentu di ikuti salah satu orang yang bertugas untuk menjaganya, saat sampai di perempatan jalan

juragan Hariyono kaget bukan main melihat adik tirinya itu, bagaimana tidak pria itu sedang memanjat tiang listrik berkaki empat atau biasa di sebut sutet.

"ya Allah Agung, turun kenapa kamu di atas!!" panggil pria itu yang seakan tak berdaya melihat adiknya itu.

tak hanya itu, dia juga melarang warga memberitahu ibu Lasmi karena bisa membuat wanita itu terkena serangan jantung.

seorang pria sepuh yang memang takmir masjid di desa sudah bersiap untuk adzan karena sudah waktu sholat subuh.

pria itu menghela nafas berat, "dulu aku selalu di bangunkan mas Yusron yang selalu berangkat dan sholat Sunnah di sini lebih dulu, sekarang dia malah di isukan gentayang, karena mati tak wajar, ya Allah tolong ampuni segala dosanya," gumam pria itu.

ya para warga tak sadar karena tingkah Agung yang benar-benar di luar nalar.

"Allahu Akbar Allahu Akbar..." suara adzan berkumandang.

tiba-tiba agung jatuh dari sutet yang tingginya sekitar tujuh meter langsung menghantam tanah.

"Agung," kaget juragan Hariyono.

mereka semua langsung memeluk pria itu dengan sarung untuk menutupi tubuhnya.

tak lupa mereka menyiramkan air sungai karena aroma pria itu begitu busuk.

untunglah pria itu tak mati hanya mungkin ada bagian tubuhnya yang keseleo.

sedang sosok pocong yusron sudah hilang bersamaan dengan suara adzan subuh.

sedang di tempat melati, wanita itu hanya diam dan sesekali dia mengamuk saat ingat perlakuan yang di lakukan oleh para pria bajingan itu.

bahkan dia di lecehkan saat dua di antaranya sedang menggantung Yusron di langit-langit rumah.

jadi yusron menyaksikan semuanya di detik-detik dia meninggal dunia bagaimana istrinya di lecehkan oleh para pemuda biadab itu.

sosok yusron menyaksikan istrinya yang kini sudah stres dan di kira gila karena mengalami hal buruk itu.

di tambah lagi, para pelaku tetap bebas karena melati terlalu syok jago tidak bisa bicara atau mengatakan apapun.

"mas ...." lirih wanita itu.

pocong yusron pun duduk di samping istrinya dengan kondisi yang baik.

dia tau jika istrinya tak akan bisa melihatnya, tapi setidaknya dia bisa menjaga istrinya.

"aku bersumpah akan membalas semua orang yang sudah memperlakukan kita dengan buruk." kata pocong Yusron.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!