tanpa sepengetahuan

Melati mengerang kesakitan, dan dia merasakan ada yang tak beres, jadi dia ke kamar mandi

Benar saja, saat di kamar mandi dia mengeluarkan darah dan sebuah gumpalan kecil seperti darah tapi padat.

Dia pun membasuhnya, ternyata itu janin yang sudah berbentuk meski belum sempurna dan ukurannya sangat kecil.

Beruntung rasa sakit yang dia rasakan sudah tak terasa, dan dia juga tak berdarah lagi.

Melati mencari kain untuk membungkus janin itu, dan kemudian menguburnya di belakang rumah di dalam sebuah pot pohon mangga.

Dia belum tau jika suaminya itu bisa melihat arwah atau biasa di sebut indigo.

Melati sedang duduk santai di rumah tanpa melakukan apapun, dan kondisinya sedikit lemas dan dia minum air kelapa.

Pukul dua dini hari, Azam pulang dari mengantar ketua yayasan dari kota.

Saat dia ingin masuk kedalam rumah, dia mendengar suara tangisan dari belakang rumah.

Dia pun ke area belakang dan melihat ada sesosok arwah bayi yang menangis di bawah pohon.

Azam mendekati bayi itu dan menyentuhnya, ternyata dia melihat kilasan belik yang terjadi.

Dia menangis dan memohon maaf, "maafkan ibu ya nak, dia mungkin belum siap memiliki mu, karena kejadian buruk itu membuatnya terguncang," kata Azam.

Arwah bayi itu pun pergi meninggalkan rumah itu, dan Azam tiba-tiba sangat lemas.

Dia tak menyangka jika Melati bisa melakukan hal sekeji ini, menyingkirkan bayi miliknya.

Meski itu bayi yang ada karena hal yang tak di inginkan, tapi bayi itu tak berdosa, tapi Azam ingat kondisi Melati saat ini sangat penting.

Dia masuk kedalam rumah, dan melihat wanita itu sedang tidur pulas.

Dan sepertinya tak terjadi apapun jadi dia bisa bernafas lega, karena penasaran Azam membuka selimut dan tak ada yang aneh

Dia pun memutuskan mandi dan setelah itu menyalakan kompor untuk membuat mie instan karena lapar.

Tanpa di duga, dari belakang sosok Melati bangun dan memeluknya, "mas japan pulang," lirih wanita itu.

"Barusan saja, aku mau membuat mie kuah soto, apa kamu mau?" tanya Azam yang harus lebih pengertian pada Melati.

Bagaimana pun sekarang wanita itu istrinya dan harus di perlakukan semestinya.

"Buatlah dua mas tambah sawi dan telur, tapi nanti tuangnya satu mangkok saja," kata melati yang tiba-tiba begitu manja.

"Baiklah, sesuai keinginan mu," kata Azam.

Mie pun matang, Azam membawanya ke depan tv dan langsung menikmati semua itu bersama.

Tak hanya itu, Azam juga menerima jika Melati menyuapinya,sekarang dia pasrahkan semuanya pada Allah untuk perasaannya.

Setelah kenyang, tiba-tiba Azam mengantuk dan tertidur di pangkuan istrinya.

Keduanya bertahan seperti ini semalaman, dan dia kaget saat bangun karena istrinya itu telihat menahan sakit.

"Ah maaf, apa aku membuat kaki mu kram?" panik Azam.

"Sedikit kok mas, aku kebelet pipis tapi tak bisa bangun,"kata melati yang langsung di gendong oleh Azam menuju ke kamar mandi.

Dan dia membantu istrinya itu untuk membuka daster yang di pakai, Azam menutup mata karena dia belum siap untuk sejauh itu.

"Mas..."

"Tolong jangan Mela, aku belum siap dan kamu juga belum mentruasi, jadi kita tunda dulu.. maaf," kata Azam yang langsung keluar dan menutup pintu.

Mela tak percaya dengan apa yang dia dengar tadi, bagaimana bisa pria itu begitu lurus.

Sebenarnya Azam juga tak bisa menahan diri tapi dia tak mungkin langsung memaksakan diri untuk berhubungan dengan istrinya.

Hari berganti Minggu, dan tak terasa satu bulan pernikahan mereka sudah di lalui.

Mereka kini berangkat menuju ke desa tempat tinggal yusron dan Melati dulu.

Mereka ingin nyekar ke makam yusron dan melihat kondisi desa di sana.

Ternyata semua orang tampak beraktifitas seperti biasa, mereka juga tak ada yang mengenali melati karena wanita itu menutup seluruh tubuhnya dan juga memakai cadar.

setelah berkunjung ke makam, mereka pun memutuskan berkunjung ke rumah lama itu yang sudah terpuruk dan tak terawat.

karena melihat rumah itu begitu rimbun, Azam meminjam cangkul dan juga parang pada tetangga mereka pak Dikin untuk membersihkan rumah

awalnya pak Dikin ketakutan karena wajah Azam, "jangan takut pak, saya kakak dari yusron,kami bertemu sebelum dia meninggal dan sekarang saya dan istri akdn membersihkan rumah itu," kata Azam sopan.

"iya mas, meski rumahnya sederhana tapi itu penuh kenangan, meski ada yang baik dan buruk," kata pak Dikin.

"iya pak, kalau begitu saya permisi ya," kata pria itu yang langsung mulai membersihkan bersama dengan melati.

bahkan untungnya token listrik di sana masih ada dan berfungsi, Hadi Mela bisa membersihkan bagian dalam.

dengan mengepel dengan air yang banyak membersihkan semua debu yang ada.

dia sudah berhasil melupakan kejadian buruk di rumah itu, dan sekarang dia dan azam selesai dan rumah pun bisa di tinggali lagi.

para warga setempat heran melihat rumah yang sudah kosong berbulan-bulan tiba-tiba bersih dan terang.

beruntung Azam dan Melati keluar untuk ke masjid, mereka berangkat untuk menunaikan sholat Magrib berjamaah.

semua orang awalnya kaget tepi atas penjelasannya pak Dikin akhirnya mereka ingat jika itu Azam yang sudah hilang belasan tahun.

"maaf mas Azam, saya sedikit kurang enak badan, bisa tolong gantikan jadi imam," tanya takmir masjid.

"tunggu dulu pak, ilmu saya masih dangkal, mungkin ada yang lain yang lebih pantas,"

"Monggo mas, kami yakin saudara dari mas yusron tak kalah merdu suaranya," kata para jamaah.

akhirnya Azam memberanikan diri, dia pun menjadi imam sholat magrib dan isya', semua orang mendengar lantunan bacaan ayat suci itu begitu merdu.

bahkan mereka tak menyangka jika kedua saudara ini begitu indah dan khusyuk dalam memimpin sholat.

bahkan dalam doanya, Azam menangis sesenggukan karena ingat semua keburukannya dan sekarang berkat belajar bersama Melati dia pun menjadi pribadi yang makin baik.

setelah sholat, Azam menunggu istrinya yang masih berbincang ringan dengan ibu-ibu.

Azam mengulurkan tangannya pada melati, wanita itu menyambutnya dengan senang hati

"aduh romantisnya, tapi kalian yakin mau tinggal di rumah itu, kan serem..."

"tidak masalah Bu, karena kami punya Allah," jawab Azam.

sebelum pulang mereka berdua membeli nasi goreng dan mie goreng, dan juga beberapa camilan dan air mineral empat botol.

saat akan sampai di rumah, terlihat ada seorang pria yang mengunakan baju compang-camping sedang berdiri di depan rumah mereka.

"maaf siapa?" kata Azam mengejutkan sosok itu

ternyata itu agung yang bertingkah seperti orang gila, bahkan pria itu sempat melempari Azam dan Melati dengan batu.

beruntung Azam melindungi istrinya itu, hingga dia yang terkena lemparan batu itu.

"wong edan ..."

agung lari tak tentu arah karena takut pada Azam, sesampainya di rumah dia terus berteriak dan memukulkan kepalanya ke tembok dengan keras.

Terpopuler

Comments

🎎 Lestari Handayani 🌹

🎎 Lestari Handayani 🌹

lanjut ceritanya

2023-04-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!