doa bersama untuk Yusron

Pak Tejo pun mencari orang pintar untuk membersihkan tempat itu tapi tak ada yang sanggup, akhirnya dia meminta tolong pada seorang ustadz dari kampung sebelah.

dia sampai di sebuah pondok pesantren bernama Miftahul Jannah, yang di miliki oleh seorang ustad terkenal.

"assalamualaikum ustadz Faraz, saya ingin meminta pertolongan," kata pak Tejo sambil menangis.

"wa'alaikumussalam... saya hanya bisa menolong, tapi semua tetap berdoa pada Allah, ada apa pak, tenang dulu, le.. tolong ambilkan minuman untuk bapak ini," ustadz Faraz.

"Inggeh ustadz sepuh," jawab pria muda itu.

"pak ustadz saya mau minta tolong, saya telah melakukan kesalahan besar dengan memberikan jeruk nipis di darah saudara yang meninggal dunia tak wajar, karena ingin dia membalaskan dendam, tapi sekarang saat sudah selesai dia tak bisa kembali ke alamnya dan itu membuat keluarga saya ketakutan setiap malam," kata pak Tejo jujur.

"Astaghfirullah pak ... insyaallah nanti saya akan membantu,tolong sebutkan namanya," kata ustadz Faraz.

pak Tejo bergegas menulis nama Yusron, ustadz Faraz mulai memejamkan matanya dan pak Tejo tak percaya dengan apa yang dia lihat.

pasalnya kertas itu tiba-tiba terbakar saat ustadz Faraz mulai membaca dzikir.

dan ustadz Faraz kini sudah berada di alam yang sama dengan sosok pocong yusron.

"assalamualaikum... apa yang membuatmu tidak bisa kembali, bukankah hal seperti itu tak mungkin menghambat dirimu untuk kembali ke alam mu,karena semakin lama kamu di dunia fana ini,akan semakin sulit untuk bisa pergi," kata ustadz Faraz.

"saya tak bisa meninggalkan istri saya, meski sekarang dia sudah menjadi istri saudara ku, tapi aku tau dia hanya menikahinya karena paksaan ku," kata sosok yusron sedih.

"percayakah semuanya pada Allah, kamu lupa jika cinta bisa datang karena terbiasa bersama," kata ustadz Faraz yang mulai mendoakannya.

perlahan yusron pun mulai memudar dan hilang,dia pun tersenyum dan pamit pergi.

ustadz Faraz membuka matanya, "Alhamdulillah... besok saya akan mengirimkan beberapa murid untuk melakukan doa bersama, dan tolong beritahu pada seluruh warga untuk ikut demi keselamatan semua,"

"inggeh ustadz terima kasih," kata pak Tejo yang langsung mencium tangan ustadz Faraz.

bahkan saat pak Tejo ingin memberikan uang untuk pertolongan, ustadz Faraz menolak dengan sopan.

"sudah di bawa saja, atau besok uangnya bisa di buat membeli makanan untuk para warga yang melakukan doa bersama," kata ustadz Faraz.

"terima kasih banyak ustadz, saya pamit dulu..." kata pak Tejo.

sedang di penjara, seorang pria tak menyangka jika sekarang dia harus ikut masuk penjara karena menolong dan menghilangkan semua bukti kejahatan.

ya dia hanya tak ingin adiknya itu merasakan jeruji besi,malah sekarang dia yang mendekam di sana.

"goblok.... Semuanya sudah hancur," gumam juragan Hariyono.

tanpa dia kira, dia di datangi sosok Yusron dengan pakaian Koko berwarna putih bersih.

"saya tau jika ini kasih sayang seorang kakak, tapi kesalahan adik mu itu tak bisa di benarkan, maaf juragan saya kecewa pada anda, dan sekarang nikmati hukuman mu," kata pria itu yang kemudian pergi.

tiba-tiba juragan Hariyono terbangun dari tidurnya, dia merasa sangat bersalah terlebih pada Melati.

jadi dia menyuruh pengacaranya datang untuk mengurus sesuatu yang mungkin ini tak sebanding dengan apa yang di alami wanita itu.

tapi setidaknya hal yang di berikan oleh juragan Hariyono bisa membuat wanita itu sedikit memiliki kehidupan yang baik.

benar saja, keesokan harinya semua warga desa bersiap melakukan doa bersama.

ternyata ustadz Faraz mengirimkan menantunya yang akan memimpin doa tersebut.

di ganti oleh para santri yang sering membantu dalam melakukan ruqyah, para warga mendoakan semua orang yang sudah meninggal dunia.

setelah itu mereka juga di ruqyah secara masal, tentu mas Cakra yang memang memiliki kesaktian tak terkalahkan juga bergerak.

dia membersihkan beberapa tempat dan menyegel semua makhluk jahat yang langsung menyingkir saat melihat pria itu berulah.

sedang di tempat lain, Melati dan Azam kini tinggal di sebuah rumah kontrakan yang berada di dekat yayasan.

sore ini keduanya baru pulang dari yayasan, ya Azam sekarang sedang belajar dan bekerja di tempat itu.

sambil mengawasi Melati yang masih mengikuti pemulihan mentalnya pasca trauma.

wanita itu merasa aneh karena setelah pernikahan, Azam belum menyentuhkannya sama sekali.

apa pria itu berbohong tentang masalah yang dia katakan yang tak jijik padanya

Azam menyadari jika ada sesuatu yang membuat melati nampak bimbang tapi seperti takut untuk mengutarakan.

"Ada apa, jika kamu ingin bertanya padaku, silahkan saja aku akan menjawabnya," kata Azam yang kini sedang duduk berhadapan dengan istrinya.

"maafkan aku mas, tapi setelah kura menikah kenapa kamu belum menyentuh ku, kamu bilang jika kamu tak jijik padaku, tapi kenapa sikap mu seolah mengatakan hal yang lain," kata Melati bingung.

"ah ternyata hal itu, selama kamu belum mendapatkan menstruasi mu, aku tak akan menyentuh mu, karena aku belum tau kamu hamil atau tidak, dan jika kamu tak hamil baru aku bisa menyentuh mu selayaknya nafkah batin untuk mu, tapi untuk sekarang tolong puas lah dengan nafkah lahir mu saja ya dek," kata Azam.

"owh seperti itu, maafkan aku ya mas,karena aku berpikiran yang tidak-tidak," kata Melati yang langsung ke dapur.

Azam menghela nafas, setidaknya wanita itu mengerti sekarang, dan tak akan meminta itu untuk sementara waktu.

saat sedang membaca beberapa buku agama tiba-tiba Azam mendapatkan telpon dari kepala yayasan yang ingin di antar ke kota.

dia pun mengiyakan, dan ini mencadu istrinya untuk pamit, "dek, aku ada sedikit pekerjaan, aku harus mengantar ketua yayasan ke kota, kamu di rumah baik-baik ya, dan jika kamu takut sendirian, kamu bisa ke yayasan biar ada temennya,"

"iya mas tenang saja, aku akan baik-baik saja," jawab Melati yang memastikan suaminya itu tak khawatir.

Azam pun berangkat ke yayasan, dan saat mobil itu melewati rumah kontrakan, Azam membunyikan klakson untuk berpamitan pada istrinya.

melati langsung mengunci pintu dengan rapat, kemudian dia ke dapur untuk mulai mengupas nanas muda yang kemarin dia ambil dari kebun yayasan.

karena dia tak mau mengandung anak dari para bajingan yang telah melecehkannya dengan buruk.

baru tiga bulan dan dia tak mau menstruasinya tak datang lagi, jadi dia langsung memakan nanas muda itu sebanyak satu buah utuh.

dan juga meminum jamu pelancar mentruasi, setelah itu dia memilih untuk duduk dan menunggu.

karena perut bagian bawahnya tiba-tiba sangat sakit, tapi dia menahannya karena dia tak ingin memiliki anak dari kasus pemerkosaan yang bahkan akan mencoreng nama baik suaminya yang rela menikahi janda adiknya itu.

Terpopuler

Comments

Apriyanti

Apriyanti

lanjut thor

2023-04-09

0

Sumawita

Sumawita

Jangan " melati hamil anak nya yusron

2023-04-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!