Juragan Hariyono pun pergi meninggalkan gadis itu yang masih tak percaya di ancam oleh orang yang selama ini di sangka sangat baik.
Yeni masih ketakutan, karena dia bisa saja membuat bapaknya yang seorang RW bisa dalam masalah besar karena tingkahnya.
Juragan Hariyono bertemu pak Tejo dan pak Hadi yang juga sedang mencari Agung.
"Sudah menemukannya pak?"
"Belum juragan, apa dia ke jalan raya?"
"Juragan ketiwasan!!" teriak salah seorang pria berteriak-teriak.
"Itu bukannya pak Salim ya?" tanya pak Hadi yang melihat pria itu.
"Pak Hadi, ada apa?" kaget juragan Hariyono yang melihat pria itu baik motor sambil tersengal-sengal.
"Itu juragan, mas agung di temukan tewas dengan kepala pecah di sungai,sekarang polisi sedang mengusutnya," kata pak Hadi.
"Kita kesana pak," kata juragan Hariyono yang langsung khawatir.
Mereka semua langsung ke tempat kejadian, ternyata memang benar seperti itu,dan ternyata polisi masih melakukan olah TKP.
Mereka pun menyimpulkan jika ini adalah tabrak lari terbukti dari bekas pengereman roda empat di jalan raya.
Polisi tak bisa mengetahui siapa pelakunya karena tak ada saksi mata maupun bukti yang kuat.
akhirnya identifikasi di bawa ke rumah sakit untuk di bersihkan sebelum di makamkan.
Bu Lasmi sangat terpukul atas kematian putranya itu, sedang di rumah Azam sedang tidur di pangkuan Melati sambil kepalanya di pijat.
"Masih pusing mas?"
"Tidak dek, sudah mendingan, sepertinya tangan mu ada sihirnya, hingga bisa mengusir rasa sakit di kepala ku,"
"Hentikan mas, kamu terlalu sering menggombal, aku jadi takut jika akan ada wanita yang tertarik padamu, aku takut mas akan meninggalkan diri ku," kata Melati dengan sedih.
"Kamu ini ngomong apa sih sayang,kamu pernah melihat aku bicara dengan orang lain, apa kamu pernah lihat aku menggoda wanita selain istriku ini," tanya Azam yang di jawab gelengan kepala dari istrinya.
"Jadi kamu tak perlu takut, karena aku hanya seperti ini padamu jadi kamu harus sabar menghadapi suamimu yang agak-agak ini," kata Azam yang lagi-lagi berhasil membuat istrinya tersenyum malu.
Saat sedang seperti itu, tiba-tiba terdengar suara pengumuman di masjid tentang kematian Agung.
"Innalilahi wa inna ilaihi Raji'un..." s
kata keduanya bersamaan
"Kita melayat dek,"
"Iya mas," jawab wanita itu.
Mereka berdua berangkat ke rumah juragan Hariyono dengan mengunakan motor.
Karena rumah mereka cukup jauh karena rumah juragan Hariyono ini ada di ujung desa, sedang rumah yang mereka tinggali berada di sisi lain.
Keduanya sampai di rumah juragan Hariyono yang sudah sangat ramai, bahkan Azam di sambut dengan hangat.
Melati menuju ke area para wanita yang sedang membuat rangkaian bunga untuk di bawa ke makam nantinya.
Dia tak berani membantu karena belum pernah mantu, dan masih muda juga.
Setelah menunggu sekitar satu jam-an akhirnya jenazah Agung di bawa ke rumah.
Jenazah pria itu akan di sholatkan, tapi bagi Azam dan Melati masih sangat sulit memaafkan apa yang telah pria itu lakukan pada keluarga mereka.
Setelah di sholatkan, saat akan berangkat ke makam, peti mati jenazah dari Agung tak bisa terangkat.
Bahkan sudah dengan banyak orang pun tak bisa terangkat dan begitu berat, semua orang kembali berdesas-desus tentang apa yang terjadi.
"Sepertinya jenazah Agung ini gak akan bisa berangkat sebelum menerima maaf dari semua orang," bisik-bisik para ibu di tempat tunggu di rumah tetangga.
"Benar tuh,entah berapa wanita yang sudah dia lecehkan," kata ini yang lain menyahut.
Otomatis mendengarkan itu,semua orang terlihat kebingungan, bagaimana tidak jika seperti ini terus, kapan jenazahnya bisa di makamkan.
Bahkan sudah semua orang di mintai maaf, tapi sosok Melati terus menjauh.
Melihat istrinya yang masih menyimpan dendam, Azam berjalan kearah istrinya.
"Ada apa sayang, jamu masih belum ikhlas untuk memaafkan," tanya Azam.
"Bagaimana aku bisa mengikhlaskan semua yang pernah di lakukan padaku," kata jawab Melati
"Ternyata aku tak bisa membuat mu melupakan masa itu, maafkan aku yang gagal," kata Azam dampak sedih.
"Tidak mas sudah berhasil, baiklah aku memaafkan semuanya kesalahan pria itu, karena aku mencintaimu mas Azam,"
"Aku juga mencintai mu istriku," Jawab Azam yang membuat Melati terharu.
Akhirnya mereka bisa mengangkat peti mati Agung, tapi Azam masih tak berangkat hanya duduk diam di sana.
Karena dia melihat sosok Agung yang ternyata masih tak terima atas kematian yang aneh.
Dan arwah agung bergegas lari ke arah Melati dan Azam, tapi saat sudah dekat ada sosok pocong yang menghadang arwah Agung.
"Jangan berani menyentuh Keluarga ku," teriak pocong Yusron yang langsung melemparkan rantai ke arah pria itu dan membawanya pergi.
Sedang di pemakaman terus terjadi hal aneh, mulai tiba-tiba liang lahat tak muat, tiba-tiba ada lebah yang menyerang dan di dalam kubur banyak hewan serangga.
tapi semua tetap di lakukan dengan baik setelah semuanya bubar, juragan Hariyono pun tinggal hanya berdua dengan ibu Lasmi.
"Bu. sekarang anda sudah tak punya tanggungan begitupun dengan aku, jadi setelah tujuh harian dari Agung, ibu bisa pindah ke rumah ibu sendiri, karena aku sudah tak bisa mengurus ibu,maaf..." kata juragan Hariyono.
"Kamu begitu tega, bahkan dengan ku?"
"Maaf ibu, tapi ini keputusan ku, karena aku takut tak bisa mengendalikan diriku untuk berlaku tidak sopan, terlebih ibu hanya ibu tiriku, dan ibu masih muda jadi bisa menikah lagi," kata juragan Hariyono.
"Baiklah aku mengerti, lagi pula aku juga ingin melakukan semua hal dengan tanpa gangguan, jadi sekarang ibu pindah dan kamu bisa hidup nyaman toh tak akan ada pengajian selama tujuh hari, kan Agung gila," kata Bu Lasmi.
Tapi juragan Hariyono tetap melakukan tahlilan agar adiknya itu tak gentayangan.
Tanpa terasa sudah seminggu berlalu, pengajian di rumah juragan Hariyono juga sudah selesai.
Malam ini Azam pulang membawa sembako yang tadi di bagikan dadi rumah juragan Hariyono.
Tapi tadi pertama kali Azam menyentuh dan menerima dengan tangan kiri.
Baru di bawa dengan tangan yang sama karena bersalaman dengan yang lain.
Melati menyambut suaminya tak mengenakan cadar, "tumben kenapa dek?" tanya Azam yang pura-pura lupa.
"Ih mas gimana sih, aku sudah suci lagi loh," kata Melati yang membuat Azam tertawa
Akhirnya mereka berdua sholat Sunnah dulu baru kemudian mereka melakukan ibadah yang harus di lakukan.
Melati yang sedang di cumbu oleh suaminya, tiba-tiba teringat akan kejadian yang lalu.
"Jangan tutup mata mu sayang, lihatlah ini aku apa kamu tak mengenali suara suamimu, tolong jangan lupa berdoa," bisik Azam.
Akhirnya mereka pun kembali melakukannya lagi dan sekarang mereka berdua menikmati kegiatan mereka yang susah di tunggu.
Bahkan Azam tak menyangka jika istrinya itu begitu sempit meski sudah pernah menikah.
"Kamu pintar merawat diri sayang," kata Azam yang mencapai bersamaan.
"Karena ini demi suamiku," jawab Melati yang lemas.
Sedang di rumah juragan Hariyono, pria itu mulai memikirkan hal jahat. ya bagaimana pun dia itu lelaki dewasa.
Dia pun menghubungi Yeni, karena gadis itu sepertinya tak ingin ada itikad baik untuk membujuknya sana sekali.
Yeni yang sedang berada di rumah kaget saat tiba-tiba sebuah telpon masuk dari nomor juragan Hariyono.
Dia pun ingat semua yang terjadi, dia segera mengangkat telpon itu, "iya juragan, ada apa?" suara gadis itu takut.
"Aku tunggu di rumah kosong malam ini jam sebelas malam, aku tak mau tau bagaimana cara mu pergi, aku tunggu di sana mengerti, jika tidak aku akan menyebarkan video mu," kata juragan Hariyono.
"Iya aku pulang," kata Yeni
Gadis itu sedang berada di rumah temannya kebetulan, dia pun hanya bisa berbohong agar bisa pulang ke rumah.
"Ada apa Yeni, kenapa panik begitu?" tanya Niken.
"Iya nih kita kan janji mau menginap di sini," kata Vita yang juga sahabat baik gadis itu.
"Maaf aku tak bisa, tiba-tiba ayah ku menelpon ku untuk pulang," kata Yeni yang langsung mengemasi barang-barang miliknya.
"Ya sudah, biar kita antar ya ini sudah malam," kata Niken.
"tidak usah Ken, aku bisa pulang sendiri, kalian nikmati saja kegiatan kalian." kata Yeni yang tak mau ruwet.
"Ya sudah, toh rumah kita tak jauh juga ini, hati-hati ya," kata Vita.
Yeni menganggukkan kepalanya dan langsung pergi, tapi dia tak pulang, dia langsung mencari jalan yang sepi untuk segera menemui pria yang mengancamnya itu.
Teman-teman gadis itu juga tak curiga, toh Yeni pamit pulang dan rumahnya cuma berjarak sepuluh rumah dari rumah Niken.
Yeni memakai jilbab panjang dan menyembunyikan wajahnya, dia sebenarnya takut ke tempat seperti itu.
Dia masuk kedalam rumah kosong itu yang memang berada di tengah perkebunan salah dan pisang yang bersebelahan.
Tiba-tiba hidungnya di bekap seseorang yang langsung membuat Yeni berontak ketakutan, tapi saat dia menoleh dia melihat sosok juragan Hariyono.
"Kenapa menyuruh ku kesini," kata Yeni yang sudah ketakutan.
"Masak segini saja takut, sudah ikut aku," kata juragan Hariyono yang menuju ke bagian kamar yang sengaja sudah di bersihkan.
Gadis itu tak percaya dengan apa yang dia lihat,karena ada tikar dan juga lilin sebagai penerangan yang cukup minim.
Tapi yang aneh di dalam ruangan itu tak terasa ada hawa yang angker seperti saat siang hari yang hawanya sangat menakutkan.
"Sebenarnya juragan mau apa menyuruhku untuk apa, kenapa harus di tempat seperti ini," kata Yeni masih belum merasa aman.
Juragan Hariyono menyodorkan sebuah obat yang dulu pernah dia di beri teman satu selnya yang terkenal sebagai tukang kawin.
"Minumlah dulu," kata juragan Hariyono
Setelah meminum jus jeruk itu, Yeni pun di ajak ngobrol santai dan juragan Hariyono menunjukkan jika dia menghapus video ciuman antara Yeni dan juga Edo.
"Terima kasih juragan,kalau begitu boleh saya pulang," mohon Yeni yang mulai merasakan pusing dan tubuhnya mulai panas.
Melihat gerak gerik dari Yeni, juragan Hariyono pun tau jika obat sudah berpengaruh.
"Duduklah di sini dulu, kenapa mau pulang cepet," kata juragan Hariyono yang menarik gadis itu hingga jatuh ke atas tubuhnya.
Yeni ingin berontak tapi tubuhnya lemas seperti tak ada tenaga, akhirnya juragan Hariyono mulai melepaskan semua yang di kenakan gadis itu.
Dan di sisi lain ada kamera ponsel yang lebih canggih, pria itu menyalakan sebuah lampu kuning sebagai tambahan cahaya untuk membuat sebuah video yang akan jadi senjata yang lebih ampuh.
Gadis itu sudah di pangku dan di arahkan ke depan kamera dan sekarang film itu sedang di buat
Akhirnya karena tak tahan, pria itu menanggalkan semua pakaiannya, dan terlihat sebuah pusaka sakti yang berukuran jumbo.
Yeni berusaha lari tapi dia di tarik dengan sekuat tenaga, dan pria itu pun menikmati malam dengan sangat menyenangkan.
Bahkan dia tak peduli mau Yeni kesakitan atau apa, yang penting dia bisa menikmati gadis yang masih ranum itu
bahkan dada gadis itu sudah penuh ******, setelah dia puas, dia mengambil kamera dan mendekatkan pada Yeni untuk memperjelas.
setelah ponsel di matikan, dia melihat Yeni yang terisak, "sudah jika kamu berani buka mulut aku akan membuat mu menyesal, dan ku pastikan kamu akan melihat kedua orang tua mu terbujur kaku di depan mata ku, dan jika kamu berani untuk bunuh diri aku juga akan melakukan hal yang sama, jadi tugas mu sekarang jadi gadis ku, dan harus siap kapan pun aku panggil, dan mulai sekarang minum obat ini dan pastikan kamu tak melupakannya," kata juragan Hariyono yang hanya bisa membuat Yeni tak berdaya.
Sekarang juragan Hariyono mengajak Yeni pergi, dia tak lupa membawa semua alas agar tak ada yang curiga.
Saat di perjalanan di tengah kebun salak, pria itu kembali menginginkan Yeni, jadi dia langsung menghentikan langkahnya dan menarik Yeni dan mencumbunya.
Keduanya kembali melakukannya lagi, Yeni yang awalnya kesakitan kini mulai menikmati apa yang di lakukan oleh pria dewasa itu.
"kamu membuat ketagihan, sekarang kita pergi dari sini," kata juragan Hariyono yang melihat Yeni masih tersungkur di tanah karena tak kuat bangkit.
"kaki ku tak bisa berjalan," jawab gadis itu yang langsung di gendong oleh pria itu.
dia membawa Yeni menuju ke rumahnya yang memang tak jauh dari tempat itu.
bahkan bisa di akses lewat belakang, keduanya mandi bersama dan lagi-lagi melakukan hal yang sama tanpa bosan.
hingga akhirnya Yeni pingsan karena ulah pria yang di kenal slim nyatanya mesum.
sedang di tempat lain, ada pasangan yang juga melakukan ibadah yang sana tapi dengan tata cara yang baik.
meski begitu Melati sangat senang karena dia tak menyangka Suaminya yang terlihat kalem ini begitu pintar memberikan kesenangan yang tak terkira.
bahkan pria itu sangat perkasa, keduanya tertidur pulas karena kelelahan.
dan besok mereka harus melakukan pekerjaan yang sudah menunggu di toko.
di sisi lain hantu di rumah kosong itu sudah hilang karena sudah di berikan sesuatu oleh juragan Hariyono.
itulah kenapa dia bisa santai saja saat tadi menikmati waktu di sana, karena itu tak menakutkan lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
estycatwoman
Wah parah orng baek klo msuk bui kok jadi bejat yah 😌
2023-11-19
0
yhuenita
pha darah perawan yach
2023-04-14
0
Apriyanti
lanjut thor
2023-04-13
0