Tanpa terduga, sosok pocong dari yusron pun melompat menjauhi sosok kuntilanak itu dan pergi.
Yang membuat terkejut adalah, sosok pocong itu bisa menghilang dan benar-benar membuat kuntilanak ini tak percaya.
Sedang di rumah sakit gangguan jiwa, Melati masih saja belum mau diam, jadilah wanita itu di ikat dengan baju khusus.
Juragan Hariyono pun merasa kasihan, "sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Yusron yang begitu baik dan murah senyuman, bisa mengalami hal seperti ini, dan siapa yang membuat wanita ini juga mengalami hal seburuk ini," gumamnya.
Seorang dokter menghampiri pak Hariyono, "apa anda wali pasien, jika iya pasien harus di masukkan ke dalam sel khusus," kata dokter itu.
Tapi yang membuatnya tak nyaman adalah tatapan dokter itu pada sosok Melati yang memang cantik dan molek.
"Tidak bisakah di rawat biasa saja," tanya juragan Hariyono.
"Tidak bisa, karena ini harus di rawat intensif," kata dokter itu mulai menyentuh pundak dari Melati sambil tersenyum.
"Kalau begitu saya akan pikirkan tentang itu, karena saya harus rundingan dengan beberapa kerabat dulu," jawab juragan Hariyono yang tak bisa meninggalkan melati.
Pasalnya dia sudah mendengar nada sumbang tentang rumah sakit jiwa ini.
Jadi mereka memilih untuk membawa Melati pulang, dan membawanya ke sebuah pondok pesantren yang juga punya pengobatan mental.
Ya pondok itu baru di ketahui oleh juragan Hariyono saat tadi pak Tejo memberitahu dirinya sebelum ke rumah sakit jiwa ini.
Akhirnya mereka membawa Melati ke tempat itu, dan di sana mereka memperlakukan semua orang yang di jaga dengan baik.
Bahkan juragan Hariyono membayar semua biaya dari pengobatan itu untuk satu tahun kedepan.
Setelah itu mereka pun pulang, saat di perjalanan menuju ke rumah, yang memang sudah malam hari.
Mereka melihat ada sosok putih yang berdiri di pinggir jalan. pak Hadi sempat kaget dan hampir menabrak sebuah pohon mangga.
"Kamu kenapa, jika lelah bilang biar aku yang mengemudi mobilnya," kata juragan Hariyono.
"Bukan begitu juragan, saya melihat ada sosok putih yang tiba-tiba muncul di pojok sana," Katanya dengan gemetar.
"Kamu jangan mengada-ada, mungkin itu halusinasi mu saja, sudah ayo pergi," kata juragan Hariyono yang mulai lelah.
Karena kasus ini begitu sulit karena tak ada bukti siapa dan apa motif yang mereka lakukan.
Pocong dari Yusron menghilang dan pergi entah kemana, karena pocong itu sepertinya ingin mencari siapa pembunuhnya.
Pak Tejo menoleh ke belakang kaca mobil, dia merasakan jika ada hawa tak enak tapi tak ada apa-apa.
Pocong itu melayang di atas mobil juragan Hariyono, "pak... bapak kerasa tidak kalau mobil ini tiba-tiba terasa panas?" tanya Bu Susi.
"Iya ya, pak Hadi, ini AC mati kah?" tanya pak Tejo.
"Tidak pak, ini AC nyala kok bahkan sudah aku dinginkan lagi, memang juragan terasa panas?"
"Sebenarnya iya juga sih, awas!!" teriak juragan Hariyono yang fokus ke depan dan melihat ada kucing hitam lewat.
Otomatis pak Hadi mengerem mendadak, dan tiba-tiba ada sesuatu yang mrngelindong Dati atas mobil.
Bugh...
Suara benda itu jatuh ke tanah, "apa itu..."kata Bu Anna yang melihat bayangan sekilas berwarna putih panjang.
"Sudah ayo pulang, perasaan ku tak enak," kata pak Tejo yang merasa sedikit takut dan khawatir.
"Tunggu sebentar biar aku lihat dulu," kata pak Hadi yang ingin keluar.
Tapi saat akan keluar mobil, tiba-tiba sosok itu berdiri dan mematahkan tubuhnya setengah.
Tanpa di duga pocong itu menoleh ke arah semua orang di dalam mobil, "tolong.... sakit..." lirih pocong Sofyan.
"Pak ... itu apa..." lirih Bu Susi yang ketakutan juga.
Pak Hadi yang Panik berusaha menyalakan mobil, tapi mobil itu tak bisa menyala.
Tanpa terduga, pocong Yusron itu malah membenturkan kepalanya ke kap mobil itu
"Mati!!!" teriaknya yang membuat keempat orang yang ada di dalam mobil itu ketakutan dan pingsan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
yhuenita
siapa yach apha 4 preman itu
2023-04-10
0
wiwik
siapa sih pelakunya
2023-04-04
0
Sumawita
Semakin penasaran siapa yg melakukan nya
2023-04-04
0