semoga bukan

"Pak Tejo, jika memang sesuatu terjadi pada putra anda, Astaghfirullah..." kata Azam yang tak bisa melanjutkan ucapannya.

"Maksudnya apa mas," tanya pak Tejo.

Melati melihat suaminya yang sedang berdiri di pojok rumah, "tunggu pak Tejo, mas Azam sepertinya melihat sesuatu, karena mas Azam bisa melihat makhluk halus,"

Mendengar itu pak Tejo dan Bu Susi kaget, keduanya langsung terisak, tak mungkin kan putra kebanggaan mereka sudah jadi arwah.

Azam menyentuh arwah dari Edo yang memiliki kondisi yang sangat memilukan.

Tiba-tiba sepotong bayangan dia lihat cukup mengerikan, dia tiba-tiba merasa mata kirinya tertusuk kayu hingga pecah.

Azam menutup mata karena mendengar suara teriakan dan hantaman benda tumpul dengan keras.

Telinganya berdengung cukup keras membuat kepalanya sakit, hingga tiba-tiba dia terpental karena di tendang sesuatu.

Melihat suaminya yang terpental, refleks melati lari dan menangkap tubuh suaminya itu.

dan akhirnya mereka terjatuh bersama, dan cadar Melati terlepas, Azam yang sadar melihat istrinya langsung bangkit.

"Kamu tak apa-apa dek, kenapa kamu malah menghalangiku, sekarang kamu terluka," kata Azam.

Bu Susi dan pak Tejo yang melihat pun tak menyangka jika istri dari Azam kakak yusron adalah melati.

"Alhamdulillah Ya Allah... ternyata mbak Melati sudah sehat, sekarang juga sudah menemukan pendamping hidup," kata Bu Susi.

"Tapi mas azam kenapa sampai terpental begitu, apa ada yang tak beres pada putra ku?" tanya pak Tejo yang khawatir.

"Pak saya tak mau suudzon, tapi saya tadi dapat penglihatan jika putra anda ini terluka parah, mata kirinya di tusuk batang kayu, dan setelah itu dia di tendang dengan keras, tapi saya tak tau dia dimana sekarang," kata Azam.

Mendengar penjelasan tentang putranya itu, pdk Tejo syok begitupun Bu Susi yang langsung terduduk lemas.

Bagaimana tidak, mereka bahkan sudah punya pikiran yang tidak-tidak karena sudah seminggu ini putra mereka hilang.

"Terus dia di mana?" tanya pak Tejo mulai menangis.

"Sepertinya ada di suatu tempat yang berair, lihat mas bisa basah padahal di dalam rumah," kata Melati.

"Benar, aku merasakan sesak nafas dan seperti orang tenggelam tapi aku merasa juga ada perasaan sempit," kata Azam.

"Sumur?" jawab Melati.

"Di desa ini masih banyak sumur yang terpakai, tak mungkin jika putra kami berakhir di sana," kata Bu Susi masih belum percaya.

"Tapi hanya itu yang bisa saya katakan dan terangkan karena itu yang saya lihat dan rasakan," jawab Azam.

Keduanya pamit pulang setelah menyampaikan Semuanya, Melati juga berterima kasih sudah menjaga dirinya dulu.

Karena Bu Susi satu-satunya orang yang bisa menerima dia dan mau menjaganya di rumah sakit.

Akhirnya tanpa sepengetahuan pak Tejo, Azam memberitahu polisi untuk mencari di seluruh sumur yang ada di desa.

Karena bisa jadi Edo ada di salah satu tempat itu, tapi saat mereka melewati rumah Yeni.

Keduanya melihat Yeni yang tampak lemas saat masuk kedalam rumah, bahkan gadis itu masih mengenakan seragam sekolah.

Tapi itu bukan urusan mereka, lagi pula mobil yang mengantar gadis itu juga tak pernah terlihat di desa ini

Yeni melakukan apa yang di perintahkan, rasanya memang panas tapi dia berusaha kuat.

Setelah itu dia minum obat yang di berikan oleh juragan Hariyono dan setelah itu memilih tidur.

Sedang juragan Hariyono sendiri sampai di rumah dan merasa senang karena punya pelayan sendiri.

Di tambah gadis itu sangat cantik, dan jika dia terus membuat gadis itu di pelukannya pasti suatu saat tubuh dari Yeni akan seperti gitar Spanyol.

sedang empat pria berpakaian hitam selalu berjaga di rumah juragan Hariyono.

malam ini Bu Lasmi datang untuk menemui anak tirinya itu, tapi juragan Hariyono tak mau menemui wanita itu, karena hubungan di antara mereka selesai.

Bu Lasmi geram, pasalnya juragan Hariyono ini sangat menyebalkan karena terus menerus menolak untuk menerima dirinya.

Padahal Bu Lasmi ini meski sudah berusia empat puluh sembilan tahun pun masih begitu menggoda dan seksi.

Azam dan Melati sampai di rumah, keduanya langsung bersih-bersih sekalian mandi berdua, setelah itu keduanya tidur berpelukan dengan erat.

Melati merasa sedih, Karena sudah dia Minggu ini mereka melakukan hubungan suami istri tapi tak ada tanda-tanda dia akan hamil.

Azam menyadari kening istrinya berkerut, berarti wanita itu sedang memikirkan sesuatu yang berat

"Kenapa sayang, kok kami belum tidur, mau di kunjungi lagi?" tanya Azam.

"Aku merasa aneh mas, kenapa aku belum hamil meskipun aku sudah berhubungan dengan mu seminggu ini," kata Melati jujur.

"ya yang sabar dib," kata pak RT.

akhirnya polisi melakukan pengecekan di beberapa sumur warga, dan ternyata tak ada dan tidak di temukan sosok mayat dari Edo.

akhirnya tak sengaja senter salah satu tim yang ikut mencari jatuh ke sebuah sumur tua.

dan senter itu tersangkut di sebuah tempat tepat menyorot ke wajah pemuda itu.

dan tiba-tiba aroma kurang sedap menyebar dan kondisi dari mayat Edo sangat mengenaskan.

bagaimana tidak, pemuda itu sudah membengkak dan para ton sar pun di datangkan untuk mengambil mayat Edo yang ada di sumur tua yang ada di kebun pisang di dekat rumah kosong.

bahkan karena di temukan sudah pukul tujuh malam, jadilah orang-orang sangat sibuk dan tak peduli dengan wilayah sana yang angker.

tapi berbeda dengan itu, Azam menghampiri dan duduk di salah satu pohon trembesi yang ada di dekat sana.

dia bukannya tak ingin membantu, tapi dia sedang bertanya siapa para orang yang membunuh sosok Edo.

tapi sosok genderuwo itu tak berani mengatakan siapa yang membunuh pemuda itu karena sosok itu bukan sosok biasa.

di tambah lagi dia adalah keturunan dari orang hebat, jadi genderuwo itu memilih kabur.

tak hanya itu, semua orang datang berbondong-bondong untuk melihat bagaimana cara tim SAR mengeluarkan Edo.

juragan Hariyono yang tau jika mayat Edi di temukan juga datang dengan salah seorang pengawal.

pria itu juga memberikan perhatian dengan membelikan semua orang makanan karena sudah cukup lama berjibaku tapi belum bisa mengangkat mayat Edo.

sedang di rumahnya, Yeni kaget atas kabar kematian edo yang di bagikan grup warga desa.

dan kondisi mantan kekasihnya itu juga sangat mengenaskan,bahkan seluruh tubuh Edo sudah bengkak dan mulai mengeluarkan bau dari keterangan di foto itu.

Yeni pun hanya bisa menangis, "apa juragan Hariyono yang melakukan ini, aku takut...." tangis gadis itu.

pasalnya jika Edo yang seorang pria bisa mati seperti itu, bagaimana dengan dia yang hanya seorang gadis yang tak berdaya, hati dia hanya bisa pasrah saja sekarang.

Terpopuler

Comments

🎎 Lestari Handayani 🌹

🎎 Lestari Handayani 🌹

lanjuuuuut.....

2023-04-15

0

Sumawita

Sumawita

lanjut Kak

2023-04-14

0

Apriyanti

Apriyanti

lanjut thor

2023-04-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!