para pelaku

Andi dan Agung sudah kena batunya, tinggal Andre dan Ayus yang belum.

Bahkan sekarang keduanya yang sedang mengunjungi Agung pun di buat merinding mendengar cerita warga tadi pagi.

Jika Agung saja bisa di buat seperti orang gila, spa kabar dengan kita bung, ya tuhan aku tak mau seperti agung yang persis seperti orang gila," kata Ayus ketakutan.

"Tutup mulut mu Ayus, jika tidak aku akan pastikan kamu menyesal, jadi diamlah," kesal Andre.

Juragan Hariyono merasakan jika ada yang aneh dengan kedua teman berandalan dari adik tirinya itu.

Dia menyadari jika keduanya tampak ketakutan, "kalian jujur, sebenarnya apa yang terjadi hingga kalian mengalami hal seburuk ini, aku dengar Andi di kejar pocong Yusron, dan agung juga seperti orang gila, aku sudah dua kali di temui oleh pocong Yusron," kata juragan Hariyono.

"Tidak ada juragan, kamu tak ada hubungannya, memang dia mati penasaran, tapi ya bukan kami juga yang membuatnya seperti itu," kata Andre yang tak mau jujur karena mereka berempat bisa dalam masalah besar.

Sedang di rumah pak lurah, semua polisiSedang datang untuk melakukan oleh TKP, bahkan Bu lurah pun di visum karena mendapatkan pelecehan.

Pak lurah menjadi sangat marah, karena istrinya di perlakukan seperti itu oleh para bajingan itu.

"Mas lurah, sekarang kamu masih mau dengan istrimu yang kotor itu, pasti sekarang dia jadi pergunjingan warga karena sudah di perkosa begitu buruk oleh para rampok itu, belum lagi kalau hamil itu membuatnya makin membuat mu malu," kata istri siri pak lurah yang baru

"Tutup mulut mu itu, bagaimana pun kondisinya itu karena aku, seandainya aku di rumah menemaninya dan tidak pergi ke rumah mu, aku tak harus melihat dan mengalami hari ini," kata pak lurah yang marah.

"Tapi kenapa sih kamu masih begitu mencintainya, toh kamu bisa kembangnya,"

"Ya karena aku bisa seperti ini itu juga berkat dirinya, bukan karena mulut busuk mu itu, jadi cukup tutup mulut mu itu," marah pak lurah.

Bu lurah tak sengaja mendengar semuanya, ternyata desas-desus dari para warga desa yang mengatakan suaminya menikah lagi itu bukan isapan jempol belaka.

Tapi dia sekarang sudah seburuk ini, jadi dia butuh waktu untuk memikirkan cara untuk balas dendam pada kedua orang itu.

Tak butuh waktu lama, mereka semua pulang ke rumah, polisi sudah selesai melakukan penyelidikan.

Dan Bu lurah bisa tinggal di rumahnya lagi, sedang di sebuah rumah kosong.

ada sosok pocong yang sedang Terlelap menutup mata dibatas ranjang yang di dia gunakan.

Yusron seakan mengalami mimpi indah saat dia masih menjadi manusia.

Kehidupan sederhana dan kebahagiaan bersama istrinya yang baru dia nikahi satu tahun ini.

Bahkan sosok melati yang menjadi incaran banyak pemuda desa, malah memilih dirinya yang hanya seorang buruh di sawah milik juragan Hariyono.

"Mas kenapa masih tidur, itu sudah terdengar suara adzan subuh, mas gak ke masjid lagi?" tanya melati yang membangunkan suaminya itu.

"Tidak ah sayang, aku ingin berdua saja dengan mu, dan saat ini kita jamaah di rumah ya,"

"Baiklah mas," jawab Melati yang selalu menghormati suaminya itu.

Yusron tentu menjadi imam yang sangat baik, karena pria itu memiliki ilmu agama yang sangat baik.

Setelah sholat subuh, keduanya malah kembali menjadi kasih ya bagaimana pun mereka masih dalam taraf pengantin baru.

pukul tujuh pagi, Yusron sudah berangkat ke sawah bersama pak Tejo, pak Dikin dan yang lainnya.

Mereka ini selalu bercanda mau di mana pun, pekerjaan juga berjalan lancar tanpa kendala.

Tapi malam naas itu terjadi begitu saja, entah apa yang membuat para pria biadab itu hingga tega memperlakukan Yusron dan Melati seperti ini.

Sore hari datang, Agung masih di rumah sakit karena kondisinya yang belum sadarkan diri.

Pukul lima sore, semua warga desa sudah panik mengajak anak-anaknya pulang, bahkan tak ada yang berani jamaah di masjid karna takut pocong yusron.

"Loh Bu Sundari kok sudah mau titip sih, ini masih jam lima," kata Bu Susi yang ingin belanja di warung itu.

"Saya kapok Bu, saya kenaikan sakit tiga hati gara-gara di ikuti pocong yusron, sudah Bu saya kapok gak ilok," kata wanita itu yang langsung ngacir berjalan dengan cepat.

Bu Susi yang mendengar itu pun otomatis ikut ngacir pulang karena takut, bahkan dia mengurungkan niatnya untuk beli mie.

Dan dia akan memasak yang lain saja untuk anak dan suaminya, pos ronda juga kosong karena tak ada yang mau ngeronda lagi.

Baru juga terdengar suara adzan magrib, tapi desa itu sudah seperti desa orang mati.

Tiba-tiba saat semua orang ketakutan, terdengar suara bel berbunyi.

Krincing...

Sosok pocong yusron melompat mencari seseorang yang mau menolong dirinya, karena para pelaku belum mendapatkan balasan.

Dok... dok ... dok..

Sosok pocong yusron mulai mengetuk pintu warga satu persatu, karena ingin meminta tolong.

"Tolong... Carikan pembunuh ku... dan tolong sakit ..." suara itu terus terdengar.

Kali ini rumah pak Hadi yang di hantui, bahkan pocong yusron terus mengetuk pintu terus menerus.

setelah tujuh kali terdengar ketukan itu, akhirnya sosok itu pergi dan pak Hadi merasa lega.

Teror Pocong ini terus berlanjut tanpa kenal lelah, bahkan semua warga sudah parno duluan jika mendengar suara gebrakan pintu.

Pukul sembilan malam, sosok pocong yusron sudah berdiri di samping pohon asem.

Di sana juga ada sosok kuntilanak yang selama ini menunggu di pohon itu.

Kini sosok itu turun karena masih penasaran dengan pria yang mati tak wajar malah sekarang jadi pocong gentayangan.

"Aduh pocong ganteng ngapain bengong di sana, kalau mau bunuh orang itu gampang, terus tempel hingga dia melakukan kesalahan dan mati, karena rasa bersalahnya," kata sosok kuntilanak penunggu pohon asam Jawa.

Tanpa bicara, sosok pocong Yusron pergi begitu saja meninggalkan kuntilanak itu.

Sosok pocong itu pergi ke rumah Andre yang pertama kali mengikat tali tambang dan mempunyai ide menggantungnya hidup-hidup untuk bisa membuatnya menyaksikan kekejian para bajingan itu pada istrinya.

Andre sudah di rumah sedang duduk santai di kamarnya, pria itu sedang menikmati ganja yang dia beli dengan uang rampokan rumah pak lurah terakhir kali.

"Andre.... ayo ikut aku.."

"Siapa goblok,ganggu orang nyebat ae," kata pria itu tetap menikmati lintingan rokok narkoba miliknya.

"Andre... aku Yusron,"

Brak...

Jendela kamar pemuda itu terbuka dan ada sosok pocong Yusron yang sedang menatap penuh amarah dengan padanya.

Dia yang memang sedang pakai barang garam, jalan pun sempoyongan.

Pria itu lari ke dapur, tapi tiba-tiba sebuah pisau mengarah ke arah lehernya begitu saja.

Untung dia bisa menghindar jika tidak lehernya sudah tertembus pisau itu.

Tanpa Andre akan duga, sosok pocong yusron sudah membuka paksa pintu dapur, bahkan pocong itu melayang ke dekati Andre.

"Mati..." kata sosok pocong itu menuntut dendam

Andre langsung berbalik dan mencoba untuk lari, tapi sebuah sekop yang di gunakan oleh orang tua pria itu.

Pas terinjak oleh Andre, hingga ujung tajam dari sekop itu menancap di leher Andre dan membuatnya sekarang karena persis seperti sedang di sembelih.

Bahkan darah memancar dengan deras tanpa henti, dan akhirnya pria itu tewas dengan kondisi berdiri dan sekop masih di lehernya.

Bahkan di tembok tertulis angka tiga dengan darah yang mengalir turun. semakin membuat ngeri kondisi dari pria bajingan itu.

Terpopuler

Comments

fatliqa

fatliqa

bentar bukan nya sekop itu dibuat dari plastik ya, kok malah bisa menancap?

2024-06-20

0

Anonymous

Anonymous

Banyakan typo … harus saat dikirim .. dicek dulu dunk

2024-06-07

0

Eli Juwita105

Eli Juwita105

pusing bacanya pada salah huruf nya hadeuhhh

2024-05-24

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!