balas dendam berlanjut

Desa yang dulunya sangat ramai meski malam hari kini berubah menjadi seperti kuburan.

Sesosok tubuh berbalut kain kafan putih sedang melompat di tengah jalan.

"Mati..."

"Kabeh kudu mati..."

Malam itu menjadi momok paling mencekam, bagaimana tidak hari ini tepat tujuh hari setelah kematian yusron.

Tok...

Tok

Tok...

Pemilik rumah tak ingin membuka pintu bahkan sedang berpelukan dengan seluruh anggota keluarganya.

"Bapak..." tangis dari anak-anak keluarga itu.

"Tenang ya le, ini akan berlalu," Keta pria itu ketakutan.

Bagaimana tidak, malam ini sangat mencekam bukan hanya angin bertiup kencang, sosok pocong penuh dendam itu berkeliling mencari para pelakunya.

Seorang pria yang baru selesai merampok tak sengaja lari dan menemukan rumah milik Yusron yang kosong.

karena dua sudah takut di hakimi warga jadi memilih untuk bersembunyi di sana.

"Gila panas banget nih rumah, padahal rumahnya begini kok panas ya," gumamnya.

dia sebenarnya punya mata batin, tapi sayangnya dia sering meminta tolong untuk kejahatan.

Tapi hati ini dia di kerjain Kunti yang sering dia tanya i,karena ternyata rumah yang tadi dia rampok itu rumah pesugihan.

Otomatis, dia bisa mati sebagai tumbal jika masih nekat melakukan maling, eh tapi apesnya dia tetap saja di teriaki warga.

Pria itu berjalan melihat rumah yang gelap gulita itu,dia kaget tiba-tiba sosok anak kecil memegang kakinya.

"Alah si gundul ngikut segala, pulang Sono di cariin ibuku mu tuh," kata pria itu menendang sosok tuyul itu.

Saat dia berjalan tak sengaja dia terjatuh ke lantai dan tangannya mengenai sesuatu.

Dia pun pingsan, dan dia malah di tarik ke dalam sebuah di mensi lain, dia berada di rumah itu.

Tapi dia melihat ada empat orang yang masuk kedalam rumah dengan mengendap-endap.

Setelah itu keempatnya langsung saja membekap mulut kedua pasangan yang tidur di kasur lantai itu.

Pria itu melawan dan terjadi pertarungan sengit, sosok pria berkulit hitam manis itu tampak sangat pintar dalam beladiri.

Tapi sayangnya dia kalah jumlah, salah seorang pria yang memiliki tato di lengan kanannya menjerat pria itu dengan tali tambang hingga tak berdaya, dan pingsan.

"Bagaimana Gung, dia pingsan," tanya salah satu pelaku itu.

"Goblok, gantung di sana, tapi tunggu dulu kita buat dia melihat bagaimana hukuman telah membentak kita," kata pria yang sepertinya menjadi pimpinan berandalan itu.

Wanita cantik yang terikat itu di seret hingga ke ruang tamu tempat Suaminya sudah siap untuk di eksekusi.

Salah satu pria yang memakai kupluk biru menyiramkan air pada pria yang sebentar lagi akan mati itu.

"Bangun orang suci, kakuntak mau lihat hah, bagaimana istri mu yang cantik dan putih ini kami layani, dia pasti akan puas dengan kami semua, ha-ha-ha-ha," suara pimpinan kelompok itu yang sudah merobek baju wanita itu

Sedang wanita yang di perlakukan seperti itu hanya bisa menangis dan berontak tapi apa daya.

Kekuatannya tak sebanding dengan tiga pria itu, yang langsung menyentuh dan membuat wanita itu tak berdaya di depan suaminya.

"Kalian semua biadab," kata yusron berontak dan ingin menyelamatkan istrinya yang sedang di permainkan oleh para pria.

Tanpa terduga, salah satu dari mereka menarik tali hingga terangkat ke atas langit-langit rumah.

Itu membuat yusron harus mengalami kematian yang tragis sekaligus menyesakkan.

Bagaimana tidak, sebelum kematiannya dia malah menyaksikan istrinya di lecehkan oleh orang-orang biadab itu.

"Gila pantes nih badan di tutupin Mulu, orang enak begini aku gak rela nih ninggalin dia di sini, bawa saja yuk kita bisa menikmatinya lagi, dan buat rusak sekalian, setelah itu buang di kebun singkong biar semua warga juga bisa melihatnya, kan lumayan tubuh aduhai begini tidak di buat tontonan," usul salah seorang pelaku biadab itu.

"Bener juga, gas lah lagi pula tuh orang sok suci sudah mati, mampus makanya jadi orang gak usah sok ceramahin orang, sekarang lihat apa Tuhannya turun buat nolongin dia gak kan," kata seorang pria yang mengunakan topeng perah yang tadi menarik tali itu terangkat.

Dia adalah Andre, pria yang dengan tawa menggantung pria itu dengan kejam.

Tiba-tiba dia tersentak kaget dsn langsung membuka mata, dia memegang sebuah tasbih yang terbuat dari kayu stigi.

Yang ternyata itu tasbih milik sosok pria yang tergantung itu, tapi saat dia membalikkan badannya.

Dia kaget bukan main, pasalnya di atas wajahnya pas, menyeringai sosok pocong penuh belatung dan darah yang menetes membasahi wajahnya.

"Siapa kamu..." tanya pria itu dengan suara terdengar marah.

"Aku Azam, seorang pria yang datang untuk bersembunyi di rumah ini, maaf aku turut prihatin dengan apa yang menimpa mu," kata pria itu ketakutan.

"Kau bisa melihatnya?"

"Iya, aku memiliki Indra ke enam dan aku bisa melihat malam naas itu," jawab Azam.

"Kau bisa tinggal di sini, tapi bantu aku menemukan para bajingan itu," kata sosok pocong yusron.

"Aku tidak bisa," tolak Azam karena jika sekali dia membantu makhluk balas dendam.

Maka dia pasti akan jadi incaran makhluk lain untuk melakukan hal yang sama, padahal dia tak mau melakukan itu.

"Bantu aku, aku sudah membunuh satu dari empat kawanan mereka, dan istriku juga sudah gila karena pelecehan yang mereka lakukan," kata sosok Yusron itu.

"Tapi kamu orang yang paham agama, kenapa malah jadi begini?"

"Aku tidak bisa pergi, aku harus balas dendam, sekarang aku akan mencari orang kedua," kata sosok pocong yusron yang menghilang.

"Tidak..." teriaknya yang tersadar.

Ternyata semalam itu cuma mimpi, dia bangun masih tertelungkup dengan memegang tasbih

Saat dia bangun, dia melihat sosok pocong yang semalam sudah ada di ranjang untuk diam selama matahari itu muncul.

"Misi ya mas, aku mau pinjam baju, maklum bajuku kotor," kata pria itu membuka lemari Yusron.

Tapi sebuah buku jatuh ke kaki Azam, dia membuka buku itu dan dia gemetar melihat foto di dalamnya.

Disana ada dua orang anak kembar yang sedang berpose ala hormat seperti tentara.

"Dek kalau besar mas mau jago tentara biar bisa membela negara kita," obrolan seorang bocah dengan adiknya yang berada di pematang sawah.

"Kalau aku mau jadi ustadz, meski di kampung juga gak papa, kita harus belajar ya mas, biar bisa tercapai keinginan kita," kata yusron kecil.

Seorang warga yang terkenal sebagai juragan sedang berkeliling membawa kamera jadul.

"Yusron, Azam sini paklek foto sebentar, biar punya kenangan," panggil pria itu.

Azam memeluk foto itu, dia tak mengira jika akan melihat kematian mengerikan dari adiknya.

"Yusron...." tangis pria itu yang sudah hampir lima belas tahun mencari adiknya yang hilang tersesat saat mereka di ajak ke kota oleh rombongan dari juragan Hasyim.

Karena terus menerus di salahkan akhirnya Azam kabur dari rumah karena merasa bersalah meninggalkan semuanya.

Azam pun merangkak sambil menangis melihat sosok astral di atas ranjang itu, "dek... kenapa bisa seperti ini, kenapa kamu harus mati seperti ini,mas kangen dek..." tangis Azam.

"Mas Azam, Yusron mau mereka mati mas,"

"Pasti dek, aku rela kamu mengunakan ku untuk balas dendam, anggap saja ini penebusan ku yang telah lalai menjaga mu..." tangis Azam yang langsung tidur di tempat yusron terbaring.

Terpopuler

Comments

Rehaan Aamir

Rehaan Aamir

Diiiicchhh Gajeee Amaaattt jln crt nya...

2024-05-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!