Tapi Azam terlempar menjauh dari arwah adiknya itu, bahkan sekarang Azam mengerang kesakitan.
"Kita tak bisa bersama, kamu tak bisa merasuk kedalam tubuh ku dek, kita harus bagaimana?" tanya Azam.
"Bantu aku, cobalah untuk menyembuhkan istriku karena dia adalah satu-satunya orang yang menjadi saksi kunci," kata sosok pocong yusron.
"Baiklah," jawab Azam.
Karena mereka ini saudara dan memiliki kemiripan yang cukup besar, akhirnya Azam memutuskan untuk merubah tampilannya persis adiknya sewaktu hidup.
Dia juga mengunakan tasbih yang dia temukan untuk membuatnya selalu ingat jika adiknya di huh dengan kejam.
Siang hari Azam berangkat menuju ke tempat yang di beritahu sosok yusron.
Tapi saat dia berjalan, semua warga langsung ketakutan karena melihat yusron lain yang berjalan siang bolong.
"Hantu!!"
Para warga kocar-kacir menyelamatkan diri, ternyata mereka benar-benar menganggapnya sebagai yusron.
Tak sengaja saat akan keluar gapura, dia berpapasan dengan pria yang memiliki suara yang dia dengar saat kejadian itu.
Secara reflek Azam berbalik dan pocong Yusron masuk kedalam tubuh pria itu dan langsung membenturkan kepala Andi ke sebuah batang kayu besar.
"Mati..."
"Pembunuh harus mati..." gumam Azam yang sudah kerasukan.
Andi yang menoleh kaget bukan main, karena dia melihat sosok yusron yang masih hidup.
"Mati!!" teriak Azam yang langsung membuat Andi ketakutan hingga ingin kabur.
tapi baru juga berbalik lehernya tertancap potongan bambu runcing yang ada di kebun bambu dekat gapura desa.
Azam menyeringai dan dia berjalan keluar desa, saat itu Azam dan Yusron berpisah untuk tujuan masing-masing.
Pocong yusron tak menyangka akan mendapatkan pertolongan dari saudaranya.
Di jalan itu ada tulisan nomor dua, dan kini tinggal dua lagi yang akan menemukan ajalnya.
Kebetulan juragan Hariyono lewat karena pulang dari rumah sakit, dia kaget melihat ada sosok yang berdiri di kebun bambu.
Saat dia dekati,dia terkejut bukan main,itu adalah Andi yang tewas mengenaskan.
"Sebentar lagi giliran adik mu, ha-ha-ha-ha," suara itu menggema bersama dengan angin yang datang.
Juragan Hariyono langsung menelpon polisi untuk segera datang karena takut jika akan ada korban lagi.
Polisi datang tapi juga bingung kenapa ada kejadian seperti ini, bahkan kali ini kematian itu cukup mengerikan.
Karena tubuh dari pria itu tertancap bambu runcing di leher, dada dan ********.
"Saya heran, kenapa ada dua kematian beruntun setelah ada kejadian buruk di desa ini,apa ada kaitannya," tanya kepala polisi yang menanggani kasus Andi dan Andre.
"Saya tidak tau pak, tapi yang saya tau mereka ini adalah berandalan di desa, tapi masak iya mereka tersangkut kasus yusron," kata juragan Hariyono.
Tanpa di duga pak Tejo maju menghampiri juragan Hariyono, "Permisi juragan saya mau mengakui sesuatu," kata pak Tejo.
"Ada apa pak?"
"Sebenarnya saya tak sengaja melakukannya, karena melihat kondisi dari Melati dan kematiannya yang tak wajah, saya membisikkan sesuatu pada jenazah Yusron untuk balas dendam, dan dengan sengaja memeras jeruk nipis di berkas darahnya untuk mengunci dia dengan rasa sakit sebelum dendamnya tuntas," kata pak Tejo.
"Pak Tejo!!! anda membuat masalah, kami semua di teror setiap malam oleh pocong Yusron," kata pak Dikin panik karena dia terlalu sering dapat teror.
"Bukan kalian saja, saya juga tapi kalian hanya takut tak pernah mendengar spa permintaan tolong pocong yusron, dia hanya ingin pembunuhnya di hukum dan orang yang melecehkan istrinya dengan buruk juga mendapatkan ganjarannya," kata pak Tejo marah dan membungkam semua orang.
"Apa, ada kasus seperti ini tapi tak ada laporan polisi, apa kalian menyembunyikan sesuatu,"tanya kepala polisi.
"Kami hanya mengikuti perintah juragan Hariyono pak, terlebih kondisi mayat itu tak ada yang aneh-aneh," bantah juragan Hariyono.
"Wahyu, bawa juragan Hariyono untuk di mintai keterangan dengan alasan mencoba untuk menghilangkan barang bukti kejahatan, dan cari korban yang selamat, dan sekarang anda dalam masalah besar juragan," kata kepala polisi itu.
Juragan Hariyono hanya bisa ikut ke kantor polisi,karena dia sadar jika dia melakukan kesalahan besar dengan menyembunyikan semuanya.
Tapi jika tidak melakukan itu,maka semua orang tau jika adiknya lah yang melakukan kejahatan itu.
Sesampainya di pondok tempat melati di rawat,untunglah di tempat itu semuanya amanah.
setidaknya wanita itu dan dari pria-pria bajingan yang hanya ingin memanfaatkan dirinya.
"Melati," panggil Azam.
mendengar seseorang memanggilnya wanita itu menoleh dan langsung lari ke arah Azam.
Bahkan dia langsung memeluk erat pria itu, "aku yakin mas belum mati, mas... maaf aku mengotori mu, aku sudah kotor ... aku tak pantas untuk mu, mereka memperkosaku dengan buruk," kata melati yang histeris.
"Tidak dek, jangan lakukan itu kamu tetap yang baik bagi mas, jangan lukai dirimu, dan tolong jangan seperti ini, kita harus menuntut mereka untuk bertanggung jawab, dua dari mereka sudah mati tinggal dua orang lagi deh," kata Azam yang pura-pura jadi yusron.
"Agung dan Ayus yang pertama kali melecehkan ku, dan Andi yang membuat ku kesakitan karena melakukan di area belakang, dan Andre yang membunuh mu dengan mengantungi ku hidup-hidup..." lirih melati yang mundur karena ingat suaminya sudah mati.
"Tidak dek, aku bukan orang lain, aku masih di depan mu, rasakan detak jantung ku masih ada," kata Azam yang mencoba membuat wanita itu percaya karena waktu yang di izinkan juga sendok menipis.
melati meletakkan tangannya di jantung pria itu, dan perlahan Azam melantunkan sholawat yang biasa di latunkan saat ibunya dulu menidurkan dia dan yusron.
kini Melati kembali memeluk suaminya sang tak dia sangka masih hidup dan bisa dia rasakan seperti ini.
"maaf aku membohongimu, demi balas dendam dan menghukum semu pendoa itu," batin Azam.
Polisi datang untuk menanyakan semuanya, tapi Azam memberikan bukti rekaman suara dari Melati karena kondisi wanita itu tak bisa di tebak.
Sedang di sisi lain, para warga tak menyangka jika kejadian yang menggemparkan desa mereka di lakukan oleh pak Tejo.
tapi itu bukan sepenuhnya salah pria itu, dia hanya kasihan melihat teman sejawatnya meninggal dengan tragis tanpa ada alasan.
sedang para pendosa itu kini sudah mati satu persatu, dan Ayus sudah ketakutan saat ini.
karena tinggal dia yang belum mendapatkan hukuman dari pocong Yusron.
"aku tdk mau mati ... maafkan aku yusron,aku di ajak Agung karena niat kami cuma ingin menakuti mu....." tangis pria itu ketakutan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
rayrayaniyank A
ko sendok?
2024-04-07
0