Ayus tiba-tiba berteriak tak jelas, karena dia melihat sosok pocong yusron di sudut kamarnya.
"Tidak!!! aku tak mau mati, aku hanya di ajak oleh Agung, karena dia yang ingin mempermalukan mu!!" teriak Ayus yang ketakutan.
dia melihat Pocong Yusron ini mendekat,melihat hal itu Ayus langsung lari keluar dari rumah.
"Tidak jangan menganggu ku, aku cuma di ajak Agung, dia yang merencanakan semuanya," kata pemuda itu sambil berteriak dan berkeliling kampung.
Semua warga yang mendengar pun tak percaya dengan apa yang mereka dengar, bagaimana tidak.
Mereka tak menyangka jika Ayus mengakui semuanya sendiri, salah satu warga menghampirinya pemuda itu dan menahannya.
"Sekarang jawab, apa maksudmu kamu yang melakukannya dan cuma di ajak oleh Agung," tanya pak Hadi yang kebetulan ada di warung karena sedang mengawasi kata orang-orang muat gabah.
"Tolong selamatkan aku, aku tak mau mati," tangis Ayus.
"Iya cerita dulu, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya pak Tejo yang ikut tak sabar mengetahui cerita yang sebenar.
"Agung merasa tersinggung karena kami mabuk di masjid dan yusron menegur kami, dan saat dia ingin memukul yusron, Agung malah jatuh tak terima..."
Malam hari pukul sepuluh, desa memdng sudah sangat sepi, jadi empat pemuda ini baru selesai menghadiri acara hiburan dangdut di desa sebelah.
Keempatnya memilih berhenti di masjid karena mengantuk dan ingin cuci muka.
Tapi sayangnya setelan cuci muka, keempat pria itu malah melakukan hal yang tak terpuji.
Mereka berempat melanjutkan minum-minum di teras masjid, takmir masjid sudah melarang tapi malah di benturkan ke dinding hingga pingsan.
Pukul dua dini hari, yusron ini datang karena terbiasa dengan melakukan itikaf di masjid sambil mengerjakan sholat malam.
"Astagfirullah ..."
Dia langsung mengambil ember dan mengisinya dengan air, kemudian menyiramkan ke arah empat pemuda yang sedang tidur.
"Dasar berandalan, ini tempat suci, bisa-bisanya kalian minum miras di sini," kata Yusron.
"Hei kamu itu cuma pegawai mas Heri, jangan bertingkah atau aku akan bisa memintanya untuk memecat mu," kata Agung sempoyongan.
Mendengar itu bukan takut Yusron melemparkan ember yang dia bawa pada Agung yang begitu sombong.
"Lakukan saja, aku juga tak takut dengan ancaman mu," kata Yusron.
Mendapatkan perlawanan, Agung marah dan ingin memukul yusron tapi dia tergelincir oleh botol minuman itu dan malah tersungkur.
Yusron tak takut sedikit pun, "awas kamu,aku akan membuat mu menyesal, ingat itu," kata Agung yang langsung pergi dari sana.
Yusron langsung membersihkan semua bekas dari keempat pria itu, sedang Agung benar-benar tak bisa diam lagi.
Di suatu malam, mereka sedang berkumpul di rumah kosong yang mereka jadikan basecamp.
Di sana agung mengutarakan niat busuknya dan mempengaruhi semua temannya untuk ikut.
"Aku ingin balas dendam pada Yusron, apa kalian harus ikut, tenang saja kita pakai topeng yang biasa kita gunakan untuk begal," terang Agung.
"Sudahlah, hanya masalah seperti itu Agung, kenapa di perpanjang seperti ini?" kata Ayus yang keberatan.
Karena yang dia rasa, pantas jika mereka di tegur karena mereka melakukan hal buruk di tempat ibadah.
Tapi tidak dengan Agung, "kamu ingin berkhianat sialan," maki Agung yang ingin memukul kepala Ayus dengan botol miras itu.
"Baiklah aku akan ikut," kata pria itu yang ketakutan dan langsung mengiyakan.
Setelah itu mereka pun menyiapkan semua barang-barang yang di gunakan.
Mereka langsung menuju ke rumah Agung, tentu saja mereka tak langsung masuk menerjang kedalam rumah.
Tapi mereka memastikan jika pemilik rumah sudah tertidur, saat mereka mengintip malah melihat Yusron sedang bermain bersama istrinya.
Menyaksikan hal seperti itu,otak jahat keempatnya pun ingin merasakannya juga, terlebih istri Yusron ini di kenal sebagai gadis alim di desa.
Akhirnya mereka semua masuk kedalam rumah pelan-pelan saat keduanya sudah tertidur.
Dan malam naas itu pun terjadi lagi, semua warga murka mendengar itu, dan langsung melempari Ayus dengan batu.
Mereka sudah muak dengan ulah para berandalan yang meresahkan selama ini, mereka tak berani karena pimpinan berandal itu adalah orang terkaya di desa itu.
Tapi karena sekarang juragan Hariyono juga sudah di kantor polisi, mereka pun tak segan menghajar Ayus.
"Mati saja, itu memang pantas untuk mu, karena kalian para pria tak punya hati, kalian membunuh seseorang yang sangat di hargai di desa ini, dasar bajingan!!" teriak warga saling bersahutan.
Beruntung polisi datang dan menyelamatkan Ayus, tapi tanpa di duga tiba-tiba pria itu seperti kerasukan.
Pria itu mematahkan lehernya sendiri dan kemudian terdengar suara patahan dari tulang-belulangnya.
Tapi yang aneh pria itu belum mati masih menyeringai menatap semua orang.
Karena saat ini petang mulai datang, tiba-tiba sosok pocong yusron keluar dari tubuh Ayus.
"Sudah cukup mas yusron, jakunyang salah karena tak menyelidikinya," kata salah satu warga
"Tidak ini dendam ku, sekarang aku bisa tenang karena semua sudah terbalaskan," kata pocong yusron yang tiba-tiba menghilang.
Polisi di tempat itu seakan percaya dan tidak, dan mereka membawa tubuh Ayus yang sudah tak bernyawa dengan keadaan kepala patah.
Bahkan mereka tak menyangka jika masih ada hal seperti itu, tapi percaya atau tidak itu memang ada
Polisi kini tinggal menunggu kondisi dari Agung selaku otak kejahatan itu untuk bangun.
Saat ini sosok pocong yusron bisa melewati gapura desa, dan melihat istrinya.
Azam yang melihat pun mengerti jika dendam pria itu sudah selesai. yusron masuk kedalam tubuh Azam.
Pria itu langsung memeluk melati yang sedang duduk melamun di depannya.
"Aku sangat mencintaimu, meski aoa pun yang sudah terjadi, tolong jangan seperti ini, kita bisa memulai semuanya dari awal," kata Azam yang kerasukan.
"Tapi aku kotor,bahkan para pria bajingan itu telah membuatku tercemar,"
"Tak apa-apa, menikahlah denganku dan kita mulai lagi ya," mohon Azam.
Sosok Azam yang memperhatikan Yusron di buat kaget, "wong edan, kenapa kamu meminta ku menikahi istrimu,"
"Karena aku tak percaya dengan siapapun selain dirimu, tolong terima dia, karena bagiku dia adalah segalanya,dan setidaknya dia berada di tangan mu dia akan aman, aku percaya itu, anggap saja ini waktu yang aku minta darimu yang kita lewati saat berjauhan karena kamu merenggut hak ku sebagai adik," kata Yusron yang tak bisa di tolak Azam.
"Baiklah," jawab Azam pasrah.
Melati pun mengangguk tanda setuju, dan semua rencana persiapan pernikahan di atur oleh yayasan tempat Melati di rawat.
Para pengurus juga mengizinkan karena akan lebih cepat di sembuhkan jika Melati hidup dan berada dengan orang yang dia percayai.
Keesokan harinya, pernikahan dilakukan secara sederhana, dan Azam kini turun ranjang.
Tak hanya itu, mungkin sekarang tak ada cinta, karena fokus pertamanya adalah membuat Melati sembuh terlebih dahulu.
Sedang untuk pocong Yusron ini juga belum bisa pergi untuk menyebrang.
Jadi sekarang Yusron masih gentayangan untuk meminta tolong agar bisa pergi dengan tenang.
Seperti malam ini, pak Tejo di ikuti oleh pocong Yusron yang belum bisa pergi.
"Pak... Tolong antarkan aku pulang," kata pocong Yusron yang duduk di jok belakang motor pak Tejo
"Halah... kenapa belum pergi, semua sudah selesai," kata pak Tejo yang memberanikan diri meski tubuhnya gemetar tak karuan.
"Saya tak bisa menyebrang pak, tolong bersihkan darah saya dari jeruk nipis itu," kata Yusron dengan wajah pucat menatap pak Tejo.
"Iyo... maafkan aku..." kata pak Tejo yang langsung lari pulang meninggalkan motornya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments