Brughh..
Lily terjatuh lalu segera bangkit, membenarkan penampilan serta tas berisi peralatan terapis nya. "Maafkan aku, maaf... " Lily membungkuk beberapa kali usai mengatakan permintaan maaf.
Damon hanya diam dengan menahan tawa didalam hatinya, "dia sangat menggemaskan.. " tentu saja Damon masih berdiri dengan gagah, tubrukan tadi tidak membuat tubuhnya gontai.
"Bisakah jika berbicara itu menatap siapa lawanmu ?" suara merdu Demian membuat Lily terpesona.
Hingga keduanya saling menatap dan,
"Maaf tuan, saya tidak sengaja.. tadi saya hendak melakukan sesi terapi malam di kamar tuan muda Jonathan.. " Lily tersenyum canggung.
"Santai saja, kamar yang akan kamu tuju adalah kamar adikku, ada diujung lorong sana bukan ? Heumm siapa namamu ?" tanya Damon terdengar ramah.
Damon memiliki tampilan fisik yang berbeda dengan Jonathan, tubuh tegap, gagah atletis kulit tidak sepucat Jonathan dengan tatanan rambut agak panjang dan disugar tengah, mirip pangeran dari negeri dongeng..
"Lily tuan.. saya pelayan baru disini, sekali lagi maaf" Lily tersenyum manis dan hal itu membuat Damon semakin tertarik.
"Aku Damon.. nice to meet you Lily." Demian mengulurkan tangan kanannya.
"Apakah boleh ? tuan muda berteman dengan pelayan ? " tanya Lily masih ragu antara menjabat tangan atau menghindar.
"Tentu saja boleh, semua aturan di tempat ini terserah tuan rumah kan hehe.. " kembali menebar senyum tampan.
"Bu.. bukankah tuan muda Damon adalah saudara kandung tuan muda Jonathan ?? tapi kenapa tampilan fisik kalian sangat berbeda ?" tentu saja Lily sedang membandingkan tampilan fisik Damon dengan Jonathan.
"Kamu sangat cantik dan menggemaskan, aku suka wanita seperti kamu Lily.. hhmm entahlah mungkin karena aku rajin berolah raga di Gym ??" ucapan Damon terdengar seperti candaan.
Dan keduanya tertawa atas candaan receh Damon,
pembawaan pangeran Damon saat bicara sangat easy going dan sama sekali tidak membuat canggung.
"Kata kepala pelayan Cedric, tuan muda Jonathan hanya sendirian di kastil ini. Lalu.. " Lily belum menyelesaikan pertanyaannya namun seolah Damon mengerti apa yang ingin Lily ucapkan.
"Benar, Nathan adikku memang lebih suka tinggal sendiri dan kebetulan hari ini aku menemani ayah sengaja mengunjungi Nathan untuk melihat perkembangan kesehatannya usai mendapatkan darah terapisnya. " ucapan Damon yang berusaha menjawab pertanyaan Lily.
"Aah begitu... baiklah tuan Damon saya permisi ya, tuan muda Jonathan pasti sudah menunggu sesi terapi malam ini. " Lily dengan sopan membungkuk hendak berjalan melewati Damon saat tiba tiba,
Damon menahan pergelangan tangan Lily, membuat langkah Lily terhenti lalu membalik badan menatap tangan Damon yanh terasa dingin di kulitnya.
"Tuan.. " ucap Lily lirih.
"Mulai saat ini kita adalah teman oke.. " tatapan Damon sangat mempesona dan hal itu membuat Lily merasa tersanjung.
"Te.. teman.. baik tuan.. " Lily tersenyum manis dan tidak berusaha menahan diri saat bibir sensual tuan muda Damon memberi satu kecupan di punggung tangannya.
Cup.. perlakuan Damon yang tiba tiba itu membuat wajah Lily merona lalu segera melangkahkan kaki menuju kamar tuan muda Jonathan.
Damon menatap langkah Lily yang menjauh dengan tatapan yang agak sulit diartikan.
Tangannya dingin, bibirnya juga dingin, Apa tuan Damon sedang kedinginan ? batin Lily yang memang belum menyadari dengan siapa sebenarnya dia bekerja.
Sementara itu di dalam kamar , tuan muda Jonathan sudah menunggu dari tadi terapisnya. "Ini sudah lewat dari waktu yang seharusnya, kemana gadis itu.. " tuan muda Jonathan bermonolog sendiri.
Tuan muda Jonathan duduk di sofa dekat ranjang, usai mengijinkan Lily masuk setelah mengetuk pintu sebelumnya.
"Kenapa terlambat heumm ?"
...----------------...
VISUAL DAMON SALVATORE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
jaran goyang
aaaaaaaaaaaaa gnteg bgts💪💪💪❤❤❤❤❤❤
2023-04-02
1