Nafisa

setelah sepekan menghilang akhirnya sosok Humaira kembali muncul di kamar Ibnu. terdengar suara air mengalir dari kamar mandi menandakan jika Ibnu sedang mandi. Muncullah ide jahil di benak Humaira. Ia menunggu sambil sembunyi di sisi sebelah kanan pintu. Dia bersiap untuk mengaget kan Ibnu yang akan keluar dari kamar mandi.

Ceklek (suara pintu dibuka). Belum juga Ibnu melangkah kan kaki keluar dari kamar mandi tiba-tiba muncul sosok Humaira dengan memakai topeng yang ia dapat entah dari mana.

"ciluk.... Ba...."

"Han...Han...tu..."

"hantu...."

"hahahahahahaha...."

"hahahahahahaha..."

"Humaira.... Kamu nyebelin sekali. Kenapa kamu datang tiba-tiba dan membuat kaget dengan cara seperti itu. Bagaimana jika aku jantungan dan mati" kesal Ibnu

Wajah lucu Humaira saat sedang tertawa langsung cemberut dan ia segera menundukkan kepala dan berlalu pergi. tak lama sebuah suara bergema di kamar itu?

"maafkan aku Ibnu jika mengagetkan mu dan membuatmu kesal. Namun jujur aku kangen sama kamu dan aku hanya niat bercanda. Setelah aku dibawa aki untuk pemulihan, aku mulai mendapatkan sedikit-sedikit ingatanku. Saat ini tubuhku terbaring koma di sebuah rumah sakit karena mempunyai penyakit jantung bawaan. Saat kamu berkata jika perbuatan ku dapat membuat kamu jantungan, aku takut engkau mengalami apa yang aku alami saat ini. Aku tidak mau kedua orang tua mu dan saudaramu sedih dengan kondisimu. Tak apa biarkan aku yang menanggung rasanya memiliki penyakit sejak kecil. Tubuh yang gampang lelah dan gampang sakit sejak dulu. Andai aku bisa pergi, aku akan lebih baik memilih pergi dibandingkan menjadi beban untuk orang-orang yang ku sayangi. Aku hanya ingin menyampaikan satu hal. Terimakasih sudah menjadi temanku selama ini, terimakasih mau berkomunikasi denganku yang tidak punya arah dan tujuan karena tidak mengetahui mengapa aku tiba-tiba seperti ini. Terimakasih sudah memberiku kesempatan untuk merasakan hangatnya keluarga. Aku pamit, assalamualaikum"

"Mai, jangan pergi aku tidak bermaksud untuk menyinggung perasaanmu. Aku hanya kesal dan kaget kamu tiba-tiba datang dan maafkan jika kata-kata ku menyakiti perasaan mu. kembalilah Mai, aku menyayangimu, jangan pergi"

Setelah keluar dari kamar Ibnu, Humaira segera terbang pergi ke arah pintu keluar menemui aki.

"Ki, apakah aku sudah keterlaluan berbuat seperti tadi hingga Ibnu membentak ku?"

"tidak nak, sebenarnya Ibnu itu anak yang baik, mungkin dia kaget dan kesal karena perbuatanmu. Tapi aku yakin jika sekarang dia menyesal telah membentak mu. Apakah kamu akan menemuinya nak?"

"sementara ini tidak Ki, aku ingin bermain di rumah yang berada di ujung sana?" ujar Humaira sambil menunjuk suatu arah

"jangan kesana nak, banyak hantu yang suka menjahili manusia. Ada juga beberapa sosok yang mempunyai aura sangat pekat dan jahat." nasehat aki

"insyaallah aku bisa menjaga diri ki. Bukankah aku juga membantuku untuk bertemu dengan sosok penjagaku. Ia akan selalu berada di sampingku dan membantuku."

"tetap waspada dan jangan asal bertindak. Jika kamu tidak mampu segera lari. Ingatlah banyak orang yang menunggumu untuk bangun"

"baiklah Ki"

Humaira segera terbang ke arah Utara karena penasaran cerita aki tentang sebuah rumah yang berada di ujung komplek terkenal angker. Mungkin memang sudah jiwa Humaira yang senang berpetualang namun selama ini apapun yang ia lakukan selalu dibatasi karena jika ia kecapekan sedikit pasti akan jatuh sakit. Karena itulah ia jarang diperbolehkan keluar rumah ataupun bermain bersama saudara-saudaranya di panti asuhan. Saat ini ketika ia bebas terbang dan pergi kemanapun tanpa beban takut sakit lagi akan memanfaatkan waktu yang ada untuk bersenang-senang dan mencari hal yang baru.

Saat melewati sebuah jembatan ia terkejut mendengar sebuah tangisan. Humaira pun segera menghampiri sosok tersebut.

"hai salam kenal, namaku Humaira, namamu siapa?"

Lama menunggu namun sosok itu tak sedikitpun membalas sapaan Humaira. Bukannya kesal ataupun pergi dari tempat itu, ia malah menunggu hingga sosok itu berbicara. Namun sosok itu terus menangis mengeluarkan air mata darah.

"jangan terus menangis nanti air matanya kering lho. Coba cerita sama aku siapa tau aku dapat membantu mu" ucap Humaira lagi. Walau sosok itu tak menanggapi ucapannya ia tak menyerah untuk terus mengajaknya bicara.

"memangnya apa yang dapat kamu lakukan untukku. Bukankah kamu pun hantu sama sepertiku?" tanya sosok itu

"kita berbeda, aku adalah roh dari seseorang yang terbaring koma di rumah sakit. Aku tak dapat kembali ke tubuhku karena aku sendiri tidak mengingat mengapa aku bisa tiba-tiba seperti ini."

"jadi kamu masih hidup, apakah kamu kenal seseorang yang dapat membantuku.?" tanya sosok itu lagi

"sebelum aku menjawab pertanyaan mu, siapa namamu? Apa aku harus memanggilmu "hantu jembatan?". Goda Humaira

"hi...hi...hi...hi..."

"kamu lucu Humaira, apa kamu memang suka bercanda dengan teman-teman mu. "

"ketawamu membuatku ngeri, jawab pertanyaan ku dulu baru nanti aku akan menjawab pertanyaanmu."

"namaku Nafisa, aku bukan asli penduduk daerah sini. Beberapa waktu lalu di daerah C terjadi hujan badai dan sebuah pohon menimpa sepeda motor yang ku naiki hingga akhirnya aku meninggal di tempat. Namun dua jari tangan sebelah kanan yaitu ibu jari dan telunjuk patah dan terpental ke selokan yang airnya cukup deras. Hingga arus air itu terus membawa potongan jariku sampai ke tempat ini. Selama ini aku menangis berharap ada seseorang yang menolongku. Namun setelah lebih dari sebulan belum ada yang dapat menolongku sampai akhirnya kamu datang"

"astaghfirullahal'adzim sungguh tragis nasibmu Nafisa, maaf kan jika karena aku kamu menjadi sedih kembali mengingat masa-masa itu."

"tak apa Humaira, tapi benarkah kamu dapat menolongku?"

"insyaallah aku akan menolongku, ada sebuah keluarg yang dapat berbicara denganku walau tanpa sengaja karena aku menolong anaknya."

"kamu beruntung Humaira bisa mengenal keluarga itu"

"Alhamdulillah, aku pergi dulu dan akan menceritakan apa yang terjadi kepada mu. Insyaallah mereka dapat membantumu nantinya."

"terimakasih Humaira "

Terpopuler

Comments

Happyy

Happyy

😊😊😊

2023-04-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!