Berkenalan dengan Penghuni Rumah

Humaira terbang menuju pintu utama rumah, disebelah kanan pojok ada seorang sosok aki-aki dengan pakaian khas daerah Jawa, ia ingin meminta ijin kepada beliau karen sesungguhnya sosok itu merupakan sosok yang disegani dan bisa di artikan sebagai pemimpin para penghuni di rumah itu. Ia bisa tegas dan marah jika ada penghuni yang jahil mengganggu para pekerja atau keluarga dari bapaknya Ibnu itu sendiri.

"sampurasun, aki. Salam kenal saya Humaira, saya ijin ikut istirahat di rumah ini karena lupa akan tujuan dan mengapa saya terlunta-lunta selama ini. Saya ingat beberapa hal namun asal saya tidak mengingat sama sekali".

"rampes,,, anak yang baik. Kamu mengetahui tentang tata Krama berada di rumah orang. Sepertinya kamu anak yang spesial sehingga ada satu sosok yang selalu melindungi mu."

"bagaimana maksud aki, karena jujur saya tidak pernah mengetahui tentang hal itu. walau saya dapat berkomunikasi dan melihat tentang hal gaib, mengapa pelindung saya itu tidak pernah menampakkan diri aki?" tanya Humaira

"belum saatnya kamu mengetahui hal itu nak karena fisikmu belum kuat menerimanya."

" apakah ia berat aki sehingga aku tak kuat menggendong nya" tanya Humaira

"ha...ha...ha... Bukan berarti berat karena menggendong nak. semua yang dititipkan kepadamu berasal dari sang pencipta. Dengan harapan engkau dapat menggunakan segala hal yang diturunkan kepada mu kelak agar dapat membantu sesama"

"apa arti membantu sesama itu aki?"

"misalkan untuk sesama manusia, terkadang ia sering menderita penyakit yang tak kunjung sembuh. Dari segi penglihatan manusia biasa atau dokter itu ada salah satu organ di dalam tubuhnya yang bermasalah sehingga menyebabkan sebuah penyakit. Namun jika di telisik dari kacamata spiritual ada makhluk gaib yang mengganggunya."

"apakah hal-hal seperti itu memang nyata adanya Ki?"

"benar nak, umat Manusia sekarang semakin serakah, mereka menghalalkan segala cara untuk mencapai apapun yang mereka inginkan tanpa memikirkan apakah yang mereka perbuat itu akan merugikan dirinya dan orang lain. Orang seperti ini biasanya telah tertutup mata hatinya. Ia tak peduli perkataan dan nasehat orang lain yang penting ia bisa hidup senang. Namun hal ini pasti bertentangan dengan kaidah agama.menjadikan orang-orang ini jauh dari agama dan tuhan-nya.

"benar juga kata aki, aku pernah mendengarkan jika ada yang ingin menjadi kaya dengan cara mencari pesugihan. kesenangan dan harta sesaat namun kesengsaraan hingga kelak hisab di akhirat tak pernah dipikirkan olehnya."

"oleh karena itu janganlah sampai kamu salah menapaki jalan kehidupan nak. Engkau harus senantiasa mengikuti pedoman-pedoman yang diajarkan dalam agamamu. Agar niat mu menolong sesama bisa murni bukan semata meraih kekayaan atau yang lain."

"terimakasih nasehatnya aki, insyaallah akan saya terapkan dalam kehidupan saya nantinya."

"iya nak, jika kamu ingin berkenalan sama penghuni rumah ini, jangan pernah memaksa mereka untuk dekat dan memperkenalkan diri kepadamu. Ada yang bersifat cuek dan tak suka di ganggu dan ada berbagai macam karakter penghuni rumah ini."

"terimakasih Ki, saya sudah paham penjelasan dari aki. Kalau begitu saya mohon undur diri"

"silahkan nak, dan terus menabur kebaikan di manapun kaki mu melangkah"

Humaira segera terbang menuju kolam renang, hawa disekitarnya sangat panas malam itu. Bukan karena faktor cuaca namun karena adanya sosok astral yang menghuni di bagian tengah kolam renang. Sosok ini sering mengganggu para pekerja yang akan membersihkan kolam atau bibi yang ingin menjemur pakaian. sosok ini sesungguhnya tidak jahat namun kejahilannya sering kali menyebabkan orang lain hampir celaka.

"permisi, kenalkan nama ku Humaira, aku penghuni baru disini. Tolong jangan jahil kepadaku ya." ucapku pada sosok itu

"bagaimana kamu bisa masuk rumah ini. Padahal banyak makhluk astral ingin masuk ke rumah ini selalu dihadang oleh pak tua dekat pintu masuk"

"apakah beliau itu pemimpin di rumah ini? Tanya Humaira

"benar nak, banyak sosok yang takut kepadanya selain iya kuat dia pun pelindung keluarga ini"

"tapi mengapa ia tak menolong saat keluarga ini mengalami kecelakaan tadi?"

"pak tua itu terikat perjanjian dengan penghuni rumah ini untuk menjaga semua orang yang tinggal di rumah ini dari gangguan makhluk astral baik itu kiriman dari orang lain ataupun astral-astral yang ingin bergabung bersama kami disini. Jadi ia tak bisa kemana-mana kecuali jika penghuni rumah ini yang menghendaki nya."

"lalu apakah engkau hanya bisa berada disini? Apakah engkau tidak bisa pergi dari kolam ini."

"aku terikat dengan dasar kolam ini nak. dulu aku manusia biasa seperti kalian namun ada yang kejam membunuhku lalu mengubur jasadku di dasar kolam renang ini. Kejadian itu sudah berlalu lebih dari 7 tahun lalu. Jauh sebelum penghuni sekarang menempati rumah ini"

"apa yang dapat aku lakukan untuk membantumu?" tanya Humaira

"apakah engkau mau membantuku nak?"

"kenapa tidak, kita sama-sama makhluk Allah. Sesama makhluk wajib saling menghargai dan membantu dalam kebaikan"

"terimakasih,, lalu apa yang akan kamu lakukan agar aku dapat terbebas dari sini?"

"aku mengenal anak pemilik rumah ini, aku akan mengatakan sebenarnya tentang jasad mu yang telah terkubur lebih dari 7tahun. Agar jasadmu dapat diangkat dan dimakamkan secara layak"

"terimakasih karena kamu mau membantuku nak" ucap sosok itu dengan tulus

"sama-sama bersabarlah dahulu. Besok aku akan mencoba bicara dengan Ibnu"

"baiklah, namaku Parjo, siapa namamu nak?"

"namaku Humaira pak."

"baiklah segeralah istirahat. Jika kamu terlalu lama menggunakan kekuatanmu maka itu berpengaruh kepada tubuhmu."

"apa maksudmu Parjo? Apakah itu berarti aku masih hidup?"

"iya, apakah engkau mengira jika engkau telah mati."

"aku tidak tahu pak karena saat terbangun keadaanku sudah seperti ini. "

"sabar ya nak, engkau anak baik insyaallah akan ada pertolongan sehingga engkau dapat berkumpul kembali dengan orang-orang yang sangat menyayangi mu".

"terimakasih telah menyemangati ku lagi pak. Ingat jangan jahil sama penghuni yang lain sampai aku mendapat solusi tentang masalahmu"

"siap tuan putri"jawab Parjo dengan senyum

Sedangkan Humaira yang digoda oleh Parjo terbang dengan wajah cemberut karena dikerjai.

"dasar hantu jahil, suka sekali mengganggu orang lain" kesal Humaira

Terpopuler

Comments

Happyy

Happyy

😘😘😘

2023-04-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!