Bab 2. Hilang

Tak ada yang menyadari jika Humaira belum ditemukan saat bermain petak umpet. setelah lelah mencari anak-anak memutuskan untuk masuk rumah.

"anak-anak hari telah sore segera mandi agar tidak kedinginan. Adnan dan Buyung bawa adik-adik yang umur 3-5 tahun ke kamar mandi dan awasi mereka agar tidak ada yang jatuh atau kepleset" ujar Bu Fatimah

"baik ibu" jawab Adnan

sebelum anak-anak mandi dan membersihkan diri biasanya mereka akan dikumpulkan dan dihitung, hal ini dimaksudkan agar menjaga anak-anak tetap sehat dan dapat diawasi. rentan usia 3-5 tahun di panti asuhan ini berjumlah 12 anak terdiri dari 8 perempuan dan 4 laki-laki. namun saat menghitung adik-adiknya Buyung kaget karena hanya ada 11 anak.

"Adnan, bukankah seharusnya adik-adik yang berusia 3-5 tahun jumlahnya 12 anak? ini kenapa saya menghitung hanya ada 11 anak." ujar Buyung

"serius Yung, kamu jangan sampai salah menghitung".

"mana berani aku berbohong jika ini mengenai adik-adik yang kita sayangi"

"coba perhatikan siapa yang tidak berkumpul, siapa tahu kalau adik kita itu ketiduran atau sedang di kamar mandi"

Buyung segera memeriksa kamar anak-anak maupun kamar mandi, dapur maupun tempat-tempat yang memungkinkan untuk anak-anak bersembunyi. 15 menit kemudian ia pun putus asa dan kembali ke tempat Adnan.

"tak ada adik-adik kita di sana nan. semua tempat sudah aku telusuri."

"kamu tunggu anak-anak dahulu, saya akan melaporkan hal ini kepada Ummi agar kita bisa mencari bersama-sama."

"baiklah"

Adnan segera berlari mencari Ummi Hasanah,, tak lama ia menemukannya berada di dapur sedang memasak makanan untuk mereka

"Ummi, bahaya Ummi" ucap Adnan dengan nafas terengah-engah

"tenangkan dirimu dahulu Adnan, coba katakan ada apa sebenarnya mengapa kamu berlari-lari"

"adik-adik yang berumur 3-5 tahun kurang satu anak perempuan. Buyung saya minta untuk mencari ke seluruh penjuru rumah namun tak kunjung di ketemukan.

"apa?" jawab Ummi syok

"Ummi, apakah Ummi baik-baik saja?"

"Ummi baik-baik saja sebaiknya kita mencari adikmu. kasihan ia jika sendiri di luar Karen sebentar lagi akan malam. ia pasti akan ketakutan."

"baik Ummi"

Ummi Hasanah dan Adnan segera berlari menuju anak-anak juga Buyung. Lalu ia menghitung ulang jumlah anak-anak dan siapa saja yang berkumpul. Tak lama kemudian ia segera memanggil Bu Fatimah

"Fatimah... Fatimah..." panggil Ummi

Bu Fatimah berlari mendengar teriakan panik Ummi Hasanah

"ada apa Ummi?"

"tolong kamu lanjutkan memasak di dapur dan minta Dewi serta Mira memandikan anak-anak. aku, Adnan dan Buyung akan mencari Humaira."

"dimana Humaira Ummi, apakah yang sebenarnya terjadi?" tanya Bu Fatimah

"Humaira hilang saat bermain petak umpet dengan saudaranya."

"lalu dimana Farhan? mereka saudara kembar seharusnya ikatan batin mereka kuat. mungkin dengan bantuannya kita bisa menemukan Humaira " ucap Bu Fatimah

"engkau benar Fatimah kenapa aku tak berpikiran demikian"

"tak apa Ummi, terkadang jika kita panik hanya berpikir bagaimana caranya menemukan solusi secepatnya"

"baiklah, engkau temui anak-anak setelah mereka selesai mandi bawa Farhan ke ruangan ku. katakan kepadanya bahwa Ummi ingin bertanya kepadanya"

"iya Ummi".

20 menit kemudian Bu Fatimah datang bersama Farhn menemui Ummi Hasanah di ruangannya.

"assalamualaikum Ummi"

"wa'alaikumsalam, anak Ummi sudah cakep dan wangi."

"pasti Ummi aku kan baru selesai mandi, gak mungkin bau kecut"

"hahahaha" mereka bertiga pun tertawa mendengar celotehan Adnan

"Farhan, apakah Ummi boleh bertanya kepadamu"

"ada apa Ummi"

"apakah kamu melihat adikmu Humaira"

"terakhir kali kami bermain petak umpet bersama saudara yang lain di halaman belakang Ummi. saat itu Guntur yang mendapat giliran untuk berjaga dan mencari kami yang bersembunyi".

"lalu apa yang terjadi setelah itu?"

"saat Guntur mulai menghitung, kami mulai berpencar mencari tempat persembunyian. satu persatu teman-teman ditemukan aku yang terakhir di temukan. memangnya ada apa Ummi?"

"apakah kamu tahu kemana adikmu Humaira bersembunyi"

"sebelum aku bersembunyi, ku lihat jika Humaira bersembunyi dibelakang pohon yang rimbun di sebelah pagar hampir roboh di sebelah sana Ummi" Farhan bebicara seraya menunjuk sebuah pohon yang ada dihalaman belakang rumah.

"astaghfirullahal'adzim, kenapa ia bermain sampai ke pojokan sana. semoga saja Humaira tidak diajak oleh sosok itu"

"apa maksudnya Ummi? kemana Humaira pergi?"

"nak pohon itu selama ini terkenal angker kata orang ada hantunya seram sering menggoda anak-anak yang bermain sendirian dan mengajaknya bermain"

"kakak itu tidak seram Ummi hanya saja mukanya pucat dan suka mengayunkan kakinya di atas pohon?"

"apa maksudmu Farhan"

"Farhan dan Humaira sering melihat kakak cantik berpakaian seperti putri warna putih namun ada beberapa tempat berwarna merah Ummi. namun ada pisau tertancap di sini" ucap Farhan seraya menunjuk pinggang nya sebelah kiri

"apakah Farhan bisa melihat sosok itu?"

"iya Ummi sebenarnya ia baik hanya saja kesepian. sering ia ingin bermain bersama saudaraku disini namun ia tak bisa masuk"

"astaghfirullahal'adzim, Fatimah segera hubungi Ustadz Ibrahim. kita membutuhkan bantuannya kali ini"

"baik, Ummi "

Terpopuler

Comments

Happyy

Happyy

😯😯😯

2023-04-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!