Bertemu nenek

Meskipun Humaira berusaha untuk memejamkan kembali matanya namun itu tak membuahkan hasil. Karena tiba-tiba ia merasakan lapar mungkin karena sejak kemarin setiap berusaha makan ia akan memuntahkan kembali apa yang ia makan.

"ummi, apakah ummi punya makanan?"

"Humaira lapar? Ummi punya roti tawar apa mau?"

"mau ummi karena aku lapar. Tapi apakah akan baik-baik saja ummi dan tidak akan muntah kembali?" tanya Humaira

"daripada kamu kelaparan sebaiknya minum obat kunyah ini dahulu agar tidak kembali muntah nak"

"iya Ummi, dimana ustadzah Ummi"

"Mungin beliau ada diluar, cobalah makan sedikit-sedikit nak."

"iya Ummi"

Secara perlahan Humaira memakan roti yang diberikan oleh Ummi Hasanah, awal-awal ia masih merasakan mual dan tak ingin melanjutkan makannya. Namun dipaksa oleh Ummi, akhirnya ia menghabiskan dua potong roti. Namun saat akan diberikan potongan roti ketiga oleh Ummi, Humaira menolak karena ia merasakan mual dan pusing kembali.

"sudah ummi, aku tak kuat lagi kepalaku kembali pusing dan seperti akan muntah kembali"

"iya, akan ummi simpan roti ini untuk dimakan nanti lagi"

"jam berapa saat ini ummi?"

"jam 03.30 subuh nak"

"apakah ummi membawa rukuh? Humaira ingin sholat"

"maafkan ummi nak karena panik melihat kondisi mu tadi ummi tak sempat membawa alat sholat. Nanti biar Ummi telpon Bu Fatimah agar saat membawakan baju ganti untuk kita"

"iya Ummi, q coba kembali tidur ya ummi kepalaku semakin menjadi sakitnya."

"ummi panggilkan suster untuk memeriksa mu ya nak"

"tidak ummi,a biarkan aku tidur saja dulu"

"baiklah nak."

Setelah menunggu beberapa saat dan melihat jika Humaira telah terlelap ummi pun segera membaringkan tubuhnya setelah menggelar tikar di lantai.

"maafkan aku ummi jika selalu menjadi beban ummi selama ini. Aku janji akan menjadi seorang yang sukses dan akan membantumu kelak"

setelah mengatakan hal itu Humaira segera tertidur namun hal yang ia khawatirkan kembali lagi sama seperti gambaran di mimpi sebelumnya. Ia telah ditunggu oleh seseorang yang mengaku sebagai neneknya. Walau sakit sesungguhnya apa yang ia rasakan karena sejak kecil tidak ada keluarga yang dapat menyayanginya namun tiba-tiba ada yang datang dan mengaku sebagai keluarganya. Ia pun berusaha berdamai dan mencari tentang asal usul nya.

"nenek mengapa bisa kembali muncul di mimpiku?"

" sesungguhnya engkau sedang tidak berada dalam alam mimpimu nak. Namun roh mu sengaja nenek tarik agar memudahkan kita dalam komunikasi dan mengetahui tentang kebenaran dirimu. apakah engkau sedih dan Sakit karena memikirkan akan berpisah dengan saudara kembar mu?"

"bagaimana nenek mengetahui jika aku memiliki saudara kembar. Siapakah nenek sebenarnya? Apakah nenek sudah meninggal dunia"

"nenek masih hidup nak, namun nenek sudah tua dan mungkin tidak akan bertahan lama"

"tidak baik mengatakan seperti itu nek, bukankah jodoh, rejeki umur ada ditangan Allah kita tidak tahu apakah kita akan mati esok atau seribu tahun lagi."

"tidak salah nenek memilihmu menjadi penerus ku kelak nak, walau masih kecil engkau sudah mempunyai pandangan jauh ke depan. Ikhlaskan kepergian kembaranmu karena ini adalah awal perjuangan kalian agar kelak dapat menemukan kami keluarga mu. Percayalah nak jika ayah dan ibu mu masih hidup namun karena ke egoisan kakekmu yang tak merestui pernikahan mereka, akhirnya mereka memilih kabur dan meninggalkan kami semua. Awalnya nenek tidak mengetahui jika memiliki cucu dari ayah dan ibumu. Hingga suatu saat liontin yang engkau pakai dan juga pasti dipakai oleh setiap anggota keluarga kita bersinar. Itu pertanda jika seseorang dari keluarga "Mahendra" telah membangkitkan kekuatan terpendamnya."

"apa maksud nenek, aku tidak paham apa yang nenek katakan" tanya Humaira

"keluarga kita merupakan keluarga yang memiliki kekuatan untuk membantu sesama dalam hal-hal diluar nalar nak. Kita dapat melintasi alam gaib dan membebaskan roh-roh yang tersesat dan tak menemukan jalan pulang."

"apakah kembaranku juga mengalami hal ini nek"

"benar nak, namun kekuatannya sedikit lebih lemah dibandingkan dirimu. Namun hal ini jangan membuat mu berkecil hati. Insyaallah jika sudah saatnya dan tubuhmu kuat akan ada seseorang yang akan membimbing mu menggunakan kekuatanmu. Ada sebuah energi pada kalung liontin yang kamu pakai untuk melindungi mu dari bahaya makhluk tak kasat mata."

"terimakasih nek"

*****

disaat roh Humaira bertemu dengan neneknya dan diberikan nasehat-nasehat yang bagus untuknya, di dunia nyata kondisi kesehatan Humaira terus menurun. Tiba-tiba tubuhnya kejang dan mengalami sesak nafas. Hal ini tentu mengagetkan ummi Hasanah dan Bu ustadzah.

Bu ustadzah segera berlari menuju ruang perawat untuk membantu kondisi Humaira. Tak lama kemudian beberapa orang suster dan seorang dokter berlarian masuk ke ruangan Humaira. Sedangkan ummi Hasanah dan Bu ustadzah diminta menunggu di luar.

Terpopuler

Comments

Happyy

Happyy

😰😰😰

2023-04-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!