15 menit kemudian, seorang suster menghampiri ustadz Ibrahim mengabarkan jika ia di tunggu oleh dokter untuk menjelaskan tentang kondisi kesehatan Humaira.
"selamat malam dokter, bagaimana keadaan keponakan saya?"
"ananda Humaira saat ini sedang kami observasi karena tekanan darah yang rendah juga demam tinggi. Saya menyarankan agar Humaira sementara waktu menjalani rawat inap karena kondisinya lemah dan dehidrasi. selain itu diperlukan beberapa tes untuk mengetahui penyakit apa yang sedang di deritanya. Sebaiknya bapak mengurus administrasi untuk kamar nya terlebih dahulu."
"baik dok, apakah saya dapat menemui Humaira setelah menyelesaikan administrasi nya."
"boleh pak, tapi pasien saat ini dalam kondisi tertidur setelah diberikan obat penurun panas. Sebaiknya biarkan pasien istirahat terlebih dahulu."
"iya dok, terimakasih "
Setelah keluar dari ruangan dokter, ustadz Ibrahim bergegas menuju ruang pendaftaran kembali untuk membayar administrasi kamar. Ia diminta menunggu terlebih dahulu karena kamar untuk Humaira akan dipersiapkan terlebih dahulu.
Tak lama kemudian muncul lah ummi dan Bu ustadz, mereka pun menanyakan bagaimana perkembangan kesehatan Humaira, apakah sudah ada dokter atau perawat yang memberikan kabar tentang Humaira. Ustadz Ibrahim pun menjelaskan apa yang disampaikan oleh dokter tadi. pihak keluarga diminta menunggu sambil dipersiapkan kamar untuk Humaira.
"saya masuk ke dalam dulu ya pak ustadz, ustadzah. Saya masih khawatir kondisi Humaira"
"silahkan ummi"
Ummi Hasanah memasuki ruang UGD dan menuju brankar Humaira. Terlihat wajah yang pucat di bagian hidung di pasang selang oksigen dan Humaira dalam keadaan tertidur setelah diberi obat. Tak lama seorang suster memasuki sekat ruangan Humaira
"permisi Bu, pasien akan dipindahkan ke kamar perawatan. Silahkan ibu menunggu diluar"
"baik suster".
Tak lama kemudian brankar yang membawa Humaira di dorong keluar menuju ruang perawatan. Ummi Hasanah, ustadz Ibrahim dan ustadzah mengikuti dari belakang. Sesampainya di ruang perawatan, ustadz Ibrahim berpamitan dahulu karena ada janjian dengan seorang pejabat daerah.
"ummi saya ijin pamit dahulu karena hari ini ada janjian dengan seorang yang penting."
"pak, ibu nemani ummi disini dulu ya. Kasihan pasti beliau kurang istirahat dan pikirannya masih kalut" ucap Bu ustadzah
"iya Bu"
POV HUMAIRA
Saat ini ia terbangun di area penuh Padang rumput yang subur, ada bunga bermekaran menyebar wangi harum ke seluruh penjuru. Ia sempat terpesona dengan keindahan tempat itu. Namun ia tersadar saat seseorang menyapanya.
"assalamualaikum"
"wa'alaikumsalam, astaghfirullahal'adzim nenek siapa. Mengapa muncul tiba-tiba, perasaan tadi saya sendiri disini mengapa nenek muncul tiba-tiba"
"maafkan nenek Mai jika mengagetkan mu. Nenek perhatikan dari tadi kamu melamun."
"iya nek, karena saya terpesona dengan keadaan alam yang sangat asri disini"
"memang benar, tempat disini masih asri dan murni tanpa adanya campur tangan manusia jadi masih murni."
"sebenarnya nenek siapa mengapa nenek mengetahui namaku."
"namaku Zubaidah aku adalah nenekmu dan kakekmu adalah Danang Mahendra."
"nenek bercanda kan? Sejak kecil aku tidak mempunyai keluarga, aku tidak tahu siapa orang tuaku. Aku dan saudara kembarku terbuang ke panti asuhan. Kamu bukan nenekku."
"maafkan nenek cu, karena aku dan kakekmu melarang dan memisahkan kedua orang tuamu menjadikan engkau dan saudaramu menderita selama ini. Namun engkau dan saudaramu menurunkan bakat turun temurun keluarga kita"
"bukankah kehadiran kami menjadi bomerang untuk keluarga nenek, mengapa nenek sekarang mengakui ku sebagai cucumu. Kemana kalian selama 5 tahun ini? Kenapa kalian membiarkan kami menderita. Aku benci nenek."
"Humaira, dengarkanlah dahulu perkataan nenek mu ini nak"
"aku bukan cucu mu, aku tidak mempunyai keluarga. Keluargaku adalah orang-orang yang sangat menyayangi ku di panti asuhan tidak ada yang lain" ujar Humaira sambil menangis
*****
Kembali ke ruang perawatan, ummi Hasanah yang sedang terlelap disamping tempat tidur Humaira kaget karena tiba-tiba ia kejang dan demamnya kembali naik. Segera ia memanggil suster yang berjaga.
Tak lama dua orang suster menghampiri Humaira. Salah satu suster mengecek tensi darah dan fungsi organ vital yang lain. Sedangkan suster yang satu segera menghubungi dokter yang menangani Humaira.
Ummi Hasanah dan Bu ustadzah diminta keluar dari ruangan selama tenaga medis menangani Humaira.
Dengan tergesa seorang dokter masuk dan segera melakukan pemeriksaan terhadap Humaira. Setelah di cek dan diberi obat kondisi Humaira mulai stabil. ia pun meminta suster untuk memanggil keluarga dari Humaira ke ruangan dokter.
"permisi dokter" ucap Ummi Hasanah
"silahkan masuk ibu dan silahkan duduk'
"terimakasih dokter, bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Ummi
"saat ini kondisinya mulai stabil namun harus terus dijaga ya Bu. Karena saya rasa mentalnya pun drop, mengapa anak sekecil ini sudah memikirkan masalah yang berat. Tolong diperhatikan anaknya ya Bu. selain itu saat ini hemoglobin Humaira hanya 3,5 dari angka normal nya 12. Kondisi ini mengkhawatirkan. Saran kami agar segera dilakukan transfusi darah."
"tolong lakukan yang terbaik agar anak saya lekas pulih."
"baik Bu"
Setelah berbincang dengan dokter Ummi Hasanah segera kembali ke ruang perawatan Humaira. Terlihat Humaira gelisah seakan-akan sedang mengalami mimpi buruk. saat ummi mendekat dan membelai pucuk rambut Humaira iya bergumam agak keras.
"ummi..."
"istighfar nak,, astaghfirullahal'adzim... Astaghfirullahal'adzim..."
"Mai takut ummi, ummi jangan tinggalkan Mai"
"tidak sayang ummi ada disini. Istirahat kembali ya nak"
Humaira pun akhirnya kembali tidur namun genggaman tangannya tak mau melepas tangan ummi Hasanah.
"ummi jangan pergi, Mai takut..." ucap mai sambil menangis.
"ummi disini tidak akan kemana-mana nak.."
"janji ummi"
"ummi janji"
"bang Farhan mana ummi?"
"Farhan di panti asuhan nak, ummi sengaja tidak mengajaknya takut kesehatan nya ikut terganggu nak"
"benar kata ummi, ummi kepala ku Sakit."
"istirahat lah, "
"iya ummi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Happyy
😘😘😘
2023-04-06
1