"Abang..." panggil Humaira seraya mengejar Farhan yang berlari menuju kamarnya.
"Abang,,, tolong buka pintunya bang... Abang sayang Mai kan? terima lah kedua orang tua itu agar nantinya Abang bisa membantu panti asuhan ini juga Mai bang,,"
"aku tidak bisa Mai, aku mengetahui kondisimu melebihi orang lain. kita dua badan tapi satu hati. kau sering mengeluh cepat lelah dan terkadang susah bernafas namun tak kau hiraukan. saat itu aku selalu memaksa masuk dan meminta satu kamar denganmu. aku selalu melarang mu untuk tidur di dipan atas bukan karena aku tak sayang. hanya saja aku tak ingin engkau jatuh dan terluka. apa yang kau rasakan itu pun aku rasakan. aku takut jauh dari mu lalu engkau pergi meninggalkan ku. hanya engkau saudara sedarah ku Mai, aku tak ingin kau menderita" ucap Farhan sambil membuka pintu kamar yang semula ia kunci
"Abang, jangan jadikan Mai penghalang untuk Abang menjadi sukses. ikutlah mereka bang, Mai paham jika selama ini sakit-sakitan namun Mai akan semakin sedih jika Abang berbuat demikian sama halnya Mai akan menjadi beban Abang. Abang jangan khawatir bukankah ada Jeslyn yang akan senantiasa berada di samping Mai dan juga menjaga Mai."
"Mai tolong jangan paksa Abang untuk menerima mereka sebagai orang tua asuh. Abang tidak bisa Mai"
"Abang,, maafkan Mai.." setelah berucap itu tubuh Mai lunglai jatuh dan tak sadar kan diri.
"Ummi,, Bu Fatimah siapa saja tolong Mai,,"
tanpa mereka sadari sejak Mai menghampiri Farhan dikamar nya Syifa teman sekamarnya Mai dan Farhan mengikutinya secara sembunyi-sembunyi. mengetahui jika Mai pingsan ia segera berlari mencari Ummi Hasanah.
"ummi, tolong Mai." ucap Syifa dengan nafas memburu
"ada apa dengan Mai, Syifa"
"Mai pingsan didepan kamar saat membujuk Farhan untuk menerima kedua orang yang ingin menjadikan nya anak mereka ummi"
"astaghfirullahal'adzim, Humaira" segera Ummi berlari ke kamar Farhan juga Humaira
setelah berada di depan kamar, ummi segera mendatangi Farhan dan Humaira. ia segera mengangkat Humaira ke tempat tidur.
"Humaira, bangun nak jangan buat Ummi khawatir. bangun nak." ucap Ummi sambil menangis
"Farhan tolong ambilkan minyak kayu putih di kamar ummi"
"baik ummi" Farhan segera berlari menuju kamar ummi Hasanah.
iapun segera menuju sebuah meja di samping tempat tidur. saat akan mengambil nya tak sengaja Farhan melihat sebuah foto keluarga dengan menggendong dua bayi yang tak asing untuknya. namun ia tak paham siapa mereka dan mengapa ia memiliki perasaan seakan mengenal mereka.
namun karena ia mengkhawatirkan kondisi Humaira ia segera berlari menuju kamarnya.
"Ummi ini minyak kayu putih ya"
Ummi Hasanah segera mengolesi minyak tersebut ke perut leher dan mengusap-usap telapak kaki Humaira. setelah itu minyak kayu putih di dekat kan ke arah hidung. namun Humaira tak kunjung bangun.
"Ummi apakah Mai baik-baik saja. kapan ia akan bangun Ummi" tanya Farhan sambil menangis
"insyaallah Humaira akan baik-baik saja nak, jangan bersedih, dia akan segera bangun" jawab Ummi Hasanah
"iya Ummi "
setelah lima menit akhirnya Humaira tersadar dari pingsannya.
"Abang," panggil Humaira
"Alhamdulillah dek, kamu bangun. apa yang dirasakan?"
"lemas dan pusing bang."
"istirahat lah dek, biar Abang temani disini"
"iya bang"
pintu kamar terbuka dan terlihat Ummi Hasanah memasuki kamar itu
"apa yang kau rasakan Humaira, mengapa engkau tiba-tiba pingsan"
"entah Ummi hanya saja beberapa hari ini aku merasa tak enak badan, jika malam sering menggigil dan tiba-tiba lemas."
"kenapa kamu tidak pernah cerita sama Abang dek?"
"aku tidak mau membuat Abang cemas. tapi aku tak menyangka jika hari ini sampai pingsan."
"besok kita periksa ke dokter ya Humaira" ajak ummi Hasanah
"tidak usah Ummi aku sudah merasa baikan"
"baiklah kita lihat dulu malam ini, jika esok pagi kamu tidak kunjung sehat kamu harus mau di ajak periksa"
"baik Ummi "
"Abang boleh Mai minta tidur bareng Abang. Mai mau dipeluk Abang" pinta Humaira
"iya dek"
"kalian beristirahat lah nanti biar dibuatkan bubur oleh mbok Sari. nanti biar Ummi minta ia mengantarkan makanan kalian ke kamar"
"terimakasih Ummi" jawab Farhan dan Humaira
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Happyy
💪💪💪
2023-04-06
1