Petualangan Humaira

"Sebenarnya apa yang terjadi, mengapa Ibnu bisa pindah sendiri pak? Tanya ibu itu

"entahlah Bu, sebaiknya bapak menelpon supir dahulu agar menjemput kita dan sepeda motor nya biar di urus oleh orang bengkel. bapak tidak menyangka jika keinginan bapak yang lama tidak naik sepeda motor malah membawa bencana untuk kita."

"tidak ada yang perlu di sesali pak, semua pasti ada hikmahnya. Kita tunggu Ibnu bangun setelah itu kita tanyakan apa yang ia alami tadi."

"iya Bu"

Beberapa saat menunggu akhirnya supir yang ditelpon pun datang, bapak itu masih menunggu orang bengkel datang mengambil sepeda motor yang mengalami kecelakaan tadi. Tak lama Ibnu pun terbangun.

"ibu,, aku dimana?"

"kamu ada di rumah warga nak, tadi kita mengalami kecelakaan sepeda motor dan kita terjatuh engkau terpental ke tengah jalan raya. Ibu sempat histeris mengira engkau tertabrak bis cepat yang berada di sisi jalan yang bersebrangan dengan kita. Namun salah satu warga berkata jika kamu seperti terbang dan bergerak ke pinggir sebelah kiri sebelum bis itu menabrak mu. Sebenarnya apa yang terjadi nak?"

"ada Kakak cantik yang menolongku dan menggendongku ke tepi Bu. Aku tidak terbang, aku kan tidak punya sayap mana bisa terbang," jawab Ibnu

"kakak cantik kau bilang nak? Siapa dia dan dimana dia. Ibu ingin berterimakasih telah menyelamatkan nyawa mu"

"itu ada kakak cantik disebelah bunda,"

"siapa namanya nak, kenapa bunda tidak bisa melihatnya."

"namanya Humaira bunda, kakak itu nangis karena gak tau dimana rumahnya dan tidak tau akan kemana"

"kenapa bisa seperti itu nak?"

"awalnya kakak itu sakit dan di rumah sakit tapi ia lupa apakah dia sudah meninggal atau belum?"

"dimana alamat rumah sakitnya"

"kakak itu lupa Bun, apakah kakak boleh ikut kita pulang Bun. Dia janji tidak akan mengganggu kita."

"iya nak nanti bunda minta tolong sama Tante Indira untuk bantu bunda melihat seperti apa nak Humaira "

Supir yang menjemput diminta kembali ke rumah oleh orang tua Ibnu menuju kediaman mereka. Setelah menempuh perjalanan selama 40 menit mereka akhirnya sampai ke rumah keluarga Ibnu yang berada di perumahan elit yang cukup terkenal di kota itu.

"Ibnu ini rumah atau istana?" tanya Humaira

"ini rumah keluarga ku Mai,"

"berarti keluarga mu konglomerat ya, beda jauh denganku yang sejak awal tidak mengetahui siapa orang tuaku dan dibesarkan di sebuah panti asuhan."

"panti asuhan itu terletak di kota mana Mai? Apakah masih satu kota dengan kota ini atau beda kota?"

"kalau itu saya lupa, karena saat terbangun keadaan saya seperti ini. Apa yang terjadi sebelumnya pun saya tak ingat. Jika ingin kembali ke panti asuhan itu pun tak bisa karena saya tak ingat dimana letaknya. Apakah suatu saat saya bisa kembali bertemu mereka atau kah saya harus pergi ke tempat yang jauh."

"jangan berpikiran terlalu jauh, hadapilah apa yang ada di depan sekarang."

"tapi saya tidak mempunyai tujuan Ibnu. Saya tak tahu apa yang akan saya lakukan. Karena sebelum saya bertemu dengan dirimu selalu berkeliling ke beberapa tempat, dan saat saya menolong mu kebetulan saya lewat tak jauh dari tempat kejadian."

"terimakasih kamu telah menolongku Mai, jika kamu telat sedetik saja mungkin aku tidak akan selamat"

"itulah kewajiban sesama manusia, harus saling tolong menolong. Tapi saya ini termasuk apa ya, jika disebut manusia tapi saya tidak mempunyai tubuh kasar. Atau saya hantu atau roh?"

"sudah tidak usah di pikirkan sebaiknya kamu ikut istirahat, aku sudah mengantuk"

"silahkan tidur Ibnu, saya akan berkeliling rumah mu dan berkenalan dengan beberapa penghuni disini."

"apa maksudmu penghuni yang lain? Apakah ada hantu yang lain disini?"

"ada beberapa sih, ada yang suka jahil dan juga baik menjaga rumah ini. tapi berhati-hati lah dengan sosok penunggu di dekat kolam renang, ia suka mendorong orang yang berada di dekat kolam."

"terimakasih peringatannya Mai, kami akan lebih berhati-hati setelah ini." setelah berkata demikian terdengar dengkuran halus dari Ibnu pertanda ia sudah tertidur.

*****

Kembali ke rumah sakit

sudah 5 hari semenjak Humaira masuk ke ruang ICU namun belum ada perkembangan mengarah ke hal yang lebih baik dari sebelumnya. Ummi Hasanah, Bu Fatimah juga Farhan bergantian menjenguknya dan membacakan ayat-ayat Al Qur'an di dekat ranjang Humaira dengan harapan Humaira dapat segera sadar dari kondisi kritisnya. sore itu giliran Farhan yang menjenguk Humaira

"dek, apa yang kau rasakan saat ini. Mengapa kamu masih terus tertidur, apakah kamu tidak ingin mencium dan memeluk kakakmu ini? Mai Abang janji akan menerima pak Gilang dan Bu Laura menjadi orang tua asuh. Doakan Abang bisa sukses dan menjadi seorang dokter agar dapat mengobati mu juga adik-adik maupun keluarga kita di panti asuhan. Kamu harus bangun dek, engkau pernah berkata ingin menjadi guru dan mendirikan sekolah gratis untuk anak-anak yang hidup di jalanan juga anak-anak yang kurang beruntung di luar sana. Mari kita wujudkan impian kita dek. kamu harus sembuh jangan pernah menyerah dengan penyakit ini."

Setelah membisikkan kata-kata itu Farhan tak kuasa menahan air mata yang sejak tadi di tahannya. Ia tak mampu menahan rasa sedih melihat adik kembar yang merupakan bagian dari jiwanya terbaring lemah tanpa daya berjuang antara hidup dan mati. tak lama kemudian ada seorang suster yang menegur jika waktu jenguk telah selesai.

"Abang pamit ya dek, maaf Abang tidak bisa menemani adek lama karena dilarang oleh dokter. Semua itu untuk kebaikanmu agar kamu dapat segera pulih dek. Abang menunggu mu bangun dan bercanda ria seperti sebelumnya. semangat untuk sembuh ya dek"

Setelah membisikkan kata-kata itu dengan berat hati ia berdiri dan hendak melangkah keluar. namun terlihat jika di sudut mata Humaira meneteskan air mata.

"Abang percaya adek mendengar apa perkataan abang. Jadi Abang mau adek segera bangun dan sembuh seperti sedia kala. Jangan pernah menyerah." batin Farhan

Terpopuler

Comments

Happyy

Happyy

👊🏼👊🏼👊🏼

2023-04-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!